Skip to main content

Sunan Daruquthni 3802

سنن الدارقطني 3802: نا أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ أَبُو حَامِدٍ الْهَمْدَانِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُمَرَ الْمُنْكَدِرِيُّ , نا أَبُو حَنِيفَةَ مُحَمَّدُ بْنُ رَبَاحِ بْنِ يُوسُفَ الْجَوْزَجَانِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ صَالِحِ بْنِ سُهَيْلٍ , قَالَا: نا صَالِحُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ التِّرْمِذِيُّ , نا سَلْمُ بْنُ سَالِمٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «إِذَا كَانَتِ الْأَمَةُ تَحْتَ الرَّجُلِ فَطَلَّقَهَا تَطْلِيقَتَيْنِ ثُمَّ اشْتَرَاهَا لَمْ تَحِلَّ لَهُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ»

Sunan Daruquthni 3802: Ahmad bin Al Husain Abu Hamid Al Hamdani menceritakan kepada kami. Ahmad bin Muhammad bin Umar Al Munkadiri menceritakan kepada kami. Abu Hanifah Muhammad bin Rabah bin Yusuf Al Jauzajani dan Muhammad bin Shalih bin Suhail menceritakan kepada kami, mereka berkata: Shalih bin Abdullah At-Tirmidzi menceritakan kepada kami, Salam bin Salim menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Jika seorang budak wanita menjadi istri seseorang lalu suaminya mentalaknya talak dua, kemudian membelinya, maka ia tidak halal baginya sampai menikah dengan lelaki lain.”

Sunan Daruquthni 3818

سنن الدارقطني 3818: وَنا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «لَيْسَ فِي الْأَمَةِ ظِهَارٌ»

Sunan Daruquthni 3818: Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami dari Atha‘ dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Tak ada zhihar pada diri seorang budak wanita.”

Sunan Daruquthni 3803

سنن الدارقطني 3803: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِشْكَابَ , نا أَبُو غَسَّانَ , نا إِسْرَائِيلُ , عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ , عَنْ أَبِي عُثْمَانَ , قَالَ: أَتَتِ امْرَأَةٌ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، قَالَتِ: اسْتَهْوَتِ الْجِنُّ زَوْجَهَا , «فَأَمَرَهَا أَنْ تَتَرَبَّصَ أَرْبَعَ سِنِينَ ثُمَّ أَمَرَ وَلَّيَّ الَّذِي اسْتَهْوَتْهُ الْجِنُّ أَنْ يُطَلِّقَهَا , ثُمَّ أَمَرَهَا أَنْ تَعْتَدَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا»

Sunan Daruquthni 3803: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isykab menceritakan kepada kami, Abu Ghassan menceritakan kepada kami, Isra’il menceritakan kepada kami dari Ashim Al Ahwal, dari Abu Utsman, dia berkata: Pernah ada seorang wanita mendatangi Umar bin Khaththab melaporkan bahwa jin yang telah menculik suaminya, maka Umar menyuruhnya menunggu selama empat tahun. Setelah itu ia memerintahkan wali suaminya (yang diculik jin tadi) untuk menceraikannya. Lalu wanita tersebut disuruh ber-iddah selama empat bulan sepuluh hari.”

Sunan Daruquthni 3819

سنن الدارقطني 3819: نا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , نا عَبْدُ الْوَارِثِ , نا عَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , سُئِلَ عَنْ رَجُلٍ ظَاهَرَ مِنْ أَرْبَعِ نِسْوَةٍ , قَالَ: «كَفَّارَةٌ وَاحِدَةٌ»

Sunan Daruquthni 3819: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan menceritakan kepada kami, Mu’alla menceritakan kepada kami, Abdul Warits menceritakan kepada kami, Ali bin Al Hakam menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Umar bin Khaththab RA bahwa ia pernah ditanya tentang orang yang men-zhihar keempat istrinya, maka ia menjawab, “Hanya satu kafarat.”

Sunan Daruquthni 3804

سنن الدارقطني 3804: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ جَابِرٍ , نا صَالِحُ بْنُ مَالِكٍ , نا سَوَّارُ بْنُ مُصْعَبٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شُرَحْبِيلَ الْهَمْدَانِيُّ , عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «امْرَأَةُ الْمَفْقُودِ امْرَأَتُهُ حَتَّى يَأْتِيَهَا الْخَبَرُ»

Sunan Daruquthni 3804: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Fadhl bin Jabir menceritakan kepada kami, Shalih bin Malik menceritakan kepada kami, Sawwar bin Mush’ab menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syurahbil Al Hamdani menceritakan kepada kami dari Al Mughirah bin Syu’bah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Istri orang yang hilang tetaplah berstatus istrinya sampai jelas kabar tentangnya (yang hilang itu).”

Sunan Daruquthni 3820

سنن الدارقطني 3820: نا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , نا أَبُو عَوَانَةَ , عَنْ جَابِرٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَقُولُ: «إِذَا كَانَ تَحْتَ الرَّجُلِ أَرْبَعُ نِسْوَةٍ فَظَاهَرَ مِنْهُنَّ , تُجْزِيهِ كَفَّارَةٌ وَاحِدَةٌ»

Sunan Daruquthni 3820: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan menceritakan kepada kami, Mu’alla menceritakan kepada kami, Abu Awanah menceritakan kepada kami dan Jabir, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Umar bin Khaththab pernah berkata, ‘Jika seseorang memiliki empat orang istri dan ia men-zhihar mereka, maka ia cukup membayar satu kafarat.”

Sunan Daruquthni 3805

سنن الدارقطني 3805: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ , وَأَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ الْمَخْزُومِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ وَاللَّفْظُ لِعَبْدِ الْجَبَّارِ , قَالُوا: نا سُفْيَانُ , حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتِ: اخْتَصَمَ سَعْدٌ وَعَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ [ص:486] صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ابْنِ أَمَةِ زَمْعَةَ , فَقَالَ سَعْدٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصَانِي أَخِي عُتْبَةُ فَقَالَ: إِذَا دَخَلْتَ مَكَّةَ فَانْظُرِ ابْنَ أَمَةِ زَمْعَةَ فَاقْبِضْهُ فَإِنَّهُ ابْنِي , وَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخِي، ابْنُ أَمَةِ أَبِي، وُلِدَ عَلَى فِرَاشِ أَبِي , فَرَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَبَهًا بَيِّنًا بِعُتْبَةَ , فَقَالَ: «هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ بْنَ زَمْعَةَ , الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَاحْتَجِبِي مِنْهُ يَا سَوْدَةُ». تَابَعَهُ مَالِكٌ , وَصَالِحُ بْنُ كَيْسَانَ , وَابْنُ إِسْحَاقَ , وَشُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ , وَابْنُ جُرَيْجٍ , وَعَقِيلٌ , وَابْنُ أَخِي الزُّهْرِيِّ , وَمَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ , وَيُونُسُ , وَاللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ , وَسُفْيَانُ بْنُ حُسَيْنٍ وَغَيْرُهُمْ , وَفِي حَدِيثِ مَالِكٍ , وَمَعْمَرٍ , وَاللَّيْثِ , وَصَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ , وَابْنِ إِسْحَاقَ , وَغَيْرِهِمْ: فَمَا رَأَى سَوْدَةَ قَطُّ حَتَّى لَحِقَ بِاللَّهِ

Sunan Daruquthni 3805: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Abdul Jabbar bin Al Ala’ dan Abu Ubaidullah Al Makhzumi, dan Muhammad bin Abu Abdurrahman Al Muqri menceritakan kepada kami, —lafazh ini dari Abdul Jabbar—, mereka berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, Az-Zuhri menceritakan kepada kami dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata: Sa’d dan Abd bin Zam’ah pernah bersengketa di hadapan Rasulullah SAW soal anak yang dilahirkan budak wanitanya Zam’ah. Sa’d berkata, “Ya Rasulullah, saudaraku Utbah berwasiat kepadaku, ‘Jika engkau masuk Makkah maka tunggulah kelahiran anak budak Zam’ah, ambillah ia, karena itu adalah anakku’.” Abd bin Zam’ah berkata, “Ya Rasulullah, saudaraku adalah anaknya budak ayahku, ia dilahirkan di kasur ayahku.” Ternyata Rasulullah SAW melihat ada kemiripan antara anak yang disengketakan itu dengan Utbah (saudara Sa’d), maka beliau pun bersabda, “Ia milikmu wahai Abd bin Zam’ah, anak itu milik yang punya tempat tidur (secara sah), dan engkau harus berhijab darinya wahai Saudah.” Hadis ini diperkuat oleh riwayat Malik, Shalih bin Kaisan, Ibnu Ishaq, Syu’aib bin Abu Hamzah, Ibnu Juraij, Aqil, Anak saudaranya Az-Zuhri, Ma’mar bin Rasyid dan Yunus, Laits bin Sa’d, Sufyan bin Al Husain, dan yang lain. Di dalam hadis Malik, Ma’mar, Laits, Shalih bin Kaisan, Ibnu Ishaq, dan lainnya disebutkan, “Anak itu tidak pernah bertemu dengan Saudah sampai ia dijemput Allah.”

Sunan Daruquthni 3806

سنن الدارقطني 3806: نا أَبُو طَالِبٍ الْحَافِظُ أَحْمَدُ بْنُ نَصْرٍ , نا عُبَيْدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُوسَى الصَّدَفِيُّ , نا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ , [ص:488] عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ {ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا} [النساء: 3] , قَالَ: «ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ لَا يُكْثِرَ مَنْ تَعُولُونَهُ»

Sunan Daruquthni 3806: Abu Thalib Al Hafizh Ahmad bin Nashr menceritakan kepada kami, Ubaid bin Muhammad bin Musa Ash-Shadafi menceritakan kepada kami, Abdul Malik bin Syu’aib bin Al-Laits bin Sa’d menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari Sa’id bin Abu Hilal, dari Zaid bin Aslam tentang firman Allah, “Itu lebih dekat supaya kamu tidak berbuat zhalim” (Qs. An-Nisaa’ [4]: 3) ia berkata, “Artinya itu lebih dekat supaya kamu tidak menzhalimi banyak orang.”

Sunan Daruquthni 3807

سنن الدارقطني 3807: نا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ الصَّيْرَفِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَخْرَمِيُّ , نا مَحْبُوبُ بْنُ مُحْرِزٍ التَّمِيمِيُّ , عَنْ أَبِي مَالِكٍ النَّخَعِيِّ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ , عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ عَلِيٍّ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَمَرَ الْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا أَنْ تَعْتَدَّ فِي غَيْرِ بَيْتِهَا إِنْ شَاءَتْ». لَمْ يُسْنِدْهُ غَيْرُ أَبِي مَالِكٍ النَّخَعِيِّ وَهُوَ ضَعِيفٌ , وَمَحْبُوبٌ هَذَا ضَعِيفٌ أَيْضًا

Sunan Daruquthni 3807: Umar bin Muhammad bin Ali Ash-Shairafi menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sa’id bin Muhammad Al Jarmi menceritakan kepada kami, Mahbub bin Muhriz At-Tamimi menceritakan kepada kami dari Abu Malik An-Nakha’i, dari Atha’ bin As-Sa’ib, dari Abu Abdurrahman, dari Ali bahwa Nabi SAW mempersilakan wanita yang ditinggal mati suaminya untuk menjalani masa iddah di rumah lain selain rumahnya bila ia mau.” Tidak ada yang meriwayatkan hadis ini secara musnad selain Abu Malik dan dia itu dha‘if, begitu juga dengan Mahbub.

Sunan Daruquthni 3808

سنن الدارقطني 3808: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْأَشْعَثِ بِدِمَشْقَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ , نا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , أَنَّهُ سَأَلَ قَتَادَةَ عَنِ الظِّهَارِ قَالَ: [ص:489] فَحَدَّثَنِي , أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ: إِنَّ أَوْسَ بْنَ الصَّامِتِ ظَاهَرَ مِنِ امْرَأَتِهِ خُوَيْلَةَ بِنْتِ ثَعْلَبَةَ , فَشَكَتْ ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: ظَاهَرَنِي حِينَ كَبِرَتْ سِنِّي وَرَقَّ عَظْمِي , فَأَنْزَلَ اللَّهُ آيَةَ الظِّهَارِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَوْسٍ: «أَعْتِقْ رَقَبَةً» , قَالَ: مَالِي بِذَلِكَ يَدَانِ , قَالَ: «فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ» , قَالَ: أَمَّا إِنِّي إِذَا أَخْطَأَنِي أَنْ آكُلَ فِي الْيَوْمِ مَرَّتَيْنِ يَكِلُّ بَصَرِي , قَالَ: «فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا» , قَالَ: لَا أَجِدُ إِلَّا أَنْ تُعِينَنِي مِنْكَ بِعَوْنٍ وَصِلَةٍ , قَالَ: فَأَعَانَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَمْسَةَ عَشَرَ صَاعًا حَتَّى جَمَعَ اللَّهُ لَهُ وَاللَّهُ رَحِيمٌ , قَالَ: وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّ عِنْدَهُ مِثْلَهَا وَذَلِكَ لِسِتِّينَ مِسْكِينًا

Sunan Daruquthni 3808: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Muhammad bin Al Asy’ats di Damaskus menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakkar menceritakan kepada kami, Sa’id bin Basyir menceritakan kepada kami, ia bertanya kepada Qatadah tentang zhihar, lalu Qatadah menceritakan padanya bahwa Anas bin Malik pernah berkata: Aus bin Shamit pernah men-zhihar istrinya Khuwailah binti Tsa’labah. Istrinya lalu mengadu kepada Nabi SAW, ia berkata, “Ia men-zhihar-ku setelah aku tua dan tulangku melemah.” Allah kemudian menurunkan ayat zhihar. Setelah itu Nabi SAW bersabda kepada Aus, “Bebaskan seorang budak.‘ Ia berkata, “Aku tak mampu melakukan itu.” Beliau berkata lagi, “Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut? Ia menjawab, “Oh sungguh aku ini kalau sampai melakukan kesalahan dengan hanya makan dua kali sehari saja, pandanganku mulai melemah.” Beliau berkata lagi, “Kalau begitu berilah makan 60 orang miskin. Ia menjawab, “Aku tidak sanggup melakukan itu, kecuali kalau Anda mau menolongku sebagai keluarga.” Akhirnya Rasulullah SAW menolongnya dengan memberikan 15 sha’ sampai Allah mencukupkannya, dan Allah Maha Pemurah. Orang-orang kemudian melihat ia mempunyai jumlah yang sama (15 sha’ juga) dan itu untuk 60 orang miskin.