Skip to main content

Sunan Daruquthni 4021

سنن الدارقطني 4021: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا عَمْرُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ , نا سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: إِنِّي لَتَحْتَ نَاقَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيلُ عَلَيَّ لُعَابُهَا فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَلَا وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ , وَالْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ , لَا يَدَّعِينَ رَجُلٌ إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَلَا يَنْتَمِي إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ مُتَتَابِعَةً لَا تُنْفِقُ الْمَرْأَةُ شَيْئًا مِنْ بَيْتِ زَوْجِهَا إِلَّا بِإِذْنِهِ» , فَقَالَ رَجُلٌ: وَلَا الطَّعَامَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ , قَالَ: «ذَاكَ أَفْضَلُ أَمْوَالِنَا» , ثُمَّ قَالَ: «أَلَا إِنَّ الْعَارِيَةَ مُؤَدَّاةٌ , وَالدَّيْنَ مَقْضِيٌّ , وَالزَّعِيمُ غَارِمٌ».

Sunan Daruquthni 4021: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Daud bin Rusyaid menceritakan kepada kami, Amr bin Abdul Wahid menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, Sa’id bin Abu Sa’id menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik, dia berkata, “Sungguh aku pernah berada di bawah unta Rasulullah SAW,air liurnya mengalir kepadaku, lalu aku mendengar beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memberikan hak kepada setiap yang berhak (warisan untuk ahli warisnya), maka tidak ada wasiat untuk pewaris. Anak itu milik si empunya tempat tidur, dan bagi yang berzina adalah batu. Janganlah seseorang mengaku nasab kepada selain bapaknya, dan tidak berfamili kepada selain maulanya. Barangsiapa melakukan itu, maka baginya laknat Allah berturut-turut. Janganlah seorang wanita membelanjakan sesuatu dari rumah suaminya kecuali dengan seizinnya.” Lalu seorang laki-laki berkata, ‘Tidak juga makanan wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, itu adalah harta kami yang paling utama.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Ingatlah, sesungguhnya pinjaman itu harus dikembalikan, utang harus dilunasi, dan yang menjamin adalah pengutang (penanggung)”

Sunan Daruquthni 4037

سنن الدارقطني 4037: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ , وَأَبُو الْأَزْهَرِ , قَالَا: نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: «لَا يَرِثُ الْيَهُودِيُّ وَلَا النَّصْرَانِيُّ الْمُسْلِمَ , وَلَا يَرِثُهُمْ إِلَّا أَنْ يَكُونَ عَبْدَ الرَّجُلِ أَوْ أَمَتِهِ». مَوْقُوفٌ وَهُوَ الْمَحْفُوظُ

Sunan Daruquthni 4037: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr dan Abu Al Azhar menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku dari Jabir, dia berkata, “Orang yahudi dan orang Nashrani tidak mewarisi orang Islam, dan orang Islam juga tidak mewarisi mereka, kecuali bila (sebagai) budak laki-lakinya atau budak perempuannya.” Hadis ini mauquf, namun terpelihara.

Sunan Daruquthni 4022

سنن الدارقطني 4022: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ مَزْيَدٍ , أَخْبَرَنِي أَبِي , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ , حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ شَيْخٌ بِالسَّاحِلِ , قَالَ: حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ , قَالَ: إِنِّي لَتَحْتَ نَاقَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 4022: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abbas bin Al Walid bin Mazyad menceritakan kepada kami, ayahku mengabarkan kepadaku, Abdurrahman bin Yazid bin Jabir menceritakan kepada kami, Sa’id bin Abu Sa’id, seorang syaikh di tepian pantai, menceritakan kepadaku, dia berkata: Seorang laki-laki dari penduduk Madinah menceritakan kepadaku, dia berkata, “Sungguh aku pernah berada di bawah unta Rasulullah SAW” lalu dia menyebutkan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4038

سنن الدارقطني 4038: نا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ مِهْرَانَ السَّوَّاقُ , نا أَبُو النَّصْرِ الْفَقِيهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَيْمُونٍ , نا أَبُو غَسَّانَ , نا شَرِيكٌ , عَنْ أَشْعَثَ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ جَابِرٍ , رَفَعَهُ قَالَ: «لَا نَرِثُ أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا يَرِثُونَا إِلَّا أَنْ يَرِثَ الرَّجُلُ عَبْدَهُ أَوْ أَمَتَهُ , وَتَحِلُّ لَنَا نِسَاؤُهُمْ وَلَا تَحِلُّ لَهُمْ نِسَاؤُنَا»

Sunan Daruquthni 4038: Ali bin Muhammad bin Yahya bin Mihran As-Sawwaq menceritakan kepada kami, Abu An-Nashr Al Faqih Ismail bin Abdullah bin Maimun menceritakan kepada kami, Abu Ghassan menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Asy’ats, dari Al Hasan, dari Jabir, secara marfu’, dia berkata, “Kita tidak mewarisi ahli kitab dan mereka juga tidak mewarisi, kecuali seseorang (yakni seorang muslim) mewarisi budak laki-lakinya atau budak perempuannya. Dihalalkan bagi kita kaum wanita mereka namun tidak dihalalkan kaum wanita kita bagi mereka.”

Sunan Daruquthni 4023

سنن الدارقطني 4023: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَزِيدَ الزَّعْفَرَانِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ الْأَزْرَقُ , نا أَبُو عَامِرٍ , نا زَمْعَةُ بْنُ صَالِحٍ , عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «أَلْحِقُوا الْمَالَ بِالْفَرَائِضِ فَمَا تَرَكَتْ فَلِأَوْلَى ذَكَرٍ»

Sunan Daruquthni 4023: Ahmad bin Muhammad bin Yazid Az-Za’farani menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hassan Al Azraq menceritakan kepada kami, Abu Amir menceritakan kepada kami, Zam’ah bin Shalih menceritakan kepada kami dari Ibnu Thawus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW bersabda, “Berikanlah harta (warisan) sesuai dengan ketentuan pembagian warisan. Adapun sisanya adalah untuk laki-laki yang paling dekat (hubungannya)’.”

Sunan Daruquthni 4039

سنن الدارقطني 4039: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَتْحِ الْقَلَانِسِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ , نا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَتَوَارَثُ أَهْلُ مِلَّتَيْنِ شَتَّى مُخْتَلِفَتَيْنِ» , قَالَ: «وَالْمَرْأَةُ تَرِثُ مِنْ عَقْلِ زَوْجِهَا وَمَالِهِ , وَهُوَ يَرِثُ مِنْ عَقْلِهَا وَمَالِهَا إِلَّا أَنْ يَقْتُلَ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ , فَإِنْ هُوَ قَتَلَهُ عَمْدًا لَمْ تَرِثْ مِنْ مَالِهِ وَلَا مِنْ دِيَتِهِ شَيْئًا , فَإِنْ قَتَلَ خَطَأً وَرِثَ مِنْ مَالِهِ وَلَمْ تَرِثْ مِنْ دِيَتِهِ شَيْئًا»

Sunan Daruquthni 4039: Muhammad bin Al Fath Al Qalanisi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ubaid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Umar menceritakan kepada kami, AdhDhahhak bin Utsman menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Pemeluk dua agama yang berbeda tidak saling mewarisi.’ Beliau juga bersabda, ‘Istri mewarisi diyat suaminya dan hartanya, dan suami juga mewarisi diyat istrinya dan hartanya, kecuali bila salah satunya membunuh yang lainnya. Bila salah satunya membunuh yang lain dengan sengaja maka ia tidak mewarisi sedikit pun dari diyatnya dan tidak pula dari hartanya. Dan bila dia membunuh dengan tidak sengaja maka dia mewarisi dari hartanya namun tidak mewarisi sedikit pun dari diyatnya’.”

Sunan Daruquthni 4024

سنن الدارقطني 4024: نا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , وَأَبُو عِيسَى مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ قَطَنٍ , قَالَا: نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ ح وَنا أَبُو شَيْبَةَ عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ جَعْفَرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مَسْعُودٍ الْعَجَمِيُّ , قَالَا: نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَقْسِمُوا الْمَالَ بَيْنَ أَهْلِ الْفَرَائِضِ فَمَا تَرَكَتِ الْفَرَائِضُ فَلِأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ». وَقَالَ أَبُو شَيْبَةَ: «أَقْسِمُوا الْمِيرَاثَ بَيْنَ أَهْلِ الْفَرَائِضِ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى»

Sunan Daruquthni 4024: Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Buhlul dan Abu Isa Muhammad bin Ahmad bin Qathan menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami (h) Dan Abu Syaibah Abdul Aziz bin Ja’far menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mas’ud Al Ajami menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Ibnu Thawus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Bagikanlah harta (warisan) di antara ahlul faraidh. (ahli waris utama). Adapun yang tersisa adalah untuk laki-laki yang paling dekat (hubungannya)’.” Abu Syaibah menyebutkan (dalam redaksinya), “Bagikanlah harta warisan di antara ahlul faraid (ahli waris utama) sesuai dengan Kitabullah Ta‘ala.”

Sunan Daruquthni 4040

سنن الدارقطني 4040: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَتْحِ الْقَلَانِسِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ , نا مَخْرَمَةُ بْنُ بُكَيْرٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Sunan Daruquthni 4040: Muhammad bin Al Fath Al Qalanisi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ubaid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Umar menceritakan kepada kami, Makhramah bin Bukair menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW dengan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4025

سنن الدارقطني 4025: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , نا مُعَاذُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْمِنْهَالِ , نا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , نا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا تَرَكَتِ فَلِأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ»

Sunan Daruquthni 4025: Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Mu’adz bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Minhal menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami, Rauh bin Al Qashim menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Thawus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Berikanlah pembagian warisan kepada ahlinya (ahli waris utama). Adapun yang tersisa adalah untuk laki-laki yang paling dekat (hubungannya)’.”

Sunan Daruquthni 4026

سنن الدارقطني 4026: نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي نُعَيْمٍ ح وَنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ , نا سَعِيدُ بْنُ أَيُّوبَ , نا مُسْلِمٌ , قَالَا: نا وُهَيْبٌ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ»

Sunan Daruquthni 4026: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu Nu’aim menceritakan kepada kami (h) Ahmad bin Muhammad bin Sa’dan menceritakan kepada kami, Sa’id bin Ayyub menceritakan kepada kami, Muslim menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Wuhaib menceritakan kepada kami, Abdullah bin Thawus menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Berikanlah harta warisan kepada ahli waris utama, adapun sisanya adalah untuk laki-laki yang paling dekat (hubungannya).”