Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1624

صحيح ابن خزيمة 1624: نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ سَعِيدٍ وَهُوَ الْمَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ لَنَا حَصِيرٌ نَبْسُطُهُ بِالنَّهَارِ، وَيَتَحَجَّرُهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ، فَيُصَلِّي فِيهِ، فَتَتَبَّعَ لَهُ نَاسٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ، فَعَلِمَ بِهِمْ، فَقَالَ: «اكْلَفُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ؛ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا» ، وَكَانَ أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَيْهِ مَا دِيمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ، وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً أَثْبَتَهَا. هَذَا حَدِيثُ عَبْدِ الْجَبَّارِ، وَقَالَ سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ: فَسَمِعَ بِهِ نَاسٌ، فَصَلَّوْا بِصَلَاتِهِ، وَزَادَ: وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ: «إِنِّي خَشِيتُ أَنْ أُؤْمَرَ فِيكُمْ بِأَمْرٍ لَا تُطِيقُونَهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1624: Abdul Jabbar bin Al ‘Ala dan Said bin Abdurrahman memberitakan kepada kami,dan berkata, “Sufyan telah memberitakan kepada kami dari Ibnu ‘Ajlan, dari Said, yaitu Al Maqburi, dari Abu Salama, dari Aisyah yang berkata, ‘dahulu kami mempunyai sehelai tikar yang kami bentangkan di siang hari. Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempergunakannya untuk alas tidur di malam hari dan sekaligus untuk tempat shalat. Kemudian perlahan-lahan para sahabat mengikuti shalat beliau tersebut. Ternyata Rasulullah mengetahui apa yang dilakukan oleh para sahabat. Akhirnya beliau bersabda, ‘Lakukanlah ibadah sesuai dengan apa yang sanggup kalian lakukan. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah jemu hingga kalian menjadi jemu. Ketahuilah, pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah yang konsisten meskipun sedikit.’ Apabila shalat, maka Rasulullah pun memantapkannya.” Ini adalah hadis Abdul Jabbar. Sementara Said bin Abdurrahman berkata, “Para sahabat telah mendengar suara Rasulullah dan mereka ikut shalat bersamanya.” Kemudian Said bin Abdurrahman menambahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ‘Sesungguhnya aku khawatir untuk memerintahkan kepada kalian suatu pekerjaan yang kalian tidak sanggup melakukannya.’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1640

صحيح ابن خزيمة 1640: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ، ثنا عَمِّي، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عَبَّادُ بْنُ زِيَادٍ، أَنَّ عُرْوَةَ بْنَ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، أَخْبَرَهُ أَنَّهُ، سَمِعَ أَبَاهُ يَقُولُ: عَدَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَعَهُ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ قَبْلَ الْفَجْرِ، فَعَدَلْتُ مَعَهُ، فَأَنَاخَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَبَرَّزُ، فَسَكَبْتُ عَلَى يَدَيْهِ مِنَ الْإِدَاوَةِ، فَغَسَلَ كَفَّهُ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ، ثُمَّ حَسَرَ عَنْ ذِرَاعَيْهِ، فَضَاقَ كُمَّا جُبَّتِهِ، فَأَدْخَلَ يَدَهُ فَأَخْرَجَهُمَا مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ، فَغَسَلَهُمَا إِلَى الْمِرْفَقِ، فَمَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ عَلَى خُفَّيْهِ، ثُمَّ رَكِبَ، فَأَقْبَلْنَا نَسِيرُ حَتَّى نَجِدَ النَّاسَ فِي الصَّلَاةِ قَدْ قَدَّمُوا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ، فَرَكَعَ بِهِمْ رَكْعَةً مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَفَّ مَعَ الْمُسْلِمِينَ فَصَلَّى وَرَاءَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ الرَّكْعَةَ الثَّانِيَةَ، ثُمَّ سَلَّمَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُتِمُّ صَلَاتَهُ، فَفَزِعَ الْمُسْلِمُونَ، وَأَكْثَرُوا التَّسْبِيحَ، لِأَنَّهُمْ سَبَقُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالصَّلَاةِ، فَلَمَّا سَلَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُمْ: «أَحْسَنْتُمْ، أَوْ أَصَبْتُمْ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1640: Ahmad bin Abdurrahman bin Wahab memberitakan kepada kami, pamanku memberitakan kepada kami, Yunus memberitakan kepada kami, dari Az-Zuhri bahwasanya dia berkata, “Ibad bin Ziyad memberitakan kepadaku bahwasannya Urwah bin Al Mughirah bin Syu’bah telah memberitakan bahwasanya ia telah mendengar bapaknya itu berkata, “Dalam perang tabuk, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku mengendarai unta. Kemudian beliau menderumkan untanya agar dapat buang air besar. Lalu aku menuangkan air kepada kedua tangan beliau. Setelah itu, Rasulullah mencuci tangannya dan membasuh mukanya. Kemudian beliau singsingkan kedua lengannya hingga kedua tangan baju jubahnya menjadi sempit. Lalu beliau masukkan tangannya dan mengeluarkannya kembali dari bawah jubahnya. Setelah itu beliau basuh sampai ke pergelangan tangan serta menyapu kepalanya. Beliau juga membasuh kedua setiwelnya dan selanjutnya beliau mengendarai unta. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan hingga kami bertemu dengan rombongan kaum muslimin yang sedang melaksanakan shalat. Kebetulan yang menjadi imam dalam shalat tersebut adalah Abdurrahman bin Auf. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut ke dalam barisan shalat bersama kaum muslimin lainnya. Kemudian Rasulullah menjadi makmum kepada Abdurrahman bin Auf pada rakaat yang kedua. Tak lama kemudian Abdurrahman bin Auf mengakhiri shalat shubuh beijama’ah itu dengan mengucapkan salam. Lalu Rasulullah bangun dari duduknya untuk menyempurnakan shalatnya. Mengetahui hal itu, maka kaum muslimin lainnya pun merasa terkejut sambil memperbanyak membaca tasbih karena mereka telah mendahului Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Usai menyempurnakan shalatnya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka, ‘Kalian telah melakukan sesuatu yang benar’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1609

صحيح ابن خزيمة 1609: نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، ثنا سُفْيَانُ، ثنا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: كَانَ مُعَاذٌ يُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى قَوْمِهِ، فَيَأُمُّهُمْ، فَأَخَّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ الْعِشَاءَ، ثُمَّ يَرْجِعُ مُعَاذٌ يَؤُمُّ قَوْمَهُ، فَافْتَتَحَ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ، فَتَنَحَّى رَجُلٌ وَصَلَّى نَاحِيَةً، ثُمَّ خَرَجَ فَقَالُوا: مَا لَكَ يَا فُلَانُ؟ نَافَقْتَ؟ قَالَ: مَا نَافَقْتُ، وَلَآتِيَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَأُخْبِرَنَّهُ قَالَ: فَذَهَبَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ مُعَاذًا يُصَلِّي مَعَكَ ثُمَّ يَرْجِعُ فَيَؤُمُّنَا، وَإِنَّكَ أَخَّرْتَ الْعِشَاءَ الْبَارِحَةَ، ثُمَّ جَاءَ يَؤُمُّنَا فَافْتَتَحَ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ، وَإِنَّمَا نَحْنُ أَصْحَابُ نَوَاضِحَ، وَإِنَّمَا نَعْمَلُ بِأَيْدِينَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفَتَّانٌ أَنْتَ يَا مُعَاذُ؟ اقْرَأْ بِسُورَةِ كَذَا، وَسُورَةِ كَذَا» ، فَقُلْنَا لِعَمْرٍو: إِنَّ أَبَا الزُّبَيْرِ يَقُولُ: سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ، وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ؟ فَقَالَ: هُوَ نَحْوُ هَذَا

Shahih Ibnu Khuzaimah 1609: Abdul Jabbar bin Al’Ala memberitakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Amr bin Dinar memberitakan kepada kami dan berkata, aku pernah mendengar Jabir bin Abdullah berkata, “Mu’adz adalah salah seorang sahabat yang senantiasa melaksanakan shalat berjama’ah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah memahami tata cara shalat berjama’ah, maka Mu’adz dipercaya untuk menjadi imam bagi sahabat yang lain. Pada suatu hari, Rasulullah terlambat datang ke masjid untuk shalat berjama’ah. Lalu Mu’adz didaulat untuk menjadi imam bagi para sahabat yang lain. Akhirnya Mu’adz menjadi imam dan memulai rakaat pertama dengan membaca surah Al Baqarah. Ternyata ada seorang sahabat yang menyingkir dari jama’ah dan melaksanakan shalat sendiri di sudut masjid. Usai melaksanakan shalat, para sahabat yang lain bertanya kepada sahabat yang memisahkan diri dari jama’ah dan melaksanakan shalat sendirian itu, ‘Hai fulan, seru para sahabat, ‘Apakah kamu telah menjadi orang munafik?’ sahabat itu menjawab, “Tidak. Aku tidak menjadi orang munafik. Akan tetapi, aku akan menemui Rasulullah untuk menceritakan (apa yang aku alami).’ Esok harinya laki-laki itu pergi menemui Rasulullah dan berkata kepadanya, ‘Wahai Rasulullah, Mu’adz sering ikut shalat berjama’ah bersama anda. Lalu ia dipercaya untuk menjadi imam bagi para sahabat yang lain. Kemarin anda datang terlambat untuk shalat isya bersama para sahabat yang lain, maka Mu’adz lah yang ditunjuk untuk menjadi imam shalat kami. Hanya saja pada rakaat pertama, Mu’adz membaca surah yang panjang, yaitu Al Baqarah. Ketahuilah hai Rasulullah, kami ini adalah kaum pekerja yang sibuk dengan tugas kami.” Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Mu’adz seraya berseru kepadanya, “Hai Mu ‘adz, apakah kamu orang yang suka menebar bencana? (apabila kamu menjadi imam Shalat) maka bacalah surah ini dan surah itu” Kemudian kami berkata kepada Amr, Abu Zubair telah berkata, “ayat yang dimaksud itu adalah ‘Sabbihisma rabbika’ dan ‘Was samaai wa aththariq’.” Amr berkata, “Hadis itu sama seperti hadis ini.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1625

صحيح ابن خزيمة 1625: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ، نا الْمُعْتَمِرُ قَالَ: سَمِعْتُ حُمَيْدًا، ثنا أَنَسٌ، ح وَثنا الصَّنْعَانِيُّ، أَيْضًا، ثنا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ ثنا حُمَيْدٌ قَالَ: قَالَ أَنَسٌ ح وَحَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى، نا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، نا حُمَيْدٌ، عَنْ أَنَسٍ، وَهَذَا حَدِيثُ بِشْرِ بْنِ الْمُفَضَّلِ قَالَ: صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ حُجَرِهِ، فَجَاءَ نَاسٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ، فَلَمَّا أَحَسَّ بِمَكَانِهِمْ تَجَوَّزَ فِي صَلَاتِهِ، ثُمَّ دَخَلَ الْبَيْتَ فَصَلَّى مَا شَاءَ اللَّهُ، ثُمَّ خَرَجَ، فَعَلَ ذَلِكَ مِرَارًا، فَلَمَّا أَصْبَحُوا قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، صَلَّيْنَا بِصَلَاتِكَ اللَّيْلَةَ وَنَحْنُ نُحِبُّ أَنْ نَبْسُطَ قَالَ: «عَمْدًا فَعَلْتُ ذَلِكَ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1625: Muhammad bin Abdul A’la Ash-Shan’ani memberitakan kepada kami, Al Mu’tamir memberitakan kepada kami dan berkata, “Aku pernah mendengar Hamid berkata, Anas memberitakan kepada kami, Ha, Ash-Shan’ani memberitakan kepada kami, Basyar, yaitu Ibnu Al Mufadhal, Hamid memberitakan kepada kami dan berkata, “Anas berkata, Ha, ‘Abu Musa telah menceritakan sebuah hadis kepada kami, Khalid bin Al Harits menceritakan kepada kami, Hamid menceritakan kepada kami, dari Anas —dan ini adalah hadis Basyar bin Al Mufadhal— yang berkata, “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat di salah satu ruangnya. Tak lama kemudian, para sahabat datang untuk ikut shalat bersama beliau. Ketika merasakan kehadiran mereka, maka Rasulullah mulai mengeijakan hal-hal yang diwajibkan saja dalam shalatnya dan setelah itu beliau masuk ke dalam kamar rumahnya. Kemudian, di dalam kamarnya itu, Rasulullah melaksanakan shalat sekehendak hatinya. Setelah itu, Rasulullah keluar dari kamar rumahnya dan kembali mengerjakan shalat. Keesokan harinya, para sahabat berkata, ‘Hai Rasulullah, tadi malam kami ikut shalat bersama anda dan kami senang membentangkan (tikar bersama anda).’ Rasulullah menjawab, “Sengaja aku melakukan hal itu.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1610

صحيح ابن خزيمة 1610: ثنا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، ثنا وَكِيعٌ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ حَيَّانَ أَبِي الْأَشْهَبِ السَّعْدِيِّ، وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ الْقَيْسِيُّ، ثنا أَبُو عَامِرٍ، أَخْبَرَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ، نا أَبُو نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَصْحَابِهِ تَأَخُّرًا، فَقَالَ: «تَقَدَّمُوا، وَائْتَمُّوا بِي، وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ، وَلَا يَزَالُ الْقَوْمُ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمُ اللَّهُ» هَذَا حَدِيثُ وَكِيعٍ، وَقَالَ ابْنُ مَعْمَرٍ: عَنْ أَبِي نَضْرَةَ الْعَبْدِيِّ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1610: Salm bin Junadah memberitakan kepada kami, Waki’ memberitakan kepada kami, dari Ja’far bin Hayyan Abu Al Asyhab As-Sa’di, Muhammad bin Ma’mar Al Qaisi memberitakan kepada kami, Abu Amir menceritakan kepada kami, Abu Al Asyhab, Abu Nadhrah memberitakan kepada kami, dari Abu Said Al Khudri yang telah berkata, “Pada suatu ketika, Rasulullah melihat beberapa orang sahabat datang terlambat ke masjid. Lalu Rasulullah berkata kepada mereka, ‘Hai para jama’ah yang terlambat, majulah dan ikutilah aku! Selanjutnya jama’ah yang di belakang mengikuti jama’ah yang ada di depan. Selama kaum muslimin masih datang terlambat ke masjid, maka Allah akan melambatkan mereka.” Ini adalah hadis Waki’. Ibnu Ma’mar berkata, “Aku menerima hadis ini dari Abu Nadhrah Al Abidi.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1626

صحيح ابن خزيمة 1626: نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، نا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، نا يُونُسُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، وَعُدِّلَتِ الصُّفُوفُ قِيَامًا، فَخَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا قَامَ فِي مُصَلَّاهُ ذَكَرَ أَنَّهُ جُنُبٌ، فَأَوْمَأَ إِلَيْنَا وَقَالَ: «مَكَانَكُمْ» ، ثُمَّ دَخَلَ فَاغْتَسَلَ فَخَرَجَ فَصَلَّى بِنَا. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فِي خَبَرِ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ زِيَادٍ الْأَعْلَمِ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْتَتَحَ الصَّلَاةَ، ثُمَّ أَوْمَأَ إِلَيْهِمْ أَنْ مَكَانَكُمْ، ثُمَّ دَخَلَ، ثُمَّ خَرَجَ وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ، فَصَلَّى بِهِمْ.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1626: Amr bin Ali memberitakan kepada kami, Utsman bin Umar memberitakan kepada kami, Yunus memberitakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Abu Salama, dari Abu Hurairah yang berkata, “Pada suatu ketika, iqamat telah dikumandangkan, barisan shalat telah diluruskan, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah berada di masjid. Ketika akan memulai shalat, tiba-tiba beliau ingat bahwasanya beliau sedang dalam keadaan junub (berhadats besar). Kemudian beliau memberi isyarat kepada kami untuk tetap berada di tempat kami. Usai menunaikan mandi hadats besar, Rasulullah keluar dari kamarnya dan shalat bersama kami.” Abu Bakar berkata: “Dalam hadis Hamad bin Salama, dari Ziyad Al ‘Alam, dari Hasan, dan dari Abu Bakrah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memulai shalat. Tiba-tiba beliau memberi isyarat kepada para sahabat lainnya untuk tetap berada di tempat shalatnya. Lalu beliau masuk ke dalam rumah (untuk membersihkan diri dari hadats besar). Tak lama kemudian beliau keluar dari kamar, sementara dari rambutnya menetes air bekas mandi. Selanjutnya Rasulullah menjadi imam shalat bagi para sahabat.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1611

صحيح ابن خزيمة 1611: نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، نا سُفْيَانُ، نا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رِوَايَةً قَالَ: «إِنَّ الْإِمَامَ أَمِينٌ، أَوْ أَمِيرٌ، فَإِنْ صَلَّى قَاعِدًا، فَصَلُّوا قُعُودًا، وَإِنْ صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1611: Abdul Jabbar bin Al ‘Ala memberitakan kepada kami, Sufyan memberitakan kepada kami, Abu Zinad memberitakan kepada kami, dari Al ‘Araj, dari Abu Hurairah yang berkata, “Sesungguhnya imam itu dapat dipercaya dan pemimpin. Apabila ia shalat sambil duduk, maka ikutlah kalian shalat sambil duduk. Dan apabila ia shalat sambil berdiri, maka ikutlah kalian shalat sambil berdiri.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1627

صحيح ابن خزيمة 1627: نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ، نا يَحْيَى بْنُ عَبَّادٍ، ح وَثنا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَيْضًا، ثنا عَفَّانُ، ح وَثنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالُوا: ثنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، زَادَ الدَّوْرَقِيُّ: فَلَمَّا سَلَّمَ، أَوْ قَالَ: فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ قَالَ: «إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ، وَإِنِّي كُنْتُ جُنُبًا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1627: Hasan bin Muhammad Az-Za’farani memberitakan kepada kami, Yahya bin Ibad memberitakan kepada kami, Ha, Al Hasan bin Muhammad menceritakan kepada kami, Affan menceritakan kepada kami, Ha, Ya’kub bin Ibrahim Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, mereka berkata, “Hamad bin Salama menceritakan kepada kami,” Lalu Ad-Dauraqi menambahkan, “Usai melaksanakan shalat berjama’ah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ketahuilah, sesungguhnya aku juga manusia. Tadi aku sedang herhadats besar’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1596

صحيح ابن خزيمة 1596: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ، ثنا الْمُعْتَمِرُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ لَمْ نَزَلْ قِيَامًا حَتَّى نَرَاهُ قَدْ سَجَدَ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1596: Muhammad bin Abdul A’la Ash-Shan’ani memberitakan kepada kami, Al Mu’tamir memberitakan kepada kami, dari bapaknya, dari Anas yang berkata, “Apabila Rasulullah mengangkat kepalanya untuk bangun dari ruku, maka kami tetap berdiri hingga kami melihat beliau telah sujud.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1581

صحيح ابن خزيمة 1581: نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّدَفِيُّ، نا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ، وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا أَمَّنَ الْإِمَامُ فَأَمِّنُوا، فَمَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1581: Yunus bin Abdul A’la Ash-Shadafi memberitakan kepada kami, Ibnu Wahab memberitakan kepada kami, Yunus memberitakan kepada kami, dari Ibnu Syihab, Said bin Al Musayyib dan Abu Salama bin Abdurrahman memberitakan kepada kami bahwasannya Abu Hurairah telah berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apabila imam membaca amin, maka ikutlah membaca amin. Barangsiapa bacaan aminnya berbarengan dengan bacaan amin para malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni’.”