Skip to main content

Sunan Daruquthni 4501

سنن الدارقطني 4501: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو الْغَزِّيُّ , نا الْفِرْيَابِيُّ , نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «مِنْ بَاعَ سِلْعَةً فَأَفْلَسَ صَاحِبُهَا فَوَجَدَهَا بِعَيْنِهَا فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا»

Sunan Daruquthni 4501: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Amr Al Ghazzi menceritakan kepada kami, Al Firyabi menceritakan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri menceritakan kepada kami dan Yahya bin Sa’id Al Anshari, dari Abu Bakar bin Muhammad, dari Umar bin Abdul Aziz, dari Abu Bakar bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjual suatu barang dagangan, lalu pembelinya bangkrut, kemudian dia (si penjual) mendapati barangnya masih utuh, maka dia lebih berhak atas barang tersebut.”

Sunan Daruquthni 4517

سنن الدارقطني 4517: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَمْدَوَيْهِ الْمَرْوَزِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَمَّادِ الْأَيْلِيُّ , نا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ , نا اللَّيْثُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ , عَنْ تَوْبَةَ بْنِ نَمِرٍ , عَنْ جَعْفَرٍ الدِّمَشْقِيِّ , عَنِ الْقَاسِمِ , عَنْ أَبِي أُمَامَةَ , قَالَ: أَعْتَقَ رَجُلٌ سِتَّةَ أَرْؤُسٍ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ , فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ ثُمَّ أَسْهَمَ عَلَيْهِمْ فَأَخْرَجَ ثُلُثَهُمْ»

Sunan Daruquthni 4517: Muhammad bin Hamdawaih Al Marwazi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Hammad Al Aili menceritakan kepada kami, Sa’id bin Abu Maryam menceritakan kepada kami, Al-Laits menceritakan kepada kami dari Amr bin Al Harits, dari Taubah bin Namir, dari Ja’far Ad-Dimasyqi, dari Al Qasim, dari Abu Umamah, dia berkata, “Seorang laki-laki memerdekakan enam orang budak, sementara dia tidak memiliki harta selain mereka, lalu hal itu sampai kepada Nabi SAW, beliau pun marah terhadapnya, lalu beliau mengundi mereka, kemudian mengeluarkan (memerdekakan) sepertiganya (yakni dua orang).”

Sunan Daruquthni 4502

سنن الدارقطني 4502: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَسَدِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ , نا الْيَمَانُ بْنُ عَدِيٍّ , نا الزُّبَيْدِيُّ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيُّمَا رَجُلٍ أَفْلَسَ وَعِنْدَهُ مَالُ امْرِئٍ بِعَيْنِهِ لَمْ يَقْتَضِ مِنْهُ شَيْئًا فَهُوَ أُسْوَةُ الْغُرَمَاءِ , وَأَيُّمَا امْرِئٍ مَاتَ وَعِنْدَهُ مَالُ امْرِئٍ بِعَيْنِهِ اقْتَضَى مِنْهُ أَوْ لَمْ يَقْتَضِ فَهُوَ أُسْوَةُ الْغُرَمَاءِ». خَالَفَهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنِ الزُّبَيْدِيِّ , وَمُوسَى بْنِ عُقْبَةَ. وَالْيَمَانُ بْنُ عَدِيٍّ وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ ضَعِيفَانِ

Sunan Daruquthni 4502: Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman Al Asadi menceritakan kepada kami, Amr bin Utsman menceritakan kepada kami, Al Yaman bin Adi menceritakan kepada kami, Az-Zubaidi menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa pun yang mengalami kebangkrutan dan ada padanya harta orang lain yang masih utuh dan belum dibayar sedikit pun, maka dia (pemilik harta semula) seperti pemilik utang. Dan siapa pun meninggal dan masih ada harta seseorang yang masih utuh padanya, baik sudah dibayar (sebagian) atau pun belum, maka dia seperti pemilik utang”.” Riwayat Ismail bin Ayyash dari Az-Zubaidi dan Musa bin Uqbah menyelishinya. Al Yaman bin Adi dan Ismail bin Ayyasy adalah perawi dha‘if.

Sunan Daruquthni 4518

سنن الدارقطني 4518: نا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمَالِكِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ التَّمِيمِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ ح وَنا أَبُو عُثْمَانَ سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْحَنَّاطُ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا وَكِيعٌ , وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَاللَّفْظُ لِأَبِي مُعَاوِيَةَ , قَالَا: نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا , قَالَتْ: جَاءَتْ هِنْدُ بِنْتُ عُتْبَةَ امْرَأَةُ أَبِي سُفْيَانَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ وَإِنَّهُ لَا يُعْطِينِي مَا يَكْفِينِي وَيَكْفِي بَنِيَّ إِلَّا أَنْ آخُذَ وَهُوَ لَا يَعْلَمُ فَهَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ فِي ذَلِكَ؟ , قَالَ: «خُذِي مَا يَكْفِيكِ وَيَكْفِي أَوْلَادَكِ بِالْمَعْرُوفِ»

Sunan Daruquthni 4518: Muhammad bin Sulaiman Al Maliki menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Muhammad At-Tamimi menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah (h) Abu Utsman Sa’id bin Muhammad bin Ahmad Al Hannath menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Waki’ dan Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, lafazhnya dari Abu Mu’awiyah, keduanya berkata: Hisyam bin Urwah menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Aisyah RA, dia berkata, “Hindun binti Utbah, istrinya Abu Sufyan, datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu orang pelit, dia tidak memberiku apa yang mencukupi kebutuhan dan anak-anakku, kecuali bila aku mengambil tanpa sepengetahuannya. Apakah aku berdosa karena hal itu?’ Beliau menjawab, ‘Ambillah dengan cara yang baik apa yang mencukupi kebutuhan dan anakanakmu”.”

Sunan Daruquthni 4503

سنن الدارقطني 4503: نا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ ثَابِتٍ , نا عُبَيْدُ بْنُ شَرِيكٍ , نا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ ح وَنا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْفِرْيَابِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ الْخَبَائِرِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَيُّمَا رَجُلٍ بَاعَ سِلْعَةً فَأَدْرَكَ سِلْعَتَهُ بِعَيْنِهَا عِنْدَ رَجُلٍ قَدْ أَفْلَسَ وَلَمْ يَقْتَضِ مِنْ ثَمَنِهَا شَيْئًا فَهِيَ لَهُ , وَإِنْ كَانَ قَضَى مِنْ ثَمَنِهَا شَيْئًا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ أُسْوَةُ الْغُرَمَاءِ». وَاللَّفْظُ لِدَعْلَجٍ

Sunan Daruquthni 4503: Muhammad bin Utsman bin Tsabit menceritakan kepada kami, Ubaid bin Syarik menceritakan kepada kami, Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami (h) Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Ja’far bin Muhammad Al Firyabi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abdul Jabbar Al Khaba’iri menceritakan kepada kami, Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Musa bin Uqbah, dari Az-Zuhri, dari Abu Bakar bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Laki-laki manapun yang menjual barang lalu mendapati barangnya masih utuh di tangan seseorang (pembeli) yang mengalami kebangkrutan, sedang dia belum membayar sedikit pun dari harga barang tersebut, maka barang itu miliknya, tapi bila dia telah membayar sebagian harganya, maka untuk sisanya adalah seperti pemilik utang.” Ini adalah lafazh Da’laj

Sunan Daruquthni 4519

سنن الدارقطني 4519: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ , نا ابْنُ فُضَيْلٍ , نا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَذِهِ حَرَمُ اللَّهِ حَرَّمَهَا يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَوَضَعَ هَذَيْنِ الْجَبَلَيْنِ , لَمْ يَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي وَلَا يَحِلُّ لِأَحَدٍ بَعْدِي وَلَمْ يَحِلَّ لِي إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ أَنْ لَا يُحْصَدَ شَوْكُهَا وَلَا يُنَفَّرَ صَيْدُهَا وَلَا يُخْتَلَى خَلَاءُهَا , وَلَا تُرْفَعَ لُقَطَتُهَا إِلَّا لِمُنْشِدٍ» , فَقَالَ الْعَبَّاسُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَهْلَ مَكَّةَ لَا صَبْرَ لَهُمْ عَنِ الْإِذْخِرِ لِقَيْنِهِمْ وَأَبْيَاتِهِمْ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِلَّا الْإِذْخِرَ»

Sunan Daruquthni 4519: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Abu Hisyam Ar-Rifa’i menceritakan kepada kami, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami, Yazid bin Abu Ziyad menceritakan kepada kami dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, Ia adalah tanah suci Allah yang telah disucikan-Nya ketika menciptakan langit dan bumi serta menempatkan kedua gunung ini. Tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelumku dan tidak dihalalkan pula bagi seseorang setelahku, dan juga tidak dihalalkan bagiku, kecuali sesaat di siang hari, bahwa durinya tidak dicabutnya, buruannya tidak dikejar, rerumputannya tidak dipotong, dan barang temuannya tidak dipungut kecuali bagi yang hendak mengumumkannya.’ Al Abbas berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya penduduk Makkah tidak akan tahan tanpa idzkhir untuk rumah dan tubuh mereka.’ Maka beliau bersabda,’ Kecuali idzkhir.

Sunan Daruquthni 4504

سنن الدارقطني 4504: نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا جَعْفَرٌ الْفِرْيَابِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنِ الزُّبَيْدِيِّ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , مِثْلَهُ وَزَادَ فِيهِ: «وَأَيُّمَا امْرِئٍ هَلَكَ وَعِنْدَهُ مَالُ امْرِئٍ بِعَيْنِهِ اقْتَضَى مِنْهُ شَيْئًا أَوْ لَمْ يَقْتَضِ فَهُوَ أُسْوَةُ الْغُرَمَاءِ»

Sunan Daruquthni 4504: Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Ja’far Al Firyabi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abdul Jabbar menceritakan kepada kami, Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Az-Zubaidi, dari Az-Zuhri, dari Abu Bakar bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW dengan redaksi yang sama, dan dia menambahkan, “Orang manapun meningga lyang padanya terdapat harta orang lain yang masih utuh, baik orang (yang meninggal) itu sudah membayar sebagian ataupun belum (sama sekali), maka dia seperti pemilik utang.”

Sunan Daruquthni 4520

سنن الدارقطني 4520: نا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا رَوْحُ بْنُ الْفَرَجِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْفَهْمِيُّ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ , حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , وَرَبِيعَةُ , عَنْ يَزِيدَ مَوْلَى الْمُنْبَعِثِ , عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ اللُّقَطَةِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ , قَالَ: «اعْرِفْ عِفَاصَهَا وَوِكَاءَهَا وَعَرِّفْهَا سَنَةً , فَإِنْ لَمْ تُعْرَفْ فَاسْتَغِنْ بِهَا وَلْتَكُنْ وَدِيعَةً عِنْدَكَ , فَإِنْ جَاءَ لَهَا طَالِبٌ يَوْمًا مِنَ الدَّهْرِ فَأَدِّهَا إِلَيْهِ» , وَسَأَلَهُ عَنْ ضَالَّةِ الْإِبِلِ , قَالَ: «مَا لَكَ وَمَا لَهَا دَعْهَا فَإِنَّ مَعَهَا حِذَاءَهَا وَسِقَاءَهَا تَرِدُ الْمَاءَ وَتَأْكُلُ الشَّجَرَ حَتَّى يَجِدَهَا رَبُّهَا» , وَسَأَلَهُ عَنِ الشَّاةِ , فَقَالَ: «خُذْهَا فَإِنَّهَا لَكَ أَوْ لِأَخِيكَ أَوْ لِلذِّئْبِ»

Sunan Daruquthni 4520: Ali bin Muhammad bin Al Mishri menceritakan kepada kami, Rauh bin Al Faraj menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad Al Fahmi menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id dan Rabi’ah menceritakan kepadaku, dari Yazid maula Al Munba’its, dari Zaid bin Khalid Al Juhani, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah ditanya tentang barang temuan emas dan perak, beliau menjawab, ‘Kenalilah wadahnya dan tali pengikatnya, kemudian umumkanlah selama satu tahun. Jika engkau tidak mengetahui pemiliknya maka simpanlah, dan hendaklah itu menjadi titipan padamu. Jika suatu hari dalam masa satu tahun pemiliknya datang, maka serahkanlah kepadanya.’ Beliau juga pernah ditanya tentang penemuan unta yang tersesat. Beliau menjawab, ‘Ada apa denganmu dan unta itu? Biarkanlah, karena bersamanya ada sepatu dan tempat minumnya, Dia bisa pergi ke tempat air dan memakan daun pohon hingga pemiliknya menemukannya.’ Beliau juga ditanya tentang penemuan kambing (yang tersesat), beliau menjawab, ‘Ambillah, karena kambing itu bisa menjadi milikmu, atau milik saudaramu, atau milik srigala’.”

Sunan Daruquthni 4505

سنن الدارقطني 4505: نا عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيٍّ الْمَرْوَزِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي جُبَيْرٍ الْمَرْوَزِيُّ , نا أَبُو إِسْحَاقَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُعَاوِيَةَ بْنِ الْفُرَاتِ الْخُزَاعِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ قَاضِي الْيَمَنِ , عَنْ مَعْمَرٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «حَجَرَ عَلَى مُعَاذٍ مَالَهُ وَبَاعَهُ فِي دَيْنٍ كَانَ عَلَيْهِ»

Sunan Daruquthni 4505: Umar bin Ahmad bin Ali Al Marwazi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abu Jubair Al Marwazi menceritakan kepada kami, Abu Ishaq Ibrahim bin Mu’awiyah bin Al Furat Al Khuza’i menceritakan kepada kami, Hisyam bin Yusuf qadhi Yaman menceritakan kepada kami dari Ma’mar, dari Ibnu Syihab, dari Ibnu Ka’b bin Malik, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW pernah meng-hajr (mencekal) harta Mu’adz, dan beliau menjualnya untuk melunasi utangnya.

Sunan Daruquthni 4506

سنن الدارقطني 4506: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ الصَّوَّافُ , نا حَامِدُ بْنُ شُعَيْبٍ , نا سُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ هُوَ أَبُو يُوسُفَ الْقَاضِي , نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ جَعْفَرٍ أَتَى الزُّبَيْرَ فَقَالَ: إِنِّي اشْتَرَيْتُ بَيْعَ كَذَا وَكَذَا وَإِنَّ عَلِيًّا يُرِيدُ أَنْ يَأْتِيَ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ فَيَسْأَلَهُ أَنْ يَحْجُرَ عَلَيَّ فِيهِ , فَقَالَ الزُّبَيْرُ: فَأَنَا شَرِيكُكَ فِي الْبَيْعِ , فَأَتَى عَلِيُّ عُثْمَانَ , فَقَالَ: إِنَّ ابْنَ جَعْفَرٍ اشْتَرَى بَيْعَ كَذَا وَكَذَا فَاحْجُرْ عَلَيْهِ , فَقَالَ الزُّبَيْرُ: أَنَا شَرِيكُهُ فِي الْبَيْعِ , فَقَالَ عُثْمَانُ: ” كَيْفَ أَحْجُرُ عَلَى رَجُلٍ فِي بَيْعٍ شَرِيكُهُ فِيهِ الزُّبَيْرُ؟. قَالَ يَعْقُوبُ: أنا آخُذُ بِالْحَجْرِ وَأُرَاهُ , وَأَحْجُرُ وَأُبْطِلُ بَيْعَ الْمَحْجُورِ عَلَيْهِ وَشِرَاءَهُ , وَإِذَا اشْتَرَى أَوْ بَاعَ قَبْلَ الْحَجْرِ فَإِنْ كَانَ صَلَاحًا أَجَزْتُهُ وَإِنْ كَانَ مَعْنًى يَسْتَحِقُّ الْحَجْرَ حَجَرْتُ عَلَيْهِ وَرَدَدْتُ عَلَيْهِ بَيْعَهُ وَإِنْ كَانَ مِمَّنْ لَا يَسْتَحِقُّ الْحَجْرَ عَلَيْهِ أَجَزْتُ بَيْعَهُ. قَالَ يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ: وَكَانَ أَبُو حَنِيفَةَ لَا يَحْجُرُ وَلَا يَأْخُذُ بِالْحَجْرِ

Sunan Daruquthni 4506: Muhammad bin Ahmad bin Al Hasan Ash-Shawwaf menceritakan kepada kami, Hamid bin Syu’aib menceritakan kepada kami, Suraij bin Yunus menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim —yaitu Abu Yusuf Al Qadhi,— menceritakan kepada kami, Hisyam bin Urwah menceritakan kepada kami dari ayahnya, bahwa Abdullah bin Ja’far pernah menemui Az-Zubair, lalu berkata, ‘Sesungguhnya aku telah membeli suatu pembelian begini dan begitu, namun Ali ingin menemui Amirul Mukminin dan memintanya untuk mencekalku menggunakan hartaku.’ Az-Zubair berkata, ‘Aku mitramu dalam pembelian itu.’ Ali kemudian menemui Utsman (saat itu sebagai Amirul Mukminin) lantas berkata, ‘Sesungguhnya Ibnu Ja’far telah membeli begini dan begitu, maka cekallah dia.’ Lalu Az-Zubair berkata, ‘Aku mitranya dalam penjualan itu.’ Utsman berkata, ‘Bagaimana aku mencekal pembelian yang dilakukan seseorang yang bermitra dengan Az-Zubair?’.” Ya’qub menyebutkan (dalam redaksinya), “Aku menetapkan pencekalan.” Aku rasa dia juga berkata, ‘”Aku mencekalnya dan membatalkan penjualan dan pembelian yang dilakukan oleh orang yang dicekal. Bila dia membeli atau menjual sebelum pencekalan, jika itu baik maka aku membolehkannya, tapi bila mengandung arti yang berhak dicekal, maka aku mengembalikan penjualannya, dan bila dia tidak termasuk orang yang layak dicekal, maka aku membolehkan penjualan (yang dilakukannya).” Ya’qub bin Ibrahim berkata, “Abu Hanifah tidak mencekal dan tidak menghukum dengan pencekalan.”