Sunan Daruquthni 4655
سنن الدارقطني 4655: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا نَصْرُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ طَوْقٍ , نا أَبُو عُبَيْدٍ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ , قَالَ: قَالَ سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ: «مَا فِي شَرْبَةٍ مِنْ نَبِيذٍ مَا يَنْبَغِي لِمُؤْمِنٍ أَنْ يُغَرِّرَ فِيهَا بِدِينِهِ». قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ: فَحَدَّثْتُ بِهِ أَبَا النَّضْرِ هَاشِمَ بْنَ الْقَاسِمِ فَأَعْجَبَهُ فَاسْتَعَادَنِيهُ بَعْدَ سَنَةٍ
Sunan Daruquthni 4655: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Nashr bin Daud bin Thauq menceritakan kepada kami, Abu Ubaid menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id Al Qaththan menceritakan kepada kami, dia berkata: Sulaiman At-Taimi berkata, “Di dalam rendaman sari buah ada yang tidak layak bagi seorang mukmin terpedaya dalam agamanya.” Abu Ubaid berkata, Aku lalu menceritakan itu kepada Abu An-Nadhr Hasyim bin Al Qasim, ternyata ia takjub dan memintaku mengulanginya setelah setahun.”
- Derajat Hadis
- Derajat Hadis Tidak Ditemukan