Skip to main content

Sunan Daruquthni 3911

سنن الدارقطني 3911: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ الْوَلِيدِ , وَأَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ , قَالَا: نا وَكِيعٌ , عَنْ دَاوُدَ الْأَوْدِيِّ الزَّعَافِرِيِّ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , قَالَ: لَقِيَنِي الْأَسْوَدُ بْنُ يَزِيدَ فَقَالَ: يَا شَعْبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَارْجِعْ عَنْ حَدِيثِ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ , فَإِنَّ عُمَرَ «كَانَ يَجْعَلُ لَهَا السُّكْنَى وَالنَّفَقَةَ». فَقُلْتُ لَا أَرْجِعُ عَنْ شَيْءٍ حَدَّثَتْنِي بِهِ فَاطِمَةُ بِنْتُ قَيْسٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Sunan Daruquthni 3911: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Muhammad bin Umar bin Walid dan Abu Hisyam Ar-Rifa’i menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Waki’ menceritakan kepada kami dari Daud Al Audi Az-Za’afiri, dari Asy-Sya’bi, dia berkata, “Al Aswad bin Yazid pernah menjumpaiku lalu berkata, ‘Wahai Sya’bi, bertakwalah kepada Allah, dan tariklah kembali hadis Fathimah binti Qais, karena sesungguhnya Umar telah menetapkan baginya tempat tinggal dan nafkah.’ Maka aku berkata, ‘Aku tidak akan menarik kembali sesuatu pun dari apa yang telah diceritakan kepadaku oleh Fathimah binti Qais dari Rasulullah SAW’.”

Sunan Daruquthni 3912

سنن الدارقطني 3912: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا هُشَيْمٌ , عَنْ سَيَّارٍ , وَحُصَيْنٍ , وَمُغِيرَةَ , وَأَشْعَثَ , وَدَاوُدَ , وَمُجَالِدٍ , وَإِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ , كُلُّهُمْ عَنِ الشَّعْبِيِّ , قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ فَسَأَلْتُهَا عَنْ قَضَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: طَلَّقَهَا زَوْجُهَا الْبَتَّةَ , فَأَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ , قَالَتْ: فَلَمْ يَجْعَلْ لِي سُكْنَى وَلَا نَفَقَةَ , وَقَالَ: «إِنَّمَا السُّكْنَى وَالنَّفَقَةُ لِمَنْ يَمْلِكُ الرَّجْعَةَ». خَالَفَهُ الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ جَعَلَ آخِرَ الْحَدِيثِ , عَنْ مُجَالِدٍ وَحْدِهِ , عَنِ الشَّعْبِيِّ

Sunan Daruquthni 3912: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami dari Sayyar, Hushain, Mughirah, Asy’ats, Daud, Mujalid dan Ismail bin Abu Khalid, semuanya dari Asy-Sya’bi, dia menuturkan, “Aku datang kepada Fathimah binti Qais, lalu aku menanyakan kepadanya tentang keputusan Rasulullah SAW terhadapnya, dia pun berkata bahwa suaminya telah menalak tiga dirinya, lalu dia menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan hal itu kepada beliau, lalu dia berkata, ‘Beliau tidak menetapkan tempat tinggal dan tidak pula nafkah bagiku. Dan beliau bersabda, ‘Sesungguhnya tempat tinggal dan nafkah itu bagi yang dapat dirujuk”.” Al Hasan bin Arafah menyelisihinya, dan di akhir hadisnya disebutkan, dari Mujalid sendiri, dari Asy-Sya’bi.

Sunan Daruquthni 3913

سنن الدارقطني 3913: ثنا بِهِ الْمَحَامِلِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , وَعُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّرَنِيُّ , وَعَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ هَارُونَ , قَالُوا: نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا هُشَيْمٌ , نا مُغِيرَةُ , وَحُصَيْنٌ , وَأَشْعَثُ , وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ , وَدَاوُدُ , وَسَيَّارٌ , وَمُجَالِدٌ , كُلُّهُمْ عَنِ الشَّعْبِيِّ بِهَذَا. قَالَ هُشَيْمٌ: قَالَ مُجَالِدٌ فِي حَدِيثِهِ: «إِنَّمَا السُّكْنَى وَالنَّفَقَةُ لِمَنْ كَانَ لَهَا عَلَى زَوْجِهَا رَجْعَةٌ»

Sunan Daruquthni 3913: Al Mahamili, Muhammad bin Makhlad, Umar bin Ahmad Ad-Darbi dan Ali bin Al Hasan bin Harun menceritakan itu kepada kami, mereka berkata: Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, Mughirah, Hushain, Asy’ast, Ismail bin Abu Khalid, Daud, Sayyar dan Mujalid menceritakan kepada kami, semuanya dari Asy-Sya’bi, dengan riwayat ini. Husyaim berkata: Mujalid menyebutkan dalam hadisnya, “Sesungguhnya tempat tinggal dan nafkah itu bagi yang suaminya berhak merujuknya”

Sunan Daruquthni 3914

سنن الدارقطني 3914: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْأَسْوَدِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنِ الْأَسْوَدِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , أَنَّهُ لَمَّا بَلَغَهُ قَوْلُ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ , قَالَ: «لَا نَدَعُ كِتَابَ اللَّهِ لِقَوْلِ امْرَأَةٍ لَعَلَّهَا نَسِيَتْ»

Sunan Daruquthni 3914: Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Al Husain bin Ali bin Al Aswad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Fudhail menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami dari Ibrahim, dari Al Aswad, dari Umar bin Khaththab, bahwa ketika perkataan Fathimah binti Qais sampai kepadanya, ia berkata, “Kami tidak akan meninggalkan Kitabullah hanya karena perkataan seorang wanita. Mungkin saja wanita itu lupa.”

Sunan Daruquthni 3915

سنن الدارقطني 3915: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ بْنِ مَسْعَدَةَ , نا أَحْمَدُ بْنُ عِصَامِ بْنِ عَبْدِ الْمَجِيدِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَسَدِيُّ وَهُوَ أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ , نا عَمَّارُ بْنُ رُزَيْقٍ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , قَالَ: كُنْتُ مَعَ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ الْأَعْظَمِ وَمَعَنَا الشَّعْبِيُّ , فَحَدَّثَ الشَّعْبِيُّ بِحَدِيثِ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «لَمْ يَجْعَلْ لَهَا سُكْنَى وَلَا نَفَقَةً» فَأَخَذَ الْأَسْوَدُ كَفًّا مِنْ حَصَى فَحَصَبَهُ , ثُمَّ قَالَ: وَيْلَكَ تُحَدِّثُ بِمِثْلِ هَذَا , قَالَ عُمَرُ: لَا نَتْرُكُ كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ امْرَأَةٍ لَا نَدْرِي حَفِظَتْ أَوْ نَسِيَتْ , لَهَا السُّكْنَى وَالنَّفَقَةُ , قَالَ اللَّهُ تَعَالَى {لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ} [الطلاق: 1] الْآيَةَ

Sunan Daruquthni 3915: Ahmad bin Muhammad bin Yusuf bin Mas’adah menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isham bin Abdul Majid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah Al Asadi — yaitu Abu Ahmad Az-Zubairi,— menceritakan kepada kami, Ammar bin Zuraiq menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dia berkata: Ketika aku sedang duduk bersama Al Aswad bin Yazid di masjid agung, turut juga Asy-Sya’bi bersama kami, lalu Asy-Sya’bi menceritakan hadis Fathimah binti Qais, bahwa Rasulullah SAW tidak menetapkan tempat tinggal dan tidak pula nafkah baginya. Lalu Al Aswad mengambil segenggam kerikil lalu melemparkan kepadanya, lalu berkata: Celaka engkau, engkau menceritakan hadis seperti ini, sementara Umar telah berkata, “Kami tidak akan meninggalkan Kitabullah dan Sunnah Nabi kami SAW hanya karena perkataan seorang wanita. Kami tidak tahu apakah dia masih ingat itu atau sudah lupa. Ia berhak terhadap tempat tinggal dan nafkah. Allah Ta’ala telah berfirman, ‘Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka: (Qs. Ath-Thalaaq [65]: 1).”

Sunan Daruquthni 3916

سنن الدارقطني 3916: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , نا يَحْيَى بْنُ آدَمَ , نا عَمَّارُ بْنُ رُزَيْقٍ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ , قَالَتْ: طَلَّقَنِي زَوْجِي ثَلَاثًا فَأَرَدْتُ النَّفَقَةَ , فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «انْتَقِلِي إِلَى بَيْتِ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ». قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ: فَلَمَّا حَدَّثَ بِهِ الشَّعْبِيُّ حَصْبَهُ الْأَسْوَدُ , وَقَالَ: وَيْحَكَ تُحَدِّثُ أَوْ تُفْتِي بِمِثْلِ هَذَا , قَدْ أَتَتْ عُمَرَ , فَقَالَ: إِنْ جِئْتِ بِشَاهِدَيْنِ يَشْهَدَانِ أَنَّهُمَا سَمِعَاهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِلَّا لَمْ نَتْرُكْ كِتَابَ اللَّهِ لِقَوْلِ امْرَأَةٍ {لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ} [الطلاق: 1] الْآيَةَ. وَلَمْ يَقُلْ فِيهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّنَا , وَهَذَا أَصَحُّ مِنَ الَّذِي قَبْلَهُ لِأَنَّ هَذَا الْكَلَامَ لَا يُثْبَتُ , وَيَحْيَى بْنُ آدَمَ أَحْفَظُ مِنْ أَبِي أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيِّ وَأَثْبَتُ مِنْهُ , وَاللَّهُ أَعْلَمُ. وَقَدْ تَابَعَهُ قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ

Sunan Daruquthni 3916: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami, Yahya bin Adam menceritakan kepada kami, Ammar bin Zuraiq menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Asy-Sya’bi, dari Fathimah binti Qais, dia berkata, “Suamiku menalak tiga diriku, lalu aku menginginkan nafkah, maka aku menemui Nabi SAW, beliau pun bersabda, ‘Pindahlah engkau ke rumah Ibnu Ummi Maktum” Abu Ishaq berkata: Ketika Asy-Sya’bi menceritakan hadis ini, ia dilempar kerikil oleh Al Aswad dan dia berkata, “Celaka engkau. Engkau menceritakan ini, apakah engkau berfatwa dengan yang seperti ini. Wanita itu pernah menemui Umar, lalu Umar berkata, ‘Jika engkau mendatangkan dua saksi yang bersaksi bahwa keduanya mendengar itu dari Rasulullah SAW (maka itu diberlakukan), jika tidak, maka kami tidak akan meninggalkan Kitabullah karena perkataan seorang wanita, (yaitu firman-Nya), ‘Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka.’ (Qs. Ath-Thalaaq [65]:1).” Tanpa menyebutkan redaksi “dan Sunnah Nabi kami”. Ini lebih shahih daripada yang sebelumnya, karena perkataan itu tidak valid, sementara riwayat Yahya bin Adam lebih terpelihara daripada Abu Ahmad AzZubairi dan lebih valid darinya. Wallahu a’lam. Qabishah bin Uqbah telah menguatkan dengan riwayatnya.

Sunan Daruquthni 3901

سنن الدارقطني 3901: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ زُنْبُورٍ , نا فُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ , فَقَالَ: إِنِّي طَلَّقْتُ امْرَأَتِي أَلْفًا , قَالَ عَلِيٌّ: «يُحَرِّمُهَا عَلَيْكَ ثَلَاثٌ وَسَائِرُهُنَّ اقْسِمْهُنَّ بَيْنَ نِسَائِكَ»

Sunan Daruquthni 3901: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Muhammad bin Zunbur menceritakan kepada kami, Fudhail bin Iyadh menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Habib bin Abu Tsabit, dia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Ali bin Abu Thalib lalu berkata, ‘Sesungguhnya aku telah menalak istriku dengan seribu talak,’ Ali pun berkata, ‘Yang tiga telah mengharamkan istrimu bagimu, dan sisanya dibagikan kepada istri-istrimu (yang lain)’.”

Sunan Daruquthni 3917

سنن الدارقطني 3917: نا بِهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ , نا السَّرِيُّ بْنُ يَحْيَى , نا قَبِيصَةُ , نا عَمَّارُ بْنُ رُزَيْقٍ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , مِثْلَ قَوْلِ يَحْيَى بْنِ آدَمَ سَوَاءً

Sunan Daruquthni 3917: Abdullah bin Muhammad bin Abu Sa’id menceritakan itu kepada kami, As-Sari bin Yahya menceritakan kepada kami, Qabishah menceritakan kepada kami, Ammar Ibnu Zuraiq menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, seperti persis perkataan Yahya bin Adam.

Sunan Daruquthni 3902

سنن الدارقطني 3902: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ الْخَوْلَانِيُّ بِمِصْرَ , نا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ , نا مَنْصُورُ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ , عَنْ مُسْلِمٍ الْأَعْوَرِ الْمُلَائِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , وَمُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ رَجُلٍ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ عَدَدَ النُّجُومِ , فَقَالَ: «أَخْطَأَ السُّنَّةَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِ امْرَأَتُهُ»

Sunan Daruquthni 3902: Abu Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Bahr bin Nashr Al Khaulani menceritakan kepada kami di Mesir, Yahya bin Hassan menceritakan kepada kami, Manshur bin Abu Al Aswad menceritakan kepada kami dari Muslim Al A’war Al Mula’i, dari Sa’id bin Jubair dan Mujahid, dari Ibnu Abbas, bahwa dia pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang menalak istrinya sebanyak jumlah bintang-bintang, maka dia pun berkata, “Dia telah menyelisihi Sunnah, dan istrinya telah haram baginya.”

Sunan Daruquthni 3918

سنن الدارقطني 3918: نا أَبُو أَحْمَدَ الْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بِلَيْلٍ الزَّعْفَرَانِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الشَّعْبِيُّ , نا الْقَاسِمُ بْنُ الْحَكَمِ , نا الْحَسَنُ بْنُ عُمَارَةَ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْخَلِيلِ الْحَضْرَمِيُّ , قَالَ: ذُكِرَ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَوْلُ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «لَمْ يَجْعَلْ لَهَا السُّكْنَى وَلَا النَّفَقَةَ» , فَقَالَ عُمَرُ: لَا نَدَعُ كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ لِقَوْلِ امْرَأَةٍ. الْحَسَنُ بْنُ عُمَارَةَ مَتْرُوكٌ

Sunan Daruquthni 3918: Abu Ahmad Al Qasim bin Abdurrahman bin Bulbul Az-Za’farani menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad Asy-Sya’bi menceritakan kepada ~kami, Al Qasim bin Al Hakam menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Umarah menceritakan kepada kami dari Salamah bin Kuhail, dari Abdullah bin Al Khalil Al Hadhrami, dia berkata, “Disampaikan kepada Umar bin Khaththab perkataan Fathimah binti Qais, bahwa Rasulullah SAW tidak menetapkan tempat tinggal dan tidak pula nafkah baginya, maka Umar berkata, ‘Kami tidak akan meninggalkan Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya karena perkataan seorang wanita’.” Al Hasan bin Umarah adalah perawi matruk.