Skip to main content

Sunan Daruquthni 3585

سنن الدارقطني 3585: قُرِئَ عَلَى أَبِي الْقَاسِمِ بْنِ مَنِيعٍ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ أَبُو حَفْصٍ عُمَرُ بْنُ زُرَارَةَ الْحَدَثِيُّ نا مَسْرُوحُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عُمَارَةَ , عَنْ عَطِيَّةَ الْعَوْفِيِّ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , أَنَّهُ قَالَ: كَانَتْ أُخْتِي تَحْتَ رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ تَزَوَّجَهَا عَلَى حَدِيقَةٍ وَكَانَ بَيْنَهُمَا كَلَامٌ فَارْتَفَعَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «تَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ وَيُطَلِّقُكِ؟» , قَالَتْ: نَعَمْ وَأَزِيدُهُ , قَالَ: «رُدِّي عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ وَزِيدِيهِ»

Sunan Daruquthni 3585: Dibacakan di hadapan Ali bin Abul Qasim bin Mani’ dan aku mendengar, Abu Hafash Umar bin Zurarah Al Hadatsi menceritakan kepada kalian, Masruh bin Abdurrahman menceritakan kepada kami dari Al Hasan bin Umarah, dari Athiyyah Al Aufi dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa ia berkata: Adikku pernah menjadi istri salah seorang sahabat Anshar. Ia dinikahi dengan mahar sebuah kebun. Kemudian ada percekcokan di antara mereka, dan ketika dilaporkan kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apa engkau mau mengembalikan kebunnya dan ia menceraikanmu?’ Adikku menjawab, “Ya, bahkan akan aku tambah.” Beliau lanjut berkata, “Baiklah kembalikan kebunnya dan silakan tambah.”

Sunan Daruquthni 3586

سنن الدارقطني 3586: نا مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ الْحَضْرَمِيُّ , نا أَزْهَرُ بْنُ جَمِيلٍ , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ , نا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: جَاءَتِ امْرَأَةُ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَعِيبُ عَلَيْهِ فِي خُلُقٍ وَلَا دِينٍ وَلَكِنْ أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِي الْإِسْلَامِ , فَقَالَ: «أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ؟» , قَالَتْ: نَعَمْ , قَالَ: «يَا ثَابِتُ اقْبَلِ الْحَدِيقَةَ وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً»

Sunan Daruquthni 3586: Muhammad bin Harun Al Hadhrami menceritakan kepada kami, Azhar bin Jamil menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi menceritakan kepada kami, Khalid bin Al Hadzdza’ menceritakan kepada kami dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Istri Tsabit bin Qais pernah datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak memandang ada yang tercela dalam akhlaq dan agamanya, tapi aku tak mau kufur (mendurhakai suami) dalam Islam.” Rasulullah berkata: “Apa engkau bersedia mengembalikan kebunnya?” Ia menjawab: “Ya.” Beliau berkata: “Wahai Tsabit, terimalah kebun itu dan ceraikan dia satu kali.”

Sunan Daruquthni 3587

سنن الدارقطني 3587: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدٍ , نا حَجَّاجٌ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ , أَنَّ ثَابِتَ بْنَ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ كَانَتْ عِنْدَهُ زَيْنَبُ بِنْتُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيِّ ابْنِ سَلُولٍ وَكَانَ أَصْدَقَهَا حَدِيقَةً فَكَرِهَتْهُ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ الَّتِي أَعْطَاكِ؟» , قَالَتْ: نَعَمْ وَزِيَادَةً , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَّا الزِّيَادَةُ فَلَا وَلَكِنْ حَدِيقَتُهُ» , قَالَتْ: نَعَمْ , فَأَخَذَهَا لَهُ وَخَلَّا سَبِيلَهَا فَلَمَّا بَلَغَ ذَلِكَ ثَابِتَ بْنَ قَيْسٍ , قَالَ: قَدْ قَبِلْتُ قَضَاءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. سَمِعَهُ أَبُو الزُّبَيْرِ مِنْ غَيْرِ وَاحِدٍ

Sunan Daruquthni 3587: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yusuf bin Sa’id menceritakan kepada kami, Hajjaj menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa Tsabit bin Qais bin Syammas mempunyai istri bernama Zainab binti Abdullah bin Ubay bin Salul. (Ketika itu) ia memberinya mahar sebuah kebun. Istrinya ini kemudian tidak suka dengannya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Maukah engkau mengembalikan kebun yang diberikannya kepadamu?”. Ia menjawab: “Ya, dan akan ditambah.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Adapun tambahan itu tidak perlu, akan tetapi cukup kebunnya saja”. Zainab berkata: “Ya”. Setelah itu Rasulullah mengambilnya untuk Tsabit dan memisahkan mereka. Tatkala keputusan itu sampai kepada Tsabit, ia lantas berkata, “Aku terima keputusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Abu Zubair mendengar hadis ini lebih dari satu orang sahabat.

Sunan Daruquthni 3588

سنن الدارقطني 3588: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا بِشْرُ بْنُ مُوسَى , نا الْحُمَيْدِيُّ , نا سُفْيَانُ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ عَطَاءٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَأْخُذْ مِنَ الْمُخْتَلِعَةِ أَكْثَرَ مِمَّا أَعْطَاهَا»

Sunan Daruquthni 3588: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Bisyir bin Musa menceritakan kepada kami, Al Humaidi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami dari Atha’ bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan mengambil dari wanita yang minta diceraikan (khulu’) lebih banyak dari yang telah diberikan sebagai mahar.”

Sunan Daruquthni 3589

سنن الدارقطني 3589: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا حَمْدُونُ بْنُ عُمَارَةَ الْبَزَّازُ أَبُو جَعْفَرٍ , نا أَبُو جَعْفَرٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبُخَارِيُّ الْمُسْنَدِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ , نا مَعْمَرٌ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , [ص:378] عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ اخْتَلَعَتْ مِنْ زَوْجِهَا , «فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِدَّتَهَا حَيْضَةً وَنِصْفًا»

Sunan Daruquthni 3589: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Hamdun bin Umarah Al Bazzaz Abu Ja’far menceritakan kepada kami, Abu Ja’far Abdullah bin Muhammad Al Bukhari Al Musnadi menceritakan kepada kami, Hisyam bin Yusuf menceritakan kepada kami, Ma’mar menceritakan kepada kami dari Amr bin Muslim, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas bahwa istri Qais bin Tsabit menuntut khulu’ dari suaminya, dan Nabi SAW menetapkan iddah-nya. satu setengah kali haid.

Sunan Daruquthni 3590

سنن الدارقطني 3590: نا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا الرَّمَادِيُّ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , أَنَّ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ اخْتَلَعَتْ مِنْ زَوْجِهَا , «فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِدَّتَهَا حَيْضَةً»

Sunan Daruquthni 3590: Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Ar-Ramadi menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ma’mar menceritakan kepada kami dari Amr bin Muslim, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas bahwa istri Tsabit bin Qais meminta khulu’ dan Rasulullah SAW menetapkan iddah-nya. satu kali haid.

Sunan Daruquthni 3591

سنن الدارقطني 3591: نا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مَرْوَانَ الْوَاسِطِيُّ , نا أَبُو حَازِمٍ إِسْمَاعِيلُ بْنُ يَزِيدَ الْبَصْرِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ , نا مَعْمَرٌ , عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ اخْتَلَعَتْ مِنْهُ , فَأَمَرَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنْ تَعْتَدَّ حَيْضَةً»

Sunan Daruquthni 3591: Abdul Baqi bin Qani’ menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ahmad bin Marwan menceritakan kepada kami, Abu Hazim bin Ismail bin Yazid Al Bashri menceritakan kepada kami, Hisyam bin Yusuf menceritakan kepada kami, Ma’mar menceritakan kepada kami dari Amr bin Muslim, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Istri Tsabit bin Qais telah khulu’ darinya dan Nabi SAW memerintahkannya untuk ber-iddah selama satu kali haid.”

Sunan Daruquthni 3592

سنن الدارقطني 3592: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , نا أَبُو الْأَسْوَدِ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , وَمُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ , [ص:379] عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ , قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ حِينَ اخْتَلَعَتْ مِنْهُ «أَنْ تَعْتَدَّ حَيْضَةً»

Sunan Daruquthni 3592: Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan menceritakan kepada kami, Mu’alla menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami, Abu Al Aswad menceritakan kepada kami dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban, dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW memerintahkan istri Tsabit bin Qais ketika khulu’ dari suaminya untuk ber-iddah selama satu kali haid.”

Sunan Daruquthni 3593

سنن الدارقطني 3593: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , ثنا أَبُو زُرْعَةَ الدِّمَشْقِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَرْدَكَ , سَمِعَ عَطَاءً , يَقُولُ: أَخْبَرَنِي يُوسُفُ بْنُ مَاهَكَ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ , يُحَدِّثُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: ” ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النِّكَاحُ وَالطَّلَاقُ وَالرَّجْعَةُ “

Sunan Daruquthni 3593: Muhammad bin Ismail Al Farisi menceritakan kepada kami, Abu Zur’ah AdDimasyqi menceritakan kepada kami, Yahya bin Shalih menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Ardak, ia mendengar Atha‘ berkata: Yusuf bin Mahak menceritakan kepadaku bahwa ia mendengar Abu Hurairah RA menceritakan dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Ada tiga hal yang seriusnya adalah serius dan bercandanya pun adalah serius, yaitu: nikah, thalaq, dan rujuk.”

Sunan Daruquthni 3594

سنن الدارقطني 3594: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي إِدْرِيسَ , حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَبِيبِ بْنِ أَرْدَكَ , سَمِعَ عَطَاءَ بْنَ أَبِي رَبَاحٍ , يَقُولُ أَخْبَرَنِي يُوسُفُ بْنُ مَاهَكَ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ , يُحَدِّثُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ سَوَاءً

Sunan Daruquthni 3594: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Walid menceritakan kepada kami, Ismail bin Abu Idris menceritakan kepada kami, Sulaiman menceritakan kepadaku, dari Abdurrahman bin Habib bin Ardak, bahwa ia mendengar Atha’ bin Abu Rabah berkata: Yusuf bin Mahik mengabarkan kepadaku, bahwa ia mendengar Abu Hurairah menceritakan dari Nabi SAW dengan redaksi yang sama.