Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1361

صحيح ابن خزيمة 1361: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مُحْرِزٍ، وَأَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ قَالَا: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، ثنا أَبِي، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: ” صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْخَوْفِ بِذَاتِ الرِّقَاعِ قَالَتْ: فَصَدَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ صَدْعَيْنِ، فَصَفَّتْ طَائِفَةٌ وَرَاءَهُ، وَقَامَتْ طَائِفَةٌ وِجَاهَ الْعَدُوِّ قَالَتْ: فَكَبَّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَبَّرَتِ الطَّائِفَةُ الَّذِينَ صُفُّوا خَلْفَهُ، ثُمَّ رَكَعَ وَرَكَعُوا، ثُمَّ سَجَدَ فَسَجَدُوا، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَرَفَعُوا، ثُمَّ مَكَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا وَسَجَدُوا لِأَنْفُسِهِمُ السَّجْدَةَ الثَّانِيَةَ، ثُمَّ قَامُوا فَنَكَصُوا عَلَى أَعْقَابِهِمْ يَمْشُونَ الْقَهْقَرَى، حَتَّى قَامُوا مِنْ وَرَائِهِمْ، وَأَقْبَلَتِ الطَّائِفَةُ قَالَ أَحْمَدُ: الْأُخْرَى، وَقَالَا جَمِيعًا: فَصَفُّوا خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرُوا، ثُمَّ رَكَعُوا لِأَنْفُسِهِمْ، ثُمَّ سَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجْدَتَهُ الثَّانِيَةَ، فَسَجَدُوا – زَادَ أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ: فَسَجَدُوا مَعَهُ – ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَكْعَتِهِ، وَسَجَدُوا لِأَنْفُسِهِمُ السَّجْدَةَ الثَّانِيَةَ، ثُمَّ قَامَتِ الطَّائِفَتَانِ جَمِيعًا، وَقَالَا: فَصَفُّوا خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَرَكَعَ بِهِمْ رَكْعَةً وَرَكَعُوا جَمِيعًا، ثُمَّ سَجَدَ فَسَجَدُوا جَمِيعًا قَالَ أَبُو الْأَزْهَرِ: ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَرَفَعُوا مَعَهُ وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ: وَرَفَعُوا مَكَانَهُ، وَلَمْ يَقُلْ: ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، وَقَالَا جَمِيعًا: كَانَ ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَرِيعًا جِدًّا، لَا يَأْلُو أَنْ يُخَفِّفَ مَا اسْتَطَاعَ، ثُمَّ سَلَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَلَّمُوا، ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ شَرَكَهُ النَّاسُ فِي صَلَاتِهِ كُلِّهَا “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1361: Muhammad bin Ali bin Muhriz dan Ahmad bin Al Azhar menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami dari Ibnu Ishak, Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair menceritakan kepadaku dari Urwah, dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah pernah shalat khauf di Dzatur Riqa.” Aisyah lanjut berkata, “Rasulullah membagi orang-orang menjadi dua kelompok dan membariskan satu kelompok di belakangnya sedangkan kelompok yang lain berdiri menghadap arah musuh.” Aisyah berkata, “Rasululllah kemudian bertakbir dan kelompok yang berbaris di belakangnya juga bertakbir, lalu beliau ruku dan mereka ikut ruku, lantas beliau sujud dan mereka pun ikut sujud, setelah itu beliau mengangkat kepalanya dan mereka juga ikut mengangkat kepalanya, kemudian beliau berdiam diri sambil duduk sedangkan mereka melakukan sujud yang kedua sendirian. Selanjutnya mereka berdiri dan berbalik ke belakang berjalan mundur sehingga mereka berdiri di belakang kelompok yang berada di belakang mereka. Kemudian satu kelompok maju.” Ahmad menyebutkan, “Kelompok yang lain,” Keduanya menyebutkan, “Mereka membuat barisan di belakang Rasulullah dan mereka bertakbir, lalu ruku sendirian lantas Rasulullah melakukan sujud yang kedua dan mereka pun ikut sujud.” Ahmad bin Al Azhar menambahkan. “Mereka lalu sujud bersamanya.” Setelah itu Rasulullah berdiri pada rakaatnya itu sedangkan mereka melakukan sujud yang kedua sendirian, lalu kedua kelompok tersebut berdiri -keduanya berkata:- dan membuat barisan di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau kemudian ruku bersama mereka satu rakaat dan mereka semua ruku, lantas beliau sujud dan mereka semua pun sujud. Abu Al Azhar berkata, “Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan mereka pun ikut mengangkat kepala besamanya.” Muhammad bin Ali berkata, “Mereka mengangkat pada tempatnya” tanpa menyebutkan, “Kemudian mengangkat kepalanya.” Keduanya berkata, .’Semua itu dilakukan Rasulullah begitu cepat dan seringan mungkin, lalu beliau mengucap salam dan mereka juga mengucap salam, kemudian Rasulullah berdiri sedangkan orang-orang telah mengikuti beliau dalam shalatnya secara keseluruhan.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1377

صحيح ابن خزيمة 1377: ثنا الْفَضْلُ بْنُ يَعْقُوبَ الْجَزَرِيُّ، ثنا إِبْرَاهِيمُ يَعْنِي ابْنَ صَدَقَةَ، ثنا سُفْيَانُ وَهُوَ ابْنُ حُسَيْنٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتِ: انْخَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الصَّلَاةِ، ثُمَّ قَرَأَ قِرَاءَةً يَجْهَرُ فِيهَا، ثُمَّ رَكَعَ عَلَى نَحْوِ مَا قَرَأَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَرَأَ نَحْوًا مِنْ قِرَاءَتِهِ، ثُمَّ رَكَعَ عَلَى نَحْوِ مَا قَرَأَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، وَسَجَدَ، ثُمَّ قَامَ فِي الرَّكْعَةِ الْأُخْرَى، فَصَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعَ فِي الْأُولَى، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ بَشَرٍ، فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلَاةِ» قَالَ: وَذَلِكَ أَنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ مَاتَ يَوْمَئِذٍ، فَقَالَ النَّاسُ: إِنَّمَا كَانَ هَذَا لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1377: Al Fadhl bin Ya’qub Al Jazari menceritakan kepada kami, Ibrahim -yaitu Ibnu Shadaqah- menceritakan kepada kami, Sufyan :-;yaitu Ibnu Husain- menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, ia berkata, “Ketika gerhana matahari terjadi pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah berdiri untuk shalat dan membaca surah dengan suara yang keras, lalu beliau ruku selama bacaannya, kemudian mengangkat kepalanya dan membaca surah selama bacaannya semula, lalu ruku yang seperti lama bacaannya, lantas mengangkat kepalanya dan sujud, kemudian beliau berdiri mengerjakan rakaat yang selanjutnya dan melakukan seperti yang dilakukannya pada rakaat yang pertama, lalu berkata, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah yang keduanya tidak akan mengalami gerhana karena kematian manusia, apabila terjadi hal tersebut maka bersegeralah mengerjakan shalat’.” Perawi berkata, “Hal itu karena Ibrahim meninggal dunia pada saat itu, maka orang-orang mengatakan terjadinya hal ini karena kematian Ibrahim.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1362

صحيح ابن خزيمة 1362: نا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ، نا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ، نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَسْعُودِيُّ قَالَ: أَنْبَأَنِي يَزِيدُ الْفَقِيرُ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَسْأَلُ عَنِ الصَّلَاةِ فِي السَّفَرِ، أَقْصُرُهُمَا؟ قَالَ: لَا، إِنَّ الرَّكْعَتَيْنِ فِي السَّفَرِ لَيْسَتَا بِقَصْرٍ، وَإِنَّمَا الْقَصْرُ وَاحِدَةٌ عِنْدَه الْقِتَالِ، ثُمَّ قَالَ: «كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَامَتْ خَلْفَهُ طَائِفَةٌ، وَطَائِفَةٌ وِجَاهَ الْعَدُوِّ، فَصَلَّى بِالَّذِي خَلْفَهُ رَكْعَةً، وَسَجَدَ بِهِمْ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ إِنَّهُمُ انْطَلَقُوا فَقَامُوا مَقَامَ أُولَئِكَ الَّذِينَ كَانُوا فِي وُجُوهِ الْعَدُوِّ، وَجَاءَتْ تِلْكَ الطَّائِفَةُ فَصَلَّى بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَةً وَسَجَدَ بِهِمْ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلَّمَ، فَسَلَّمَ الَّذِينَ خَلْفَهُ وَسَلَّمَ أُولَئِكَ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: ” قَوْلُ جَابِرٍ: إِنَّ الرَّكْعَتَيْنِ فِي السَّفَرِ لَيْسَتَا بِقَصْرٍ، أَرَادَ لَيْسَتَا بِقَصْرٍ عَنْ صَلَاةِ الْمُسَافِرِ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1362: Ahmad bin Al Miqdam Al Ijli menceritakan kepada kami, Yazid -yaini Ibnu Zurai’- menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Abdullah Al Mas’udi menceritakan kepada kami, ia berkata: Yazid Al Faqir menceritakan kepada kami, bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah ditanya tentang shalat ketika bepergian. “Apakah aku meng-qashar-nya?’> Ia menjawab, Tidak, sesungguhnya dua rakaat ketika bepergian bukanlah qashar, akan tetapi qashar tersebut hanya satu yaitu ketika perang.” Selanjutnya ia berkata, “Kami pernah bersama-sama Rasulullah kemudian ketika iqamah shalat dikumandangkan, beliau lalu berdiri dan diikuti oleh satu kelompok di belakangnya sedangkan kelompok yang lain menghadap musuh, lantas beliau shalat bersama mereka yang berada di belakang beliau satu rakaat dan sujud bersama mereka dua kali. Kemudian mereka beranjak dari tempat shalatnya lalu orang-orang yang menghadap musuh datang menempati tempat mereka. Tatkala tetanpok tersebut datang, maka Rasulullah shalat bersama mereka satu rakaat dan dua sujud, lalu beliau mengucap salam dan orang-orang yang di belakangnya pun mengucap salam begitu juga mereka yang berada di hadapan musuh.” Abu Bakar berkata, “Perkataan Jabir, ‘Sesungguhnya shalat dua rakaat ketika bepergian bukanlah qashar. Yang dimaksudkan adalah bukanlah qashar dari shalatnya orang yang bepergian.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1378

صحيح ابن خزيمة 1378: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، ثنا ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ، حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: وَكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمٍ شَدِيدِ الْحَرِّ، فَصَلَّى بِأَصْحَابِهِ، فَأَطَالَ الْقِيَامَ حَتَّى جَعَلُوا يَخِرُّونَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ، ثُمَّ رَفَعَ فَأَطَالَ، ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ قَامَ فَصَنَعَ نَحْوًا مِنْ ذَلِكَ، فَكَانَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّهُ عُرِضَ عَلَيَّ كُلُّ شَيْءٍ تُوعَدُونَهُ» فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ وَقَالَ: ” وَإِنَّهُمْ كَانُوا يَقُولُونَ: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ إِلَّا لِمَوْتِ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُرِيكُمُوهَا، فَإِذَا خَسَفَا فَصَلُّوا حَتَّى تَنْجَلِيَ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1378: Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Ibnu Ulayyah menceritakan kepada kami dari Hisyam Ad-Dauraqi, Abu Az-Zubair menceritakan kepada kami dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Ketika terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah di hari yang sangat panas, maka beliau kemudian shalat mengimami para sahabat sambil berdiri lama sampai-sampai mereka hampir terjatuh, lalu ruku yang lama, kemudian mengangkat kepalanya berdiri yang lama, lantas sujud dengan’ dua sujud, kemudian terdiri dan mengerjakan seperti yang dikerjakannya itu, maka shalat tersebut menjadi empat rakaat dan empat sujud. Setelah itu beliau berkata, ‘Sesungguhnya telah dibentangkan (diperlihatkan) kepadaku segala sesuatu yang dijanjikan kepadamu’.” Lalu dia menyebutkan redaksi hadisnya secara lengkap dan beliau berkata “Sesungguhnya mereka berkata ‘Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang yang agung’, akan tetapi keduanya adalah tanda kebesaran Allah yang keduanya diperlihatkan-Nya kepadamu dan apabila keduanya mengalami gerhana maka shalatlah sampai terang kembali.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1363

صحيح ابن خزيمة 1363: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ، أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَبْدٍ السَّلُولِيِّ قَالَ: كُنَّا مَعَ سَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ بِطَبَرِسْتَانَ، وَكَانَ مَعَهُ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لَهُمْ: أَيُّكُمْ شَهِدَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْخَوْفِ؟ فَقَالَ حُذَيْفَةُ: أَنَا، مُرْ أَصْحَابَكَ «فَيَقُومُوا طَائِفَتَيْنِ، طَائِفَةٌ مِنْهُمْ بِإِزَاءِ الْعَدُوِّ، وَطَائِفَةٌ مِنْهُمْ خَلَّفَكَ، فَتُكَبِّرُ وَيُكَبِّرُونَ جَمِيعًا، ثُمَّ تَرْكَعُ وَيَرْكَعُونَ ثُمَّ تَرْفَعُ فَيَرْفَعُونَ جَمِيعًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَسْجُدُ الطَّائِفَةُ الَّتِي تَلِيكَ، وَتَقُومُ الطَّائِفَةُ الْأُخْرَى بِإِزَاءِ الْعَدُوِّ، فَإِذَا رَفَعْتَ رَأْسَكَ قَامَ الَّذِينَ يَلُونَكَ وَخَرَّ الْآخَرُونَ سُجَّدًا، ثُمَّ تَرْكَعُ فَيَرْكَعُونَ جَمِيعًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَسْجُدُ الطَّائِفَةُ الَّتِي تَلِيكَ، وَالطَّائِفَةُ الْأُخْرَى قَائِمَةٌ بِإِزَاءِ الْعَدُوِّ، فَإِذَا رَفَعْتَ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ سَجَدَ الَّذِينَ بِإِزَاءِ الْعَدُوِّ، ثُمَّ تُسَلِّمُ عَلَيْهِمْ، وَتَأْمُرُ أَصْحَابَكَ إِنْ هَاجَمَهُمْ هَيْجٌ، فَقَدْ حَلَّ لَهُمُ الْقِتَالُ وَالْكَلَامُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1363: Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abdullah bin Raja’ menceritakan kepada kami, Isra.il mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishak, dari Salim bin Abdul Salusi, ia berkata: Kami pernah tersama Sa’id bin Al Ash di Thabristan saat teterapa orang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersamanya, lalu ia bertanya, “Siapa di antara kamu ?mah menyaksikan shalat khauf tersama Rasulullah ?” Hudzaifah menjawab. “Aku, perintahkanlah para sahabat-sahabatmu terdiri untak membuat dua kelompok, satu kelompok menghadap musuh dan satu kelompok lagi berdiri di belakangmu, lalu kamu tertakbir dan mereka semua juga tertakbir, kemudian kamu ruku dan mereka juga ruku, lalu kamu mengangkat kepala dan mereka semua mengangkat kepala, setelah itu kamu sujud dan kelompok yang terada di belakang kamu juga sujud sedangkan kelompok lain yang menghadap musuh berdiri. Apabila kamu telah mengangkat kepalamu maka orang-crang yang di belakangmu berdiri dan yang lainnya sujud, lalu kamu raku dan mereka pun raku lalu kamu sujud dan kelompok yang di belakangmu sujud sedangkan kelompok yang lain terdiri menghadap musuh, kemudim kiu mengucap salam lantas memerintahkan sahabat-sahabatmu apabila mereka diserang dengan serangan yang dahsyat maka mereka boleh berperang dan berbicara.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1379

صحيح ابن خزيمة 1379: حَدَّثَنَاهُ بُنْدَارٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا شَدِيدَ الْحَرِّ، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَصْحَابِهِ، فَأَطَالَ الْقِيَامَ حَتَّى جَعَلُوا يَخِرُّونَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ، ثُمَّ قَامَ فَصَنَعَ مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ جَعَلَ يَتَقَدَّمُ ثُمَّ يَتَأَخَّرُ، فَكَانَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ، ثُمَّ قَالَ: ” إِنَّهُ عُرِضَ عَلَيَّ كُلَّ شَيْءٍ تُوعَدُونَهُ، فَعُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ حَتَّى تَنَاوَلْتُ مِنْهَا قِطْفًا، وَلَوْ شِئْتُ لَأَخَذْتُهُ، ثُمَّ تَنَاوَلْتُ مِنْهَا قِطْفًا فَقَصَرَتْ يَدَيَّ عَنْهُ، ثُمَّ عُرِضَتْ عَلَيَّ النَّارُ فَجَعَلْتُ أَتَأَخَّرُ خِيفَةَ تَغْشَاكُمْ، وَرَأَيْتُ فِيهَا امْرَأَةً حِمْيَرِيَّةً سَوْدَاءَ طَوِيلَةً تُعَذَّبُ فِي هِرَّةٍ لَهَا رَبَطَتْهَا، فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ، وَرَأَيْتُ أَبَا ثُمَامَةَ عَمْرَو بْنَ مَالِكٍ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ، وَإِنَّهُمْ كَانُوا يَقُولُونَ: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْخَسِفَانِ إِلَّا لِمَوْتِ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُرِيكُمُوهَا اللَّهُ فَإِذَا خَسَفَتْ فَصَلُّوا حَتَّى تَنْجَلِيَ ” لَمْ يَقُلْ لَنَا بُنْدَارٌ: «الْقَمَرَ» وَفِي خَبَرِ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، وَكَثِيرِ بْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، وَعُرْوَةَ، وَعَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ: «أَنَّهُ رَكَعَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رُكُوعَيْنِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1379: Bundar menceritakannya kepada kami, Abdul A’la menceritakan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, ia berkata: Ketika terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah pada hari yang sangat panas, maka Rasulullah shalat mengimami para sahabat sambil berdiri lama yang membuat mereka hampir-hampir mereka terjatuh, lalu ruku dengan ruku yang lama, kemudian berdiri dan mengerjakan seperti apa yang dikerjakannya itu, lantas bergerak ke depan lalu ke belakang dan shalat tersebut menjadi empat rakaat dan empat sujud. Setelah itu berkata “Sesungguhnya telah diperlihatkan kepadaku segala sesuatu yang dijanjikan kepadamu, maka diperlihatkan kepadak surga dan diberikan kepadaku darinya satu tandan, jika aku menginginkannya niscaya aku mengambilnya, lalu diberikan kepadaku satu tandan maka aku menarik tangan aku darinya. Kemudian diperlihatkan kepadaku neraka maka aku menjauh karena takut akan menimpa kamu semua dan aku melihat di dalamnya seorang perempuan hitam tinggi dari Humairiyyah yang sedang disiksa karena seekor kucing peliharaannya yang diikat tanpa diberi makan serta tidak dilepaskan untuk memakan serangga. Aku juga melihat Abu Tsumamah Amr bin Malik yang menyeret kayunya di dalam neraka.” dan sesungguhnya mereka semua mengatakan. ‘Sesungguhnya matahari dan bulan tidaklah keduanya mengalami gerhana karena kematian yang agung, akan tetapi keduanya adalah tanda dari tanda-tanda dari kebesaran Allah yang diperlihatkan Allah kepadamu. Apabila terjadi gerhana maka shalatlah sampai terang kembali’.” Bundar tidak menyebutkan kepada kami kata “Bulan.” Di dalam hadis Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas dan Katsir bin Abbas, dari bin Abbas dan Urwah serta Umarah, dari Aisyah bahwa beliau ruku pada setiap satu rakaat dengan dua ruku.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1364

صحيح ابن خزيمة 1364: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، نا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى بْنِ الطَّبَّاعِ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ كَانَ إِذَا سُئِلَ عَنْ صَلَاةِ الْخَوْفِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ، وَقَالَ: «فَإِنْ كَانَ خَوْفٌ أَشَدَّ مِنْ ذَلِكَ صَلَّوْا رِجَالًا قِيَامًا عَلَى أَقْدَامِهِمْ، أَوْ رُكْبَانًا مُسْتَقْبِلِي الْقِبْلَةَ وَغَيْرَ مُسْتَقْبِلِيهَا» قَالَ نَافِعٌ: إِنَّ ابْنَ عُمَرَ رَوَى ذَلِكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ: ” رَوَى أَصْحَابُ مَالِكٍ هَذَا الْخَبَرَ عَنْهُ، فَقَالُوا: قَالَ نَافِعٌ: لَا أَرَى ابْنَ عُمَرَ ذَكَرَهُ إِلَّا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1364: Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Ishak bin Isa bin Ath-Thabba’ menceritakan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar bahwa apabila ia ditanya tentang shalat khauf, maka ia menyebutkan hadisnya secara sempurna, dan berkata, “Apabila rasa takut lebih dari itu maka mereka shalat sambil berjalan di atas kaki mereka atau menaiki kendaraan, menghadap kiblat atau tidak menghadap kiblat.” Nafi’ mengatakan bahwa Ibnu Umar telah meriwayatkannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Bakar berkata: Sahabat Malik meriwayatkan hadis ini darinya, bahwa mereka berkata, Nafi’ berkata, ‘Aku tidak melihat bahwa Ibnu Umar menyebutkannya selain dari Rasulullah ‘.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1380

صحيح ابن خزيمة 1380: قَالَ: وَقَدْ حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، نا أَبِي، وَابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ عَائِشَةَ: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي كُسُوفٍ سِتَّ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1380: Ia berkata: Bundar telah menceritakan kepada kami, Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, [Bapakku] dan bin Adi menceritakan kepada kami dari Hisyam, dari Qatadah, dan Atha , dari Ubaidullah bin Umair, dari Aisyah bahwa Nabi shalat ketika terjadi gerhana dengan enam ruku dan empat sujud.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1349

صحيح ابن خزيمة 1349: نا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى بْنِ أَبَانَ، وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحِيمِ الْبَرْقِيُّ الْمِصْرِيَّانِ قَالَا: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمُ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ الْهَادِ، حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ أَبُو سَعْدٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ الْخَوْفِ قَالَ: «قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَائِفَةٌ مِنْ وَرَاءِ الطَّائِفَةِ الَّتِي خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُعُودٌ وُجُوهُهُمْ كُلُّهُمْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَبَّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَبَّرَتِ الطَّائِفَتَانِ، فَرَكَعَ، فَرَكَعَتِ الطَّائِفَةُ الَّتِي خَلْفَهُ، وَالْآخَرُونَ قُعُودٌ، ثُمَّ سَجَدَ، فَسَجَدُوا أَيْضًا، وَالْآخَرُونَ قُعُودٌ، ثُمَّ قَامَ وَقَامُوا، وَنَكَسُوا خَلْفَهُمْ حَتَّى كَانُوا مَكَانَ أَصْحَابِهِمْ قُعُودٌ، وَأَتَتِ الطَّائِفَةُ الْأُخْرَى فَصَلَّى بِهِمْ رَكْعَةً وَسَجْدَتَيْنِ، وَالْآخَرُونَ قُعُودٌ، ثُمَّ سَلَّمَ، فَقَامَتِ الطَّائِفَتَانِ كِلْتَاهُمَا، فَصَلَّوْا لِأَنْفُسِهِمْ رَكْعَةً وَسَجْدَتَيْنِ، رَكْعَةً وَسَجْدَتَيْنِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1349: Zakaria bin Yahya bin Aban dan Ahmad bin Abdullah bin Abdurrahimm Al Barqi Al Mishriyyani menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ibnu Abu Maryam menceritakan kepada kami, Yahya bin Ayub mengabarkan kepada kami, Yazid bin Al Hadi menceritakan kepada kami, Syurahbil Abu Sa’ad menceritakan kepadaku dari Jabir bin Abdullah, dari Rasulullah tentang shalat khauf, ia berkata, “Rasulullah berdiri sementara kelompok yang berada di belakang kelompok yang di belakang Nabi duduk, wajah mereka semua menghadap Rasulullah SAW, lalu ketika Rasulullah bertakbir, kedua kelompok tersebut juga bertakbir, kemudian beliau ruku maka kelompok yang dibelakang beliau ikut ruku sedangkan yang lain tetap duduk, lantas beliau berdiri dan mereka juga ikut berdiri sambil berputar kebelakang sehingga mereka menempati tempat sahabat-sahabat yang sedang duduk. Kemudian datang kelompok yang lain lalu beliau shalat bersama mereka satu rakaat serta dua sujud, sedangkan yang lain masih tetap duduk, kemudian beliau salam dan kedua kelompok tersebut berdiri secara bersamaan lalu shalat sendirian satu rakaat dengan dua sujud, satu rakaat dengan dua sujud.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1350

صحيح ابن خزيمة 1350: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلِ بْنِ عَسْكَرٍ، ثنا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ، ثنا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ، أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَهُ: «أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْخَوْفِ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ صَلَّى بِالطَّائِفَةِ الْأُخْرَى رَكْعَتَيْنِ، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، وَصَلَّى بِكُلِّ طَائِفَةٍ رَكْعَتَيْنِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1350: Muhammad bin Sahal bin Askar menceritakan kepada kami, Yahya bin Hassan menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Salam menceritakan kepada kami, Yahya bin Abu Katsir mengabarkan kepada kami, Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami dari Jabir bin Abdullah telah mengabarkan kepadanya bahwa ia pernah melakukan shalat khauf bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah kemudian shalat bersama salah satu kelompok dua rakaat, lalu shalat dengan kelompok yang lain dua rakaat, maka Rasulullah shalat empat rakaat sedangkan tiap-tiap kelompok shalat dua rakaat.