Skip to main content

Sunan Daruquthni 4653

سنن الدارقطني 4653: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَعْقُوبَ الصَّيْدَلِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا أَبُو عَاصِمٍ , عَنْ عِمْرَانَ بْنِ دَاوَر , عَنْ خَالِدِ بْنِ دِينَارٍ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِرَجُلٍ قَدْ سَكِرَ مِنْ نَبِيذِ تَمْرٍ , «فَجَلَدَهُ»

Sunan Daruquthni 4653: Ja’far bin Muhammad Ya’qub Ash-Shaidali menceritakan kepada kami, Ali bin Harb menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami dari Imran bin Daud, dari Khalid bin Dinar, dari Abu Ishaq, dari Ibnu Umar, bahwa seorang laki-laki yang mabuk karena (minum) rendaman sari buah kurma, dibawa kehadapan Nabi SAW lalu beliau mencambuknya.

Sunan Daruquthni 4654

سنن الدارقطني 4654: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ الْبُسْرِيُّ , نا أَبُو عَاصِمٍ , نا أَبُو الْعَوَّامِ الْقَطَّانُ , حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِرَجُلٍ قَدْ سَكِرَ مِنْ نَبِيذٍ , «فَجَلَدَهُ». كَذَا قَالَ الْبُسْرِيُّ

Sunan Daruquthni 4654: Ahmad bin Muhammad bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Walid Al Busri menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami, Abu Al Awwam Al Qaththan menceritakan kepada kami, Amr bin Dinar menceritakan kepadaku, dari Ibnu Umar, bahwa seorang laki-laki yang mabuk karena (minum) rendaman sari buah pernah dibawa kehadapan Rasulullah SAW, lalu beliau mencambuknya.” Demikian yang dikemukakan oleh Al Busri.

Sunan Daruquthni 4655

سنن الدارقطني 4655: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا نَصْرُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ طَوْقٍ , نا أَبُو عُبَيْدٍ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ , قَالَ: قَالَ سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ: «مَا فِي شَرْبَةٍ مِنْ نَبِيذٍ مَا يَنْبَغِي لِمُؤْمِنٍ أَنْ يُغَرِّرَ فِيهَا بِدِينِهِ». قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ: فَحَدَّثْتُ بِهِ أَبَا النَّضْرِ هَاشِمَ بْنَ الْقَاسِمِ فَأَعْجَبَهُ فَاسْتَعَادَنِيهُ بَعْدَ سَنَةٍ

Sunan Daruquthni 4655: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Nashr bin Daud bin Thauq menceritakan kepada kami, Abu Ubaid menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id Al Qaththan menceritakan kepada kami, dia berkata: Sulaiman At-Taimi berkata, “Di dalam rendaman sari buah ada yang tidak layak bagi seorang mukmin terpedaya dalam agamanya.” Abu Ubaid berkata, Aku lalu menceritakan itu kepada Abu An-Nadhr Hasyim bin Al Qasim, ternyata ia takjub dan memintaku mengulanginya setelah setahun.”

Sunan Daruquthni 4656

سنن الدارقطني 4656: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ , نا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادٍ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: جَاءَ أَبُو طَلْحَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: إِنِّي اشْتَرَيْتُ لِأَيْتَامٍ فِي حِجْرِي خَمْرًا , فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَهْرِقِ الْخَمْرَ وَكَسِّرِ الدِّنَانَ». فَأَعَادَ ذَلِكَ عَلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Sunan Daruquthni 4656: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ya’qub Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Al Mu’tamir bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Laits, dari Yahya bin Abbad, dari Anas, dia berkata, “Abu Thalhah pernah datang kepada Nabi SAW lalu berkata, ‘Sesungguhnya aku telah membeli khamer untuk anak-anak yatim yang berada dalam asuhan.’ Maka Nabi SAW berkata kepadanya, ‘Tumpahkanlah khamer itu dan pecahkan gentongnya.’ Dia mengulanginya hingga tiga kali.”

Sunan Daruquthni 4641

سنن الدارقطني 4641: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَاعِدٍ , نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ , نا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ , نا إِسْمَاعِيلُ , عَنْ قَيْسٍ , عَنْ عُتْبَةَ بْنِ فَرْقَدٍ , قَالَ: حَمَلْتُ سِلَالًا مِنْ خَبِيصٍ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَلَمَّا وَضَعْتُهُنَّ بَيْنَ يَدَيْهِ فَتْحَ بَعْضَهُنَّ , فَقَالَ: «يَا عُتْبَةُ , كُلُّ الْمُسْلِمِينَ يَجِدُ مِثْلَ هَذَا؟» , قُلْتُ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ هَذَا شَيْءٌ يَخْتَصُّ بِهِ الْأُمَرَاءُ , قَالَ: «ارْفَعْهُ لَا حَاجَةَ لِي فِيهِ» , قَالَ: فَبَيْنَا أَنَا عِنْدَهُ إِذْ دَعَا بِغِذَائِهِ فَأُتِيَ بِلَحْمٍ غَلِيظٍ وَبِخُبْزٍ خَشِنٍ فَجَعَلْتُ أَهْوَى إِلَى الْبَضْعَةِ أَحْسَبُهَا سَنَامًا فَإِذَا هِيَ عِلْبَاءُ الْعَنَقِ , فَأَلُوكُهَا فَإِذَا غَفَلَ عَنِّي جَعَلْتُهَا بَيْنِي وَبَيْنَ الْخِوَانِ , ثُمَّ دَعَا بِنَبِيذٍ لَهُ قَدْ كَادَ أَنْ يَصِيرَ خَلًّا فَمَزَجَهُ حَتَّى إِذَا أَمْكَنَ شَرِبَ وَسَقَانِي , ثُمَّ قَالَ: «يَا عُتْبَةُ إِنَّا نَنْحَرُ كُلَّ يَوْمٍ جَزُورًا , فَأَمَّا وَرِكُهَا وَأَطَايِبُهَا فَلِمَنْ حَضَرْنَا مِنْ أَهْلِ الْآفَاقِ وَالْمُسْلِمِينَ , وَأَمَّا عُنُقُهَا فَلَنَا نَأْكُلُ مِنْ هَذَا اللَّحْمَ الْغَلِيظَ الَّذِي رَأَيْتَ وَنَشْرَبُ عَلَيْهِ مِنْ هَذَا النَّبِيذِ يَقْطَعُهُ فِي بُطُونِنَا»

Sunan Daruquthni 4641: Yahya bin Sha’id menceritakan kepada kami, Abdul Jabbar bin Al Ala” menceritakan kepada kami, Marwan bin Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Ismail menceritakan kepada kami dari Qais, dari Utbah bin Farqad, dia berkata, “Aku membawa sejumlah keranjang bertangkai kepada Umar bin Khaththab, setelah aku meletakkannya di hadapannya, dia membuka sebagiannya, lalu berkata, ‘Wahai Utbah, semua kaum muslimin bisa mendapat yang seperti ini?’ Aku berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, ini sesuatu yang khusus digunakan oleh para pemimpin.’ Umar berkata, ‘Angkatlah, aku tidak memerlukannya.’ Ketika aku masih di tempatnya, Umar minta diambilkan makan siangnya, lalu dibawakan daging tebal dan roti hangat, lalu aku merogoh pada suatu potongan yang aku kira punuk, ternyata itu adalah potongan leher, lalu aku mengemutnya. Ketika dia tidak memperhatikanku, aku meletakkannya di antara aku dan meja makan. Kemudian dia minta diambilkan rendaman sari buahnya yang ternyata sudah hampir menjadi cuka. Dia lalu mencampurnya sehingga memungkinkan untuk diminum lantas ia pun meminum(nya), kemudian memberiku minuman itu, lalu berkata, ‘Wahai Utbah, sesungguhnya kami menyembelih seekor unta setiap hari. Pinggul dan daging yang enak itu diperuntukkan bagi yang datang kepada kami dari warga luar dan kaum muslimin, sedangkan lehernya untuk kami. Kami memakan daging tebal yang engkau lihat ini disertai minum rendaman sari buah ini untuk menghancurkannya di dalam perut kami.”

Sunan Daruquthni 4657

سنن الدارقطني 4657: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ السَّرِيِّ بْنِ عُثْمَانَ التَّمَّارُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْقَزَّازُ , نا أَبُو النَّضْرِ هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ , نا شُعْبَةُ , عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ , عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ الْحَضْرَمِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ رَجُلًا يُقَالُ لَهُ: سُوَيْدُ بْنُ طَارِقٍ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَمْرِ فَنَهَاهُ عَنْهَا , فَقَالَ: إِنَّمَا أَصْنَعُهَا لِلدَّوَاءِ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّهَا دَاءٌ وَلَيْسَتْ بِدَوَاءٍ»

Sunan Daruquthni 4657: Muhammad bin As-Sari bin Utsman At-Tammar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Malik Al Qazzaz menceritakan kepada kami, Abu An-Nadhr Hasyim bin Al Qasim menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Simak bin Harb, dari Alqamah bin Wa’il Al Hadhrami, dari ayahnya, bahwa seorang laki-laki yang biasa dipanggil Suwaid bin Thariq, bertanya kepada Nabi SAW tentang khamer, maka beliau pun melarangnya. Orang itu berkata lagi, ‘Aku membuatnya untuk obat.’ Nabi SAW bersabda, ‘Sesungguhnya itu adalah penyakit, bukannya obat’.”

Sunan Daruquthni 4642

سنن الدارقطني 4642: حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُشْكَانَ الْمَرْوَزِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَحْيَى السَّرَخْسِيُّ الْقَاضِي , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ , نا عَبْدَانُ , عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ , قَالَ: سَأَلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْعُمَرِيُّ أَبَا حَنِيفَةَ عَنِ الشَّرَابِ , قَالَ: حَدَّثُونَا مِنْ قِبَلِ أَبِيكَ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ , قَالَ: «إِنْ رَابَكُمْ فَاكْسِرُوهُ بِالْمَاءِ» , فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ: فَإِذَا تَيَقَّنْتَ وَلَمْ تَرْتَبْ

Sunan Daruquthni 4642: Abu Sa’id Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim bin Misykan Al Marwazi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Yahya As-Sarkhasi Al Qadhi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ali menceritakan kepada kami, Abdan menceritakan kepada kami dari Sufyan bin Abdul Malik, dari Abdullah bin Al Mubarak, dia berkata: Abdullah bin Umar Al Umari pernah bertanya kepada Abu Hanifah tentang minuman, dia berkata, “Mereka telah menceritakan kepada kami dari pihak ayahmu, —semoga Allah merahmatinya.— dia berkata, “Bila kalian mendapatinya mengental, maka tawarlah dengan air.” Abdullah lalu berkata kepadanya, “Bila engkau yakin dan belum mengeras.

Sunan Daruquthni 4658

سنن الدارقطني 4658: حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , نا جَدِّي , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنِ السُّدِّيِّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادٍ , عَنْ أَنَسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْخَمْرِ أَيُتَّخَذُ خَلًّا؟ , قَالَ: «لَا»

Sunan Daruquthni 4658: Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, kakekku menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari As-Suddi, dari Yahya bin Abbad, dari Anas, bahwa Nabi SAW pernah ditanya tentang khamer, apa boleh dibuat cuka? Beliau pun menjawab, “Tidak (boleh).

Sunan Daruquthni 4643

سنن الدارقطني 4643: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , أنا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي يُونُسُ , وَابْنُ أَبِي ذِئْبٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , «أَنَّهُ جَلَدَ رَجُلًا وَجَدَ مِنْهُ رِيحَ شَرَابٍ الْحَدَّ تَامًّا»

Sunan Daruquthni 4643: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Yunus dan Ibnu Dzib mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari As-Sa‘ib bin Yazid, dari Umar bin Khaththab RA, bahwa dia pernah mencambuk seorang laki-laki yang didapati padanya bau minuman (yang memabukkan), dengan hukuman yang sempurna.

Sunan Daruquthni 4659

سنن الدارقطني 4659: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ , عَنْ إِسْرَائِيلَ , عَنِ السُّدِّيِّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادٍ , عَنْ أَنَسٍ , أَنْ يَتِيمًا كَانَ فِي حِجْرِ أَبِي طَلْحَةَ فَاشْتَرَى لَهُ خَمْرًا فَلَمَّا حُرِّمَتْ , سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُتَّخَذُ خَلٍّا؟ , قَالَ: «لَا»

Sunan Daruquthni 4659: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ya’qub menceritakan kepada kami, Abdurrahman menceritakan kepada kami dari Israil, dari As-Suddi, dari Yahya bin Abbad, dari Anas, bahwa ada anak yatim dalam asuhan Abu Thalhah. Dia lalu membelikan khamer untuknya. Ketika khamer diharamkan, Nabi SAW ditanya, ‘Apa boleh (khamer) itu dibuat cuka?’ Beliau menjawab, ‘Tidak (boleh)’