Skip to main content

Sunan Daruquthni 4207

سنن الدارقطني 4207: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ , أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ , يَقُولُ: «كُنَّا نَبِيعُ سَرَارِيَّنَا أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ , وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيُّ لَا يَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا»

Sunan Daruquthni 4207: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa dia mendengar Jabir —yakni Ibnu Abdullah,— berkata, “Dulu kami pernah menjual para budak kami yang status ummul walad, saat Nabi SAW masih hidup. Beliau memandang itu tidak apa-apa.”

Sunan Daruquthni 4208

سنن الدارقطني 4208: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , نا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ , نا شُعْبَةُ , عَنْ زَيْدٍ الْعَمِّيِّ , عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ النَّاجِيِّ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , أَنَّهُ قَالَ فِي أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ: «كُنَّا نَبْتَاعَهُنَّ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»

Sunan Daruquthni 4208: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar menceritakan kepada kami, Khalid bin Al Harits menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Zaid Al Ammi, dan Abu Ash-Shiddiq An-Naji, dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa ia berkata tentang para ummul walad, “Kami pernah menjual mereka pada masa Rasulullah SAW.”

Sunan Daruquthni 4209

سنن الدارقطني 4209: وَنا ابْنُ صَاعِدٍ , نا بُنْدَارٌ , نا مُحَمَّدٌ , نا شُعْبَةُ بِهَذَا , قَالَ: «كُنَّا نَبِيعُ أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»

Sunan Daruquthni 4209: Ibnu Sha’id menceritakan kepada kami, Bundar menceritakan kepada kami, Muhammad menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami riwayat tersebut, ia berkata, “Kami pernah menjual ummul walad pada masa Rasulullah SAW.”

Sunan Daruquthni 4210

سنن الدارقطني 4210: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ النَّقَّاشُ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ , نا مُصَرِّفُ بْنُ عَمْرٍو , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَفْرِيقِيِّ , عَنْ مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَعْتَقَ أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ , وَقَالَ عُمَرُ: «أَعْتَقَهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»

Sunan Daruquthni 4210: Muhammad bin Al Hasan An-Naqqasy menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Sufyan menceritakan kepada kami, Musharrif bin Amr menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Abdurrahman Al Ifriqi, dari Muslim bin Yasar, dari Sa’id bin Al Musayyab, bahwa Umar RA pernah memerdekakan para ummul walad, dan Umar berkata, “Rasulullah SAW pernah memerdekakan mereka.”

Sunan Daruquthni 4211

سنن الدارقطني 4211: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ السَّلُولِيُّ , نا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ حَرْبٍ , عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّالَانِيِّ , عَنِ الْحَكَمِ , عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ , عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَامُ , «أَنَّهُ فَرَّقَ بَيْنَ جَارِيَةٍ وَوَلَدِهَا , فَنَهَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَرَدَّ الْبَيْعَ»

Sunan Daruquthni 4211: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Utsman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Ishaq bin Manshur As-Saluli menceritakan kepada kami, Abdussalam bin Harb menceritakan kepada kami dari Yazid bin Abdurrahman Ad-Dalani, dari Al Hakam, dari Maimun bin Abu Syabib, dari Ali AS, bahwa ia pernah memisahkan antara seorang budak perempuan dengan anaknya, lalu Rasulullah SAW melarang hal itu, maka jual beli itu pun dikembalikan.

Sunan Daruquthni 4212

سنن الدارقطني 4212: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ , نا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ , نا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ , أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ يَسَارٍ , قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ فَأَتَاهُ فَتًى مِنَ الْأَنْصَارِ , فَقَالَ: إِنَّ ابْنَةَ عَمٍّ لِي وَأَنَا وَلِيُّهَا أَعْتَقَتْ جَارِيَةً عَنْ دُبُرٍ لَيْسَ لَهَا مَالٌ غَيْرَهَا , قَالَ زَيْدٌ: «فَلْتَأْخُذْ مِنْ رَحِمِهَا مَا دَامَتْ حَيَّةً». قَالَ أَبُو بَكْرٍ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ

Sunan Daruquthni 4212: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Bisyr menceritakan kepada kami, Marwan bin Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Utsman bin Hakim Al Anshari menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Yasar menceritakan kepadaku, dia berkata, “Ketika aku sedang di tempat Zaid bin Tsabit, seorang pemuda Anshar mendatanginya lalu berkata, ‘Sesungguhnya putri pamanku, dan aku adalah walinya, telah menyatakan memerdekakan seorang budak perempuan setelah kematiannya (kelak), padahal dia tidak memiliki harta selain (budak perempuan) itu.’ Zaid berkata, ‘Hendaknya engkau bisa mengambil manfaat dari rahimnya selama dia masih hidup’.” Abu Bakar berkata, “Ini hadis gharib.”

Sunan Daruquthni 4213

سنن الدارقطني 4213: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , وَالْمَيْمُونِيُّ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «وَلَدُ الْمُدَبَّرَةِ يُعْتَقُونَ بِعِتْقِهَا , وَيُرَقُّونَ بِرِقِّهَا»

Sunan Daruquthni 4213: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ali bin Harb dan Al Maimuni menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Ubaid menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Anak dari budak perempuan yang di-tadbir menjadi merdeka dengan kemerdekaannya (yakni dengan kemerdekaan ibunya) dan menjadi budak dengan status budak (ibu)nya.”

Sunan Daruquthni 4214

سنن الدارقطني 4214: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا جَرِيرٌ , عَنْ عَبْدِ الْغَفَّارِ بْنِ الْقَاسِمِ , عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ , قَالَ: ذُكِرَ عِنْدَهُ أَنَّ عَطَاءً , وَطَاوُسًا يَقُولَانِ , عَنْ جَابِرٍ فِي الَّذِي أَعْتَقَهُ مَوْلَاهُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَعْتَقَهُ عَنْ دُبُرٍ , فَأَمَرَهُ «أَنْ يَبِيعَهُ وَيَقْضِي دَيْنَهُ فَبَاعَهُ بِثَمَانِمِائَةِ دِرْهَمٍ». قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ: شَهِدْتُ الْحَدِيثَ مِنْ جَابِرٍ: إِنَّمَا أَذِنَ فِي بَيْعِ خِدْمَتِهِ , عَبْدُ الْغَفَّارِ ضَعِيفٌ , وَرَوَاهُ غَيْرُهُ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُرْسَلًا

Sunan Daruquthni 4214: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami dari Abdul Ghaffar bin Al Qasim, dari Abu Ja’far, dia berkata: Disebutkan di dekatnya, bahwa Atha’ dan Thawus berkata dari Jabir, tentang orang yang dimerdekakan oleh majikan pada masa Rasulullah SAW, yaitu bahwa dia dimerdekakan setelah kematiannya (yakni kematian majikannya), (namun) beliau memerintahkan untuk menjualnya dan melunasi utangnya, maka orang itu pun menjualnya dengan harga delapan ratus dirham. Abu Ja’far berkata, “Aku menyaksikan hadis ini dari Jabir, bahwa beliau mengizinkan menjual jasanya.” Abdul Ghaffar adalah perawi yang dha‘if. Diriwayatkan juga oleh perawi lainnya dari Abu Ja’far secara mursal.

Sunan Daruquthni 4215

سنن الدارقطني 4215: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , نا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ , عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ , قَالَ: «بَاعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِدْمَةَ الْمُدَبَّرَةِ»

Sunan Daruquthni 4215: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Abdul Malik bin Abu Sulaiman menceritakan kepada kami dari Abu Ja’far, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah menjual jasa budak perempuan yang telah di-tadbir.”

Sunan Daruquthni 4216

سنن الدارقطني 4216: نا أَبُو بَكْرٍ , نا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ مُسْلِمٍ , نا حَجَّاجٌ , وَهَيْثَمُ بْنُ جَمِيلٍ , قَالَا: نا شَرِيكٌ , عَنْ جَابِرٍ , عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ , قَالَ: «إِنَّمَا بَاعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِدْمَةَ الْمُدَبَّرَةِ». قَالَ أَبُو بَكْرٍ: لَمْ أَجِدْ فِيهِ حَدِيثًا غَيْرَ هَذَا , وَأَبُو جَعْفَرٍ وَإِنْ كَانَ مِنَ الثِّقَاتِ فَإِنَّ حَدِيثَهُ مُرْسَلٌ

Sunan Daruquthni 4216: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Yusuf bin Sa’id bin Muslim menceritakan kepada kami, Hajjaj dan Haitsam bin Jamil menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Syarik menceritakan kepada kami dari Jabir, dari Abu Ja’far, dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah menjual jasa budak perempuan yang telah ditadbir.” Abu Bakar berkata, ‘Tentang hal ini, aku belum menemukan hadis lain selain ini. Abu Ja’far sendiri tennasuk perawi tsiqah, namun hadisnya ini mursal.”