Skip to main content
Sunan Daruquthni 4625

سنن الدارقطني 4625: نا أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْفَضْلُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا سَعِيدُ بْنُ مَسْلَمَةَ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: جَاءَ قَوْمٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَنْبِذُ نَبِيذًا فَنَشْرَبُهُ عَلَى طَعَامِنَا , فَقَالَ: «اشْرَبُوا وَاجْتَنِبُوا كُلَّ مُسْكِرٍ» فَأَعَادُوا عَلَيْهِ , فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ عَنْ قَلِيلِ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ»

Sunan Daruquthni 4625: Abu Ubaid Al Qasim bin Ismail menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Sa’id bin Maslamah menceritakan kepada kami, Al Auza’i menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Beberapa orang datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami biasa membuat nabidz, lalu kami meminumnya dengan makanan kami.’ Beliau pun bersabda, „silakan minum, tapi jauhilah setiap yang memabukkan.” Lalu mereka kembali mengulanginya, maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah melarang kalian (mengonsumsi) yang sedikit bila jumlah banyaknya bisa memabukkan.”