Skip to main content

Sunan Daruquthni 4064

سنن الدارقطني 4064: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , أنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ , نا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ قَتَادَةَ , نا أَبُو حَسَّانَ الْأَعْرَجُ , عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ الْكُوفِيُّ , أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ أُتِيَ بِالْيَمَنِ فِي مِيرَاثِ رَجُلٍ تَرَكَ ابْنَتَهُ وَأُخْتَهُ «فَأَعْطَى ابْنَتَهُ النِّصْفَ وَأُخْتَهُ النِّصْفَ , وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيُّ بَيْنَ أَظْهُرِهِمْ»

Sunan Daruquthni 4064: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar Al Qawariri mengabarkan kepada kami, Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku dari Qatadah, Abu Hassan Al A’raj menceritakan kepada kami dari Al Aswad bin Yazid Al Kufi, bahwa Mu’adz bin Jabal diutus ke Yaman untuk membagikan warisan seorang laki-laki yang meninggalkan seorang anak perempuannya dan saudara perempuannya. Dia lalu memberi setengah bagian untuk anak perempuannya, dan setengah bagian untuk saudara perempuannya. Saat itu Rasulullah SAW masih hidup di tengah mereka.

Sunan Daruquthni 4080

سنن الدارقطني 4080: نا أَبُو حَامِدٍ الْحَضْرَمِيُّ , نا يَزِيدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْبَرَاءِ , نا مُوسَى بْنُ مَسْعُودٍ , نا سُفْيَانُ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنِ الْحَارِثِ , أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أُتِيَ فِي بَنِي عَمٍّ أَحَدُهُمْ أَخٌ لِأُمٍّ فَقِيلَ لِعَلِيٍّ: إِنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ أَعْطَى الْأَخَ مِنَ الْأُمِّ الْمَالَ كُلَّهُ دُونَهُمْ لِقَرَابَتِهِ , فَقَالَ عَلِيٌّ: «يَرْحَمُ اللَّهُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ إِنْ كَانَ لَفَقِيهًا لَوْ كُنْتُ أَنَا لَأَعْطَيْتُهُ السُّدُسَ ثُمَّ أَشْرَكْتُ بَيْنَهُمْ فِيمَا بَقِيَ»

Sunan Daruquthni 4080: Abu Hamid Al Hadhrami menceritakan kepada kami, Yazid bin Amr bin Al Bara’ menceritakan kepada kami, Musa bin Mas’ud menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Al Harits, bahwa diajukan kepada Ali RA (tentang bagian warisan) untuk anak-anak paman yang salah satunya adalah saudara seibu, lalu dikatakan kepada Ali, bahwa Ibnu Mas’ud memberikan seluruh harta kepada saudara seibu tanpa menyertakan kerabatnya, maka Ali berkata, “Semoga Allah mengasihi Abdullah bin Mas’ud, sungguh ia seorang ahli fikih. Kalau aku, maka aku memberinya seperenam, lalu aku serikatkan mereka pada sisanya.”

Sunan Daruquthni 4065

سنن الدارقطني 4065: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمِنْقَرِيُّ , نا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , نا سَعِيدٌ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ مَوْلًى لِحَمْزَةَ تُوُفِّيَ فَتَرَكَ ابْنَتَهُ وَابْنَةَ حَمْزَةَ , فَأَعْطَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْنَتَهُ النِّصْفَ , وَلِابْنَةِ حَمْزَةَ النِّصْفُ “. هَكَذَا نَاهُ مِنْ أَصْلِهِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ

Sunan Daruquthni 4065: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib menceritakan kepada kami. Sulaiman bin Daud Al Manqari menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami, Sa’id menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Jabir bin Zaid, dari Ibnu Abbas, bahwa maula milik Hamzah meninggal dengan meninggalkan anak perempuannya dan anak perempuan Hamzah. Lalu Nabi SAW memberi setengah bagian untuk anak perempuannya, dan setengah bagian untuk anak perempuan Hamzah. Demikianlah yang dia kabarkan kepada kami dari asalnya dengan isnad ini.”

Sunan Daruquthni 4066

سنن الدارقطني 4066: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ , نا عَفَّانُ , نا هَمَّامٌ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ , قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ ابْنَ ابْنِي مَاتَ فَمَا لِي مِنْ مِيرَاثِهِ؟ , قَالَ: «لَكَ السُّدُسُ» , فَلَمَّا أَدْبَرَ دَعَاهُ , فَقَالَ: «لَكَ سُدُسٌ آخَرُ» , فَلَمَّا أَدْبَرَ دَعَاهُ , فَقَالَ: «لَكَ السُّدُسُ الْآخَرُ طُعْمَةً»

Sunan Daruquthni 4066: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib menceritakan kepada kami, Affan menceritakan kepada kami, Hammam menceritakan kepada kami, Qatadah menceritakan kepada kami dari Al Hasan, dari Imran bin Hushain, dia berkata, “Seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ‘Sesungguhnya cucu laki-laki dari anak laki-lakiku meninggal, lalu apa bagianku dari warisannya?’ Beliau menjawab, ‘Untukmu seperenam.’ Setelah beranjak beliau memanggilnya, ‘Untukmu seperenam lainnya.” Setelah beranjak beliau memanggilnya lagi, ‘Untukmu seperenam lagi sebagai pemberian’.”

Sunan Daruquthni 4067

سنن الدارقطني 4067: نا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ النُّعْمَانِيُّ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجَرْجَرَائِيُّ , نا وَكِيعٌ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ عَيَّاشٍ , عَنْ حَكِيمِ بْنِ حَكِيمِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ حُنَيْفٍ , عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ , قَالَ: رَمَى رَجُلٌ رَجُلًا بِسَهْمٍ فَقَتَلَهُ وَلَيْسَ لَهُ وَارِثٌ إِلَّا خَالٌ , فَكَتَبَ فِي ذَلِكَ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ إِلَى عُمَرَ , وَكَتَبَ عُمَرُ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «اللَّهُ وَرَسُولُهُ مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ , وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ»

Sunan Daruquthni 4067: Muhammad bin Sulaiman An-Nu’mani menceritakan kepada kami, Al Husain bin Abdurrahman Al Jarjarai menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Abdurrahman bin Al Harits bin Ayyasy, dari Hakim bin Hakim bin Abbad bin Hunaif, dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, dia berkata, “Seorang lakilaki melontar laki-laki pernah lainnya dengan anak panah sehingga membunuhnya, laki-laki (yang terbunuh) itu tidak mempunyai pewaris selain seorang paman (dari pihak ibu), lalu Abu Ubaidah bin Al Jarrah mengirim surat kepada Umar (menanyakan) hal itu, Umar pun membalas suratnya, bahwa Nabi SAW bersabda, ‘Allah dan Rasul-Nya adalah maula bagi yang tidak mempunyai maula, dan paman (dari pihak ibu) adalah pewaris bagi yang tidak mempunyai pewaris”.”

Sunan Daruquthni 4068

سنن الدارقطني 4068: نا الْقَاضِي أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , نا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى بْنِ زَائِدَةَ أَبُو زَائِدَةَ , نا أَبُو عَاصِمٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ , وَالْخَالَ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ»

Sunan Daruquthni 4068: Al Qadhi Ahmad bin Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, Zakariyya bin Yahya bin Za’idah Abu Za’idah menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Muslim, dari Thawus, dari Aisyah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah adalah maula bagi yang tidak mempunyai maula, dan paman (dari pihak ibu) adalah pewaris bagi yang tidak mempunyai ahli waris’.”

Sunan Daruquthni 4069

سنن الدارقطني 4069: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ , وَأَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ صَخْرٍ , وَأَبُو أُمَيَّةَ الطَّرَسُوسِيُّ , قَالُوا: نا أَبُو عَاصِمٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُ مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ , وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ»

Sunan Daruquthni 4069: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya bin Faris, Ahmad bin Sa’id bin Shakhr dan Abu Umayyah Ath-Tharthusi menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abu Ashim menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Muslim, dari Thawus, dari Aisyah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah adalah maula bagi yang tidak mempunyai maula, dan paman (dari pihak ibu) adalah pewaris bagi yang tidak mempunyai ahli waris.”

Sunan Daruquthni 4070

سنن الدارقطني 4070: قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , وَنا أَبُو عَاصِمٍ , مَرَّةً أُخْرَى عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «اللَّهُ وَرَسُولُهُ مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ , وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ». فَقِيلَ لِأَبِي عَاصِمٍ: عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ , فَسَكَتَ فَقَالَ لَهُ الشَّاذَكُونِيُّ: حَدِّثْنَا عَنِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَسَكَتَ.

Sunan Daruquthni 4070: Muhammad bin Yahya berkata: Dan Abu Ashim menceritakan kepada kami sekali lagi, dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Muslim, dari Thawus, dari Aisyah, dia berkata, “Allah dan Rasul-Nya adalah maula bagi yang tidak mempunyai maula, dan paman (dari pihak ibu) adalah pewaris bagi yang tidak mempunyai ahli waris.” Lalu ditanyakan kepada Abu Ashim, “Itu dari Nabi SAW?” Ia lantas diam saja, lalu Asy-Syadzakuni berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepada kami apa yang dari Nabi SAW,” namun dia tetap diam.

Sunan Daruquthni 4071

سنن الدارقطني 4071: نا ابْنُ مَنِيعٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ , نا أَبُو عَاصِمٍ , مَوْقُوفًا

Sunan Daruquthni 4071: Ibnu Mani’ menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sinan menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami, secara mauquf.

Sunan Daruquthni 4072

سنن الدارقطني 4072: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا لَيْثُ بْنُ حَمَّادٍ الصَّفَّارُ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ بُدَيْلِ بْنِ مَيْسَرَةَ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ أَبِي عَامِرٍ الْهَوْزَنِيِّ , عَنِ الْمِقْدَامِ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «أَنَا أَوْلَى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِهِ , مَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ وَمَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيَاعًا فَإِلَيَّ أَنَا أَقْضِي دَيْنَهُ وَأَفُكُّ عَانَيَهُ , وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ يَقْضِي دَيْنَهُ وَيَفُكُّ عَانَيَهُ».

Sunan Daruquthni 4072: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Laits bin Hammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Budail bin Maisarah, dari Ali bin Abu Thalhah, dari Rasyid bin Sa’d, dari Abu Amir Al Hauzani, dari Al Miqdam, bahwa Nabi SAW bersabda, “Aku lebih berhak terhadap setiap mukmin daripada dirinya sendiri. Barangsiapa yang meninggalkan harta, maka itu bagi para ahli warisnya, dan barangsiapa yang meninggalkan utang atau keturunan (tanggungan hidup), maka itu kepadaku. Aku akan melunasi utangnya dan menebus ketertawanannya. Dan paman (dari pihak ibu) adalah pewaris bagi yang tidak mempunyai ahli waris, dia yang melunasi utangnya dan menebus ketertawanannya.”