Skip to main content
Sunan Daruquthni 4206

سنن الدارقطني 4206: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا الْهَيْثَمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ خَلَفٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُطِيعٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ هُوَ الْمُخَرِّمِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ , لَا يُبَعْنَ وَلَا يُوهَبْنَ وَلَا يُورَثْنَ , يَسْتَمْتِعُ بِهَا سَيِّدُهَا مَا بَدَا لَهُ فَإِذَا مَاتَ فَهِيَ حُرَّةٌ»

Sunan Daruquthni 4206: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Al Haitsam bin Muhammad bin Khalaf menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muthi’ menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ja’far, —yaitu Al Makhrami,— menceritakan kepada kami, Abdullah bin Dinar menceritakan kepada kami dari Ibnu Umar, dia berkata, “Rasulullah SAW melarang menjual para ummul walad, mereka tidak boleh dijual dan dihibahkan serta tidak pula diwariskan. Majikannya boleh menikmatinya selama yang diinginkannya. Bila (majikannya) meninggal, maka dia (ummul walad tersebut) merdeka.”