Skip to main content
Sunan Daruquthni 3807

سنن الدارقطني 3807: نا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ الصَّيْرَفِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَخْرَمِيُّ , نا مَحْبُوبُ بْنُ مُحْرِزٍ التَّمِيمِيُّ , عَنْ أَبِي مَالِكٍ النَّخَعِيِّ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ , عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ عَلِيٍّ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَمَرَ الْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا أَنْ تَعْتَدَّ فِي غَيْرِ بَيْتِهَا إِنْ شَاءَتْ». لَمْ يُسْنِدْهُ غَيْرُ أَبِي مَالِكٍ النَّخَعِيِّ وَهُوَ ضَعِيفٌ , وَمَحْبُوبٌ هَذَا ضَعِيفٌ أَيْضًا

Sunan Daruquthni 3807: Umar bin Muhammad bin Ali Ash-Shairafi menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sa’id bin Muhammad Al Jarmi menceritakan kepada kami, Mahbub bin Muhriz At-Tamimi menceritakan kepada kami dari Abu Malik An-Nakha’i, dari Atha’ bin As-Sa’ib, dari Abu Abdurrahman, dari Ali bahwa Nabi SAW mempersilakan wanita yang ditinggal mati suaminya untuk menjalani masa iddah di rumah lain selain rumahnya bila ia mau.” Tidak ada yang meriwayatkan hadis ini secara musnad selain Abu Malik dan dia itu dha‘if, begitu juga dengan Mahbub.