Skip to main content

Sunan Daruquthni 4633

سنن الدارقطني 4633: قُرِئَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ أَبُو كَامِلٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا فَرْقَدِ السَّبَخِيُّ , حَدَّثَنِي جَابِرُ بْنُ يَزِيدَ , عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ الْأَجْدَعِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ , قَالَ: بَيْنَا نَحْنُ نُزُولٌ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْأَبْطَحِ , فَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَقَالَ فِيهِ: «أَلَا إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ , فَزُورُوهَا تُذَكِّرْكُمْ آخِرَتَكُمْ , وَنَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الْأَضَاحِيِّ أَنْ تَأْكُلُوهَا فَوْقَ ثَلَاثٍ فَكُلُوا وَادَّخِرُوا , وَنَهَيْتُكُمْ عَنِ الْأَوْعِيَةِ وَإِنَّ الْأَوْعِيَةَ لَا تُحَرِّمُ شَيْئًا فَاشْرَبُوا وَلَا تَسْكَرُوا». فَرْقَدٌ , وَجَابِرٌ ضَعِيفَانِ , وَلَا يَصِحُّ

Sunan Daruquthni 4633: Dibacakan kepada Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz dan aku mendengarkan: Abu Kamil menceritakan kepada kalian: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Farqad As-Sabakhi menceritakan kepada kami, Jabir bin Yazid menceritakan kepadaku, dari Masruq bin Al Ajda’, dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata, “Ketika kami sedang singgah di Abthah bersama Rasulullah SAW.” Ia lalu menyebutkan redaksi hadisnya, dan di dalamnya disebutkan, beliau bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Tapi kini, ziarahilah (kuburan) (karena hal itu) dapat mengingatkan kalian kepada kehidupan akhirat kalian. Aku juga pernah melarang kalian tentang daging kurban untuk dimakan lebih dari tiga hari, tapi kini, silakan kalian makan dan simpan. Dan aku pernah melarang kalian minum dari berbagai bejana, padahal bejana-bejana tidak mengharamkan sesuatu, maka silakan kalian minum, dan janganlah kalian mabuk.” Farqad dan Jabir adalah perawi dha’if, dan riwayat ini tidak shahih.

Sunan Daruquthni 4634

سنن الدارقطني 4634: حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: «كُنْتُ أَنْبِذُ النَّبِيذَ لِعُمَرَ بِالْغَدَاةِ وَيَشْرَبُهُ عَشِيَّةً , وَأَنْبِذُ لَهُ عَشِيَّةً وَيَشْرَبُهُ غُدْوَةً وَلَا يَجْعَلُ فِيهِ عَكَرًا»

Sunan Daruquthni 4634: Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Umar menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dia berkata, “Aku pernah membuatkan (rendaman sari buah) untuk Umar di pagi hari, dan dia meminumnya di malam hari, dan aku membuatkan nabidz untuknya di malam hari, dan dia meminumnya di pagi hari, dan tidak sampai keruh.”

Sunan Daruquthni 4635

سنن الدارقطني 4635: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا مُحْرِزُ بْنُ عَوْنٍ , نا شَرِيكٌ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ , قَالَ: قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «إِنِّي لَأَشْرَبُ هَذَا النَّبِيذَ الشَّدِيدَ يَقْطَعُ مَا فِي بُطُونِنَا مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ»

Sunan Daruquthni 4635: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Muhriz bin Aun menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Amr bin Maimun, dia berkata, “Umar bin Khaththab RA berkata, ‘ Sesungguhnya aku meminum nabidz (rendaman sari buah) yang keras ini untuk menghancurkan daging unta yang ada di dalam perut kami’.”

Sunan Daruquthni 4636

سنن الدارقطني 4636: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: ” نُبِذَ لِعُمَرَ لِقُدُومِهِ فَتَأَخَّرَ يَوْمًا فَأَتَى بِنَبِيذٍ قَدِ اشْتَدَّ , قَالَ: فَدَعَا بِجِفَانٍ فَصَبَّهُ ثُمَّ صَبَّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَاءِ “

Sunan Daruquthni 4636: Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, Khalaf bin Hisyam menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Ali bin Zaid bin Jad’an, dari Sa’id bin Al Musayyab, dia berkata, “Umar pernah dibuatkan nabidz untuk menyambut kedatangannya, ternyata dia terlambat satu hari, lalu dia disuguhi nabidz yang sudah keras, lalu dia minta diambilkan mangkuk lalu menuangkannya, kemudian menuangkan air padanya (dicampur air).”

Sunan Daruquthni 4621

سنن الدارقطني 4621: حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُوسَى , نا أَبِي , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو عَوَانَةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ عَطَاءٍ , وَطَاوُسٍ , وَمُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «قَلِيلُ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4621: Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Musa menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abu Awanah menceritakan kepada kami dari Laits, dari Atha‘, Thawus dan Mujahid, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Yang sedikit, bila dalam jumlah yang banyak memabukkan, maka (yang sedikit) itu (juga) haram.”

Sunan Daruquthni 4637

سنن الدارقطني 4637: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ , نا خَلْفٌ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: «تَلَقَّتْ ثَقِيفٌ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِنَبِيذٍ , » فَوَجَدَهُ شَدِيدًا فَدَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا “

Sunan Daruquthni 4637: Abdullah menceritakan kepada kami, Khalaf menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Sa’id bin Al Musayyab, dia berkata, “Orang-orang Tsaqif menyambut Umar RA dengan (disuguhi) rendaman sari buah, namun ternyata sudah keras (tajam). Umar kemudian minta diambilkan air, lalu dituangkan padanya dua atau tiga kali.”

Sunan Daruquthni 4622

سنن الدارقطني 4622: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ أَبِي عَوَانَةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ عَطَاءٍ , وَطَاوُسٍ , وَمُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «قَلِيلُ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ حَرَامٌ»

Sunan Daruquthni 4622: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami dari Abu Awanah, dari Laits, dari Atha‘ Thawus dan Mujahid, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Yang sedikit, bila jumlah banyaknya memabukkan, maka (yang sedikit) itu (juga) haram.”

Sunan Daruquthni 4638

سنن الدارقطني 4638: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْقَطَّانُ , نا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ إِسْرَائِيلَ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ , قَالَ: حَجَجْتُ مَعَ عُمَرَ حَجَّتَيْنِ فَسَمِعْتُهُ , يَقُولُ: «إِنَّا لَنَشْرَبُ النَّبِيذَ لِيَقْطَعَ مَا فِي بُطُونِنَا مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ أَنْ يُؤْذِيَنَا»

Sunan Daruquthni 4638: Utsman bin Ahmad menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali Al Qaththan menceritakan kepada kami, Abbad bin Musa menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Israil, dari Abu Ishaq, dari Amr bin Maimun, dia berkata, “Aku pernah melaksanakan haji dua kali bersama Umar, lalu aku mendengar dia berkata, ‘Sungguh kami minum rendaman sari buah {nabidz) untuk memutuskan (menghancurkan) daging unta yang ada di dalam perut kami agar tidak menyebabkan kami sakit’.”

Sunan Daruquthni 4623

سنن الدارقطني 4623: حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ السَّمِيعِ الْهَاشِمِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ الْبُسْتَانِيُّ , نا أَبُو حَفْصٍ الدِّمَشْقِيُّ عُمَرُ بْنُ سَعِيدٍ , نا سَعِيدٌ , عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ مِنْ وَلَدِ عَلِيٍّ , عَنْ بَعْضِ أَهْلِ بَيْتِهِ , أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ عَنِ النَّبِيذِ؟ , فَقَالَتْ: «يَا بُنَيَّ إِنَّ اللَّهَ لَمْ يُحَرِّمِ الْخَمْرَ لِاسْمِهَا وَإِنَّمَا حَرَّمَهَا لِعَاقِبَتِهَا , وَكُلُّ شَرَابٍ يَكُونُ عَاقِبَتُهُ كَعَاقِبَةِ الْخَمْرِ فَهُوَ حَرَامٌ كَتَحْرِيمِ الْخَمْرِ»

Sunan Daruquthni 4623: Al Abbas bin Abdussami’ Al Hasyimi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Husain bin Sa’id bin Al Bustani menceritakan kepada kami, Abu Hafsh Ad-Dimasyqi Umar bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Ja’far bin Muhammad yang termasuk keturunan Ali, dari sebagian ahli baitnya, bahwa dia menanyakan kepada Aisyah tentang nabidz, Aisyah pun berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya Allah tidak mengharamkan khamer karena namanya, akan tetapi Allah mengharamkannya karena akibatnya. Setiap minuman yang akibatnya seperti yang diakibatkan oleh khamer, maka itu haram sebagaimana haramnya khamer.”

Sunan Daruquthni 4639

سنن الدارقطني 4639: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ خُشَيْشٍ , نا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ , نا وَكِيعٌ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مَنْصُورٍ الْمِشْرَقِيِّ , عَنْ عَامِرٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ ذِي لَعْوَةَ أَنَّ أَعْرَابِيًّا شَرِبَ مِنْ إِدَاوَةِ عُمَرَ نَبِيذًا فَسَكِرَ , «فَضَرَبَهُ عُمَرُ الْحَدَّ» لَا يَثْبُتُ هَذَا

Sunan Daruquthni 4639: Abdullah bin Ja’far bin Khusyaisy menceritakan kepada kami, Salm bin Junadah menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami dari Amr Ibnu Manshur Al Masyriqi, dari Amir, dari Sa’id bin Dzil Auh, bahwa seorang badui pernah minum rendaman sari buah dari tempat air Umar, lalu dia mabuk, maka Umar memukulnya sebagai hukuman (karena mabuk).” Hadis ini tidak terbukti benar.