Skip to main content

Sunan Daruquthni 3883

سنن الدارقطني 3883: قَالَ: نا ابْنُ الْمُبَارَكِ , أنا سُفْيَانُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ , فَقَالَ: إِنِّي طَلَّقْتُ امْرَأَتِي أَلْفًا , قَالَ: «أَمَّا ثَلَاثٌ فَتُحَرِّمُ عَلَيْكَ امْرَأَتَكَ وَبَقِيَّتُهُنَّ وِزْرٌ اتَّخَذْتَ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا».

Sunan Daruquthni 3883: Dia berkata: Ibnu Al Mubarak menceritakan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami dari Amr bin Murrah, dari Sa’id bin Jubair, dia berkata, “Seorang laki-laki pernah datang kepada Ibnu Umar lalu berkata, ‘Sesungguhnya aku telah menalak istriku dengan seribu talak.’ Ibnu Abbas berkata, ‘Tiga saja telah mengharamkan istrimu bagimu, sedangkan sisanya adalah dosa, (karena) engkau telah mengolok-olok ayat-ayat Allah’.”

Sunan Daruquthni 3899

سنن الدارقطني 3899: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَدَّادُ , نا أَبُو الصَّلْتِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ الدَّارِعُ ح. وَنا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْعَسْكَرِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ , قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مُعَاذُ مَنْ طَلَّقَ فِي بِدْعَةٍ وَاحِدَةٍ أَوِ اثْنَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا أَلْزَمْنَاهُ بِدْعَتَهُ». إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ الْقُرَشِيُّ ضَعِيفٌ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ

Sunan Daruquthni 3899: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdullah Al Haddad menceritakan kepada kami, Abu Ash-Shalt Ismail bin Abu Umayyah Adz-Dzari’ menceritakan kepada kami (h) Abdul Baqi bin Qani’ menceritakan kepada kami, Abdul Warits bin Ibrahim Al Askari menceritakan kepada kami, Ismail bin Abu Umayyah menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Shuhaib menceritakan kepada kami dari Anas, dia berkata: Aku mendengar Mu’adz bin Jabal berkata, “Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Wahai Mu’adz, barangsiapa menalak satu, dua atau tiga dengan cara bid’ah, maka kami tetapkan bid’ahnya’.” Isma’il bin Abu Umayyah Al Qurasyi adala perawi dha’if, dan hadisnya ditinggalkan.

Sunan Daruquthni 3884

سنن الدارقطني 3884: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ , نا سُفْيَانُ , بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 3884: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Abdurrahman menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dengan isnadnya seperti itu.

Sunan Daruquthni 3900

سنن الدارقطني 3900: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى الصُّوفِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ الْقُرَشِيُّ , نا عُثْمَانُ بْنُ مَطَرٍ , عَنْ عَبْدِ الْغَفُورِ , عَنْ أَبِي هَاشِمٍ , عَنْ زَاذَانَ , عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ: سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا طَلَّقَ الْبَتَّةَ فَغَضِبَ , وَقَالَ: «تَتَّخِذُونَ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا , أَوْ دِينَ اللَّهِ هُزُوًا وَلَعِبًا , مَنْ طَلَّقَ الْبَتَّةَ أَلْزَمْنَاهُ ثَلَاثًا لَا تَحِلُّ لَهُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ». إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ هَذَا كُوفِيُّ ضَعِيفُ الْحَدِيثِ

Sunan Daruquthni 3900: Ahmad bin Muhammad bin Sa’id menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yahya Ash-Shufi menceritakan kepada kami, Ismail bin Abu Umayyah Al Qurasyi menceritakan kepada kami, Utsman bin Mathar menceritakan kepada kami dari Abdul Ghafur, dari Abu Hasyim, dari Zadzan, dari Ali, dia berkata, “Nabi SAW mendengar seorang laki-laki menalak tuntas istrinya, maka beliau pun marah dan berkata, ‘Kalian menjadikan ayatayat Allah sebagai olok-olokan, atau agama Allah sebagai olokan dan permainan. Barangsiapa menalak tiga (istrinya) maka kami tetapkan tiga (talak), wanita itu tidak halal lagi baginya sehingga ia menikah lagi dengan laki-laki lainnya”.” Ismail bin Abu Umayyah ini adalah orang Kufah, yang hadisnya dinilai lemah.

Sunan Daruquthni 3885

سنن الدارقطني 3885: نا إِسْحَاقُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفَضْلِ الزَّيَّاتُ , نا عَلِيُّ بْنُ شُعَيْبٍ , نا عَبْدُ الْمَجِيدِ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنْ مُعَاذٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا طَلَاقَ قَبْلَ نِكَاحٍ وَلَا نَذْرَ فِيمَا لَا يَمْلِكُ»

Sunan Daruquthni 3885: Ishaq bin Muhammad bin Al Fadhl Az-Zayyat menceritakan kepada kami, Ali bin Syu’aib menceritakan kepada kami, Abdul Majid menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Syu’aib, dari Thawus, dari Mu’adz bin Jabal, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada talak sebelum pernikahan, dan tidak ada nadzar terhadap apaapa yang tidak dimiliki.

Sunan Daruquthni 3886

سنن الدارقطني 3886: نا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ نَيْرُوزٍ , نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ , نا مَطَرٌ الْوَرَّاقُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا يَجُوزُ طَلَاقٌ وَلَا عَتَاقٌ وَلَا بَيْعٌ وَلَا وَفَاءُ نَذْرٍ فِيمَا لَا يَمْلِكُ»

Sunan Daruquthni 3886: Abu Bakar Muhammad bin Ibrahim bin Nairuz menceritakan kepada kami, Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abdushshamad menceritakan kepada kami, Mathar Al Warraq menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada talak, pemerdekaan, penjualan, dan tidak pula pemenuhan nadzar, terhadap apa-apa yang tidak dimiliki.”

Sunan Daruquthni 3887

سنن الدارقطني 3887: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ صَاحِبُ أَبِي صَخْرَةَ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ ح. وَنا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ نَيْرُوزٍ , نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا عَبْدُ الْأَعْلَى , وَمُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ , قَالَا: نا سَعِيدٌ , عَنْ مَطَرٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَيْسَ عَلَى الرَّجُلِ طَلَاقٌ فِيمَا لَا يَمْلِكُ , وَلَا بَيْعٌ فِيمَا لَا يَمْلِكُ , وَلَا عِتْقُ فِيمَا لَا يَمْلِكُ»

Sunan Daruquthni 3887: Ahmad bin Abdullah bin Muhammad, sahabat Abu Shakhrah, menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Sa’id bin Abu Arubah menceritakan kepada kami (h) Dan Muhammad bin Ibrahim bin Nairuz menceritakan kepada kami, Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Abdul A’la dan Muhammad bin Sawa’ menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sa’id menceritakan kepada kami dari Mathar, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Seorang lakilaki tidak berhak menalak (wanita) yang tidak dia miliki, tidak pula menjual apa yang tidak dia miliki, dan tidak pula memerdekakan (budak) yang tidak dia miliki.

Sunan Daruquthni 3888

سنن الدارقطني 3888: نا مُحَمَّدُ بْنُ نَيْرُوزٍ , نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ , نا عَامِرٌ الْأَحْوَلُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا يَجُوزُ عَتَاقٌ وَلَا طَلَاقٌ فِيمَا لَا يَمْلِكُ» , وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ الْبَيْعَ

Sunan Daruquthni 3888: Muhammad bin Nairuz menceritakan kepada kami, Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abdushshamad menceritakan kepada kami, Amir Al Ahwal menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tidak boleh ada pemerdekaan dan tidak pula talak pada apa yang tidak dimiliki.” Ia tidak menyebutkan jual-beli di dalamnya.

Sunan Daruquthni 3889

سنن الدارقطني 3889: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْحَارِثِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «مَنْ يُطَلِّقُ مَا لَا يَمْلِكُ فَلَا طَلَاقَ لَهُ , وَمَنْ أَعْتَقَ مَا لَا يَمْلِكُ فَلَا عَتَاقَ لَهُ , وَمَنْ نَذَرَ فِيمَا لَا يَمْلِكُ فَلَا نَذْرَ لَهُ , وَمَنْ حَلَفَ عَلَى مَعْصِيَةٍ فَلَا يَمِينَ لَهُ , وَمَنْ حَلَفَ عَلَى قَطِيعَةِ رَحِمٍ فَلَا يَمِينَ لَهُ»

Sunan Daruquthni 3889: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami, Al Walid bin Katsir menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Al Harits menceritakan kepadaku dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menalak (wanita) yang tidak dia miliki maka tidak ada talak padanya. Barangsiapa memerdekakan (budak) yang tidak dia miliki maka tidak pemerdekaan padanya. Barangsiapa bernadzar tentang apa yang tidak dia miliki maka tidak ada nadzar padanya. Barangsiapa bersumpah untuk melakukan suatu kemaksiatan maka tidak ada sumpah padanya, dan barangsiapa yang bersumpah untuk memutuskan silaturahim maka tidak ada sumpah padanya.?

Sunan Daruquthni 3890

سنن الدارقطني 3890: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْفَضْلِ الْبَلْخِيُّ , حَدَّثَنِي أَبُو صَالِحٍ أَحْمَدُ بْنُ يَعْقُوبَ بِبَلْخَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ سَلَمَةَ الْأَزْدِيُّ , نا يُونُسُ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: بَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا سُفْيَانَ بْنَ حَرْبٍ فَكَانَ فِيمَا عَهَدَ إِلَيْهِ «أَنْ لَا يُطَلِّقَ الرَّجُلُ مَنْ لَا يَتَزَوَّجُ وَلَا يُعْتِقَ مَنْ لَا يَمْلِكُ»

Sunan Daruquthni 3890: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Ismail bin Al Fadhl Al Balkhi menceritakan kepada kami, Abu Shalih Ahmad bin Ya’qub menceritakan kepadaku di Balkh, Al Walid bin Salamah Al Azdi menceritakan kepada kami, Yunus menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata, “Nabi SAW mengutus Abu Sufyan bin Harb. Di antara yang beliau pesankan kepadanya adalah: Hendaknya laki-laki tidak menalak (wanita) yang tidak dia nikahi dan tidak memerdekakan (budak) yang tidak dia miliki.”