Skip to main content

Sunan Daruquthni 3975

سنن الدارقطني 3975: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ الْحَدَّادُ , نا أَبُو الصَّلْتِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ الدَّارِعُ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «يَا مُعَاذُ مَنْ طَلَّقَ لِلْبِدْعَةِ وَاحِدَةً أَوِ اثْنَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا أَلْزَمْنَاهُ بِدْعَتَهُ»

Sunan Daruquthni 3975: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdullah bin Ziyad Al Haddad menceritakan kepada kami, Abu Ash-Shalt Ismail bin Umayyah AdzDzari’ menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Shuhaib menceritakan kepada kami dari Anas, dia berkata: Aku mendengar Mu’adz bin Jabal berkata “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai Mu’adz. Barangsiapa menalak secara bid’ah dengan talak satu, dua atau tiga, maka kami berlakukan bid’ahnya padanya’.”

Sunan Daruquthni 3976

سنن الدارقطني 3976: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ الْحَدَّادُ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ , نا سَعِيدُ بْنُ رَاشِدٍ , عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ , يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مُعَاذُ مَنْ طَلَّقَ لِلْبِدْعَةِ أَلْزَمْنَاهُ بِدْعَتَهُ»

Sunan Daruquthni 3976: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdullah bin Ziyad Al Haddad menceritakan kepada kami, Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami, Sa’id bin Rasyid menceritakan kepada kami dari Humaid Ath-Thawil, dari Anas bin Malik, dia berkata: Aku mendengar Mu’adz bin Jabal berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menalak secara bid’ah, maka kami berlakukan bid?ahnya padanya’.”

Sunan Daruquthni 3961

سنن الدارقطني 3961: ثنا أَبُو بَكْرٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَرْزُوقٍ , نا أَبُو عَامِرٍ , نا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , قَالَ: سُئِلَ الْقَاسِمُ عَنْ عِدَّةِ الْأَمَةِ , فَقَالَ: ” النَّاسُ يَقُولُونَ: حَيْضَتَانِ وَإِنَّا لَا نَعْلَمُ ذَلِكَ ” أَوْ قَالَ: «لَا نَجِدُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللَّهِ وَلَا فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ». وَكَذَلِكَ رَوَاهُ ابْنُ وَهْبٍ , عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ الْقَاسِمِ , وَسَالِمٍ , قَالَا: «لَيْسَ هَذَا فِي كِتَابِ اللَّهِ وَلَا فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنْ عَمَلَ بِهِ الْمُسْلِمُونَ»

Sunan Daruquthni 3961: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Marzuq menceritakan kepada kami, Abu Amir menceritakan kepada kami, Hisyam bin Sa’d menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dia berkata, “Al Qasim pernah ditanya tentang iddah-nya hamba sahaya perempuan, maka dia menjawab, ‘Orang-orang berkata dua kali haid, namun kami tidak mengetahui itu,’ atau dia berkata, ‘kami tidak menemukan itu di dalam Kitabullah dan tidak pula di dalam Sunnah Rasulullah SAW.

Sunan Daruquthni 3977

سنن الدارقطني 3977: حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ الْأَصْبَهَانِيُّ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعِيدٍ , وَعُثْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ اللَّبَّانُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ نَذِيرٍ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «مَنْ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ ثَلَاثًا فَقَدْ بَانَتْ مِنْهُ وَعَصَى رَبَّهُ وَخَالَفَ السُّنَّةَ».

Sunan Daruquthni 3977: Abu Shalih Al Ashbahani Abdurrahman bin Sa’id dan Utsman bin Ja’far Al-Labban menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Al Hajjaj bin Nadzir menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Barangsiapa menalak istrinya yang sedang haid dengan talak tiga, maka istrinya itu menjadi haram baginya, dan dia telah bermaksiat terhadap Rabb-nya dan menyalahi aturan Sunnah.”

Sunan Daruquthni 3962

سنن الدارقطني 3962: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ , نا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ , قَالَ: كَتَبَ إِلَيَّ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ يُحَدِّثُ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: «الْحَرَامُ يَمِينٌ يُكَفِّرُهَا»

Sunan Daruquthni 3962: Demikian juga yang diriwayatkan oleh Ibnu Wahb dari Usamah bin Zaid, dari ayahnya, dari Al Qasim, keduanya berkata, “Ini tidak terdapat di dalam Kitabullah dan tidak pula di dalam Sunnah Rasulullah SAW, namun kaum muslimin mengamalkannya.”

Sunan Daruquthni 3978

سنن الدارقطني 3978: نا أَبُو صَالِحٍ , وَعُثْمَانُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 3978: Abu Shalih dan Utsman menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Al Hajjaj menceritakan kepada kami, Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Ubaidullah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar dengan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 3963

سنن الدارقطني 3963: قَالَ هِشَامٌ: وَكَتَبَ إِلَيَّ يَحْيَى , عَنْ يَعْلَى بْنِ حَكِيمٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ «أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ فِي الْحَرَامِ يَمِينٌ يُكَفِّرُهَا» وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ حَرَّمَ جَارِيَتَهُ» فَقَالَ اللَّهُ {لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ} [التحريم: 1] إِلَى قَوْلِهِ {قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ} [التحريم: 2] , «فَكَفَّرَ عَنْ يَمِينِهِ وَصَيَّرَ الْحَرَامَ يَمِينًا»

Sunan Daruquthni 3963: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ya’qub Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Ismail bin Ulayyah menceritakan kepada kami, Hisyam Ad-Dastawa’i menceritakan kepada kami, dia berkata, “Yahya bin Abu Katsir pernah mengirim surat kepadaku, ia menceritakan dari Ikrimah, dari Umar RA, dia berkata, ‘Pengharaman adalah sumpah yang harus ditebus’.” Hisyam juga berkata: Dan Yahya mengirim surat kepadakku, dari Ya’la bin Hakim, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa ia berkata tentang pengharaman, “(Itu adalah) sumpah yang harus ditebus.” Ibnu Abbas juga berkata, “Telah ada suri teladan yang baik pada diri Rasulullah SAW, bahwa Nabi SAW pernah mengharamkan budak perempuannya, lalu Allah berfirman, ‘mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu… sesungguhnya Allah telah mewajibkan kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu’ (Qs. At-Tahriim [66]: 1), kemudian beliau menebus sumpahnya, dan menetapkan pengharaman sebagai sumpah’.”

Sunan Daruquthni 3979

سنن الدارقطني 3979: نا الْقَاضِي أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ نا عُبَيْدُ بْنُ كَثِيرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْوَانَ الْقَطَّانُ , نا سَعِيدُ بْنُ عُثْمَانَ الْخَزَّازُ , عَنْ عَائِذِ بْنِ حَبِيبٍ , عَنْ أَبَانَ بْنِ تَغْلِبَ , قَالَ: سَأَلْتُ جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ رَجُلٍ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا , فَقَالَ: «بَانَتْ مِنْهُ وَلَا تَحِلُّ لَهُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ» , فَقُلْتُ لَهُ: أُفْتِي النَّاسَ بِهَذَا؟ , قَالَ: «نَعَمْ»

Sunan Daruquthni 3979: Al Qadhi Ahmad bin Kamil menceritakan kepada kami, Ubaid bin Katsir menceritakan kepada kami, Muhammad bin Marwan Al Qaththan menceritakan kepada kami, Sa’id bin Utsman Al Khazzaz menceritakan kepada kami dari A’idz bin Habib, dari Aban bin Taghlib, dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Ja’far bin Muhammad tentang laki-laki yang menalak istrinya dengan talak tiga maka dia menjawab, ‘Dia (yakni istrinya) menjadi haram baginya, dan tidak halal lagi baginya sehingga (wanita itu) menikah dengan suami selainnya.’ Lalu aku berkata kepadanya, ‘Bolehkah aku memberi fatwa kepada orang-orang dengan ini?’ Ia menjawab, ‘Ya’.”

Sunan Daruquthni 3964

سنن الدارقطني 3964: نا الْحَسَنُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ الْحَسَنِ بْنِ يُوسُفَ الْمَرْوَزِيُّ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ زَنْجُوَيْهِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ الصُّورِيُّ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , أَنَّ يَعْلَى أَخْبَرَهُ , أَنَّ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ أَخْبَرَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ , يَقُولُ: «إِذَا حَرَّمَ الرَّجُلُ عَلَيْهِ امْرَأَتَهُ فَإِنَّمَا هِيَ يَمِينٌ يُكَفِّرُهَا» , وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ»

Sunan Daruquthni 3964: Al Hasan bin Sa’id bin Al Hasan bin Yusuf Al Marwarruzi menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Zanjawaih menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Mubarak Ash-Shuri menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Sallam menceritakan kepada kami dari Yahya bin Abu Katsir, bahwa Ya’la mengabarkan kepadanya, bahwa Sa’id bin Jubair mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar Ibnu Abbas berkata, “Bila seorang lakilaki mengharamkan istrinya bagi dirinya, maka itu adalah sumpah yang harus ditebus.” Ibnu Abbas juga berkata, “Telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada diri Rasulullah.”

Sunan Daruquthni 3980

سنن الدارقطني 3980: نا أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْمِصْرِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وُهَيْبٍ الْغَزِّيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي السَّرِيِّ , نا رَوَّادُ بْنُ عَبَّادِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «جَعَلَ الْخُلْعَ تَطْلِيقَةً بَائِنَةً»

Sunan Daruquthni 3980: Abu Al Hasan Ali bin Muhammad bin Ahmad Al Mishri menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wuhaib Al Ghazzi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu As-Sari menceritakan kepada kami, Rawwad bin Abbad bin Katsir menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW menetapkan khulu’* (talak tebus) sebagai talak ba‘n.