Skip to main content

Sunan Daruquthni 4235

سنن الدارقطني 4235: نا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْبَزَّازُ , نا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سُلَيْمَانَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ الْبَرْقِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْحَكَمِ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ أَبِي صَخْرَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَطَاءٍ , عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ , قَالَ: أَشْهَدُ عَلَى أَبِي يُحَدِّثُنِي: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يَقُولُ الْقَوْلَ ثُمَّ يَلْبَثُ حِينًا ثُمَّ يَنْسَخَهُ بِقَوْلٍ آخَرَ كَمَا يَنْسَخُ الْقُرْآنُ بَعْضُهُ بَعْضًا»

Sunan Daruquthni 4235: Muhammad bin Musa Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ali bin Ahmad bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdunahim Al Barqi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abdul Hakam menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami dari Abu Shakhrah, dari Abdullah bin Atha‘ dari Urwah bin Az-Zubair, dari Abdullah bin Az-Zubair, dia berkata, “Aku bersaksi bahwa ayahku menceritakan kepadaku, bahwa Rasulullah SAW pernah berkata suatu perkataan, lalu terdiam sejenak, kemudian beliau menghapusnya dengan perkataan lainnya, sebagaimana sebagian Al Qur’an menghapus sebagian lainnya.”

Sunan Daruquthni 4236

سنن الدارقطني 4236: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ شَرِيكٍ , نا أَبِي , عَنْ مُجَالِدٍ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , قَالَ: «إِيَّاكُمْ وَأَصْحَابَ الرَّأْيِ فَإِنَّهُمْ أَعْدَاءَ السُّنَنِ أَعْيَتْهُمُ الْأَحَادِيثُ أَنْ يَحْفَظُوهَا فَقَالُوا بِالرَّأْيِ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا»

Sunan Daruquthni 4236: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ahmad bin Utsman bin Hakim menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Syarik menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami dari Mujalid, dari Asy-Sya’bi, dari Amr bin Huraits, dari Umar bin Khaththab, dia berkata, “Hendaklah kalian menghindari para ahli logika, karena mereka itu adalah musuh-musuh Sunnah. Mereka cenderung lemah menghafal lalu mereka berbicara berdasarkan pendapat, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.”

Sunan Daruquthni 4221

سنن الدارقطني 4221: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا أَبُو النُّعْمَانِ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ «أَنَّهُ كَرِهَ بَيْعَ الْمُدَبَّرِ». هَذَا هُوَ الصَّحِيحُ مَوْقُوفٌ , وَمَا قَبْلَهُ لَا يُثْبَتُ مَرْفُوعًا , وَرُوَاتُهُ ضُعَفَاءُ

Sunan Daruquthni 4221: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abu An-Nu’man menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa dia memakruhkan penjualan budak mudabbar.” Inilah yang shahih, yaitu mauquf. Adapun riwayat sebelumnya tidak valid diriwayatkan secara marfu’ dan para perawinya dha‘if.

Sunan Daruquthni 4237

سنن الدارقطني 4237: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ الْجَمَالُ , نا هَاشِمُ بْنُ الْجُنَيْدِ أَبُو صَالِحٍ , نا عَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ أَبِي رَوَّادٍ , نا مَرْوَانُ بْنُ سَالِمٍ، عَنِ الْكَلْبِيِّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا هَلَكَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ حِينَ حَدَّثَ فِيهِمُ الْمُوَلَّدُونَ أَبْنَاءُ سَبَايَا الْأُمَمِ , فَوَضَعُوا الرَّأْيَ فَضَلُّوا».

Sunan Daruquthni 4237: Abdullah bin Muhammad bin Sa’id Al Jammal menceritakan kepada kami, Hasyim bin Al Junaid Abu Shalih menceritakan kepada kami, Abdul Majid bin Abu Rawwad menceritakan kepada kami, Marwan bin Salim menceritakan kepada kami dari Al Kalbi, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Bani Israil binasa ketika telah terjadi di tengah mereka, bahwa para pendidik adalah anak-anak dari para tawanan umat itu, lalu mereka memberlakukan pendapat sehingga mereka sesat’.”

Sunan Daruquthni 4222

سنن الدارقطني 4222: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ السُّلَمِيُّ , وَالْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , قَالُوا: نا أَبُو نُعَيْمٍ , نا شَرِيكٌ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ , عَنْ عَطَاءٍ , وَأَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , أَنَّ رَجُلًا مَاتَ وَتَرَكَ مُدَبَّرًا وَدَيْنًا , فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنْ يَبِيعُوهُ فِي دَيْنِهِ» , فَبَاعُوهُ بِثَمَانِمِائَةٍ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: قَوْلُ شَرِيكٍ: إِنَّ رَجُلًا مَاتَ خَطَأٌ مِنْهُ لِأَنَّ فِي حَدِيثِ الْأَعْمَشِ , عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ: وَدَفَعَ ثَمَنَهُ إِلَيْهِ , وَقَالَ: اقْضِ دَيْنَكَ. كَذَلِكَ رَوَاهُ عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ , وَأَبُو الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ أَنَّ سَيِّدًا لِمُدَبَّرٍ كَانَ حَيًّا يَوْمَ بَيْعِ الْمُدَبَّرِ

Sunan Daruquthni 4222: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yusuf As-Sulami, Al Abbas bin Muhammad dan Ibrahim bin Hani” menceritakan kepada kami, mereka berkata: Abu Nu’aim menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Salamah bin Kuhail, dari Atha‘ dan Abu Az-Zubair, dari Jabir, bahwa pernah seorang laki-laki meninggal dan meninggalkan seorang budak mudabbar dan utang, lalu Rasulullah SAW memerintahkan agar mereka menjualnya (yakni menjual budak mudabbar tersebut) untuk melunasi utangnya, maka mereka pun menjualnya dengan harga delapan ratus. Abu Bakar berkata: Perkataan Syarik “Bahwa seorang laki-laki meninggal” adalah kesalahan darinya, karena dalam hadis Al A’masy yang berasal dari Salamah bin Kuhail disebutkan, “Beliau membayarkan harganya kepadanya” dan beliau bersabda, “Lunasilah utangmu.” Demikian juga yang diriwayatkan oleh Amr bin Dinar dan Abu AzZubair dari Jabir, bahwa majikan budak mudabbar tersebut masih hidup ketika budak mudabbar itu dijual.

Sunan Daruquthni 4238

سنن الدارقطني 4238: نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ أُمَيْمَةَ بِنْتِ رُقَيْقَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , نَحْوَ حَدِيثِ السَّهْمِيِّ , عَنْ مَالِكٍ وَقَالَ فِيهِ: «إِنِّي لَا أُصَافِحُ النِّسَاءَ إِنَّمَا قَوْلِي لِامْرَأَةٍ كَقَوْلِي لِمِائَةِ امْرَأَةٍ»

Sunan Daruquthni 4238: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Umaimah binti Ruqaiqah, dari Nabi SAW, Menyerupai hadis As-Sahmi yang berasal dari Malik, di dalamnya beliau berkata, “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum wanita. Perkataanku kepada seorang wanita adalah seperti perkataanku kepada seratus wanita.”

Sunan Daruquthni 4223

سنن الدارقطني 4223: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ , قَالَ: سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ , يَقُولُ: أَخْبَرَنِي ابْنُ عَمْرَةَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَارِثَةَ وَهُوَ أَبُو الرِّجَالِ , عَنْ عَمْرَةَ , [ص:247] أَنَّ عَائِشَةَ أَصَابَهَا مَرَضٌ وَأَنَّ بَعْضَ بَنِي أَخِيهَا ذَكَرُوا شَكْوَاهَا لِرَجُلٍ مِنَ الزُّطِّ يَتَطَبَّبُ , وَأَنَّهُ قَالَ لَهُمْ: إِنَّكُمْ لَتَذْكُرُونَ امْرَأَةً مَسْحُورَةً سَحَرَتْهَا جَارِيَةٌ لَهَا فِي حِجْرِ الْجَارِيَةِ الْآنَ صَبِيُّ قَدْ بَالَ فِي حِجْرِهَا , فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِعَائِشَةَ , فَقَالَتِ: «ادْعُوا لِي فُلَانَةَ» لَجَارِيَةٍ لَهَا , فَقَالُوا: فِي حِجْرِهَا الْآنَ صَبِيُّ لَهُمْ قَدْ بَالَ فِي حِجْرِهَا , فَقَالَتِ: «ائْتُونِي بِهَا» فَأُتِيَتْ بِهَا , فَقَالَتْ: «سَحَرْتِينِي؟» , قَالَتْ: نَعَمْ , قَالَتْ: «لِمَهْ؟» , قَالَتْ: أَرَدْتُ أَنْ أُعْتَقَ , وَكَانَتْ عَائِشَةُ أَعْتَقَتْهَا عَنْ دُبُرٍ مِنْهَا , فَقَالَتْ: «إِنَّ لِلَّهِ عَلَيَّ أَنْ لَا تُعْتَقِي أَبَدًا , انْظُرُوا أَسْوَأَ الْعَرَبِ مَلَكَةً فَبِيعُوهَا مِنْهُمْ» , وَاشْتَرَتْ بِثَمَنِهَا جَارِيَةً فَأَعْتَقَتْهَا

Sunan Daruquthni 4223: Abu Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Yahya bin Sa’id berkata: Ibnu Amrah Muhammad bin Abdurrahman bin Haritsah, —yaitu Abu Ar-Rijal,— mengabarkan kepadaku dari Amrah, bahwa Aisyah pernah menderita suatu penyakit, sementara sebagian anak-anak saudaranya menyebutkan keluhan mereka kepada seorang laki-laki dari Az-Zuthth untuk meminta obat, lalu orang tersebut berkata kepada mereka, “Sungguh kalian menyebutkan tentang seorang wanita yang terkena sihir. Dia telah disihir oleh budak perempuannya. Di pangkuan budak perempuan itu sekarang ada anak kecil yang telah kencing di pangkuannya.” Kemudian hal itu mereka sampaikan kepada Aisyah, maka Aisyah pun berkata, “Panggilkan fulanah kepadaku.” Yaitu nama budak perempuan tersebut. Lalu mereka berkata, “Di pangkuannya ada si Man.” Yaitu anak kecil mereka yang telah kencing di pangkuannya. Aisyah berkata, “Panggilkan dia kepadaku.” Lalu budak perempuan itu pun didatangkan. Aisyah berkata, “Engkau telah menyihirku?” Ia menjawab, “Benar.” Aisyah bertanya lagi, “Mengapa?” Ia menjawab, “Aku ingin dimerdekakan.” Sebelumnya Aisyah telah menyatakan kemerdekaannya setelah nanti ia meninggal Aisyah lantas berkata, “Innaa lillaah. Engkau tidak boleh dimerdekakan selamanya. Lihatlah orang Arab yang paling buruk, lalu juallah dia kepada mereka.” Kemudian (setelah menjualnya), hasilnya Aisyah belikan seorang budak perempuan lalu ia merdekakan.”

Sunan Daruquthni 4239

سنن الدارقطني 4239: نا عَلِيٌّ نا أَحْمَدُ نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أنا وَرْقَاءُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ أُمَيْمَةَ بِنْتِ رُقَيْقَةَ , وَكَانَتْ خَالَةَ فَاطِمَةَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَتْ: بَايَعْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَذَكَرَ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 4239: Ali menceritakan kepada kami, Ahmad menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Warqa” mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Umaimah binti Ruqaiqah, dia ini bibinya Fathimah binti Rasulullah SAW, dia berkata: “Rasulullah SAW membai’at kami.” Ia lalu menyebutkan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4224

سنن الدارقطني 4224: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ الْعَبَّاسِ بْنِ الْمُغِيرَةِ , نا الزَّعْفَرَانِيُّ , نا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ سُلَيْمَانَ الْبَرَاءُ , عَنِ ابْنِ عَوْنٍ , عَنِ ابْنِ سِيرِينَ , قَالَ: «كَانَ لَا يَرَى بَأْسًا أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ جَارِيَةَ امْرَأَتِهِ عَلَى نَفْسِهِ»

Sunan Daruquthni 4224: Al Husain bin Al Abbas bin Al Abbas bin Al Mughirah menceritakan kepada kami, Az-Za’rafani menceritakan kepada kami, Abdul Wahid bin Sulaiman Al Bara’ menceritakan kepada kami dari Ibnu Aun, dari Ibnu Sirin, dia berkata, “Dia menganggap tidak apa-apa bila seorang laki-laki memperlakukan budak perempuan istrinya untuk keperluan dirinya sendiri.”

Sunan Daruquthni 4240

سنن الدارقطني 4240: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ السَّهْمِيُّ , نا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ أُمَيْمَةَ بِنْتِ رُقَيْقَةَ , أَنَّهَا قَالَتْ: أَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُبَايِعُهُ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ نُبَايِعُكَ عَلَى أَنْ لَا نُشْرِكَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا نَسْرِقَ وَلَا نَزْنِيَ وَلَا نَقْتُلَ أَوْلَادَنَا وَلَا نَأْتِيَ بِبُهْتَانٍ نَفْتَرِيهِ بَيْنَ أَيْدِينَا وَأَرْجُلِنَا وَلَا نَعْصِيَكَ فِي مَعْرُوفٍ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فِيمَا اسْتَطَعْتُنَّ وَأَطَقْتُنَّ» , قُلْنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَرْحَمُ بِنَا مِنْ أَنْفُسِنَا هَلُمَّ نُبَايِعُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي لَا أُصَافِحُ النِّسَاءَ إِنَّ قَوْلِي لِمِائَةِ امْرَأَةٍ كَقَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ , أَوْ مِثْلُ قَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ

Sunan Daruquthni 4240: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ismail As-Sahpii menceritakan kepada kami, Malik bin Anas menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Umaimah binti Ruqaiqah, bahwa dia berkata, “Kami mendatangi Rasulullah SAW untuk berbai’at kepada beliau, lalu kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami berbai’at kepadamu untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, tidak menyatakan kedustaan yang diada-adakan di antara tangan dan kaki kami, dan tidak bermaksiat terhadapmu dalam kebaikan.’ Lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan kalian.” Kami berkata, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengasihi kami daripada diri kami sendiri. Mari kami berbai’at kepadamu wahai Rasulullah.’ Rasulullah SAW pun bersabda, ‘Sesungguhnya aku tidak menjabat tangan kaum wanita. Sesungguhnya ucapanku untuk seratus wanita adalah seperti ucapanku untuk seorang wanita.’ atau ‘seperti ucapanku untuk seorang wanita’.