Skip to main content

Sunan Daruquthni 3525

سنن الدارقطني 3525: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ دَاوُدَ الْقُومَسِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ , نا سُفْيَانُ , عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنِ الْمُهَاجِرِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ سَوَاءً

Sunan Daruquthni 3525: Ismail bin Muhammad Ash-Shaffar, Muhammad bin Daud Al Qaumasi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Katsir menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Hisyam Ad-Dustuwa’i, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Al Muhajir, dari Ikrimah, dari Nabi SAW dengan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 3526

سنن الدارقطني 3526: ثنا ابْنُ صَاعِدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ , ح وثنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَبُو خُرَاسَانَ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ السَّكَنِ , قَالَا: نا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ , عَنْ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ جَارِيَةً بِكْرًا أَنْكَحَهَا أَبُوهَا وَهِيَ كَارِهَةٌ , «فَخَيَّرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ». وَقَالَ أَبُو خُرَاسَانَ: إِنَّ جَارِيَةً بِكْرًا أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا بِغَيْرِ إِذْنِهَا , فَفَرَّقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُمَا. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ زَيْدُ بْنُ حَبَّانَ عَنْ أَيُّوبَ. وَتَابَعَهُ أَيُّوبُ بْنُ سُوَيْدٍ , عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ. وَغَيْرُهُ يُرْسِلُهُ عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَالصَّحِيحُ مُرْسَلٌ

Sunan Daruquthni 3526: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Sa’id Al Jauhari (h) Al Husain bin Ismail, Abu Khurasan Muhammad bin Ahmad bin As-Sakan berkata: Al Husain bin Muhammad bin Jarir bin Hazim menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ada seorang gadis dinikahkan ayahnya tapi dia sendiri tidak suka. Maka Rasulullah SAW mempersilakan gadis tersebut untuk memilih. Abu Khurasan berkata, “Ada seorang anak gadis datang kepada Nabi SAW melaporkan bahwa ayahnya menikahkannya tanpa izinnya. Nabi SAW kemudian memisahkan keduanya (dia dan suaminya).” Seperti itu pula yang diriwayatkan oleh Zaid bin Hibban dari Ayyub, dan hadis ini diperkuat oleh Ayyub bin Suwaid dari Ats-Tsauri, dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, sedangkan yang lain meriwayatkannya secara mursal dari Ats-Tsauri, dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Nabi SAW. Yang benar riwayat ini adalah mursal.

Sunan Daruquthni 3527

سنن الدارقطني 3527: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْهَيْثَمِ الْقَاضِي , نا مُحَمَّدُ بْنُ زَيْدِ بْنِ عَلِيٍّ الرَّقِّيُّ , نا مَعْمَرٌ يَعْنِي ابْنَ سُلَيْمَانَ الرَّقِّيَّ , عَنْ زَيْدِ بْنِ حَبَّانَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , قَالَ: أَنْكَحَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي الْمُنْذِرِ ابْنَتَهُ وَهِيَ كَارِهَةٌ , فَأَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَرَدَّ نِكَاحَهَا». وَعَنْ زَيْدِ بْنِ حَبَّانَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 3527: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Haitsam Al Qadhi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Zaid bin Ali Ar-Raqqi menceritakan kepada kami, Ma’mar —yakni Ibnu Sulaiman Ar-Raqi— menceritakan kepada kami dari Zaid bin Hibban, dari Ayyub, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dia berkata, “Ada seseorang dari bani Mundzir menikahkan putrinya, padahal putrinya itu tidak bersedia. Ia lalu melapor hal itu kepada Nabi SAW dan beliau menolak pernikahannya.” Diriwayatkan dari Zaid bin Hibban, dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW dengan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 3528

سنن الدارقطني 3528: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَلِيٍّ , نا يَحْيَى بْنُ عَبْدِ الْبَاقِي , نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ الرَّمْلِيُّ , نا أَيُّوبُ بْنُ سُوَيْدٍ , عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ رَجُلًا زَوَّجَ ابْنَتَهُ وَهِيَ كَارِهَةٌ , «فَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»

Sunan Daruquthni 3528: Ismail bin Ali menceritakan kepada kami, Yahya bin Abdul Baqi menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus Ar-Ramli menceritakan kepada kami, Ayyub bin Suwaid menceritakan kepada kami dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas bahwa ada seorang pria menikahkan putrinya tapi putrinya tidak suka. Maka Nabi SAW memisahkan keduanya.

Sunan Daruquthni 3529

سنن الدارقطني 3529: حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْقَاسِمِ الْأَصْبَهَانِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ رَاشِدٍ , نا مُوسَى بْنُ عَامِرٍ , نا الْوَلِيدُ , قَالَ: قَالَ ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ: أَخْبَرَنِي نَافِعٌ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَجُلًا زَوَّجَ ابْنَتَهُ بِكْرًا فَكَرِهَتْ ذَلِكَ , فَأَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَرَدَّ نكاحها». لَا يُثْبَتُ هَذَا عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ , عَنْ نَافِعٍ , وَالصَّوَابُ حَدِيثُ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ , عَنْ عُمَرَ بْنِ حُسَيْنٍ وَقَدْ تَقَدَّمَ

Sunan Daruquthni 3529: Umar bin Muhammad bin Qasim Al Ashbahani menceritakan kepadaku, Muhammad bin Ahmad bin Rasyid menceritakan kepada kami, Musa bin Amir menceritakan kepada kami, Al Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abu Adz-Dzfb berkata: nafi‘ mengabarkan kepadaku dari Ibnu Umar bahwa ada seorang yang menikahkan putrinya yang masih gadis tapi putrinya tidak suka. Ia kemudian mendatangi Nabi SAW dan beliau pun menolak pernikahannya. Riwayat ini dianggap tidak terbukti diriwayatkan dari Ibnu Abu Adz-Dzib, dari nafi‘. Yang benar hadis Ibnu Abu Adz-Dzib diriwayatkan dari Umar bin Al Husain, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sunan Daruquthni 3530

سنن الدارقطني 3530: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ الْعَبَّاسِ الْوَرَّاقُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ زَنْجُوَيْهِ , نا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ , نا رَبِيعَةُ بْنُ عُثْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ , عَنْ نَهَارٍ الْعَبْدِيِّ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , أَنَّ رَجُلًا جَاءَ بِابْنَتِهِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: هَذِهِ ابْنَتِي أَبَتْ أَنْ تَزَوَّجَ , فَقَالَ: «أَطِيعِي أَبَاكِ أَتَدْرِينَ مَا حَقَّ الزَّوْجُ عَلَى الزَّوْجَةِ؟ , لَوْ كَانَ بِأَنْفِهِ قُرْحَةٌ تَسِيلُ قَيْحًا وَصَدِيدًا لَحَسَتْهُ مَا أَدَّتْ حَقَّهُ» , فَقَالَتْ: وَالَّذِي بَعَثَكَ لَا نَكَحْتُ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُنْكِحُوهُنَّ إِلَّا بِإِذْنِهِنَّ»

Sunan Daruquthni 3530: Al Husain bin Ismail dan Ismail bin Abbas Al Warraq menceritakan kepada kami, mereka berkata: Muhammad bin Malik bin Zanjawaih menceritakan kepada kami, Ja’far bin Aun menceritakan kepada kami, Rabi’ah bin Utsman menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Yahya bin Habban, dari Nahar Al Abdi, dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa pernah ada seorang menghadap Rasulullah SAW bersama putrinya melapor, “Ini adalah anakku dan ia enggan menikah.” Rasulullah SAW kemudian berkata kepada anak ini, “Turutilah ayahmu. Tapi, tahukah engkau apa hak suami atas istrinya? Jika suami menderita kudis di hidung yang mengalirkan nanah dan si istri menjilatnya, tetap saja si istri dianggap belum sempurna menunaikan hak suami.” Si gadis itu lalu berkata, “Demi Allah yang mengutus Anda dengan kebenaran, aku tidak mau menikah.” Mendengar itu, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan nikahkan mereka (para anak gadis) kecuali dengan izin mereka.”

Sunan Daruquthni 3531

سنن الدارقطني 3531: نا أَبُو طَاهِرٍ الْقَاضِي مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سُلَيْمَانَ , نا أَبُو طَالِبٍ عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ عَاصِمٍ , حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عِقَابٍ , وَأَبِي حَنِيفَةَ , عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ , قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَامُ , فَقَالَ: امْرَأَةٌ أَنَا وَلِيُّهَا تَزَوَّجَتْ بِغَيْرِ إِذْنِي , فَقَالَ عَلِيُّ عَلَيْهِ السَّلَامُ: «تَنْظُرُ فِيمَا صَنَعَتْ إِذَا كَانَتْ تَزَوَّجَتْ كُفُؤًا أَجَزْنَا ذَلِكَ لَهَا , وَإِنْ كَانَتْ تَزَوَّجَتْ مَنْ لَيْسَ لَهَا بِكُفُؤٍ جَعَلْنَا ذَلِكَ إِلَيْكَ»

Sunan Daruquthni 3531: Abu Thahir Al Qadhi Muhammad bin Ahmad mericeritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Abu Thalib Abdul Jabbar bin Ashim menceritakan kepada kami, Abdullah bin Amr menceritakan kepadaku, dari Abdul Malik bin Aqqab dan Abu Hanifah, dari Simak bin Harb, dia berkata: Pernah ada seorang pria datang kepada Ali AS, lalu berkata, “Ada seorang wanita dan aku adalah walinya. Ia lalu menikah tanpa izin dariku.” Ali berkata, “Lihat dulu hasilnya, jika ia menikahi pria yang sekufu (sepadan dan sederajat), maka kami akan menetapkan pernikahannya. Tapi jika tidak maka kami akan menyerahkan wewenangnya kepadamu.”

Sunan Daruquthni 3532

سنن الدارقطني 3532: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَبُو أَحْمَدَ عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْقُوهُسْتَانِيُّ نا إِسْحَاقُ بْنُ رَاهَوَيْهِ , أنا عِيسَى بْنُ يُونُسَ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُرَّةَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ , وَلِلثَّيِّبِ نَصِيبٌ مِنْ أَمْرِهَا مَا لَمْ تَدْعُ إِلَى سَخْطَةٍ , فَإِنْ دَعَتْ إِلَى سَخْطَةٍ وَكَانَ أَوْلِيَاؤُهَا يَدْعُونَ إِلَى الرِّضَا رُفِعَ ذَلِكَ إِلَى السُّلْطَانِ». قَالَ إِسْحَاقُ: قُلْتُ لِعِيسَى: آخِرُ الْحَدِيثِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ , قَالَ: هَكَذَا الْحَدِيثُ فَلَا أَدْرِي

Sunan Daruquthni 3532: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Ahmad bin Ali bin Ibrahim Al Quhustani menceritakan kepada kami, Ishaq bin Rahawaih menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus menceritakan kepada kami dari Al Auza’i dari Ibrahim bin Murrah, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jangan menikahkan gadis sampai ia dimintai izin, dan bagi janda ada bagian mengenai urusannya selama ia tidak memilih keburukan (dalam hal suami – penerj). Bila ia memilih yang buruk dan para walinya memilihkan yang baik, maka itu dilaporkan kepada pihak berwenang.” Ishaq berkata, “Aku bertanya kepada Isa, ‘Apakah kalimat akhir hadis itu dari Nabi SAW?’.” Ia menjawab, “Demikianlah hadis ini diriwayatkan, aku sendiri tidak tahu.”

Sunan Daruquthni 3533

سنن الدارقطني 3533: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ الْحَنَفِيُّ , نا عَبْدَانُ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , أَنَّ يَحْيَى بْنَ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَهُ , أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ حَدَّثَهُ , قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ , فَقَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُنْكَحُ الثَّيِّبُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ , وَلَا تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ وَإِذْنُهَا الصُّمُوتُ»

Sunan Daruquthni 3533: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Zaid Al Hanafi menceritakan kepada kami, Abdan menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Mubarak menceritakan kepada kami, Al Auza’i menceritakan kepada kami, bahwa Yahya bin Abu Katsir menceritakan kepadanya bahwa Abu Salamah menceritakan kepadanya, Abu Hurairah menceritakan kepadaku, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan menikahkan janda sampai ia yang menyuruh dirinya sendiri dan jangan menikahkan gadis sampai ia mengizinkan dan izinnya adalah diam.”

Sunan Daruquthni 3534

سنن الدارقطني 3534: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ , نا أَبِي , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي صَالِحُ بْنُ كَيْسَانَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ بْنِ عَيَّاشِ بْنِ أَبِي رَبِيعَةَ , عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «الْأَيِّمُ أَوْلَى بِأَمْرِهَا , وَالْيَتِيمَةُ تَسْتَأْمِرُهَا فِي نَفْسِهَا وَإِذْنُهَا صُمَاتُهَا». تَابَعَهُ سَعِيدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ. وَخَالَفَهُمَا مَعْمَرٌ فِي إِسْنَادِهِ فَأَسْقَطَ مِنْهُ رَجُلًا , وَخَالَفَهُمَا أَيْضًا فِي مَتْنِهِ فَأَتَى بِلَفْظٍ آخَرَ وَهِمَ فِيهِ لِأَنَّ كُلِّ مَنْ رَوَاهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ , وَكُلِّ مَنْ رَوَاهُ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ خَالَفُوا مَعْمَرًا وَاتِّفَاقُهُمْ عَلَى خِلَافِهِ دَلِيلٌ عَلَى وَهْمِهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Sunan Daruquthni 3534: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Al Azhar menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami dari Ibnu Ishaq, Shalih bin Kaisan menceritakan kepadaku, dari Abdullah bin Al Fadhl bin Ayyasy bin Abu Rabi’ah, dari Nafi’ bin Jubair, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janda lebih berhak mengatur dirinya daripada walinya, dan gadis yatim diminta persetujuan dari dirinya. Persetujuannya adalah diamnya” Riwayat ini diperkuat oleh Sa’id bin Salamah, dari Shalih bin Kaisan. Tapi Ma’mar meriwayatkan berbeda dalam sanadnya, karena ia tidak menyebutkan satu nama. Ia juga meriwayatkan berbeda dalam redaksinya. Maka dari itu, ia meriwayatkan redaksi yang berbeda dari dugaan dirinya semata. Karena semua yang meriwayatkan dari Abdullah bin Al Fadhl dan semua yang meriwayatkan dari Nafi’ bin Jubair bersama Abdullah bin Al Fadhl berbeda dengan Ma’mar. Kesepakatan mereka berbeda dengan Ma’mar menunjukkan bahwa Ma’mar meriwayatkannya berdasarkan dugaan. Wallahu a ‘lam.