Skip to main content

Sunan Daruquthni 4540

سنن الدارقطني 4540: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا ابْنُ وَهْبٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: دَخَلَ قَائِفٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاهِدٌ وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ , وَزَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ مُضْطَجِعَانِ , فَقَالَ: هَذِهِ الْأَقْدَامُ بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ , قَالَتْ: «فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَعْجَبَهُ فَأَخْبَرَ بِهِ عَائِشَةَ». قَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ: وَكَانَ زَيْدٌ أَحْمَرَ أَشْقَرَ أَبْيَضَ وَكَانَ أُسَامَةُ مِثْلَ اللَّيْلِ

Sunan Daruquthni 4540: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata, “Seorang ahli garis keturunan datang dan Rasulullah SAW pun ada, sementara Usamah bin Zaid dan Zaid bin Haritsah tengah terlentang, lalu dia berkata, ‘Sesungguhnya kaki-kaki ini sebagiannya dari sebagian yang lain.’ Lalu Rasulullah SAW pun tersenyum dan gembira, kemudian beliau memberitahukan kepada Aisyah tentang itu.” Ibrahim bin Sa’d berkata, “Zaid itu merah, coklat, putih, sedangkan Usamah seperti malam.”

Sunan Daruquthni 4525

سنن الدارقطني 4525: نا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ حَبِيبٍ الرَّزَّادُ , نا أَبُو عُتْبَةَ أَحْمَدُ بْنُ الْفَرَجِ , نا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا مُبَشِّرُ بْنُ عُبَيْدٍ , عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ , عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ , قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ لِقَاتِلٍ وَصِيَّةٌ». مُبَشِّرُ بْنُ عُبَيْدٍ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ يَضَعُ الْحَدِيثَ

Sunan Daruquthni 4525: Ahmad bin Ibrahim bin Habib Ar-Razzad menceritakan kepada kami, Abu Utbah Ahmad bin Al Faraj menceritakan kepada kami, Baqiyyah bin Al Walid menceritakan kepada kami, Mubasysyir bin Ubaid menceritakan kepada kami dari Al Hajjaj bin Arthah, dari Al Hakam bin Utaibah, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ali bin Abu Thalib: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada wasiat bagi pembunuh.” Mubasysyir bin Ubaid hadisnya ditinggalkan, dan dia suka memalsukan hadis.

Sunan Daruquthni 4526

سنن الدارقطني 4526: نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ الْعَرْزَمِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ سَافِرِيٍّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ الْوَاقِدِيُّ , عَنْ أَبِي مَرْوَانَ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَيْسَ لِقَاتِلٍ مِيرَاثٌ»

Sunan Daruquthni 4526: Al Hasan bin Muhammad bin Sa’dan Al Arzami menceritakan kepada kami, Yahya bin Ishaq bin Safin menceritakan kepada kami, Muhammad bin Umar Al Waqidi menceritakan kepada kami dari Abu Marwan Abdul Malik bin Abdul Aziz, dari Ishaq bin Abdullah, dari Az-Zuhri, dari Humaid bin Abdunahman dan Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, dia berkata, “Tidak ada warisan bagi pembunuh.” (yakni dari harta orang yang dibunuhnya).

Sunan Daruquthni 4527

سنن الدارقطني 4527: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا عَبَّادُ بْنُ يَعْقُوبَ ح وَنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , قَالَا: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «لَيْسَ لِلْقَاتِلِ مِنَ الْمِيرَاثِ شَيْءٌ»

Sunan Daruquthni 4527: Muhammad bin Al Qasim bin Zakariyya menceritakan kepada kami, Abbad bin Ya’qub menceritakan kepada kami (h) Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda, “Pembunuh tidak mendapat sedikit pun warisan (dari yang dibunuhnya).”

Sunan Daruquthni 4528

سنن الدارقطني 4528: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى , نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْأَزْهَرِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ , نا أَبُو قُرَّةَ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ لِقَاتِلٍ شَيْءٌ». وَعَنْ سُفْيَانَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 4528: Ibrahim bin Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Al Azhar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami, Abu Qurrah menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Yahya bin Sa’id, dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Umar bin Khaththab, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Pembunuh tidak memperoleh apa-apa (dari harta orang yang dibunuhnya).” Diriwayatkan juga dari Sufyan dari Laits, dari Thawus, dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi SAW dengan redaksi yang serupa.

Sunan Daruquthni 4529

سنن الدارقطني 4529: نا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرِ بْنِ خَالِدٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ , أَنَّهُ اسْتَعْمَلَ مَوْلًى لَهُ يُدْعَى: هَانِئٌ عَلَى الْحِمَى , فَقَالَ لَهُ: ” يَا هَانِئٌ اضْمُمْ جَنَاحَكَ عَنِ الْمُسْلِمِينَ , وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهَا مُجَابَةٌ , وَأَدْخِلْ رَبَّ الصُّرَيْمَةِ وَالْغَنِيمَةِ وَإِيَّايَ وَنَعَمَ ابْنِ عَفَّانَ , وَابْنِ عَوْفٍ فَإِنَّهُمَا إِنْ تُهْلِكْ مَاشِيَتُهُمَا يَرْجِعَانِ إِلَى زَرْعٍ وَنَخْلٍ , وَإِنَّ رَبَّ الصُّرَيْمَةِ وَالْغَنِيمَةِ إِنْ تُهْلِكْ مَاشِيَتُهُ يَأْتِينِي بِبَنِيهِ , فَيَقُولُ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ أَفَتَارِكُهُمَا أَنَا لَا أَبَا لَكَ فَالْمَاءُ وَالْكَلَأُ أَهْوَنُ عَلَيَّ مِنَ الدَّنَانِيرِ وَالدَّرَاهِمِ , وَأَيْمُ اللَّهِ إِنَّهُمْ لَيَرَوْنَ أَنْ قَدْ ظَلَمْنَاهُمْ إِنَّهَا لَبِلَادُهُمْ قَاتَلُوا عَلَيْهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَأَسْلَمُوا عَلَيْهَا فِي الْإِسْلَامِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْلَا الْمَالُ الَّذِي أَحْمِلُ عَلَيْهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا حَمَيْتُ عَلَى النَّاسِ مِنْ بِلَادِهِمْ شِبْرًا “. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ الشَّافِعِيُّ , عَنِ الدَّرَاوَرْدِيِّ

Sunan Daruquthni 4529: Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakar bin Khalid menceritakan kepada kami, Abdul Aziz Ibnu Muhammad Ad-Darawardi menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dari Umar bin Khaththab, bahwasanya Umar menugaskan salah seorang maula-nya yang bernama Hunai untuk melindungi lahan penggembalaan (di Rabdzah). Umar berkata, “Wahai Hunai, tahanlah tanganmu dari berbuat zhalim terhadap kaum muslimin, dan takutlah terhadap doanya orang yang dianiaya, karena sesungguhnya doanya orang yang teraniaya itu mustajab. Masukkan (ke dalam lahan itu) pemilik unta yang sedikit dan pemilik domba yang sedikit. Aku akan manahan ternak Ibnu Auf, dan ternak Ibnu Affan “, kedua orang itu, bila ternak mereka binasa, mereka bisa kembali ke kebun dan pohon kurma. Sedangkan pemilik unta yang sedikit dan pemilik domba yang sedikit, bila ternak mereka binasa, maka akan datang kepadaku dengan membawa anaknya, lalu berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, haruskah aku meninggalkan mereka? Apa engkau tidak punya nurani?’ Air dan rerumputan itu lebih mudah daripada emas dan perak. Demi Allah, mereka mengira bahwa aku telah menzhalimi mereka. Lahan itu berada di negri mereka, mereka telah berperang mempertahankannya pada masa jahiliyah, dan mereka menyerahkannya setelah memeluk Islam. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya bukan karena harta itu akan membawa (digunakan) di jalan Allah, tentu aku tidak akan melindungi lahan gembalaan sejengkal pun dari mereka di negri mereka ini.” Demikian juga yang diriwayatkan oleh Asy-Syafi’i dari Ad-Darawardi.

Sunan Daruquthni 4530

سنن الدارقطني 4530: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا حِمَى إِلَّا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ»

Sunan Daruquthni 4530: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ar-Rabi’ bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Yunus bin Yazid mengabarkan kepadaku, dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, dari Ash-Sha’b bin Jatstsamah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada perlindungan lahan kecuali bagi Allah dan Rasul-Nya.”

Sunan Daruquthni 4531

سنن الدارقطني 4531: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبٍ , أَخْبَرَنِي الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي شُعَيْبٍ , نا مُوسَى بْنُ أَعْيَنَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: جَاءَ هِلَالٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعُشُورِ نَحْلٍ لَهُ وَسَأَلَهُ أَنْ يَحْمِيَ وَادِيًا يُقَالُ لَهُ: سَلَبَةُ , «فَحَمَى لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ الْوَادِيَ» , فَلَمَّا وَلِيَ عُمَرُ كَتَبَ سُفْيَانُ بْنُ وَهْبٍ إِلَى عُمَرَ يَسْأَلُهُ فَكَتَبَ عُمَرُ: إِنْ أَدَّى إِلَيْكَ مَا كَانَ يُؤَدِّي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عُشْرِ نَحْلِهِ فَاحْمِ لَهُ سَلَبَةَ ذَلِكَ الْوَادِي وَإِلَّا فَهُوَ ذُبَابُ غَيْثٍ يَأْكُلُهُ مَنْ شَاءَ

Sunan Daruquthni 4531: Muhammad bin Abdullah bin Zakariyya menceritakan kepada kami, Ahmad bin Syu’aib menceritakan kepada kami, Al Mughirah bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku, Ahmad bin Abu Syu’aib menceritakan kepada kami, Musa bin A’yan menceritakan kepada kami dari Amr bin Al Harits, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Hilal datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa sepersepuluh dari sarang tawon yang dia miliki, dan dia meminta kepada Rasulullah SAW agar melindungi suatu lembah untuknya, yaitu yang disebut lembah Salabah, lalu beliau pun melindungi lembah tersebut untuknya. Ketika Umar berkuasa, Sufyan bin Wahb menulis surat kepada Umar untuk menanyakan tentang hal tersebut. Maka Umar menulis surat kepadanya, ‘Jika dia telah mengeluarkan (zakat)nya kepadamu sebagaimana dia mengeluarkannya kepada Rasulullah SAW dari sarang tawonnya, maka lindungilah lembah Salabah untuknya. Namun jika tidak, maka tawon itu tidak lain hanyalah serangga hujan yang boleh dimakan oleh siapa saja.”

Sunan Daruquthni 4532

سنن الدارقطني 4532: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا حِمَى إِلَّا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ»

Sunan Daruquthni 4532: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ar-Rabi’ bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Az-Ziyad mengabarkan kepadaku, dari Abdurrahman bin Al Harits, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak ada perlindungan lahan kecuali bagi Allah dan Rasul-Nya.’

Sunan Daruquthni 4533

سنن الدارقطني 4533: نا أَبُو بَكْرٍ , نا يَزِيدُ بْنُ سِنَانٍ , نا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى , نا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ , قَالَتْ: كُنْتُ جَالِسَةً عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلَانِ يَخْتَصِمَانِ فِي مَوَارِيثَ فِي أَشْيَاءَ قَدْ دَرَسَتْ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي إِنَّمَا أَقْضِي بَيْنَكُمَا بِرَأْيِي فِيمَا لَمْ يَنْزِلْ عَلَيَّ فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ لِقَضِيَّةٍ أَرَاهَا فَقَطَعَ بِهَا قِطْعَةً ظُلْمًا فَإِنَّمَا يَقْطَعُ بِهَا قِطْعَةً مِنْ نَارٍ , اسْطَامًا يَأْتِي بِهَا فِي عُنُقِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» , قَالَ: فَبَكَى الرَّجُلَانِ وَقَالَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا: حَقِّي هَذَا الَّذِي أَطْلُبُ لِصَاحِبِي , قَالَ: «لَا وَلَكِنِ اذْهَبَا فَتَوَخَّيَا ثُمَّ اسْتَهِمَا ثُمَّ لِيُحْلِلْ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا صَاحِبَهُ».

Sunan Daruquthni 4533: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Yazid bin Sinan menceritakan kepada kami, Shafwan bin Isa menceritakan kepada kami, Usamah bin Zaid menceritakan kepada kami dari Abdullah Ibnu Rati’ maula Ummu Salamah, dari Ummu Salamah, dia berkata, “Ketika aku sedang duduk di dekat Nabi SAW, tiba-tiba dua laki-laki datang kepada beliau, mereka berselisih mengenai pembagian warisan, dan mengenai hal-hal yang sudah lama berlalu (dan tidak ada bukti pada mereka), maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya aku menetapkan dengan pendapatku selama tidak ada wahyu yang diturunkan kepadaku (mengenai persoalan yang diadukan). Maka barangsiapa yang mendapatkan keputusan berdasarkan keterangan yang dipaparkan padaku, namun bila ternyata dia (pemberi keterangan) telah mengambilnya secara zhalim, berarti sesungguhnya dia telah mengambil suatu potongan dari api neraka yang pada Hari Kiamat nanti dia akan datang dalam keadaan dikalungkan pada lehernya.’ Kedua laki-laki itu kemudian menangis, lalu masing-masing berkata, ‘Hakku yang aku tuntut biarlah untuk temanku ini.’ Beliau pun bersabda, ‘Tidak, akan tapi, beranjaklah kalian berdua, berbagilah, carilah kebenaran, lalu berundinglah, kemudian masing-masing kalian saling menghalalkan untuk temannya’.”