Skip to main content

Sunan Daruquthni 3988

سنن الدارقطني 3988: نا أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَيْثَمَةَ , نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا أَبُو عَاصِمٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُؤَمَّلِ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , قَالَ: سَأَلَ أَبُو الْجَوْزَاءِ ابْنَ عَبَّاسٍ: هَلْ عَلِمْتَ أَنَّ الثَّلَاثَ كَانَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ تُرَدُّ إِلَى الْوَاحِدَةِ؟ , قَالَ: «نَعَمْ». عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُؤَمَّلِ ضَعِيفٌ , وَلَمْ يَرْوِهِ عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ غَيْرُهُ

Sunan Daruquthni 3988: Ahmad bin Kamil menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ahmad bin Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Muammal menceritakan kepada kami dari Ibnu Mulaikah, dia berkata, “Abu Al Jauza” bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Apakah engkau tahu bahwa (talak) tiga dikembalikan kepada satu pada masa Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar?’ Dia menjawab, ‘Ya’.” Abdullah bin Al Muammal adalah seorang perawi dha’if, dan tidak ada yang meriwayatkannya dari Ibnu Abu Mulaikah selainnya.

Sunan Daruquthni 3989

سنن الدارقطني 3989: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ غَيْلَانَ , نا الْحَسَنُ بْنُ الْجُنَيْدِ , نا سَعِيدُ بْنُ مَسْلَمَةَ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , قَالَ: كُنْتُ جَالِسًا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ يَوْمًا فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا ابْنَ عَبَّاسٍ إِنِّي طَلَّقْتُ امْرَأَتِي ثَلَاثًا , فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: ” عَصَيْتَ رَبَّكَ وَحُرِّمَتْ عَلَيْكَ امْرَأَتُكَ وَلَمْ تَتَّقِ اللَّهَ فَيُجْعَلْ لَكَ مَخْرَجًا , تُطَلِّقُ فَتَتَحَمَّقُ ثُمَّ تَقُولُ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ , قَالَ اللَّهُ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ} [الطلاق: 1] , فِي قَبْلِ عِدَّتِهِنَّ “.

Sunan Daruquthni 3989: Muhammad bin Abdullah bin Ghailan menceritakan kepada kami, Al Husain bin Al Junaid menceritakan kepada kami, Sa’id bin Masalamah menceritakan kepada kami, Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Katsir, dari Mujahid, dia berkata: Pada suatu hari, aku sedang duduk-duduk bersama Abdullah bin Abbas, tiba-tiba seorang laki-laki menghampirinya lalu berkata, “Wahai Ibnu Abbas, sesungguhnya aku telah menalak istriku dengan tiga talak.” Maka Ibnu Abbas berkata, “Engkau telah bermaksiat terhadap Rabb-vau dan istrimu telah haram bagimu. Engkau tidak bertakwa kepada Allah maka bagaimana mungkin Dia memberimu jalan keluar. Engkau menalak dan bersikap dungu, lalu engkau berkata, ‘Wahai Ibnu Abbas’ padahal Allah telah berfirman, ‘Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar).’ (Qs. Ath-Thalaaq [65]: 1) yaitu untuk menghadapi masa iddah mereka’.”

Sunan Daruquthni 3990

سنن الدارقطني 3990: قَالَ: وَنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ , أَنَّهُ كَانَ فِي الْمَجْلِسِ مَعَ ابْنِ عَبَّاسٍ فَسَمِعَ مِنْهُ مَا حَدَّثَ بِهِ مُجَاهِدٌ فِي هَذَا الْحَدِيثِ.

Sunan Daruquthni 3990: Dia berkata: Dan Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami dari Ubaidullah bin Abu Yazid, bahwa ketika ia sedang di majlis bersama Ibnu Abbas, lalu dia mendengar darinya apa yang diceritakan oleh Mujahid dari hadis ini.

Sunan Daruquthni 3991

سنن الدارقطني 3991: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي الثَّلْجِ , نا عُمَرُ بْنُ شِبْهٍ , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ , نا أَيُّوبُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , أَنَّ رَجُلًا , سَأَلَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ: إِنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا ثُمَّ ذَكَرَ نَحْوَهُ.

Sunan Daruquthni 3991: Muhammad bin Ahmad bin Abu Ats-Talj menceritakan kepada kami, Umar bin Syabbah menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Katsir dari Mujahid, bahwa seorang lakilaki bertanya kepada Ibnu Abbas, dia mengatakan, bahwa dia telah menalak istrinya dengan talak tiga. Kemudian ia menyebutkan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 3992

سنن الدارقطني 3992: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا جَعْفَرُ الْقَلَانِسِيُّ , نا أَبُو الرَّبِيعِ , نا حَمَّادُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 3992: Muhammad bin Ismail Al Farisi menceritakan kepada kami, Ja’far Al Qalanisi menceritakan kepada kami, Abu Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami, Hammad bin Katsir menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Katsir, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, dengan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 3993

سنن الدارقطني 3993: نا النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , وَيَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , قَالَا: نا سُفْيَانُ , عَنِ الشَّيْبَانِيِّ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ سَلَمَةَ , عَنْ عَلِيٍّ , فِي الْإِيلَاءِ , قَالَ: «يُوقَفُ بَعْدَ الْأَرْبَعَةِ فَإِمَّا أَنْ يَفِئَ وَإِمَّا أَنْ يُطَلِّقَ»

Sunan Daruquthni 3993: An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr bin Al Hakam menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi dan Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Asy-Syaibani, dari Asy-Sya’bi, dari Amr bin Salamah, dari Ali, tentang ila‘ dia berkata, “Dihentikan setelah empat bulan. Setelah itu terserah apakah dia akan melanjutkan (ikatan pernikahannya) atau menalak.”

Sunan Daruquthni 3994

سنن الدارقطني 3994: وَعَنِ الشَّيْبَانِيِّ , عَنْ بُكَيْرِ بْنِ الْأَخْنَسِ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ: «يُوقَفُ بَعْدَ الْأَرْبَعَةِ فَإِمَّا أَنْ يَفِيءَ وَإِمَّا أَنْ يُطَلِّقَ»

Sunan Daruquthni 3994: Dan diriwayatkan dari Asy-Syaibani, dari Bukair bin Al Akhnas, dari Mujahid, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ali, dia berkata, “Dihentikan setelah empat bulan. (Setelah itu) dia memilih untuk melanjutkan (ikatan pernikahannya) atau menalak.”

Sunan Daruquthni 3995

سنن الدارقطني 3995: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ , نا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّهُ قَالَ: سَأَلْتُ اثْنَيْ عَشَرَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ يُولِي , فَقَالُوا: «لَيْسَ عَلَيْهِ شَيْءٌ حَتَّى يَمْضِيَ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ فَيُوقَفُ فَإِنْ فَاءَ وَإِلَّا طَلَّقَ»

Sunan Daruquthni 3995: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Maryam menceritakan kepada kami, Yahya bin Ayyub menceritakan kepada kami dari Ubaidullah bin Umar, dari Suhail bin Abu Shalih, dari ayahnya, bahwa dia berkata: Aku bertanya kepada dua belas orang sahabat Rasulullah SAW tentang laki-laki yang meng-ila‘ dan mereka berkata, “Tidak ada sesuatu atasnya sehingga berlalu empat bulan, lalu dihentikan. Bila melanjutkan (ikatan pernikahan) berarti selesai (perkaranya), dan jika tidak berarti dia menalak.?

Sunan Daruquthni 3996

سنن الدارقطني 3996: نا أَبُو بَكْرٍ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا سُفْيَانُ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , قَالَ: أَدْرَكْتُ بَضْعَةَ عَشَرَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّهُمْ «يُوقِفُ الْمُولِي»

Sunan Daruquthni 3996: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ali bin Harb menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Sulaiman bin Yasar, dia berkata, “Aku pernah hidup bersama sepuluh sahabat Rasulullah SAW, semuanya menghentikan orang yang meng-ila‘”

Sunan Daruquthni 3981

سنن الدارقطني 3981: نا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مَرْوَانَ الْوَاسِطِيُّ , نا أَبُو حَازِمٍ إِسْمَاعِيلُ بْنُ يَزِيدَ الْبَصْرِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ , نا مَعْمَرٌ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ اخْتَلَعَتْ مِنْهُ فَأَمَرَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنْ تَعْتَدَّ بِحَيْضَةٍ».

Sunan Daruquthni 3981: Abdul Baqi bin Qani’ menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ahmad bin Marwan Al Wasithi menceritakan kepada kami, Abu Hazim Ismail bin Yazid Al Bashri menceritakan kepada kami, Hasyim bin Yusuf menceritakan kepada kami, Ma’mar menceritakan kepada kami dari Amr bin Muslim, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa istrinya Tsabit bin Qais meminta khulu’ darinya. Maka Rasulullah SAW memerintahkannya agar ia beri-ddah dengan satu kali haid.