Skip to main content

Sunan Daruquthni 4630

سنن الدارقطني 4630: حَدَّثَنَا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ زَكَرِيَّا الْمُحَارِبِيُّ , نا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ وَاصِلٍ , نا أَبُو غَسَّانَ , نا أَبُو الْأَحْوَصِ , عَنْ سِمَاكٍ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي بُرْدَةَ , قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اشْرَبُوا فِي الْمُزَفَّتِ وَلَا تَسْكَرُوا». وَهِمَ فِيهِ أَبُو الْأَحْوَصِ فِي إِسْنَادِهِ وَمَتْنِهِ. وَقَالَ غَيْرُهُ عَنْ سِمَاكٍ , عَنِ الْقَاسِمِ , عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ , عَنْ أَبِيهِ: «وَلَا تَشْرَبُوا مُسْكِرًا»

Sunan Daruquthni 4630: Abu Al Qasim bin Zakariyya Al Muharibi menceritakan kepada kami, Abdul A’la bin Washil menceritakan kepada kami, Abu Ghassan menceritakan kepada kami, Abu Al Ahwash menceritakan kepada kami dari Simak, dari Al Qasim bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Burdah, dia berkata, “Aku mendengar Nabi SAW bersabda, ‘Silakan kalian minum dengan muzaffat, dan janganlah kalian mabuk” Abu Al Ahwash hanya mengira-ngira isnad dan matannya, sementara yang lainnya berkata: Dari Simak, dari Al Qasim, dari Abu Buraidah, dari ayahnya, (dengan redaksi), “dan janganlah kalian minum yang memabukkan.”

Sunan Daruquthni 4631

سنن الدارقطني 4631: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا يَحْيَى بْنُ عَبْدِ الْبَاقِي , نا لُوَيْنٌ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ , عَنْ سِمَاكٍ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «نَهَيْتُكُمْ عَنِ الظُّرُوفِ فَاشْرَبُوا فِيمَا شِئْتُمْ وَلَا تَسْكَرُوا». رَوَاهُ غَيْرُهُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَابِرٍ , فَقَالَ: «وَلَا تَشْرَبُوا مُسْكِرًا» , وَقَالَ ذَلِكَ يَحْيَى بْنُ يَحْيَى النَّيْسَابُورِيُّ وَهُوَ إِمَامٌ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَابِرٍ

Sunan Daruquthni 4631: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Yahya bin Abdul Baqi menceritakan kepada kami, Luwain menceritakan kepada kami, Muhammad bin Jabir menceritakan kepada kami dari Al Qasim bin Abdurrahman, dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Aku pernah melarang kalian (menggunakan) banyak wadah, (kini) silakan minum sesuka kalian, tapi janganlah kalian mabuk.” Yang lainnya meriwayatkannya dari Muhammad bin Jabir, dia menyebutkan (dalam redaksi yang diriwayatkannya), “dan janganlah kalian minum yang memabukkan.” Itu juga yang dikatakan oleh Yahya bin Yahya An-Naisaburi —dia adalah seorang imam,— dari Muhammad bin Jabir.

Sunan Daruquthni 4632

سنن الدارقطني 4632: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْهَيْثَمِ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْقُوهُسْتَانِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ , عَنْ سِمَاكٍ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كُنَّا نَهَيْنَاكُمْ عَنِ الشُّرْبِ فِي الْأَوْعِيَةِ فَاشْرَبُوا فِي أَيِّ سِقَاءٍ شِئْتُمْ وَلَا تَشْرَبُوا مُسْكِرًا». وَهَذَا هُوَ الصَّوَابُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Sunan Daruquthni 4632: Ali bin Ahmad bin Al Haitsam menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ibrahim Al Quhustani menceritakan kepada kami, Yahya bin Yahya menceritakan kepada kami, Muhammad bin Jabir menceritakan kepada kami dari Simak, dan Al Qasim bin Abdurrahman, dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Kami pernah melarang kalian minum pada berbagai bejana, tapi kini silakan kalian minum pada tempat air apa pun sesuka kalian, dan janganlah kalian minum yang memabukkan.” Inilah yang benar. Wallahu a lam.

Sunan Daruquthni 4633

سنن الدارقطني 4633: قُرِئَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ أَبُو كَامِلٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا فَرْقَدِ السَّبَخِيُّ , حَدَّثَنِي جَابِرُ بْنُ يَزِيدَ , عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ الْأَجْدَعِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ , قَالَ: بَيْنَا نَحْنُ نُزُولٌ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْأَبْطَحِ , فَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَقَالَ فِيهِ: «أَلَا إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ , فَزُورُوهَا تُذَكِّرْكُمْ آخِرَتَكُمْ , وَنَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الْأَضَاحِيِّ أَنْ تَأْكُلُوهَا فَوْقَ ثَلَاثٍ فَكُلُوا وَادَّخِرُوا , وَنَهَيْتُكُمْ عَنِ الْأَوْعِيَةِ وَإِنَّ الْأَوْعِيَةَ لَا تُحَرِّمُ شَيْئًا فَاشْرَبُوا وَلَا تَسْكَرُوا». فَرْقَدٌ , وَجَابِرٌ ضَعِيفَانِ , وَلَا يَصِحُّ

Sunan Daruquthni 4633: Dibacakan kepada Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz dan aku mendengarkan: Abu Kamil menceritakan kepada kalian: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Farqad As-Sabakhi menceritakan kepada kami, Jabir bin Yazid menceritakan kepadaku, dari Masruq bin Al Ajda’, dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata, “Ketika kami sedang singgah di Abthah bersama Rasulullah SAW.” Ia lalu menyebutkan redaksi hadisnya, dan di dalamnya disebutkan, beliau bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Tapi kini, ziarahilah (kuburan) (karena hal itu) dapat mengingatkan kalian kepada kehidupan akhirat kalian. Aku juga pernah melarang kalian tentang daging kurban untuk dimakan lebih dari tiga hari, tapi kini, silakan kalian makan dan simpan. Dan aku pernah melarang kalian minum dari berbagai bejana, padahal bejana-bejana tidak mengharamkan sesuatu, maka silakan kalian minum, dan janganlah kalian mabuk.” Farqad dan Jabir adalah perawi dha’if, dan riwayat ini tidak shahih.

Sunan Daruquthni 4634

سنن الدارقطني 4634: حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: «كُنْتُ أَنْبِذُ النَّبِيذَ لِعُمَرَ بِالْغَدَاةِ وَيَشْرَبُهُ عَشِيَّةً , وَأَنْبِذُ لَهُ عَشِيَّةً وَيَشْرَبُهُ غُدْوَةً وَلَا يَجْعَلُ فِيهِ عَكَرًا»

Sunan Daruquthni 4634: Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Umar menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dia berkata, “Aku pernah membuatkan (rendaman sari buah) untuk Umar di pagi hari, dan dia meminumnya di malam hari, dan aku membuatkan nabidz untuknya di malam hari, dan dia meminumnya di pagi hari, dan tidak sampai keruh.”

Sunan Daruquthni 4635

سنن الدارقطني 4635: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا مُحْرِزُ بْنُ عَوْنٍ , نا شَرِيكٌ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ , قَالَ: قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «إِنِّي لَأَشْرَبُ هَذَا النَّبِيذَ الشَّدِيدَ يَقْطَعُ مَا فِي بُطُونِنَا مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ»

Sunan Daruquthni 4635: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Muhriz bin Aun menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Amr bin Maimun, dia berkata, “Umar bin Khaththab RA berkata, ‘ Sesungguhnya aku meminum nabidz (rendaman sari buah) yang keras ini untuk menghancurkan daging unta yang ada di dalam perut kami’.”

Sunan Daruquthni 4636

سنن الدارقطني 4636: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: ” نُبِذَ لِعُمَرَ لِقُدُومِهِ فَتَأَخَّرَ يَوْمًا فَأَتَى بِنَبِيذٍ قَدِ اشْتَدَّ , قَالَ: فَدَعَا بِجِفَانٍ فَصَبَّهُ ثُمَّ صَبَّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَاءِ “

Sunan Daruquthni 4636: Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, Khalaf bin Hisyam menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Ali bin Zaid bin Jad’an, dari Sa’id bin Al Musayyab, dia berkata, “Umar pernah dibuatkan nabidz untuk menyambut kedatangannya, ternyata dia terlambat satu hari, lalu dia disuguhi nabidz yang sudah keras, lalu dia minta diambilkan mangkuk lalu menuangkannya, kemudian menuangkan air padanya (dicampur air).”

Sunan Daruquthni 4621

سنن الدارقطني 4621: حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُوسَى , نا أَبِي , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو عَوَانَةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ عَطَاءٍ , وَطَاوُسٍ , وَمُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «قَلِيلُ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4621: Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Musa menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abu Awanah menceritakan kepada kami dari Laits, dari Atha‘, Thawus dan Mujahid, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Yang sedikit, bila dalam jumlah yang banyak memabukkan, maka (yang sedikit) itu (juga) haram.”

Sunan Daruquthni 4637

سنن الدارقطني 4637: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ , نا خَلْفٌ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: «تَلَقَّتْ ثَقِيفٌ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِنَبِيذٍ , » فَوَجَدَهُ شَدِيدًا فَدَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا “

Sunan Daruquthni 4637: Abdullah menceritakan kepada kami, Khalaf menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Sa’id bin Al Musayyab, dia berkata, “Orang-orang Tsaqif menyambut Umar RA dengan (disuguhi) rendaman sari buah, namun ternyata sudah keras (tajam). Umar kemudian minta diambilkan air, lalu dituangkan padanya dua atau tiga kali.”

Sunan Daruquthni 4622

سنن الدارقطني 4622: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ أَبِي عَوَانَةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ عَطَاءٍ , وَطَاوُسٍ , وَمُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «قَلِيلُ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4622: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami dari Abu Awanah, dari Laits, dari Atha‘ Thawus dan Mujahid, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Yang sedikit, bila jumlah banyaknya memabukkan, maka (yang sedikit) itu (juga) haram.”