Skip to main content

Sunan Daruquthni 3809

سنن الدارقطني 3809: نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شِيرَوَيْهِ , نا إِسْحَاقُ [ص:490] بْنُ رَاهَوَيْهِ , نا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , نا شَيْبَانُ النَّحْوِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ صَخْرٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَاهُ مَكْتَلًا فِيهِ خَمْسَةَ عَشَرَ صَاعًا , فَقَالَ: «أَطْعِمْهُ سِتِّينَ مِسْكِينًا , وَذَلِكَ لِكُلِّ مِسْكِينًا مُدٌّ»

Sunan Daruquthni 3809: Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syirawaih menceritakan kepada kami, Ishaq bin Rahawaih menceritakan kepada kami, Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, Syaiban An-Nahwi menceritakan kepada kami dari Yahya bin Abu Katsir, dari Salamah bin Shakhar bahwa Rasulullah SAW memberinya bakul berisi 15 sha’ dan bersabda, “Berilah ini kepada 60 orang miskin, untuk satu orang satu mud.”

Sunan Daruquthni 3810

سنن الدارقطني 3810: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا الْمُحَارِبِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ يُونُسَ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِيُّ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ رَجُلًا ظَاهَرَ مِنِ امْرَأَتِهِ فَرَأَى بَيَاضَ الْخَلْخَالِ فِي السَّاقِ فِي الْقَمَرِ فَوَقَعَ عَلَيْهَا , فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ , فَقَالَ: ” أَمَا سَمِعْتَ اللَّهَ يَقُولُ {مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا} [المجادلة: 3] , أَمْسِكْ عَلَيْكَ امْرَأَتَكَ حَتَّى تُكَفِّرَ “

Sunan Daruquthni 3810: Muhammad bin Al Qasim bin Zakaria Al Muharibi menceritakan kepada kami, Hisyam bin Yunus menceritakan kepada kami, Abdurrahman Al Muharibi menceritakan kepada kami dari Ismail bin Muslim, dari Amr bin Dinar, dari Thawus, dari Ibnu Abbas bahwa ada seorang pria men-zhihar istrinya, lalu ia melihat putihnya gelang kaki di betis (istrinya) dan ia pun menyetubuhinya. Ia kemudian melaporkan hal itu kepada Nabi SAW dan beliau pun bersabda, “Tidakkah engkau telah mendengar firman Allah, ‘Sebelum kamu bercampur.‘ (Qs. Al Mujaadilah [58]: 4) Tahan istrimu sampai engkau membayar kafaratnya.”

Sunan Daruquthni 3811

سنن الدارقطني 3811: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , أنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ صَخْرٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ «أَنْ يَأْتِيَ بَنِي فُلَانٍ فَيَأْخُذَ مِنْهُمْ وَسْقًا مِنْ تَمْرٍ فَيُعْطِيَهُ سِتِّينَ مِسْكِينًا»

Sunan Daruquthni 3811: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Amr bin Atha‘ dari Sulaiman bin Yasar, dari Salamah bin Shakhar bahwa Nabi SAW memerintahkannya mendatangi bani Fulan dan mengambil satu wasaq kurma, kemudian dibagikan kepada 60 orang miskin.”

Sunan Daruquthni 3812

سنن الدارقطني 3812: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , وَالْمَيْمُونِيُّ , قَالَا: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ , نا سَعِيدٌ , عَنْ قَتَادَةَ , وَمَطَرٍ , عَنْ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ , عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ فِي الْمُظَاهِرِ «إِذَا وَطِئَ قَبْلَ أَنْ يُكَفِّرَ عَلَيْهِ كَفَّارَتَانِ».

Sunan Daruquthni 3812: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya dan Al Maimuni menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abdullah bin Bakar menceritakan kepada kami, Sa’id menceritakan kepada kami, Qatadah dan Mathar menceritakan kepada kami dari Raja‘ bin Haiwah, dari Qabishah bin Dzu’aib, dari Amr bin Al Ash tentang suami yang men-zhihar, “Jika ia telah menyetubuhi (istrinya) sebelum membayar kafarat maka ia mambayar dua kafarat.”

Sunan Daruquthni 3813

سنن الدارقطني 3813: نا أَبُو بَكْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ قَتَادَةَ , قَالَ قَبِيصَةُ بْنُ ذُؤَيْبٍ: «عَلَيْهِ كَفَّارَتَانِ»

Sunan Daruquthni 3813: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ma’mar menceritakan kepada kami dari Qatadah, dia berkata, “Qabishah bin Dzu’aib berkata, ‘Ia harus membayar dua kali kafarat’.”

Sunan Daruquthni 3814

سنن الدارقطني 3814: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , [ص:493] نا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ أَبِي فَرْوَةَ , عَنْ بُكَيْرِ بْنِ الْأَشَجِّ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ صَخْرٍ , أَنَّهُ ظَاهَرَ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ وَقَعَ بِامْرَأَتِهِ قَبْلَ أَنْ يُكَفِّرَ , فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَأَمَرَهُ «أَنْ يُكَفِّرَ تَكْفِيرًا وَاحِدًا»

Sunan Daruquthni 3814: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan menceritakan kepada kami, Mu’alla menceritakan kepada kami, Yahya bin Hamzah menceritakan kepada kami dari Ishaq bin Abu Farwah, dari Bukair bin Al Asyajj, dari Sulaiman bin Yasar, dari Salamah bin Shakhar bahwa ia pernah men-zhihar di zaman Nabi SAW lalu ia menyetubuhi istrinya sebelum membayar kafarat. Ia kemudian melaporkan hal itu kepada Nabi SAW dan beliau pun menyuruhnya membayar kafarat cukup satu kali.

Sunan Daruquthni 3815

سنن الدارقطني 3815: نَا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ الْبُهْلُولِ , نا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ صَخْرٍ الْبَيَاضِيِّ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمُظَاهِرِ يُوَاقِعُ قَبْلَ أَنْ يُكَفِّرَ , قَالَ: «كَفَّارَةٌ وَاحِدَةٌ»

Sunan Daruquthni 3815: Ahmad bin Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, Abu Sa’id Al Asyajj menceritakan kepada kami, Abdullah bin Idris menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Amr bin Atha‘ dari Sulaiman bin Yasar, dari Salamah bin Shakhar Al Bayadhi, dari Nabi SAW tentang orang yang men-zhihar dan menyetubuhi istrinya sebelum membayar kafarat, maka beliau bersabda, “Satu kali kafarat saja.”

Sunan Daruquthni 3816

سنن الدارقطني 3816: نا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , حَدَّثَنِي جَدِّي , حَدَّثَنِي أَبِي , نا أَبُو جُرِيٍّ , عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «مَنْ شَاءَ بِاهَلْتُهُ أَنَّهُ لَيْسَ لِلْأَمَةِ ظِهَارٌ»

Sunan Daruquthni 3816: Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, kakekku menceritakan padaku, ayahku menceritakan padaku, Abu Juzai menceritakan kepada kami dari Ayyub As- Sakhtiyani, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Siapa saja yang mau maka aku menantangnya ber-mubahalah”, tak ada zhihar untuk budak wanita.”

Sunan Daruquthni 3801

سنن الدارقطني 3801: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا عَلِيُّ بْنُ سَهْلِ بْنِ الْمُغِيرَةِ , نا أَبُو نُعَيْمٍ , نا شَيْبَانُ , عَنْ يَحْيَى , عَنْ عُمَرَ بْنِ مُعَتِّبٍ , أَنَّ أَبَا حَسَنٍ مَوْلَى بَنِي نَوْفَلٍ أَخْبَرَهُ , أَنَّهُ اسْتَفْتَى ابْنَ عَبَّاسٍ فِي مَمْلُوكٍ كَانَتْ تَحْتَهُ مَمْلُوكَةٌ فَطَلَّقَهَا [ص:481] تَطْلِيقَتَيْنِ وَبَانَتْ مِنْهُ ثُمَّ إِنَّهُمَا أُعْتِقَا بَعْدَ ذَلِكَ هَلْ يَصِحُّ لِلرَّجُلِ أَنْ يَخْطُبَهَا , قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «نَعَمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بِذَلِكَ»

Sunan Daruquthni 3801: Ismail bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Ali bin Sahal bin Al Mughirah menceritakan kepada kami, Abu Nu’aim menceritakan kepada kami, Syaiban menceritakan kepada kami dari Yahya, dari Umar bin Mu’attib bahwa Abu Hasan maula bani Naufal mengabarkan kepadanya, ia pernah meminta fatwa kepada Ibnu Abbas tentang seorang budak yang memiliki seorang istri yang juga budak, lalu ia mentalaknya dengan talak dua sampai habis iddah-nya. Setelah itu ia memerdekakan mantan istrinya itu, bolehkah pria itu melamarnya kembali? Ibnu Abbas menjawab, “Ya, karena Rasulullah SAW memberikan keputusan seperti itu.”

Sunan Daruquthni 3817

سنن الدارقطني 3817: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: «لَا ظِهَارَ مِنَ الْأَمَةِ»

Sunan Daruquthni 3817: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan menceritakan kepada kami, Mu’alla bin Manshur menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Tak ada zhihar untuk budak wanita.”