Skip to main content

Sunan Daruquthni 3971

سنن الدارقطني 3971: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا رَوْحٌ , نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ سَالِمٍ الْأَفْطَسِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّهُ أَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ: إِنِّي جَعَلْتُ امْرَأَتِي عَلَيَّ حَرَامًا , فَقَالَ: ” كَذَبْتَ لَيْسَتْ عَلَيْكَ بِحَرَامٍ ثُمَّ تَلَا {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ} [التحريم: 1] عَلَيْكَ أَغْلَظُ الْكَفَّارَاتِ عِتْقُ رَقَبَةٍ “

Sunan Daruquthni 3971: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Muhammad bin Manshur menceritakan kepada kami, Rauh menceritakan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri menceritakan kepada kami dari Salim Al Afthas, dari Sa’id bin Jubiar, dari Ibnu Abbas, bahwa ia didatangi oleh seorang laki-laki, lalu dia berkata, “Sesungguhnya aku telah menetapkan istriku haram bagiku.” Ibnu Abbas berkata, “Engkau bohong, dia itu tidak haram bagimu.” Kemudian dia membacakan ayat, ‘Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu,” (Qs. At-Tahriim [66]: 4) engkau menanggung kafarat (tebusan) yang paling berat, yaitu memerdekakan hamba sahaya.”

Sunan Daruquthni 3972

سنن الدارقطني 3972: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ إِمْلَاءً , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ صَالِحٍ الْأَزْدِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ غُرَابٍ , عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ الْأَنْصَارِيِّ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ جَدِّ أَبِيهِ رَافِعِ بْنِ سِنَانٍ أَنَّهُ أَسْلَمَ وَأَبَتِ امْرَأَتُهُ أَنْ تَسْلَمَ وَكَانَ لَهُ مِنْهَا ابْنَةٌ تُشَبَّهُ بِالْفَطِيمِ فَخَاصَمَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «ضَعَاهَا بَيْنَكُمَا ثُمَّ ادْعُوَاهَا» , فَفَعَلَا فَمَالَتْ إِلَى أُمِّهَا , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ اهْدِهَا» , فَمَالَتْ إِلَى أَبِيهَا فَأَخَذَهَا

Sunan Daruquthni 3972: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami dengan cara mendikte, Abdurrahman bin Shalih Al Azdi menceritakan kepada kami, Ali bin Ghurab menceritakan kepada kami dari Abdul Hamid bin Ja’far Al Anshari, ayahku menceritakan kepadaku dari kakek ayahnya, Rafi’ bin Sinan, bahwa ketika ia memeluk Islam, istrinya enggan memeluk Islam, sementara mereka mempunyai anak perempuan yang hampir disapih, lalu ia mengadukannya kepada Rasulullah SAW. Beliau pun bersabda, “Letakkan anak itu di antara kalian berdua, lalu panggillah dia.” Keduanya kemudian melakukannya, lalu anak itu condong kepada ibunya, kemudian Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, tunjukilah dia.” Maka anak itu pun condong kepada ayahnya, lalu ayahnya pun segera mengambilnya.”

Sunan Daruquthni 3973

سنن الدارقطني 3973: نا ابْنُ أَبِي الثَّلْجِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَمَّادٍ الطِّهْرَانِيُّ , نا أَبُو عَاصِمٍ , عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ , نا أَبِي , أَنَّ جَدَّهُ رَافِعَ بْنَ سِنَانٍ أَسْلَمَ وَأَبَتِ امْرَأَتُهُ أَنْ تَسْلَمَ , وَكَانَ بَيْنَهُمَا جَارِيَةٌ تُدْعَى عَمِيرَةُ , فَطَلَبَتِ ابْنَتَهَا فَمَنَعَهَا ذَلِكَ فَأَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اقْعُدِي هَاهُنَا» , وَقَالَ لَهُ: «اقْعُدْ هَاهُنَا» , ثُمَّ قَالَ: «ادْعُوَاهَا» , فَدَعَوَاهَا , فَمَالَتْ نَحْوَ أُمِّهَا , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ اهْدِهَا» , فَمَالَتْ إِلَى أَبِيهَا فَأَخَذَهَا فَذَهَبَ بِهَا

Sunan Daruquthni 3973: Ibnu Abu Ats-Tsalj menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hammad AthThahrani menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami dari Abdul Hamid bin Ja’far, ayahku menceritakan kepada kami, bahwa kakeknya, Rafi’ bin Sinan, memeluk Islam sedangkan istrinya enggan memeluk Islam, sementara mereka mempunyai anak perempuan yang bernama Umairah. Sang istri kemudian meminta anak perempuan itu namun ia dicegah. Keduanya lalu menghadap Nabi SAW, maka Rasulullah SAW berkata, kepada si wanita, “Duduklah engkau di sebelah sini.” Beliau lantas berkata kepada yang laki-laki, “Duduklah engkau di sebelah sini.” Kemudian beliau berkata (kepada keduanya), “Panggillah dia.” Lalu keduanya memanggil anak tersebut. Anak tersebut kemudian condong kepada ibunya, maka Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, tunjukilah dia.” Lalu anak tersebut condong kepada ayahnya, maka sang ayah pun mengambilnya lalu membawanya pergi.

Sunan Daruquthni 3974

سنن الدارقطني 3974: نا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي نُعَيْمٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا أَيُّوبُ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ , عَنْ طَاوُسٍ , أَنَّ أَبَا الصَّهْبَاءِ جَاءَ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ , فَقَالَ لَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ: «هَاتِ مِنْ هَنِيئَاتِكَ وَمِنْ صَدْرِكَ وَمِمَّا جَمَعْتَ» , قَالَ: فَقَالَ لَهُ أَبُو الصَّهْبَاءِ: هَلْ عَلِمْتَ أَنَّ الثَّلَاثَةَ كَانَتْ تَرُدُّ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْوَاحِدَةِ؟ , قَالَ: فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «نَعَمْ فَقَدْ كَانَتِ الثَّلَاثَةُ تَرُدُّ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَصَدْرًا مِنْ خِلَافَةِ عُمَرَ إِلَى الْوَاحِدَةِ فَلَمَّا كَانَ عُمَرُ تَتَابَعَ النَّاسُ فِي الطَّلَاقِ فَأَمْضَاهُنَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ثَلَاثًا»

Sunan Daruquthni 3974: Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu Nu’aim menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Ibrahim bin Maisarah, dari Thawus, bahwa Abu Ash-Shahba‘ datang kepada Ibnu Abbas, lalu Ibnu Abbas berkata kepadanya, “Ungkapkan dari pikiranmu, dari dadamu dan dari yang engkau hafal.” Abu Ash-Shahba’ berkata kepadanya, “Apakah engkau tahu, bahwa di masa Rasulullah, tiga (talak) itu dikembalikan kepada satu?” Ibnu Abbas menjawab, “Ya. Memang tiga (talak) itu dikembalikan kepada satu pada masa Rasulullah SAW, Abu Bakar dan di awal masa khilafah Umar. Namun ketika pemerintahan Umar, orang-orang sering menyambung talak, maka Umar bin Khaththab RA memberlakukannya sebagai talak tiga.”

Sunan Daruquthni 3975

سنن الدارقطني 3975: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ الْحَدَّادُ , نا أَبُو الصَّلْتِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ الدَّارِعُ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «يَا مُعَاذُ مَنْ طَلَّقَ لِلْبِدْعَةِ وَاحِدَةً أَوِ اثْنَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا أَلْزَمْنَاهُ بِدْعَتَهُ»

Sunan Daruquthni 3975: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdullah bin Ziyad Al Haddad menceritakan kepada kami, Abu Ash-Shalt Ismail bin Umayyah AdzDzari’ menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Shuhaib menceritakan kepada kami dari Anas, dia berkata: Aku mendengar Mu’adz bin Jabal berkata “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai Mu’adz. Barangsiapa menalak secara bid’ah dengan talak satu, dua atau tiga, maka kami berlakukan bid’ahnya padanya’.”

Sunan Daruquthni 3976

سنن الدارقطني 3976: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ الْحَدَّادُ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ , نا سَعِيدُ بْنُ رَاشِدٍ , عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ , يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مُعَاذُ مَنْ طَلَّقَ لِلْبِدْعَةِ أَلْزَمْنَاهُ بِدْعَتَهُ»

Sunan Daruquthni 3976: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdullah bin Ziyad Al Haddad menceritakan kepada kami, Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami, Sa’id bin Rasyid menceritakan kepada kami dari Humaid Ath-Thawil, dari Anas bin Malik, dia berkata: Aku mendengar Mu’adz bin Jabal berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menalak secara bid’ah, maka kami berlakukan bid?ahnya padanya’.”

Sunan Daruquthni 3961

سنن الدارقطني 3961: ثنا أَبُو بَكْرٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَرْزُوقٍ , نا أَبُو عَامِرٍ , نا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , قَالَ: سُئِلَ الْقَاسِمُ عَنْ عِدَّةِ الْأَمَةِ , فَقَالَ: ” النَّاسُ يَقُولُونَ: حَيْضَتَانِ وَإِنَّا لَا نَعْلَمُ ذَلِكَ ” أَوْ قَالَ: «لَا نَجِدُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللَّهِ وَلَا فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ». وَكَذَلِكَ رَوَاهُ ابْنُ وَهْبٍ , عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ الْقَاسِمِ , وَسَالِمٍ , قَالَا: «لَيْسَ هَذَا فِي كِتَابِ اللَّهِ وَلَا فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنْ عَمَلَ بِهِ الْمُسْلِمُونَ»

Sunan Daruquthni 3961: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Marzuq menceritakan kepada kami, Abu Amir menceritakan kepada kami, Hisyam bin Sa’d menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dia berkata, “Al Qasim pernah ditanya tentang iddah-nya hamba sahaya perempuan, maka dia menjawab, ‘Orang-orang berkata dua kali haid, namun kami tidak mengetahui itu,’ atau dia berkata, ‘kami tidak menemukan itu di dalam Kitabullah dan tidak pula di dalam Sunnah Rasulullah SAW.

Sunan Daruquthni 3977

سنن الدارقطني 3977: حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ الْأَصْبَهَانِيُّ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعِيدٍ , وَعُثْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ اللَّبَّانُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ نَذِيرٍ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «مَنْ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ ثَلَاثًا فَقَدْ بَانَتْ مِنْهُ وَعَصَى رَبَّهُ وَخَالَفَ السُّنَّةَ».

Sunan Daruquthni 3977: Abu Shalih Al Ashbahani Abdurrahman bin Sa’id dan Utsman bin Ja’far Al-Labban menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Al Hajjaj bin Nadzir menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Barangsiapa menalak istrinya yang sedang haid dengan talak tiga, maka istrinya itu menjadi haram baginya, dan dia telah bermaksiat terhadap Rabb-nya dan menyalahi aturan Sunnah.”

Sunan Daruquthni 3962

سنن الدارقطني 3962: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ , نا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ , قَالَ: كَتَبَ إِلَيَّ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ يُحَدِّثُ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: «الْحَرَامُ يَمِينٌ يُكَفِّرُهَا»

Sunan Daruquthni 3962: Demikian juga yang diriwayatkan oleh Ibnu Wahb dari Usamah bin Zaid, dari ayahnya, dari Al Qasim, keduanya berkata, “Ini tidak terdapat di dalam Kitabullah dan tidak pula di dalam Sunnah Rasulullah SAW, namun kaum muslimin mengamalkannya.”

Sunan Daruquthni 3978

سنن الدارقطني 3978: نا أَبُو صَالِحٍ , وَعُثْمَانُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 3978: Abu Shalih dan Utsman menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Al Hajjaj menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Ubaidullah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar dengan redaksi yang sama.