Skip to main content

Sunan Daruquthni 4217

سنن الدارقطني 4217: نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ الْقَطَّانُ , نا عَبْدُ الْكَرِيمِ بْنُ الْهَيْثَمِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ طَرِيفٍ , نا ابْنُ فُضَيْلٍ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا بَأْسَ بِبَيْعِ خَدَمَةِ الْمُدَبَّرِ إِذَا احْتَاجَ». هَذَا خَطَأٌ مِنِ ابْنِ طَرِيفٍ , وَالصَّوَابُ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ , عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُرْسَلًا وَقَدْ تَقَدَّمَ

Sunan Daruquthni 4217: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad Al Qaththan menceritakan kepada kami, Abdul Karim bin Al Haitsam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Tharif menceritakan kepada kami, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman, dari Atha‘ dari Jabir bin Abdullah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, „Tidak apa-apa menjual jasa budak yang telah ditadbir bila itu diperlukan’. ” Ini kesalahan dari Ibnu Tharif. Yang benar adalah dari Abdul Malik, dari Abu Ja’far secara mursal. Riwayatnya telah dikemukakan.

Sunan Daruquthni 4202

سنن الدارقطني 4202: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْعَنْبَرِيُّ , نا مُعْتَمِرٌ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنْ عُمَرَ , قَالَ: «قَضَى أَنَّ أُمَّ الْوَلَدِ لَا تُبَاعُ وَلَا تُوهَبُ وَلَا تُورَثُ , يَسْتَمْتِعُ بِهَا صَاحِبُهَا مَا عَاشَ فَإِذَا مَاتَ فَهِيَ حُرَّةٌ»

Sunan Daruquthni 4202: Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ubaidullah Al Anbari menceritakan kepada kami, Mu’tamir menceritakan kepada kami dari Ubaidullah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Umar, dia berkata, “Dia memutuskan bahwa ummul walad tidak boleh dijual, dihibahkan dan tidak pula diwariskan. Pemiliknya boleh menikmatinya selama hidupnya. Bila dia (si pemilik) meninggal, maka ummul walad itu merdeka.”

Sunan Daruquthni 4218

سنن الدارقطني 4218: نا أَبُو عَمْرٍو يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْمُقَوِّمُ , ثنا سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ , نا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: «أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَيْعِ الْمُدَبَّرِ»

Sunan Daruquthni 4218: Abu Amr dan Yusuf bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abdul Aziz Al Muqawwim menceritakan kepada kami, Muslim bin Qutaibah menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Dzi’b menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Jabir, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah memerintahkan untuk menjual budak mudabbar.”

Sunan Daruquthni 4203

سنن الدارقطني 4203: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا قَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا الْمُقْرِئُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَخْرَمِيُّ الْقَاضِي , نا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ مِنْ أَصْلِ كِتَابِهِ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ , وَقَالَ: «لَا يُبَعْنَ وَلَا يُوهَبْنَ وَلَا يُورَثْنَ , يَسْتَمْتِعُ بِهَا سَيِّدُهَا مَا دَامَ حَيًّا فَإِذَا مَاتَ فَهِيَ حُرَّةٌ».

Sunan Daruquthni 4203: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Qasim bin Zakanyya Al Muqri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah Al Makhrami Al Qadhi menceritakan kepada kami, Yunus bin Muhammad menceritakan kepada kami dari asal kitabnya, Abdul Aziz bin Muslim menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, bahwa Nabi SAW melarang menjual para ummul walad, dan beliau bersabda, “Mereka tidak boleh dijual, dihibahkan dan tidak pula diwariskan. Majikannya boleh menikmatinya selama hidupnya, dan bila (majikannya) telah meninggal, maka dia (ummul walad itu) merdeka.”

Sunan Daruquthni 4219

سنن الدارقطني 4219: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , قَالَا: نا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , نا عَلِيُّ بْنُ ظَبْيَانَ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , [ص:244] عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمُدَبَّرُ مِنَ الثُّلُثِ»

Sunan Daruquthni 4219: Abu Muhammad bin Sha’id dan Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ali bin Muslim menceritakan kepada kami, Ali bin Zhibyan menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Budak mudabbar termasuk (wasiat) yang sepertiga.”

Sunan Daruquthni 4204

سنن الدارقطني 4204: قَالَ: وَنا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ عُمَرَ نَحْوَهُ غَيْرَ مَرْفُوعٍ

Sunan Daruquthni 4204: Dia berkata: Dan Yahya bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muslim menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar, dari Umar, dengan redaksi yang serupa, tidak marfu’.

Sunan Daruquthni 4220

سنن الدارقطني 4220: نا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْعَلَاءِ الْكَاتِبُ , وَأَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ , وَجَمَاعَةٌ قَالُوا: نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا عَمْرُو بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ أَبُو مُعَاوِيَةَ الْجَزَرِيُّ , عَنْ عَمِّهِ عُبَيْدَةَ بْنِ حَسَّانَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُدَبَّرُ لَا يُبَاعُ وَلَا يُوهَبُ وَهُوَ حُرٌّ مِنَ الثُّلُثِ». لَمْ يُسْنِدْهُ غَيْرُ عُبَيْدَةَ بْنِ حَسَّانَ وَهُوَ ضَعِيفٌ , وَإِنَّمَا هُوَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَوْقُوفٌ مِنْ قَوْلِهِ

Sunan Daruquthni 4220: Abu Ja’far Muhammad bin Abdullah bin Al Ala’ Al Katib, Ahmad bin Muhammad bin Abu Bakar dan jama’ah menceritakan kepada kami, mereka berkata: Ali bin Harb menceritakan kepada kami, Amr bin Abdul Jabbar Abu Mu’awiyah Al Jazari menceritakan kepada kami dari pamannya, Abidah bin Hassan, dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Nabi SAW bersabda, “Budak mudabbar tidak boleh dijual dan dihibahkan, dia itu merdeka dan termasuk harta wasiat yang sepertiga.” Tidak ada yang menisbatkannya (kepada Nabi SAW) selain Abidah bin Hassan, dia adalah perawi dha‘if Sebenarnya riwayat ini berasal dari Ibnu Umar secara mauquf, yakni bahwa riwayat ini berasal dari perkataannya.

Sunan Daruquthni 4205

سنن الدارقطني 4205: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ , نا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ عُمَرَ , «أَنَّهُ نَهَى عَنْ بَيْعِ أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ لَا يُوهَبْنَ وَلَا يُورَثْنَ , يَسْتَمْتِعُ بِهَا سَيِّدُهَا حَيَاتَهُ فَإِذَا مَاتَ فَهِيَ حُرَّةٌ»

Sunan Daruquthni 4205: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakkar menceritakan kepada kami, Fulaih bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar, dari Umar, bahwa dia melarang menjual para ummul walad, (dan bahwa) mereka juga tidak boleh dihibahkan dan tidak diwariskan. Majikannya boleh menikmatinya selama hidupnya. Bila (majikannya) meninggal, maka ummul walad itu merdeka.

Sunan Daruquthni 4206

سنن الدارقطني 4206: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا الْهَيْثَمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ خَلَفٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُطِيعٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ هُوَ الْمُخَرِّمِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ , لَا يُبَعْنَ وَلَا يُوهَبْنَ وَلَا يُورَثْنَ , يَسْتَمْتِعُ بِهَا سَيِّدُهَا مَا بَدَا لَهُ فَإِذَا مَاتَ فَهِيَ حُرَّةٌ»

Sunan Daruquthni 4206: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Al Haitsam bin Muhammad bin Khalaf menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muthi’ menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ja’far, —yaitu Al Makhrami,— menceritakan kepada kami, Abdullah bin Dinar menceritakan kepada kami dari Ibnu Umar, dia berkata, “Rasulullah SAW melarang menjual para ummul walad, mereka tidak boleh dijual dan dihibahkan serta tidak pula diwariskan. Majikannya boleh menikmatinya selama yang diinginkannya. Bila (majikannya) meninggal, maka dia (ummul walad tersebut) merdeka.”

Sunan Daruquthni 4207

سنن الدارقطني 4207: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ , أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ , يَقُولُ: «كُنَّا نَبِيعُ سَرَارِيَّنَا أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ , وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيُّ لَا يَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا»

Sunan Daruquthni 4207: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa dia mendengar Jabir —yakni Ibnu Abdullah,— berkata, “Dulu kami pernah menjual para budak kami yang status ummul walad, saat Nabi SAW masih hidup. Beliau memandang itu tidak apa-apa.”