Skip to main content

Sunan Daruquthni 3935

سنن الدارقطني 3935: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَبُو دَاوُدَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يُونُسَ النَّسَائِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِدْرِيسَ , نا عَمِّي مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ عَنِ ابْنِ السَّائِبِ , عَنْ نَافِعِ بْنِ عُجَيْرٍ , عَنْ رُكَانَةَ بْنِ عَبْدِ يَزِيدَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا

Sunan Daruquthni 3935: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yunus An-Nasa’i menceritakan kepada kami, Abdullah bin Az-Zubair menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Idris, pamanku, Muhammad bin Ali, menceritakan kepada kami dari Ibnu As-Sa’ib, dari nafi‘ bin Ujair, dari Rukanah Ibnu Abd Yazid, dari Nabi SAW dengan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 3936

سنن الدارقطني 3936: قُرِئَ عَلَى أَبِي الْقَاسِمِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ أَبُو نَضْرٍ التَّمَّارُ , نا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ , عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ رُكَانَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , ح وَقُرِئَ عَلَى أَبِي الْقَاسِمِ أَيْضًا وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ , وَشَيْبَانُ , قَالَا: نا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ , عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ سَعِيدٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ بْنِ رُكَانَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَتَّةَ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا أَرَدْتَ بِهَذَا؟» , قَالَ: وَاحِدَةً , فَقَالَ: «آللَّهِ؟» , قَالَ: آللَّهِ , فَقَالَ: «هُوَ عَلَى مَا أَرَدْتَ». غَيْرَ أَنَّ أَبَا نَضْرٍ لَمْ يَقُلِ: ابْنُ يَزِيدَ بْنُ رُكَانَةَ. أَرْسَلَهُ ابْنُ الْمُبَارَكِ , عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ سَعِيدٍ

Sunan Daruquthni 3936: Dibacakan kepada Abu Al Qasim Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz dan aku mendengarkan: Abu Nadhr At-Tammar menceritakan kepada kalian, Jarir bin Hazim menceritakan kepada kami dari Az-Zubair bin Sa’id, dari Abdulah bin Ali bin Rukanah, dari ayahnya, dari kakeknya (h) Dan dibacakan kepada Abu Al Qasim juga dan aku mendengarkan: Abu Ar-Rabi’ Az-Zahrani dan Syaiban menceritakan kepada kalian, keduanya berkata: Jarir Ibnu Hazim menceritakan kepada kami dari Az-Zubair bin Sa’id, Abdullah bin Ali bin Yazid bin Rukanah menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa dia pernah menalak tiga sekaligus istrinya pada masa Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Talak apa yang engkau maksudkan?” Ia menjawab, “Satu.” Beliau bertanya lagi, “Demi Allah?” Ia menjawab, “Demi Allah.” Beliau pun bersabda, “Itu sesuai dengan yang engkau maksudkan.” Hanya saja Abu Nadhr tidak menyebutkan Ibnu Yazid bin Rukanah. Ibnu Al Mubarak meriwayatkannya secara mursal dari Az-Zubair bin Sa’id.

Sunan Daruquthni 3921

سنن الدارقطني 3921: نا أَبُو الْقَاسِمِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا أَبُو الْجَهْمِ الْعَلَاءُ بْنُ مُوسَى , نا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ , عَنْ نَافِعٍ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ , طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ تَطْلِيقَةً وَاحِدَةً , فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنْ يُرَاجِعَهَا ثُمَّ يُمْسِكَهَا حَتَّى تَطْهُرَ ثُمَّ تَحِيضَ عِنْدَهُ حَيْضَةً أُخْرَى ثُمَّ يُمْهِلَهَا حَتَّى تَطْهُرَ مِنْ حَيْضَتِهَا , فَإِنْ أَرَادَ أَنْ يُطَلِّقَهَا فَلْيُطَلِّقْهَا حِينَ تَطْهُرُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُجَامِعُهَا فَتِلْكَ الْعِدَّةُ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى بِهَا أَنْ تُطَلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ». قَالَ: وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ إِذَا سُئِلَ عَنْ ذَلِكَ قَالَ: أَمَّا أَنْتَ طَلَّقْتَ امْرَأَتَكَ تَطْلِيقَةً أَوْ تَطْلِيقَتَيْنِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَنِي بِهَذَا , وَإِنْ كُنْتَ طَلَّقْتَهَا ثَلَاثًا فَقَدْ حُرِّمَتْ عَلَيْكَ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَكَ , وَعَصَيْتَ اللَّهَ فِيمَا أَمَرَكَ مِنْ طَلَاقِ امْرَأَتِكَ

Sunan Daruquthni 3921: Abu Al Qasim Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abu Al Jahm Al ‘Ala’ bin Musa menceritakan kepada kami, Laits bin Sa’d menceritakan kepada kami dari Nafi’, bahwa Abdullah bin Umar menalak istrinya yang sedang haid dengan satu talak, lalu Rasulullah SAW memerintahkan agar merujuknya, kemudian menahannya hingga suci, lalu haid lagi satu kali, kemudian membiarkannya hingga suci lagi dari haidnya itu. Setelah itu jika ia mau menalaknya, maka talaklah ketika dalam keadaan suci sebelum mencampurinya, karena itulah iddah yang telah diperintahkan Allah Ta’ala sebagai waktu untuk menalak istri. Dia berkata, “Apabila Abdullah bin Umar ditanya tentang hal itu, ia berkata, Adapun engkau menalak istrimu dengan satu talak atau dua talak, maka Rasulullah SAW memerintahkan itu kepadaku (yakni merujuknya kembali). Bila engkau menalaknya dengan tiga talak, maka dia telah haram bagimu sehingga ia harus menikah lagi dengan laki-laki lain, dan engkau telah bermaksiat terhadap Allah dalam hal yang telah diperintahkan Allah kepadamu ketika menalak istrimu’.”

Sunan Daruquthni 3937

سنن الدارقطني 3937: نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ , نا حَبَّانُ , أنا ابْنُ الْمُبَارَكِ , أنا الزُّبَيْرُ بْنُ سَعِيدٍ , أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ بْنِ رُكَانَةَ , قَالَ: كَانَ جَدِّي رُكَانَةُ بْنُ عَبْدِ يَزِيدَ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ الْبَتَّةَ , فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي طَلَّقْتُ امْرَأَتِي الْبَتَّةَ , فَقَالَ: «مَا أَرَدْتَ؟» , فَقَالَ: أَرَدْتُ وَاحِدَةً , قَالَ: «آللَّهِ؟» قَالَ: اللَّهِ , قَالَ: «فَهِيَ وَاحِدَةٌ». خَالَفَهُ إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ

Sunan Daruquthni 3937: Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Sufyan menceritakan kepada kami, Habban menceritakan kepada kami, Ibnu Al Mubarak mengabarkan kepada kami, Az-Zubair bin Sa’id mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Ali bin Yazid bin Rukanah mengabarkan kepadaku, dia berkata, “Kakekku, Rukanah bin Abd Yazid, menjatuhkan talak tiga kepada istrinya sekaligus, lalu dia menemui Rasulullah SAW dan berkata, ‘Sesungguhnya aku telah menjatuhkan talak tiga kepada istriku sekaligus.‘ Beliau bertanya, ‘Apa yang engkau maksudkan? Ia menjawab, ‘Yang aku maksudkan adalah talak satu.’ Beliau bertanya lagi, ‘Demi Allah? Ia menjawab, ‘Demi Allah.’ Beliau pun bersabda, ‘Kalau begitu, itu adalah talak satu.‘ Ishaq bin Abu Isra’il meriwayatkan hal yang berbeda darinya.

Sunan Daruquthni 3922

سنن الدارقطني 3922: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ ح وَنا أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ الْجُنَيْدِ , نا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ , قَالَا: نا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ , نا أَيُّوبُ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ , وَقَالَ ابْنُ عَرَفَةَ: إِنَّ ابْنَ عُمَرَ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ تَطْلِيقَةً وَهِيَ حَائِضٌ، وَقَالَا: فَسَأَلَ عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَمَرَهُ أَنْ يُرَاجِعَهَا ثُمَّ يُمْهِلَهَا حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً أُخْرَى , ثُمَّ يُمْهِلَهَا حَتَّى تَطْهُرَ ثُمَّ يُطَلِّقَهَا قَبْلَ أَنْ يَمَسَّهَا , فَتِلْكَ الْعِدَّةُ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ أَنْ تُطَلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ. قَالَ: وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا سُئِلَ عَنِ الرَّجُلِ يُطَلِّقُ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ يَقُولُ: أَمَّا أَنْتَ طَلَّقْتَهَا طَلْقَةً وَاحِدَةً أَوِ اثْنَتَيْنِ , فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يُرَاجِعَهَا ثُمَّ يُمْهِلَهَا حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً أُخْرَى , ثُمَّ يُمْهِلَهَا حَتَّى تَطْهُرَ ثُمَّ يُطَلِّقَهَا قَبْلَ أَنْ يَمَسَّهَا , وَأَمَّا أَنْتَ طَلَّقْتَهَا ثَلَاثًا فَقَدْ عَصَيْتَ اللَّهَ تَعَالَى فِيمَا أَمَرَكَ بِهِ مِنْ طَلَاقِ امْرَأَتِكَ وَبَانَتْ مِنْكَ

Sunan Daruquthni 3922: Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami (h) Dan Ahmad bin Al Husain bin Muhammad Ibnu Ahmad bin Al Junaid menceritakan kepada kami, Ziyad bin Ayyub menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ismail Ibnu Ulayyah menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa ia pernah menalak istrinya saat sedang haid. Ibnu Arafah menyebutkan (dalam redaksinya), “Sesungguhnya Ibnu Umar menalak istrinya dengan satu talak ketika sedang haid.” Keduanya menyebutkan (dalam redaksi mereka), “Lalu Umar bertanya kepada Nabi SAW, maka beliau pun menyuruhnya (yakni Ibnu Umar) agar merujuknya, lalu membiarkannya hingga haid lagi satu kali, lalu membiarkannya hingga suci lagi, kemudian menalaknya sebelum mencampurinya. Karena itulah iddah yang telah diperintahkan Allah sebagai waktu untuk menalak istri.” Dia berkata, “Adalah Ibnu Umar, apabila ditanya tentang laki-laki yang menalak istrinya yang sedang haid, dia berkata, ‘Bila engkau menalaknya dengan satu talak atau dua talak, maka sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkannya untuk merujuknya, lantas membiarkannya hingga haid lagi satu kali, kemudian membiarkannya hingga suci, lalu menalaknya sebelum mencampurinya. Tapi bila engkau menalaknya dengan tiga talak, maka engkau telah maksiat terhadap Allah dalam hal yang telah diperintahkan Allah padamu ketika menalak istrimu, dan dia pun telah bain darimu’.”

Sunan Daruquthni 3938

سنن الدارقطني 3938: نا مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ أَبُو حَامِدٍ , نا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ , أَخْبَرَنِي الزُّبَيْرُ بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ السَّائِبِ , عَنْ جَدِّهِ رُكَانَةَ بْنِ عَبْدِ يَزِيدَ أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ الْبَتَّةَ , فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: «مَا أَرَدْتَ بِذَلِكَ؟» , قَالَ: وَاحِدَةً , قَالَ: «آللَّهِ مَا أَرَدْتَ إِلَّا وَاحِدَةً؟» , قَالَ: آللَّهِ مَا أَرَدْتُ إِلَّا وَاحِدَةً , قَالَ: «فَهِيَ وَاحِدَةٌ»

Sunan Daruquthni 3938: Muhammad bin Harun Abu Hamid menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abu Israel menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Mubarak menceritakan kepada kami, Az-Zubair bin Sa’id mengabarkan kepadaku dari Abdullah bin Ali bin As-SaMb, dari kakeknya, Rukanah bin Abd Yazid, bahwa ia pernah menjatuhkan talak tiga kepada istrinya sekaligus, lalu dia menemui Nabi SAW, kemudian memberitahukan hal itu kepada beliau, beliau lantas bertanya, “Apa yang engkau maksudkan dengan itu?” Ia menjawab, “Satu (talak).” Beliau bertanya lagi, “Demi Allah bahwa engkau hanya berniat menjatuhkan talak satu?” Dia menjawab, “Demi Allah, aku hanya berniat menjatuhkan talak satu.” Beliau pun bersabda, “Kalau begitu, itu adalah talak satu.”

Sunan Daruquthni 3923

سنن الدارقطني 3923: نا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا يُوسُفُ بْنُ يَزِيدَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ أَبِي عَبَّادٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَطْلِيقَةً , فَاسْتَفْتَى عُمَرُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا» فَذَكَرَ نَحْوَهُ. وَفِيهِ: وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يَقُولُ لِلرَّجُلِ: أَمَّا أَنْتَ طَلَّقْتَ امْرَأَتَكَ تَطْلِيقَةً أَوْ تَطْلِيقَتَيْنِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَمَرَنِي بِهَذَا , فَإِنْ طَلَّقْتَ ثَلَاثًا فَلَا تَحِلُّ لَكَ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَكَ وَقَدْ عَصَيْتَ رَبَّكَ

Sunan Daruquthni 3923: Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Yusuf bin Yazid menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Abu Abbad menceritakan kepada kami, Ismail bin Ibrahim bin Uqbah menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa ia pernah menalak istrinya saat sedang haid dengan talak satu di masa Rasulullah SAW, lalu Umar meminta fatwa Rasulullah SAW, maka beliau pun bersabda, “Suruhlah dia agar merujuknya.” Ia kemudian menyebutkan redaksinya yang serupa, di antaxanya disebutkan: Abdullah Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut, “Bila engkau menalak istrimu dengan talak satu atau talak dua, maka sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan itu kepadaku (yakni merujuknya). Tapi bila engkau menalaknya dengan talak tiga, maka dia (istrimu) tidak lagi halal bagimu sehingga menikah lagi dengan suami lain, dan engkau telah bermaksiat terhadap Rabb-mu”

Sunan Daruquthni 3939

سنن الدارقطني 3939: نا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى بْنِ عَلِيٍّ الدَّوْلَابِيُّ , وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , قَالَا: نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ حُمَيْدِ بْنِ مَالِكٍ اللَّخْمِيِّ , عَنْ مَكْحُولٍ , عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ , قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” يَا مُعَاذُ مَا خَلَقَ اللَّهُ شَيْئًا عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَتَاقِ , وَلَا خَلَقَ اللَّهُ شَيْئًا عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَبْغَضَ إِلَيْهِ مِنَ الطَّلَاقِ , فَإِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِمَمْلُوكِهِ: أَنْتَ حُرٌّ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَهُوَ حُرٌّ وَلَا اسْتِثْنَاءَ لَهُ , وَإِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِامْرَأَتِهِ: أَنْتِ طَالِقٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَلَهُ اسْتِثْنَاؤُهُ وَلَا طَلَاقَ عَلَيْهِ “.

Sunan Daruquthni 3939: Abu Al Abbas Muhammad bin Musa bin Ali Ad-Dulabi dan Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Humaid bin Malik AlLakhmi, dari Makhul, dari Mu’adz bin Jabal, dia berkata: Rasulullah SAW berkata kepadaku, “Wahai Mu’adz, tidak ada yang Allah ciptakan di muka bumi yang lebih Dia cintai daripada pemerdekaan, dan tidak ada yang Allah ciptakan di muka bumi yang lebih Dia benci daripada talak. Bila seorang laki-laki berkata kepada hamba sahayanya, ‘Engkau merdeka insya Allah,’ maka dia merdeka, dan pengecualian itu tidak berlaku padanya. Sedangkan bila seorang laki-laki berkata kepada istrinya, ‘Engkau ditalak insya Allah,’ maka pengecualian itu berlaku padanya dan tidak terjadi talak terhadapnya.”

Sunan Daruquthni 3924

سنن الدارقطني 3924: نا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا عُبَيْدُ بْنُ رِجَالٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ , نا أَبُو قُرَّةَ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنْ نَافِعٍ , أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُ لِلرَّجُلِ إِذَا سَأَلَهُ عَنْ طَلَاقِ الْحَائِضِ فَأَخْبَرَهُ بِمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , ثُمَّ يَقُولُ ابْنُ عُمَرَ: «أَمَّا أَنْتَ فَطَلَّقْتَ امْرَأَتَكَ وَاحِدَةً أَوِ اثْنَتَيْنِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَمَرَنِي بِهَذَا , وَأَمَّا أَنْتَ فَطَلَّقَتْ ثَلَاثًا فَقَدْ حُرِّمَتْ عَلَيْكَ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَكَ وَقَدْ عَصَيْتَ رَبَّكَ فِيمَا أَمَرَكَ بِهِ مِنَ الطَّلَاقِ»

Sunan Daruquthni 3924: Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Ubaid bin Rijal menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami, Abu Qurrah menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Musa bin Uqbah, dari Nafi’, bahwa Ibnu Umar berkata kepada laki-laki yang bertanya kepadanya tentang menalak istri yang sedang haid, lalu ia memberitahukan keadaan sesuai dengan yang dikatakan oleh Rasulullah SAW, kemudian Ibnu Umar berkata, “Bila engkau menalak istrimu dengan talak satu atau talak dua, maka sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan itu kepadaku (yakni merujuknya). Tapi bila engkau menalaknya dengan talak tiga, maka dia (istrimu) menjadi haram bagimu sehingga dia menikah lagi dengan suami lain, dan engkau telah bermaksiat terhadap Rabb-mu dalam hal talak telah diperintahkan Allah kepadamu ketika menalak.”

Sunan Daruquthni 3940

سنن الدارقطني 3940: نا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى بْنِ عَلِيٍّ , نا حُمَيْدُ بْنُ الرَّبِيعِ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , أنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ. قَالَ حُمَيْدٌ: قَالَ لِي يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ: وَأَيُّ حَدِيثٍ لَوْ كَانَ حُمَيْدُ بْنُ مَالِكٍ اللَّخْمِيُّ مَعْرُوفًا؟ , قُلْتُ: هُوَ جَدِّي , قَالَ يَزِيدُ: سَرَرْتَنِي سَرَرْتَنِي الْآنَ صَارَ حَدِيثًا

Sunan Daruquthni 3940: Muhammad bin Musa bin Ali menceritakan kepada kami, Humaid bin Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Ismail bin Ayyasy mengabarkan kepada kami dengan isnadnya dan redaksi yang serupa. Humaid berkata, “Yazid bin Harun berkata kepadaku, ‘Hadis apa itu, seandainya saja Humaid bin Malik Al-Lakhmi itu dikenal.’ Aku menjawab, ‘Dia itu kakekku.’ Yazid berkata, ‘Engkau menggembirakanku. Engkau menggembirakanku. Kini itu menjadi hadis’.”