Skip to main content

Sunan Daruquthni 4636

سنن الدارقطني 4636: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: ” نُبِذَ لِعُمَرَ لِقُدُومِهِ فَتَأَخَّرَ يَوْمًا فَأَتَى بِنَبِيذٍ قَدِ اشْتَدَّ , قَالَ: فَدَعَا بِجِفَانٍ فَصَبَّهُ ثُمَّ صَبَّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَاءِ “

Sunan Daruquthni 4636: Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, Khalaf bin Hisyam menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Ali bin Zaid bin Jad’an, dari Sa’id bin Al Musayyab, dia berkata, “Umar pernah dibuatkan nabidz untuk menyambut kedatangannya, ternyata dia terlambat satu hari, lalu dia disuguhi nabidz yang sudah keras, lalu dia minta diambilkan mangkuk lalu menuangkannya, kemudian menuangkan air padanya (dicampur air).”

Sunan Daruquthni 4621

سنن الدارقطني 4621: حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُوسَى , نا أَبِي , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو عَوَانَةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ عَطَاءٍ , وَطَاوُسٍ , وَمُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «قَلِيلُ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4621: Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Musa menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abu Awanah menceritakan kepada kami dari Laits, dari Atha‘, Thawus dan Mujahid, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Yang sedikit, bila dalam jumlah yang banyak memabukkan, maka (yang sedikit) itu (juga) haram.”

Sunan Daruquthni 4637

سنن الدارقطني 4637: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ , نا خَلْفٌ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: «تَلَقَّتْ ثَقِيفٌ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِنَبِيذٍ , » فَوَجَدَهُ شَدِيدًا فَدَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا “

Sunan Daruquthni 4637: Abdullah menceritakan kepada kami, Khalaf menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Sa’id bin Al Musayyab, dia berkata, “Orang-orang Tsaqif menyambut Umar RA dengan (disuguhi) rendaman sari buah, namun ternyata sudah keras (tajam). Umar kemudian minta diambilkan air, lalu dituangkan padanya dua atau tiga kali.”

Sunan Daruquthni 4622

سنن الدارقطني 4622: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ أَبِي عَوَانَةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ عَطَاءٍ , وَطَاوُسٍ , وَمُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «قَلِيلُ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4622: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami dari Abu Awanah, dari Laits, dari Atha‘ Thawus dan Mujahid, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Yang sedikit, bila jumlah banyaknya memabukkan, maka (yang sedikit) itu (juga) haram.”

Sunan Daruquthni 4638

سنن الدارقطني 4638: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْقَطَّانُ , نا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ إِسْرَائِيلَ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ , قَالَ: حَجَجْتُ مَعَ عُمَرَ حَجَّتَيْنِ فَسَمِعْتُهُ , يَقُولُ: «إِنَّا لَنَشْرَبُ النَّبِيذَ لِيَقْطَعَ مَا فِي بُطُونِنَا مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ أَنْ يُؤْذِيَنَا»

Sunan Daruquthni 4638: Utsman bin Ahmad menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali Al Qaththan menceritakan kepada kami, Abbad bin Musa menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Israil, dari Abu Ishaq, dari Amr bin Maimun, dia berkata, “Aku pernah melaksanakan haji dua kali bersama Umar, lalu aku mendengar dia berkata, ‘Sungguh kami minum rendaman sari buah {nabidz) untuk memutuskan (menghancurkan) daging unta yang ada di dalam perut kami agar tidak menyebabkan kami sakit’.”

Sunan Daruquthni 4623

سنن الدارقطني 4623: حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ السَّمِيعِ الْهَاشِمِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ الْبُسْتَانِيُّ , نا أَبُو حَفْصٍ الدِّمَشْقِيُّ عُمَرُ بْنُ سَعِيدٍ , نا سَعِيدٌ , عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ مِنْ وَلَدِ عَلِيٍّ , عَنْ بَعْضِ أَهْلِ بَيْتِهِ , أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ عَنِ النَّبِيذِ؟ , فَقَالَتْ: «يَا بُنَيَّ إِنَّ اللَّهَ لَمْ يُحَرِّمِ الْخَمْرَ لِاسْمِهَا وَإِنَّمَا حَرَّمَهَا لِعَاقِبَتِهَا , وَكُلُّ شَرَابٍ يَكُونُ عَاقِبَتُهُ كَعَاقِبَةِ الْخَمْرِ فَهُوَ حَرَامٌ كَتَحْرِيمِ الْخَمْرِ»

Sunan Daruquthni 4623: Al Abbas bin Abdussami’ Al Hasyimi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Husain bin Sa’id bin Al Bustani menceritakan kepada kami, Abu Hafsh Ad-Dimasyqi Umar bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Ja’far bin Muhammad yang termasuk keturunan Ali, dari sebagian ahli baitnya, bahwa dia menanyakan kepada Aisyah tentang nabidz, Aisyah pun berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya Allah tidak mengharamkan khamer karena namanya, akan tetapi Allah mengharamkannya karena akibatnya. Setiap minuman yang akibatnya seperti yang diakibatkan oleh khamer, maka itu haram sebagaimana haramnya khamer.”

Sunan Daruquthni 4639

سنن الدارقطني 4639: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ خُشَيْشٍ , نا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ , نا وَكِيعٌ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مَنْصُورٍ الْمِشْرَقِيِّ , عَنْ عَامِرٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ ذِي لَعْوَةَ أَنَّ أَعْرَابِيًّا شَرِبَ مِنْ إِدَاوَةِ عُمَرَ نَبِيذًا فَسَكِرَ , «فَضَرَبَهُ عُمَرُ الْحَدَّ» لَا يَثْبُتُ هَذَا

Sunan Daruquthni 4639: Abdullah bin Ja’far bin Khusyaisy menceritakan kepada kami, Salm bin Junadah menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami dari Amr Ibnu Manshur Al Masyriqi, dari Amir, dari Sa’id bin Dzil Auh, bahwa seorang badui pernah minum rendaman sari buah dari tempat air Umar, lalu dia mabuk, maka Umar memukulnya sebagai hukuman (karena mabuk).” Hadis ini tidak terbukti benar.

Sunan Daruquthni 4624

سنن الدارقطني 4624: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْفَضْلُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا سَعِيدُ بْنُ مَسْلَمَةَ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: أَتَاهُ قَوْمٌ فَقَالُوا: يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّا نَنْبِذُ النَّبِيذَ فَنَشْرَبُهُ عَلَى غَدَائِنَا وَعَشَائِنَا , قَالَ: «اشْرَبُوا وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ» , فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نُكْسِرُهُ بِالْمَاءِ , فَقَالَ: «حَرَامٌ قَلِيلُ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ»

Sunan Daruquthni 4624: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Sa’id bin Masalamah menceritakan kepada kami, Al Auza’i menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW, dia berkata, “Beliau didatangi oleh beberapa orang, lalu mereka berkata, ‘Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami biasa membuat nabidz, lalu kami meminumnya saat makan siang dan makan malam kami.’ Beliau pun bersabda, ‘Silakan minum, namun setiap yang memabukkan adalah haram.’ Mereka berkata lagi, ‘Wahai Rasulullah, kami menawarnya dengan air.’ (yakni menawarkannya dengan cara dicampur dan ditambah air) Beliau bersabda, ‘Adalah haram walaupun sedikit bila jumlah banyaknya dapat memabukkan’.”

Sunan Daruquthni 4640

سنن الدارقطني 4640: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيٍّ الْجَوْهَرِيُّ , نا أَبُو الْمُوَجِّهِ , نا عَبْدَانُ , عَنْ أَبِي حَمْزَةَ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ , أَنَّ عُمَرَ مَرَّ عَلَى إِدَاوَةٍ لِرَجُلٍ مِنْ ثَقِيفٍ , فَقَالَ: «ائْتُونِي بِهَذَا النَّبِيذِ» , فَأُتِيَ بِهِ فَأَخَذَهُ فَوَجَدَهُ شَدِيدًا , فَقَالَ: «مَنْ رَابَهُ مِنْ هَذَا النَّبِيذِ شَيْءٌ فَلْيَكْسِرْ مُنْتَهُ بِالْمَاءِ»

Sunan Daruquthni 4640: Umar bin Ahmad bin Ali Al Jauhari menceritakan kepada kami, Abu Al Muwajjih menceritakan kepada kami, Abdan menceritakan kepada kami dari Abu Hamzah, dari Ali bin Zaid, dari Al Hasan, dari Utsman bin Abu Al Ash, bahwa Umar pernah melewati kantong air milik seorang laki-laki dari Tsaqif, lantas dia berkata, “Berikan aku rendaman sari buah ini.” Lalu dibawakan kepadanya, lalu Umar menerimanya, temyata dia mendapatinya sudah keras (tajam), maka dia berkata, “Barangsiapa yang mendapati rendaman sari buah ini sudah mengental, maka hendaklah dia menawar kerasnnya dengan air.”

Sunan Daruquthni 4625

سنن الدارقطني 4625: نا أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْفَضْلُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا سَعِيدُ بْنُ مَسْلَمَةَ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: جَاءَ قَوْمٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَنْبِذُ نَبِيذًا فَنَشْرَبُهُ عَلَى طَعَامِنَا , فَقَالَ: «اشْرَبُوا وَاجْتَنِبُوا كُلَّ مُسْكِرٍ» فَأَعَادُوا عَلَيْهِ , فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ عَنْ قَلِيلِ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ»

Sunan Daruquthni 4625: Abu Ubaid Al Qasim bin Ismail menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Sa’id bin Maslamah menceritakan kepada kami, Al Auza’i menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Beberapa orang datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami biasa membuat nabidz, lalu kami meminumnya dengan makanan kami.’ Beliau pun bersabda, „silakan minum, tapi jauhilah setiap yang memabukkan.” Lalu mereka kembali mengulanginya, maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah melarang kalian (mengonsumsi) yang sedikit bila jumlah banyaknya bisa memabukkan.”