Skip to main content

Musnad Syafi’i 1180

مسند الشافعي 1180: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ، أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يُعَلِّمُ النَّاسَ التَّشَهُّدَ يَقُولُ: ” قُولُوا: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، الزَّاكِيَاتُ لِلَّهِ، الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ “

Musnad Syafi’i 1180: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Urwah bin Zubair, dari Abdurrahman bin Abdul Qari’ bahwa ia pernah mendengar Umar bin Al Khaththab berkhutbah di atas mimbar seraya mengajarkan tasyahud kepada orang-orang. Ia mengatakan: Ucapkanlah, “Semua penghormatan bagi Allah, semua kesucian bagi Allah, semua kebaikan —yakni salawat— milik Allah. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Nabi; begitu pula rahmat dan berkah-Nya. Semoga keselamatan terlimpah kepada kami, juga kepada hamba-hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya” 417

Musnad Syafi’i 1179

مسند الشافعي 1179: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَمَ يَهُودِيَّيْنِ زَنَيَا

Musnad Syafi’i 1179: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar : Nabi pernah merajam 2 orang Yahudi yang berzina. 416

Musnad Syafi’i 1178

مسند الشافعي 1178: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَعَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ، أَنَّهُمَا أَخْبَرَاهُ أَنَّ رَجُلَيْنِ اخْتَصَمَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحَدُهُمَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، اقْضِ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ، وَقَالَ الْآخَرُ وَهُوَ أَفْقَهُهُمَا: أَجَلْ يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَاقْضِ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ، وَائْذَنْ لِي فِي أَنْ أَتَكَلَّمَ، قَالَ: «تَكَلَّمْ» . قَالَ: إِنَّ [ص:237] ابْنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هَذَا فَزَنَى بِامْرَأَتِهِ، فَأُخْبِرْتُ أَنَّ عَلَى ابْنِيَ الرَّجْمَ، فَافْتَدَيْتُ مِنْهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَبِجَارِيَةٍ لِي، ثُمَّ إِنِّي سَأَلْتُ أَهْلَ الْعِلْمِ فَأَخْبَرُونِي أَنَّ عَلَى ابْنِي جَلْدَ مِائَةٍ وَتَغْرِيبَ عَامٍ، وَإِنَّمَا الرَّجْمُ عَلَى امْرَأَتِهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَأَقْضِيَنَّ بَيْنَكُمَا بِكِتَابِ اللَّهِ، أَمَّا غَنَمُكَ وَجَارِيَتُكَ فَرَدٌّ إِلَيْكَ» وَجَلَدَ ابْنَهُ مِائَةً وَغَرَّبَهُ عَامًا، وَأَمَرَ أُنَيْسًا الْأَسْلَمِيَّ أَنْ يَأْتِيَ امْرَأَةَ الْآخَرِ فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا، فَاعْتَرَفَتْ فَرَجَمَهَا

Musnad Syafi’i 1178: Malik mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid Al Juhani bahwa keduanya telah mengabarkan kepadanya: Ada 2 orang lelaki bersengketa di hadapan Rasulullah , salah seorang di antaranya berkata, “Wahai Rasulullah, putuskanlah di antara kami dengan Kitabullah.” Sedangkan yang lain -ia lebih mengerti- berkata, “Memang benar, wahai Rasulullah, putuskanlah di antara kami dengan Kitabullah dan izinkanlah aku bicara.” Nabi bersabda, “Katakanlah!” la berkata, “Sesungguhnya anak lelakiku menjadi pelayan orang ini, lalu anakku berzina dengan istrinya. Kemudian diberitakan kepadaku bahwa anakku terkena hukuman rajam, maka aku menebus anakku darinya dengan 100 ekor kambing dan seorang budak perempuan. Selanjutnya aku Bertanya kepada para ulama, ternyata mereka memberitahukan kepadaku bahwa anakku dihukum dera 100 kali dan diasingkan selama setahun. Sesungguhnya hukuman rajam itu hanya atas istri (majikan)nya.” Maka Nabi bersabda, “Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, aku benar-benar akan memutuskan perkara kalian berdua dengan Kitabullah. Adapun mengenai kambingmu dan budak perempuanmu akan dikembalikan kepadamu.”Nabi mendera anak lelakinya 100 kali dan mengasingkannya selama setahun, lalu beliau memerintahkan kepada Unais Al Aslami untuk mendatangi istri lelaki tersebut. Jika dia mengaku, maka rajamlah dia. Ternyata istri lelaki itu mengaku, maka Unais merajamnya. 415

Musnad Syafi’i 1177

مسند الشافعي 1177: أَخْبَرَنِي ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ: «إِنَّا لَنَذْبَحُ مَا شَاءَ اللَّهُ مِنْ ضَحَايَانَا، ثُمَّ نَتَزَوَّدُ بَقِيَّتَهَا إِلَى الْبَصْرَةِ»

Musnad Syafi’i 1177: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibrahim bin Maisarah, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Anas bin Malik berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar telah menyembelih hewan- hewan kurban kami seperti apa yang dikehendaki oleh Allah, kemudian kami membuat bekal dari sisanya sampai ke Bashrah.” 414

Musnad Syafi’i 1176

مسند الشافعي 1176: أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ، عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَأْكُلَنَّ أَحَدُكُمْ مِنْ نُسُكِهِ بَعْدَ ثَلَاثٍ»

Musnad Syafi’i 1176: Orang yang terpercaya mengabarkan kepada kami dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Abu Ubaid, dari Ali yang menceritakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian memakan daging hewan kurbannya setelah 3 (hari).”413

Musnad Syafi’i 1175

مسند الشافعي 1175: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ، مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ قَالَ: شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: لَا يَأْكُلَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنْ لَحْمِ نُسُكِهِ بَعْدَ ثَلَاثٍ

Musnad Syafi’i 1175: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Ubaid maula Ibnu Azhar, ia mengatakan: Aku ikut menyaksikan (shalat) hari raya bersama Ali bin Abu Thalib, lalu aku mendengar ia berkata, “Jangan sekali-kali seseorang dari kalian makan daging hewan kurbannya sesudah 3 (hari).”412

Musnad Syafi’i 1174

مسند الشافعي 1174: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي حَكِيمٍ، عَنْ عَبِيدَةَ بْنِ سُفْيَانَ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَكْلُ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ حَرَامٌ»

Musnad Syafi’i 1174: Malik mengabarkan kepada kami dari Ismail bin Abu Hakim, dari Ubaidah bin Sufyan Al Hadhrami, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Memakan semua hewan pemangsa yang bertaring adalah haram.”411

Musnad Syafi’i 1173

مسند الشافعي 1173: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ

Musnad Syafi’i 1173: Ibnu Uyainah menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Abu Idris Al Khaulani, dari Abu Tsalabah Al Khusyani: Bahwa Nabi telah melarang memakan setiap hewan pemangsa yang bertaring. 410

Musnad Syafi’i 1188

مسند الشافعي 1188: أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ الْقَدَّاحُ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ مَوْهَبٍ، أَنَّهُ أَخْبَرَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ صَيْفِيٍّ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَلَمْ أُنَبَّأْ، أَوْ: أَلَمْ يَبْلُغْنِي، أَوْ كَمَا شَاءَ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ، أَنَّكَ تَبِيعُ الطَّعَامَ؟ ” قَالَ حَكِيمٌ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَبِيعَنَّ طَعَامًا حَتَّى تَشْتَرِيَهُ وَتَسْتَوْفِيَهُ»

Musnad Syafi’i 1188: Sa’id bin Salim Al Qatadah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha’ bin Abu Rabah, dari Shafwan bin Mauhab, bahwa ia mengabarkan kepadanya dari Abdullah bin Muhammad bin Shaifi, dari Hakim bin Hizam, ia mengatakan: Bahwa Rasulullah telah bersabda, “Aku mendapat berita atau telah sampai suatu berita kepadaku -atau yang semakna dengannya- bahwa kamu menjual makanan. Benarkah itu?” Hakim menjawab, “Memang benar, wahai Rasulullah!” Rasulullah bersabda, “Jangan sekali-kali kamu menjual makanan sebelum kamu membeli dan sesuai dengan takaran atau timbangan.”425

Musnad Syafi’i 1172

مسند الشافعي 1172: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدٍ، وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «وَفِي الرِّكَازِ الْخُمُسُ»

Musnad Syafi’i 1172: Ibnu Uyainah menceritakan kepada dari Az-Zuhri, dari Sa’id dan Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah bahwa Nabi pernah bersabda, “Zakat harta rikaz adalah seperlimanya.” 409