Skip to main content

Sunan Daruquthni 4032

سنن الدارقطني 4032: وَأَخْبَرَنِي سُفْيَانُ الثَّوْرِي , عَنُ أَبِي الزِّنَادِ , قَالَ: «قُسِمَتْ مَوَارِيثُ أَصْحَابِ الْحَرَّةِ فَوَرِثَ الْأَحْيَاءُ مِنَ الْأَمْوَاتِ , وَلَمْ يَرِثِ الْأَمْوَاتُ مِنَ الْأَمْوَاتِ»

Sunan Daruquthni 4032: Dan Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepadaku dari Abu Az-Zinad, dia berkata, “Harta warisan orang-orang yang terbunuh di Harrah dibagikan. Lalu orang-orang yang masih hidup mendapat warisan dari orang-orang yang meninggal, sedangkan yang meninggal tidak mewarisi dari yang meninggal.”

Sunan Daruquthni 4033

سنن الدارقطني 4033: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا بَحْرُ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ حَفْصٍ , «أَنَّ أُمَّ كُلْثُومٍ وَابْنَهَا زَيْدَ بْنَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ هَلَكَا فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ لَمْ يُدْرَ أَيُّهُمَا هَلَكَ قَبْلُ فَلَمْ يَتَوَارَثَا».

Sunan Daruquthni 4033: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Bahr menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Abdullah bin Umar bin Hafsh mengabarkan kepadaku, bahwa Ummu Kultsum dan anaknya, Zaid bin Umar bin Khaththab, keduanya meninggal bersamaan, tidak diketahui (dengan pasti) mana yang lebih dulu meninggal, maka keduanya tidak saling mewarisi.

Sunan Daruquthni 4034

سنن الدارقطني 4034: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدِ الْمُقْرِئُ , نا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ , نا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ , نا زَكَرِيَّا بْنُ إِسْحَاقَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ , عَنْ إِيَاسِ بْنِ عَبْدٍ وَلَهُ صُحْبَةٌ «أَنَّ قَوْمًا وَقَعَ عَلَيْهِمْ بَيْتٌ فَوَرِثَ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ»

Sunan Daruquthni 4034: Abdullah bin Muhammad bin Sa’id Al Muqri menceritakan kepada kami, Ya’qub Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Rauh bin Ubadah menceritakan kepada kami, Zakariyya bin Ishaq menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Abu Al Minhal, dari Iyas bin Abd, dan ia pernah berjumpa dengan Nabi SAW bahwa ada suatu kaum tertimpa rumah (lalu meninggal), kemudian sebagian mereka mewarisi sebagian lainnya.

Sunan Daruquthni 4035

سنن الدارقطني 4035: نا مُحَمَّدُ بْنُ حَمْدَوَيْهِ , نا مَحْمُودُ بْنُ آدَمَ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَمْرٍو , عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ , عَنْ إِيَاسِ بْنِ عَبْدٍ أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ بَيْتٍ سَقَطَ عَلَى نَاسٍ فَمَاتُوا , فَقَالَ: «يُوَرَّثُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ»

Sunan Daruquthni 4035: Muhammad bin Hamdawaih menceritakan kepada kami, Mahmud bin Adam menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Amr, dari Abu Al Minhal, dari Iyas bin Abd, bahwa ia ditanya tentang rumah yang (rubuh) menimpa banyak orang lalu mereka meninggal, dia menjawab, “Sebagian mereka mewarisi sebagian lainnya.”

Sunan Daruquthni 4036

سنن الدارقطني 4036: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا يَرِثُ الْمُسْلِمُ النَّصْرَانِيَّ إِلَّا أَنْ يَكُونَ عَبْدَهُ أَوْ أَمَتَهُ»

Sunan Daruquthni 4036: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahb menceritakan kepada kami, Muhammad bin Amr mengabarkan kepadaku dari Ibnu Juraij, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang Islam tidak mewarisi orang nashrani, kecuali (bila nashrani itu sebagai) budak laki-lakinya atau budak perempuannya.”

Sunan Daruquthni 4021

سنن الدارقطني 4021: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا عَمْرُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ , نا سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: إِنِّي لَتَحْتَ نَاقَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيلُ عَلَيَّ لُعَابُهَا فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَلَا وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ , وَالْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ , لَا يَدَّعِينَ رَجُلٌ إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَلَا يَنْتَمِي إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ مُتَتَابِعَةً لَا تُنْفِقُ الْمَرْأَةُ شَيْئًا مِنْ بَيْتِ زَوْجِهَا إِلَّا بِإِذْنِهِ» , فَقَالَ رَجُلٌ: وَلَا الطَّعَامَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ , قَالَ: «ذَاكَ أَفْضَلُ أَمْوَالِنَا» , ثُمَّ قَالَ: «أَلَا إِنَّ الْعَارِيَةَ مُؤَدَّاةٌ , وَالدَّيْنَ مَقْضِيٌّ , وَالزَّعِيمُ غَارِمٌ».

Sunan Daruquthni 4021: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Daud bin Rusyaid menceritakan kepada kami, Amr bin Abdul Wahid menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, Sa’id bin Abu Sa’id menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik, dia berkata, “Sungguh aku pernah berada di bawah unta Rasulullah SAW,air liurnya mengalir kepadaku, lalu aku mendengar beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memberikan hak kepada setiap yang berhak (warisan untuk ahli warisnya), maka tidak ada wasiat untuk pewaris. Anak itu milik si empunya tempat tidur, dan bagi yang berzina adalah batu. Janganlah seseorang mengaku nasab kepada selain bapaknya, dan tidak berfamili kepada selain maulanya. Barangsiapa melakukan itu, maka baginya laknat Allah berturut-turut. Janganlah seorang wanita membelanjakan sesuatu dari rumah suaminya kecuali dengan seizinnya.” Lalu seorang laki-laki berkata, ‘Tidak juga makanan wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, itu adalah harta kami yang paling utama.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Ingatlah, sesungguhnya pinjaman itu harus dikembalikan, utang harus dilunasi, dan yang menjamin adalah pengutang (penanggung)”

Sunan Daruquthni 4037

سنن الدارقطني 4037: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ , وَأَبُو الْأَزْهَرِ , قَالَا: نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: «لَا يَرِثُ الْيَهُودِيُّ وَلَا النَّصْرَانِيُّ الْمُسْلِمَ , وَلَا يَرِثُهُمْ إِلَّا أَنْ يَكُونَ عَبْدَ الرَّجُلِ أَوْ أَمَتِهِ». مَوْقُوفٌ وَهُوَ الْمَحْفُوظُ

Sunan Daruquthni 4037: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr dan Abu Al Azhar menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku dari Jabir, dia berkata, “Orang yahudi dan orang Nashrani tidak mewarisi orang Islam, dan orang Islam juga tidak mewarisi mereka, kecuali bila (sebagai) budak laki-lakinya atau budak perempuannya.” Hadis ini mauquf, namun terpelihara.

Sunan Daruquthni 4022

سنن الدارقطني 4022: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ مَزْيَدٍ , أَخْبَرَنِي أَبِي , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ , حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ شَيْخٌ بِالسَّاحِلِ , قَالَ: حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ , قَالَ: إِنِّي لَتَحْتَ نَاقَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 4022: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abbas bin Al Walid bin Mazyad menceritakan kepada kami, ayahku mengabarkan kepadaku, Abdurrahman bin Yazid bin Jabir menceritakan kepada kami, Sa’id bin Abu Sa’id, seorang syaikh di tepian pantai, menceritakan kepadaku, dia berkata: Seorang laki-laki dari penduduk Madinah menceritakan kepadaku, dia berkata, “Sungguh aku pernah berada di bawah unta Rasulullah SAW” lalu dia menyebutkan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4038

سنن الدارقطني 4038: نا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ مِهْرَانَ السَّوَّاقُ , نا أَبُو النَّصْرِ الْفَقِيهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَيْمُونٍ , نا أَبُو غَسَّانَ , نا شَرِيكٌ , عَنْ أَشْعَثَ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ جَابِرٍ , رَفَعَهُ قَالَ: «لَا نَرِثُ أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا يَرِثُونَا إِلَّا أَنْ يَرِثَ الرَّجُلُ عَبْدَهُ أَوْ أَمَتَهُ , وَتَحِلُّ لَنَا نِسَاؤُهُمْ وَلَا تَحِلُّ لَهُمْ نِسَاؤُنَا»

Sunan Daruquthni 4038: Ali bin Muhammad bin Yahya bin Mihran As-Sawwaq menceritakan kepada kami, Abu An-Nashr Al Faqih Ismail bin Abdullah bin Maimun menceritakan kepada kami, Abu Ghassan menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Asy’ats, dari Al Hasan, dari Jabir, secara marfu’, dia berkata, “Kita tidak mewarisi ahli kitab dan mereka juga tidak mewarisi, kecuali seseorang (yakni seorang muslim) mewarisi budak laki-lakinya atau budak perempuannya. Dihalalkan bagi kita kaum wanita mereka namun tidak dihalalkan kaum wanita kita bagi mereka.”

Sunan Daruquthni 4023

سنن الدارقطني 4023: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَزِيدَ الزَّعْفَرَانِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ الْأَزْرَقُ , نا أَبُو عَامِرٍ , نا زَمْعَةُ بْنُ صَالِحٍ , عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «أَلْحِقُوا الْمَالَ بِالْفَرَائِضِ فَمَا تَرَكَتْ فَلِأَوْلَى ذَكَرٍ»

Sunan Daruquthni 4023: Ahmad bin Muhammad bin Yazid Az-Za’farani menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hassan Al Azraq menceritakan kepada kami, Abu Amir menceritakan kepada kami, Zam’ah bin Shalih menceritakan kepada kami dari Ibnu Thawus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW bersabda, “Berikanlah harta (warisan) sesuai dengan ketentuan pembagian warisan. Adapun sisanya adalah untuk laki-laki yang paling dekat (hubungannya)’.”