Skip to main content

Sunan Daruquthni 3594

سنن الدارقطني 3594: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي إِدْرِيسَ , حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَبِيبِ بْنِ أَرْدَكَ , سَمِعَ عَطَاءَ بْنَ أَبِي رَبَاحٍ , يَقُولُ أَخْبَرَنِي يُوسُفُ بْنُ مَاهَكَ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ , يُحَدِّثُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ سَوَاءً

Sunan Daruquthni 3594: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Walid menceritakan kepada kami, Ismail bin Abu Idris menceritakan kepada kami, Sulaiman menceritakan kepadaku, dari Abdurrahman bin Habib bin Ardak, bahwa ia mendengar Atha’ bin Abu Rabah berkata: Yusuf bin Mahik mengabarkan kepadaku, bahwa ia mendengar Abu Hurairah menceritakan dari Nabi SAW dengan redaksi yang sama.

Sunan Daruquthni 3595

سنن الدارقطني 3595: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ زُنْبُورٍ الْمَكِّيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ , نا ابْنُ أَرْدَكَ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ , عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: ” ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: الطَّلَاقُ وَالنِّكَاحُ وَالرَّجْعَةُ “

Sunan Daruquthni 3595: Abu Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Muhammad bin Zanbur Al Makki menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami, Ibnu Ardak menceritakan kepada kami dari Atha‘ bin Abu Rabah, dari Yusuf bin Mahak, dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda, “Ada tiga hal yang seriusnya adalah serius, dan candanya pun adalah serius, yaitu: thalaq, nikah, dan rujuk.”

Sunan Daruquthni 3596

سنن الدارقطني 3596: نا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْمِصْرِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ , نا عَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , نا الدَّرَاوَرْدِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَبِيبِ بْنِ أَرْدَكَ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ , عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: الطَّلَاقُ وَالنِّكَاحُ وَالرَّجْعَةُ “

Sunan Daruquthni 3596: Ali bin Muhammad bin Ahmad Al Mishri menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Abu Maryam menceritakan kepada kami, Amr bin Abu Salamah menceritakan kepada kami, Ad-Darawardi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Habib bin Ardak menceritakan kepada kami dari Atha’ bin Abu Rabah, dari Yusuf bin Mahak, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang seriusnya adalah serius, dan candanya pun serius, yaitu: thalaq, nikah, dan rujuk.”

Sunan Daruquthni 3581

سنن الدارقطني 3581: نا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا الْجُرْجَانِيُّ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ ثَابِتٍ , عَنْ بَكْرٍ الْمُزَنِيِّ , أَنَّ الْمُغِيرَةِ بْنَ شُعْبَةَ , قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 3581: Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Al Jurjani menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ma’mar menceritakan kepada kami dari Tsabit, dari Bakar Al Muzani bahwa Al Mughirah bin Syu’bah berkata, “Aku pernah menghadap Nabi SAW …” Redaksi selanjutnya sama dengan sebelumnya.

Sunan Daruquthni 3597

سنن الدارقطني 3597: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْعَبَّاسِ الْوَرَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ الْقَزَّازُ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حُمْرَانَ , نا عَوْفٌ , عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ , [ص:381] نا أَبُو هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرَى رِعَاءُ الشَّاءِ رُءُوسَ النَّاسِ , وَأَنْ يُرَى الْحُفَاةُ الْعُرَاةُ الْجُوَّعُ يَتَبَارَوْنَ فِي الْبُنْيَانِ , وَأَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّهَا»

Sunan Daruquthni 3597: Ismail bin Al Abbas Al Warraq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sinan Al Qazzaz menceritakan kepada kami, Abdullah bin Humran menceritakan kepada kami, Auf menceritakan kepada kami dari Syahr bin Hausyab, Abu Hurairah menceritakan kepada kami, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat adalah pengembala kambing menjadi pemimpin manusia, orang-orang yang tadinya bertelanjang kaki dan kelaparan berlomba-lomba membangun gedung-gedung, dan budak wanita melahirkan tuannya.”

Sunan Daruquthni 3582

سنن الدارقطني 3582: نا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مَيْمُونٍ الْخَيَّاطُ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمِسْوَرِ وَاللَّفْظُ لِمُحَمَّدٍ , قَالَا: نا سُفْيَانُ , نا يَزِيدُ بْنُ كَيْسَانَ , عَنْ أَبِي حَازِمٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَجُلًا أَرَادَ أَنْ يَتَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنَ الْأَنْصَارِ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «انْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ نِسَاءِ الْأَنْصَارِ شَيْئًا»

Sunan Daruquthni 3582: Yahya bin Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Muhammad bin Maimun Al Khayyath dan Abdullah bin Muhammad bin Al Miswar menceritakan kepada kami, —lafazh adalah lafazh Muhammad—, keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, Yazid bin Kaisan menceritakan kepada kami dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah bahwa ketika seorang laki-laki ingin menikah seorang wanita dari kalangan Anshar, Nabi SAW berkata kepadanya, “Lihatlah dulu, karena di mata wanita Anshar itu berarti sesuatu.

Sunan Daruquthni 3598

سنن الدارقطني 3598: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عِمْرَانَ الْعَائِذِيُّ بِمَكَّةَ , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ الْجَنَدِيِّ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُوطَأَ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ , أَوْ حَائِلٌ حَتَّى تَحِيضَ». قَالَ لَنَا ابْنُ صَاعِدٍ: وَمَا قَالَ لَنَا فِي هَذَا الْإِسْنَادِ أَحَدٌ عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ إِلَّا الْعَائِذِيُّ

Sunan Daruquthni 3598: Abu Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Abdullah bin Imran Al A’idzi menceritakan kepada kami di Makkah, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Amr bin Muslim Al Janadi, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah SAW melarang wanita hamil disetubuhi sampai ia melahirkan, atau wanita yang tidak hamil sampai ia haid.” Ibnu Sha’id berkata kepada kami, “Tidak ada perawi yang menceritakan kepada kami dengan sanad seperti ini dari Ibnu Abbas kecuali Al A’idzi.”

Sunan Daruquthni 3583

سنن الدارقطني 3583: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , ح وَنا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْحَنَّاطُ , نا أَبُو هِشَامٍ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , ح وَنا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَكِيلِ بْنِ مُحَمَّدٍ النَّحَّاسُ , نا أَيُّوبُ بْنُ حَسَّانَ الْوَاسِطِيُّ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «رَدَّ زَيْنَبَ ابْنَتَهُ عَلَى أَبِي الْعَاصِ بْنِ الرَّبِيعِ بِنِكَاحٍ جَدِيدٍ». هَذَا لَا يُثْبَتُ وَحَجَّاجٌ لَا يُحْتَجُّ بِهِ وَالصَّوَابُ حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَدَّهَا بِالنِّكَاحِ الْأَوَّلِ , وَكَذَلِكَ رَوَاهُ مَالِكٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ فِي قِصَّةِ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ

Sunan Daruquthni 3583: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, (h) Ahmad bin Abdullah Al Wakil bin Muhammad An-Nuhhas menceritakan kepada kami, Ayyub bin Hassan Al Wasithi menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami dari Al Hajjaj bin Arthah, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW mengembalikan pernikahan putrinya Zainab dengan Abu Al Ash bin Rabi’ dengan akad nikah yang baru.” Hadis ini tidak shahih, dan Hajjaj sendiri tidak bisa dijadikan sebagai hujjah. Yang benar adalah hadis Ibnu Abbas, bahwa “Nabi SAW mengembalikannya kepada Abu Al Ash dengan nikahnya yang pertama. Demikian pula yang diriwayatkan oleh Malik, dari Az-Zuhri dalam kisah Shafwan bin Umayyah.

Sunan Daruquthni 3599

سنن الدارقطني 3599: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ الْأَشْعَثِ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ أَيُّوبَ الصَّرِيفِينِيُّ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَصْرٍ الْأَنْطَاكِيُّ , قَالَا: نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ مُحَمَّدٍ , وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ أَبِيهِمَا , أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لِابْنِ عَبَّاسٍ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «نَهَى عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ وَعَنِ الْمُتْعَةِ»

Sunan Daruquthni 3599: Abdullah bin Sulaiman bin Al Asy’ats menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Ayyub Ash-Sharifini menceritakan kepada kami, dan Abdullah bin Nashr Al Anthaki, keduanya berkata: Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Al Hasan bin Muhammad dan Abdullah bin Muhammad, dari ayah mereka bahwa Ali RA pernah berkata kepada Ibnu Abbas, “Tidakkah engkau tahu bahwa Rasulullah melarang makan daging keledai negri dan nikah mut’ah?”

Sunan Daruquthni 3584

سنن الدارقطني 3584: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْأَنْمَاطِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «رَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْنَتَهُ زَيْنَبَ عَلَى أَبِي الْعَاصِ بْنِ الرَّبِيعِ بِالنِّكَاحِ الْأَوَّلِ لَمْ يُحْدِثْ شَيْئًا بَيْنَهُمَا»

Sunan Daruquthni 3584: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mu’awiyah Al Anmathi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Daud bin Al Hushain, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah mengembalikan putrinya Zainab kepada suaminya Abu Al Ash bin Rabi’ dengan nikah yang pertama tidak mengulangi akad baru.”