Skip to main content

Musnad Syafi’i 1170

مسند الشافعي 1170: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أُرَاهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرَ صَلَاةَ الْخَوْفِ فَقَالَ: «إِنْ كَانَ خَوْفًا أَشَدَّ مِنْ ذَلِكَ صَلُّوا رِجَالًا وَرُكْبَانًا مُسْتَقْبِلِي الْقِبْلَةِ وَغَيْرَ مُسْتَقْبِلِيهَا»

Musnad Syafi’i 1170: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar; menurut dugaanku dia menceritakannya dari Nabi , maka ia menuturkan tentang shalat Khauf. Untuk itu ia berkata. “Apabila rasa takut lebih gawat daripada hal itu, maka mereka shalat dengan berjalan kaki dan berkendaraan dengan menghadap kiblat, juga tanpa menghadap kiblat.” 407

Musnad Syafi’i 1185

مسند الشافعي 1185: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَخْطُبُ، فَقَالَ عُمَرُ: أَيَّةُ سَاعَةٍ هَذِهِ؟ فَقَالَ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، انْقَلَبْتُ مِنَ السُّوقِ فَسَمِعْتُ النِّدَاءَ فَمَا زِدْتُ عَلَى أَنْ تَوَضَّأْتُ، فَقَالَ عُمَرُ: وَالْوُضُوءُ أَيْضًا، وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِالْغُسْلِ

Musnad Syafi’i 1185: Malik mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Salim bin Abdullah bin Umar, ia mengatakan: Seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi memasuki masjid di hari Jum’at ketika itu Umar bin Khaththab Sedang khutbah. Maka Umar berkata, “Jam berapakah sekarang?” Lelaki itu menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, aku baru kembali dari pasar dan aku mendengar adzan, maka aku tidak lebih hanya mempunyai waktu untuk wudhu.” Umar berkata, “Hanya wudhu, padahal engkau telah mengetahui bahwa Rasulullah dahulu memerintahkan untuk mandi.” 422

Musnad Syafi’i 1169

مسند الشافعي 1169: أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ مَعْنَاهُ، لَا أَدْرِي أَسَمَّى بَنِي أَنْمَارٍ أَوْ قَالَ: صَلَّى فِي سَفَرٍ

Musnad Syafi’i 1169: Muslim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi tentang hal yang semakna, “Aku tidak mengetahui apakah ia menyebut Bani Anmar dari Ibnu Az-Zubair atau ia mengatakan shalat dalam perjalanan.” 406

Musnad Syafi’i 1184

مسند الشافعي 1184: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ عَمِّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَعَثَ إِلَى ابْنِ أَبِي الْحُقَيْقِ نَهَى عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ

Musnad Syafi’i 1184: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ibnu Ka’b bin Malik, dari pamannya : Bahwa Nabi ketika mengirimkan pasukan untuk memerangi Ibnu Abu Al Huqaiq, melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak.” 421

Musnad Syafi’i 1183

مسند الشافعي 1183: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَخْبَرَنِي الصَّعْبُ بْنُ جَثَّامَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْأَلُ عَنْ أَهْلِ الدَّارِ، مِنَ الْمُشْرِكِينَ يُبَيَّتُونَ فَيُصَابُ مِنْ نِسَائِهِمْ وَذَرَارِيِّهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُمْ مِنْهُمْ» وَزَادَ عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ: «هُمْ مِنْ آبَائِهِمْ»

Musnad Syafi’i 1183: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan: Ash-Sha’b bin Jatsamah mengabarkan kepadaku bahwa ia pemah mendengar Nabi ketika ditanya mengenai penduduk sebuah kampung dari kalangan kaum musyrik yang diserang di malam hari, lalu kaum wanita dan anak-anak mereka ada yang terbunuh. Maka beliau menjawab, “Kaum wanita dan anak-anak mereka adalah termasuk mereka juga.” Amir bin Dinar menambahkan dari Az-Zuhri, “Mereka termasuk ayah-ayah mereka.”420

Musnad Syafi’i 1182

مسند الشافعي 1182: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ قَالَ: «الدِّينَارُ بِالدِّينَارِ، وَالدِّرْهَمُ بِالدِّرْهَمِ لَا فَضْلَ بَيْنَهُمَا، هَذَا عَهْدُ نَبِيِّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْنَا، وَعَهْدُنَا إِلَيْكُمْ»

Musnad Syafi’i 1182: Malik mengabarkan kepada kami dari Humaid bin Qais, dari Mujahid, dari Ibnu Umar yang mengatakan: Dinar dengan dinar, dirham dengan dirham, tidak boleh ada kelebihan di antara keduanya, itulah ikrar Nabi kita kepada kami, dan ikrar kami kepada kalian. 419

Musnad Syafi’i 1181

مسند الشافعي 1181: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ هِشَامَ بْنَ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ، يَقْرَأُ سُورَةَ الْفُرْقَانِ عَلَى غَيْرِ مَا أَقْرَأُهَا، وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْرَأَنِيهَا، فَكِدْتُ أَنْ أَعْجَلَ عَلَيْهِ، ثُمَّ أَمْهَلْتُهُ حَتَّى انْصَرَفَ، ثُمَّ لَبَّبْتُهُ بِرِدَائِهِ فَجِئْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي سَمِعْتُ هَذَا يَقْرَأُ سُورَةَ الْفُرْقَانِ عَلَى غَيْرِ مَا أَقْرَأْتَنِيهَا، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اقْرَأْ» . فَقَرَأَ الْقِرَاءَةَ الَّتِي سَمِعْتُهُ يَقْرَأُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَكَذَا أُنْزِلَتْ» . ثُمَّ قَالَ لِيَ: «اقْرَأْ» . فَقَرَأْتُ فَقَالَ: «هَكَذَا أُنْزِلَتْ، إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ أُنْزِلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ»

Musnad Syafi’i 1181: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Urwah bin Az-Zubair, dari Abdurrahman bin Abdul Qari ia mengatakan: Bahwa ia pernah mendengar Umar bin Khaththab menceritakan hadis berikut: Aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca surah Al Furqan bukan dengan bacaan yang biasa aku lakukan dari Nabi yang mengajarkannya kepadaku. Maka hampir saja aku bertindak terburu-buru terhadapnya, tetapi aku dapat menguasai diri dan kutangguhkan dia hingga selesai. Setelah itu aku pegang kain selendangnya, lalu kuhadapkan kepada Nabi , dan aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendengar orang ini membaca surah Al Furqan dengan bacaan yang berbeda dengan apa yang telah engkau ajarkan kepadaku.” Lalu Rasulullah bersabda kepadanya, “Bacalah!” Maka ia membaca dengan bacaan yang pernah aku dengar tadi. Sesudahnya Nabi bersabda, “Demikianlah ia diturunkan.” Kemudian beliau bersabda kepadaku, “Bacalah!” Maka aku membacanya. Setelah itu beliau bersabda, “Memang demikianlah ia diturunkan, sesungguhnya Al Qur’an ini diturunkan dengan 7 dialek, maka bacalah menurut bacaan yang paling mudah darinya.”418

Musnad Syafi’i 1180

مسند الشافعي 1180: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ، أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، عَلَى الْمِنْبَرِ وَهُوَ يُعَلِّمُ النَّاسَ التَّشَهُّدَ يَقُولُ: ” قُولُوا: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، الزَّاكِيَاتُ لِلَّهِ، الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ “

Musnad Syafi’i 1180: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Urwah bin Zubair, dari Abdurrahman bin Abdul Qari’ bahwa ia pernah mendengar Umar bin Al Khaththab berkhutbah di atas mimbar seraya mengajarkan tasyahud kepada orang-orang. Ia mengatakan: Ucapkanlah, “Semua penghormatan bagi Allah, semua kesucian bagi Allah, semua kebaikan —yakni salawat— milik Allah. Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Nabi; begitu pula rahmat dan berkah-Nya. Semoga keselamatan terlimpah kepada kami, juga kepada hamba-hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya” 417

Musnad Syafi’i 1163

مسند الشافعي 1163: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ «صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ حُوِّلَتِ الْقِبْلَةُ قَبْلَ بَدْرٍ بِشَهْرَيْنِ»

Musnad Syafi’i 1163: Malik mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari sa’id bin Al Musayyab, bahwa ia mengatakan: Rasulullah shalat menghadap ke arah Baitul Muqaddas selama 16 bulan, kemudian kiblat dipindahkan (ke arah Ka’bah) 2 bulan sebelum perang Badar.

Musnad Syafi’i 1162

مسند الشافعي 1162: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: ” بَيْنَمَا النَّاسُ بِقُبَاءٍ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ إِذْ جَاءَهُمْ آتٍ فَقَالَ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نَزَلَ عَلَيْهِ اللَّيْلَةَ قُرْآنٌ، وَقَدْ أُمِرَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْكَعْبَةَ فَاسْتَقْبِلُوهَا، وَكَانَتْ وُجُوهُهُمْ إِلَى الشَّامِ فَاسْتَدَارُوا إِلَى الْكَعْبَةِ “

Musnad Syafi’i 1162: Malik mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, ia mengatakan: Ketika orang-orang berada di (masjid) Quba sedang mengerjakan shalat Subuh, tiba-tiba ada seseorang yang datang, lalu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah telah menerima wahyu tadi malam, wahyu itu memerintahkan agar beliau menghadap ke arah kiblat.” Maka mereka menghadap ke arah kiblat, sebelum itu orang-orang menghadapkan diri mereka ke arah negeri Syam (Baitul Maqdis), lalu mereka berputar menghadap ke arah Ka’bah. 400