Skip to main content

Sunan Daruquthni 3505

سنن الدارقطني 3505: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ الْمِصْرِيُّ , وَأَحْمَدُ بْنُ الْفَرَجِ بْنِ سُلَيْمَانَ أَبُو عُتْبَةَ الْحِمْصِيُّ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي فُدَيْكٍ , نا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ , عَنْ عُمَرَ بْنِ حُسَيْنٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّهُ تَزَوَّجَ بِنْتَ خَالِهِ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ قَالَ: فَذَهَبَتْ أُمُّهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: إِنَّ ابْنَتِي تَكْرَهُ ذَلِكَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُفَارِقَهَا فَفَارَقَهَا , وَقَالَ: «لَا تَنْكِحُوا الْيَتَامَى حَتَّى تَسْتَأْمِرُوهُنَّ فَإِذَا سَكَتَتْ فَهُوَ إِذْنُهَا». فَتَزَوَّجَهَا بَعْدُ عَبْدُ اللَّهِ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ. وَرَوَاهُ الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , وَصَدَقَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ , عَنْ نَافِعٍ مُخْتَصَرًا مُرْسَلًا. وَابْنُ أَبِي ذِئْبٍ لَمْ يَسْمَعْهُ مِنْ نَافِعٍ , وَإِنَّمَا رَوَاهُ عَنْ عُمَرَ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْهُ

Sunan Daruquthni 3505: Abu Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam Al Mishri dan Ahmad bin Faraj bin Sulaiman Abu Utbah Al Himshi, mereka berdua berkata: Muhammad bin Ismail bin Abu Fudaik menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Dzi’b menceritakan kepada kami dari Umar bin Al Husain, dari Nafi’, dari Ibnu Umar bahwa ia menikahi putri pamannya, Utsman bin Mazh’un, lalu ibu istrinya menghadap Rasulullah SAW dan melaporkan, “Putriku sebenarnya tidak suka itu.” Maka Nabi SAW memerintahkan Ibnu Umar untuk menceraikannya, dan ia pun menceraikannya. Selanjutnya beliau bersabda, “Janganlah kalian menikahi anak-anak yatim sampai kalian minta disuruh oleh mereka, jika mereka diam itu berarti setuju.'” Lalu ia dinikahi oleh Al Mughirah bin Syu’bah setelah Abdullah bin Umar. Diriwayatkan pula oleh Al Walid bin Muslim dan Shadaqah bin Abdullah, dari Ibnu Abu Dzi’b, dari Nafi’ secara ringkas dan mursal. Ibnu Abu Dzi’b tidak pernah mendengar langsung dari Nafi’, ia hanya meriwayatkannya dari Umar bin Al Husain, dari Nafi’.

Sunan Daruquthni 3506

سنن الدارقطني 3506: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا عَبْدُ الْكَرِيمِ بْنُ الْهَيْثَمِ , نا عُبَيْدُ بْنُ يَعِيشَ , نا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: زَوَّجَنِي خَالِي قُدَامَةُ بْنُ مَظْعُونٍ بِنْتَ أَخِيهِ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ فَدَخَلَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ عَلَى أُمِّهَا فَأَرْغَبَهَا فِي الْمَالِ وَخَطَبَهَا إِلَيْهَا فَرُفِعَ شَأْنُهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ قُدَامَةُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنَةُ أَخِي وَأَنَا وَصِيُّ أَبِيهَا وَلَمْ أُقَصِّرْ بِهَا زَوَّجْتُهَا مَنْ قَدْ عَلِمْتُ فَضْلَهُ وَقَرَابَتَهُ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّهَا يَتِيمَةٌ وَالْيَتِيمَةُ أَوْلَى بِأَمْرِهَا». فَنُزِعَتْ مِنِّي وَزَوَّجَهَا الْمُغِيرَةِ بْنَ شُعْبَةَ. لَمْ يَسْمَعْهُ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ مِنْ نَافِعٍ , وَإِنَّمَا سَمِعَهُ مِنْ عُمَرَ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْهُ. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْهُ , وَتَابَعَهُ مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ عُمَرَ بْنِ حُسَيْنٍ

Sunan Daruquthni 3506: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Abdul Karim bin Al Haitsam menceritakan kepada kami, Ubaid bin Ya’isy menceritakan kepada kami, Yunus bin Bukair rhenceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Pamanku (dari pihak ibu) Qudamah binti Mazh’un menikahkan aku dengan putri saudaranya Utsman bin Mazh’un. Lalu datanglah Al Mughirah kepada ibunya mengiming-iminginya dengan harta dan meminang putrinya melaluinya. Ia kemudian mengadukan perihal ini kepada Nabi SAW. Qudamah berkata, “Ya Rasulullah, dia adalah putri saudaraku dan telah diwasiatkan kepadaku, dan aku tidak pernah lalai menjaganya. Aku menikahkannya dengan orang yang aku percayai keutamaan dan kekerabatannya. Mendengar itu, Rasulullah SAW bersabda, “Dia kan yatim (ayahnya sudah meninggal), dan seorang yatim lebih berhak menentukan pilihannya sendiri” Akhirnya ia lepas dariku dan dinikahi oleh Al Mughirah bin Syu’bah. Muhammad bin Ishaq tidak pernah mendengar dari Nafi’. Ia hanya mendengar dari Umar bin Al Husain dari Nafi’. Demikian pula diriwayatkan oleh Ibrahim bin Sa’d darinya. Hadis ini dikuatkan oleh riwayat Muhammad bin Salamah dari Muhammad bin Ishaq, dari Umar bin Al Husain.

Sunan Daruquthni 3507

سنن الدارقطني 3507: قُرِئَ عَلَى أَبِي مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدٍ الزُّهْرِيُّ , نا عَمِّي , نا أَبِي , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ حُسَيْنٍ مَوْلَى آلِ حَاطِبٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: تُوُفِّيَ عُثْمَانُ بْنُ مَظْعُونٍ وَتَرَكَ بِنْتًا لَهُ مِنْ خَوْلَةَ بِنْتِ حَكِيمِ بْنِ أُمَيَّةَ , فَأَوْصَى إِلَى أَخِيهِ قُدَامَةَ بْنِ مَظْعُونٍ وَهُمَا خَالَايَ فَخَطَبْتُ إِلَى قُدَامَةَ بِنْتَ عُثْمَانَ فَزَوَّجَنِيهَا , فَدَخَلَ الْمُغِيرَةُ إِلَى أُمِّهَا فَأَرْغَبَهَا فِي الْمَالِ فَحَطَّتْ إِلَيْهِ وَحَطَّتِ الْجَارِيَةُ إِلَى هَوَى أُمِّهَا حَتَّى ارْتَفَعَ أَمْرُهُمْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ قُدَامَةُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنَةُ أَخِي وَأَوْصَى بِهَا إِلَيَّ فَزَوَّجْتُهَا ابْنَ عَمٍّ وَلَمْ أُقَصِّرْ بِالصَّلَاحِ وَالْكَفَاءَةِ , وَلَكِنَّهَا امْرَأَةٌ وَإِنَّهَا حَطَّتْ إِلَى هَوَى أُمِّهَا , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هِيَ يَتِيمَةٌ وَلَا تُنْكَحُ إِلَّا بِإِذْنِهَا» فَانْتُزِعَتْ مِنِّي وَاللَّهِ بَعْدَ أَنْ مَلَكْتُهَا فَزَوَّجُوهَا الْمُغِيرَةِ بْنَ شُعْبَةَ

Sunan Daruquthni 3507: Dibacakan kepada Abu Muhammad bin Sha’id dan aku mendengarkan, Ubaidullah bin Sa’d Az-Zuhri menceritakan kepada kalian, pamanku menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami dari Ibnu Ishaq, Umar bin Al Husain mantan budak keluarga Hathib menceritakan padaku, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Utsman bin Mazh’un wafat dan meninggalkan seorang putri dari istrinya Khaulah binti Hakim bin Umayyah. Ia mewasiatkan putrinya itu kepada saudaranya Qudamah bin Mazh’un (mereka berdua adalah pamanku dari pihak ibu). Aku kemudian melamarnya melalui Qudamah dan ia menikahkanku dengannya. Setelah itu datanglah Al Mughirah menemui ibunya dan mengiming-iminginya dengan uang dan ibunya ini terbujuk, demikian pula putrinya jadi mengikuti kemauan ibunya, sampai mereka membawa urusan ini kepada Nabi SAW. Qudamah berkata, ‘Ya Rasulullah, dia adalah putri saudaraku yang telah mewasiatkannya kepadaku. Aku menikahkannya dengan anak pamannya sendiri dan aku tidak melalaikan urusan sederajat dari kebaikan. Dia adalah wanita tapi malah mengikuti kemauan ibunya.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Dia anak yatim dan tidak boleh dinikahkan kecuali atas izinnya.’ Maka lepaslah dia dariku setelah aku memilikinya dan mereka menikahkannya dengan Al Mughirah bin Syu’bah.”

Sunan Daruquthni 3508

سنن الدارقطني 3508: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدِ بْنِ حَفْصٍ , نا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُعَاوِيَةَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: لَمَّا هَلَكَ عُثْمَانُ بْنُ مَظْعُونٍ تَرَكَ ابْنَتَهُ , قَالَ ابْنُ عُمَرَ: زَوَّجَنِيهَا خَالِي قُدَامَةُ بْنُ مَظْعُونٍ وَلَمْ يُشَاوِرْهَا فِي ذَلِكَ وَهُوَ عَمُّهَا , وَكَلَّمْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ «فَرَدَّ نِكَاحَهُ» , فَأَحَبَّتْ أَنْ يَتَزَوَّجَهَا الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ , «فَزَوَّجَهَا إِيَّاهُ»

Sunan Daruquthni 3508: Muhammad bin Makhlad bin Hafash menceritakan kepada kami, Ali bin Muhammad bin Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Nafi’ Ash-Sha’igh menceritakan kepada kami, Abdullah bin Nafi’ maula Ibnu Umar menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Ketika Utsman bin Mazh’un wafat, ia meninggalkan seorang putri. Pamanku Qudamah bin Mazh’un kemudian menikahkannya denganku tanpa bermusyawarah dulu dengannya, meski dia adalah pamannya. Ia lalu melapor kepada Rasulullah SAW tentang hal itu, dan beliau mengembalikan urusan pernikahan kepadanya. Ia lantas lebih memilih untuk menikah dengan Al Mughirah bin Syu’bah dan Ia lalu menikahkan gadis tersebut dengannya.

Sunan Daruquthni 3509

سنن الدارقطني 3509: ثنا أَبُو عَبْدٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِدٍ , نا عَمِّي , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُطَّلِبِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ حُسَيْنٍ , عَنْ نَافِعٍ , أَنَّهُ قَالَ: تَزَوَّجَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ زَيْنَبَ بِنْتَ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ بَعْدَ وَفَاةِ أَبِيهَا زَوَّجَهُ إِيَّاهَا عَمُّهَا قُدَامَةُ بْنُ مَظْعُونٍ , فَأَرْغَبَهُمُ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ فِي الصَّدَاقِ , فَقَالَتْ أُمُّ الْجَارِيَةِ لِلْجَارِيَةِ: لَا تُجِيزِي , فَكَرِهَتِ الْجَارِيَةُ النِّكَاحَ وَأَعْلَمَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ هِيَ وَأُمُّهَا , «فَرَدَّ نِكَاحَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» , فَنَكَحَهَا الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ

Sunan Daruquthni 3509: Abu Abd menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Sa’id menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muththalib menceritakan kepada kami dari Umar bin Al Husain, dari Nafi’, dia berkata, “Abdullah bin Umar menikahi putri Utsman bin Mazh’un sepeninggal ayahnya. Yang menikahkan adalah Qudamah bin Mazh’un. Tapi Al Mughirah mengiming-imingi mereka dengan mahar yang besar, sehingga berkatalah ibu sang gadis, ‘Jangan mau dinikahi Abdullah bin Umar.’ Maka si gadis ini pun tidak menolak pernikahan tadi dan memberitahukan kepada Rasulullah SAW bersama ibunya. Rasulullah SAW lantas menolak pernikahan tadi, hingga akhirnya Al Mughirah menikahi dengannya.”

Sunan Daruquthni 3510

سنن الدارقطني 3510: نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى الْحُلْوَانِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ قَرِينٍ , نا سَلَمَةُ الْأَبْرَشُ , نا ابْنُ إِسْحَاقَ , عَنْ عُمَرَ بْنِ حُسَيْنٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تُنْكَحُ الْيَتِيمَةُ إِلَّا بِإِذْنِهَا». عُمَرُ بْنُ حُسَيْنٍ مَوْلَى آلِ حَاطِبٍ

Sunan Daruquthni 3510: Ja’far bin Muhammad bin Nushair menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yahya Al Hulwani menceritakan kepada kami, Ali bin Qarin menceritakan kepada kami, Salamah Al Abrasy menceritakan kepada kami, Ibnu Ishaq menceritakan kepada kami, Umar bin Husain menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW bersabda, “Jangan menikahkan gadis yatim kecuali dengan izinnya.” Umar bin Al Husain adalah maula keluarga Hathib.

Sunan Daruquthni 3511

سنن الدارقطني 3511: نا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْبَاهِلِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ بُدَيْلٍ , نا ابْنُ فُضَيْلٍ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , وَمُجَمِّعِ ابْنَيْ يَزِيدَ , قَالَا: أَنْكَحَ خِذَامٌ ابْنَتَهَ خَنْسَاءَ وَهِيَ كَارِهَةٌ رَجُلًا وَهِيَ ثَيِّبٌ , فَأَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ «فَرَدَّ نِكَاحَهَا»

Sunan Daruquthni 3511: Abu Ja’far bin Sulaiman Al Bahili menceritakan kepada kami, Ahmad bin Budail menceritakan kepada kami, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami, Al Qasim bin Muhammad menceritakan kepadaku, dari Abdurrahman dan Mujamma’ —keduanya adalah putra Yazid—, mereka berkata, “Khidzam menikahkan putrinya Khansa’ yang tidak menyukai calon suaminya, waktu itu ia telah janda. Ia lalu mendatangi Nabi SAW dan melaporkan hal itu, maka Nabi SAW menolak pernikahan tersebut.”

Sunan Daruquthni 3512

سنن الدارقطني 3512: نا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ مَنِيعٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْكُوفِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ حَجَّاجِ بْنِ السَّائِبِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدَّتِهِ خَنْسَاءَ بِنْتِ خِذَامِ بْنِ خَالِدٍ , قَالَ: كَانَتْ أَيِّمًا مِنْ رَجُلٍ فَزَوَّجَهَا أَبُوهَا رَجُلًا مِنْ بَنِي عَوْفٍ , فَحَنَّتْ إِلَى أَبِي لُبَابَةَ بْنِ عَبْدِ الْمُنْذِرِ , فَارْتَفَعَ شَأْنُهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَاهَا «أَنْ يُلْحِقَهَا بِهَوَاهَا» , فَتَزَوَّجَتْ أَبَا لُبَابَةَ

Sunan Daruquthni 3512: Abul Qasim bin Mani’ menceritakan kepada kami, Abdullah bin Umar Al Kufi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Hajjaj bin As-Sa”ib, dari ayahnya, dari neneknya —yaitu Khansa‘ binti Khidzam bin Khalid—, dia berkata, “Khansa” adalah seorang janda, lalu ayahnya menikahkannya dengan seorang lelaki dari bani Auf, sedang ia sendiri menyukai Abu Lubabah bin Abdul Mundzir. Kasusnya kemudian dibawa kepada Rasulullah SAW dan beliau menyuruh ayahnya untuk menuruti kemauan Khansa”, sehingga menikahlah ia dengan Abu Lubabah.”

Sunan Daruquthni 3513

سنن الدارقطني 3513: نا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ مَنِيعٍ , نا شُجَاعُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا هُشَيْمٌ , أنا عُمَرُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ , أَنَّ امْرَأَةً مِنَ الْأَنْصَارِ مِنْ بَنِي عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ يُقَالُ لَهَا: خَنْسَاءُ بِنْتُ خِذَامٍ زَوَّجَهَا أَبُوهَا وَهِيَ ثَيِّبٌ , فَأَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ , فَقَالَ: «الْأَمْرُ إِلَيْكِ» , قَالَتْ: فَلَا حَاجَةَ لِي فِيهِ , «فَرَدَّ نِكَاحَهَا». فَتَزَوَّجَتْ بَعْدَ ذَلِكَ أَبَا لُبَابَةَ بْنَ عَبْدِ الْمُنْذِرِ فَجَاءَتْ بِالسَّائِبِ بْنِ أَبِي لُبَابَةَ

Sunan Daruquthni 3513: Abul Qasim bin Mani’ menceritakan kepada kami, Syuja’ bin Makhlad menceritakan kepada kami, Hasyim menceritakan kepada kami, Umar bin Salamah menceritakan kepada kami, Abu Salamah menceritakan kepada kami bahwa ada seorang wanita di kalangan Anshar dari bani Amr bin Auf yang bernama Khansa” binti Khidzam dinikahkan oleh ayahnya padahal waktu itu ia berstatus janda. Ia kemudian mendatangi Nabi SAW dan melaporkan kasusnya. Beliau bersabda, “Sekarang keputusan ada di tanganmu” Ia berkata, “Aku tak mau dengan laki-laki itu.” Maka Rasulullah SAW membatalkan pernikahannya. Setelah itu ia menikah dengan Abu Lubabah bin Abdul Mundzir dan ia memperoleh putra, yaitu As-Sa’ib bin Abu Lubabah.

Sunan Daruquthni 3514

سنن الدارقطني 3514: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي يَحْيَى كُرَيْنِبُ نا أَبُو يَعْقُوبَ الْأَفْطَسُ أَخُو أَبِي مُسْلِمٍ الْمُسْتَمْلِيُّ , نا هُشَيْمٌ , عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ خَنْسَاءَ بِنْتَ خِذَامٍ أَنْكَحَهَا أَبُوهَا وَهِيَ كَارِهَةٌ , فَأَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ , «فَرَدَّ نِكَاحَهَا». فَتَزَوَّجَهَا أَبُو لُبَابَةَ بْنُ عَبْدِ الْمُنْذِرِ فَجَاءَتْ بِالسَّائِبِ بْنِ أَبِي لُبَابَةَ وَكَانَتْ ثَيِّبًا

Sunan Daruquthni 3514: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yahya Karnib menceritakan kepada kami, Abu Ya’qub Al Afthas saudara Muslim Al Mustamli menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami dari Umar bin Abu Salamah, dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Khansa’ binti Khidzam dinikahkan oleh ayahnya padahal ia tidak mau. Ia lalu melapor ke Nabi SAW dan beliau menolak pernikahannya. Ia kemudian dinikahi Abu Lubabah bin Abdul Mundzir, dan lahirlah AsSa’ib bin Abu Lubabah. Waktu itu Khansa‘ berstatus janda.