Skip to main content

Sunan Daruquthni 3618

سنن الدارقطني 3618: نا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ الْخَالِقِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ مَخْلَدٍ , نا أَبِي , عَنْ سَلَّامٍ أَبِي الْمُنْذِرِ , عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَزَوَّجَ مَيْمُونَةَ وَهُوَ حَلَالٌ». كَذَا قَالَ تَفَرَّدَ بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ سَلَّامٍ أَبِي الْمُنْذِرِ , وَهُوَ غَرِيبٌ عَنْ مَطَرٍ. وَعِنْدَ مَطَرٍ , عَنْ رَبِيعَةَ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ أَبِي رَافِعٍ هَذَا الْقَوْلُ أَيْضًا. وَرَوَاهُ أَبُو الْأَسْوَدِ يَتِيمُ عُرْوَةَ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ مِثْلَ رِوَايَةِ مَطَرٍ عَنْهُ

Sunan Daruquthni 3618: Abdul Baqi bin Qani’ menceritakan kepada kami, Ahmad bin Amr bin Abdul Khaliq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Utsman bin Makhlad menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami dari Sallam bin Al Mundzir, dari Mathar Al Warraq, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW menikahi Maimunah dalam keadaan halal. Seperti itulah yang ia katakan. Muhammad bin Utsman adalah satu-satunya perawi yang meriwayatkan hadis dalam masalah ini, dari ayahnya, dari Sallam bin Al Mundzir, dan hadis ini dinilai gharib jika diriwayatkan dari Mathar. Dari Mathar, dari Rabi’ah dari Sulaiman bin Yasar, dari Abu Rafi’ dengan perkataan yang sama pula. Abu Al Aswad Yatim Urwah meriwayatkannya dari ikrimah, dari Ibnu Abbas dengan redaksi yang sama dengan riwayat Mathar.

Sunan Daruquthni 3603

سنن الدارقطني 3603: نا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي دَاوُدَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ سُفْيَانَ , نا ابْنُ بُكَيْرٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ مُوسَى بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ إِيَاسِ بْنِ عَامِرٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ , قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمُتْعَةِ , قَالَ: «وَإِنَّمَا كَانَتْ لِمَنْ لَمْ يَجِدْ فَلَمَّا أُنْزِلَ النِّكَاحُ وَالطَّلَاقُ وَالْعُدَّةُ وَالْمِيرَاثُ بَيْنَ الزَّوْجِ وَالْمَرْأَةِ نُسِخَتْ»

Sunan Daruquthni 3603: Abu Bakar bin Abu Daud menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Sufyan menceritakan kepada kami, Ibnu Bukair menceritakan kepada kami, Abdullah bin Lahi’ah menceritakan kepada kami dari Musa bin Ayyub, dari Iyas bin Amir, dari Ali bin Abu Thalib, dia berkata, “Rasulullah SAW melarang mut’ah.” Ia lanjut berkata, “Dulu dibolehkan karena belum ada (perangkat hukum lain), ketika sudah diturunkan (syariat) nikah, thalaq, iddah dan warisan antara suami dan istri, hukum kebolehan mut’ah pun dihapuskan.”

Sunan Daruquthni 3619

سنن الدارقطني 3619: نا أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ الْجُنَيْدِ , نا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ بِمَكَّةَ , نا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا كَامِلٌ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: «تَزَوَّجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَيْمُونَةَ وَهُوَ مُحْرِمٌ»

Sunan Daruquthni 3619: Ahmad bin Al Husain bin Al Junaid menceritakan kepada kami, Bahr bin Nashr di Makkah menceritakan kepada kami, Khalid bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Kamil menceritakan kepada kami dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah SAW menikahi Maimunah dalam keadaan sedang ihram.”

Sunan Daruquthni 3604

سنن الدارقطني 3604: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّفَّارِ , نا عَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا قَبِيصَةُ , نا سُفْيَانُ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ , عَنْ أَبِي غَطَفَانَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عُمَرَ «أَنَّهُ فَرَّقَ بَيْنَهُمَا , يَعْنِي رَجُلًا تَزَوَّجَ وَهُوَ مُحْرِمٌ» قَالَ: وَنا سُفْيَانُ , عَنْ قُدَامَةَ , قَالَ: سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ عَنْ مُحْرِمٍ تَزَوَّجِ , قَالَ: «يُفَرَّقُ بَيْنَهُمَا»

Sunan Daruquthni 3604: Ismail bin Muhammad bin Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Abbas bin Muhammad menceritakan kepada kami, Qabishah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Daud bin Al Hushain, dari Abu Ghathfan, dari ayahnya, dari Umar bahwa Ia pernah memisahkan dua orang yang menikah dalam keadaan ihram. Ia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Qudamah, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Sa’id bin Al Musayyab tentang orang yang menikah dalam keadaan ihram, ia menjawab, “Keduanya harus dipisahkan.”

Sunan Daruquthni 3620

سنن الدارقطني 3620: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ النَّرْسِيُّ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ حُمَيْدٍ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَزَوَّجَ مَيْمُونَةَ وَهُمَا مُحْرِمَانِ»

Sunan Daruquthni 3620: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abbas bin Abdul Walid An-Nursi menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Humaid, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW menikahi Maimunah saat mereka berdua dalam keadaan berihram.

Sunan Daruquthni 3605

سنن الدارقطني 3605: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا عَمِّي , نا مَخْرَمَةُ بْنُ بُكَيْرٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سَمِعْتُ نُبَيْهَ بْنَ وَهْبٍ , يَقُولُ: قَالَ أَبَانُ بْنُ عُثْمَانَ: سَمِعْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ , يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَنْكِحُ الْمُحْرِمُ وَلَا يُنْكِحُ»

Sunan Daruquthni 3605: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, pamanku menceritakan kepada kami, Makhramah bin Bukair menceritakan kepada kami dari ayahnya, dia berkata: aku pernah mendengar Nubaih bin Wahab berkata: Aban bin Utsman berkata: aku mendengar Utsman bin Affan berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah dan menikahkan (orang lain),”

Sunan Daruquthni 3606

سنن الدارقطني 3606: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو أُمَيَّةَ الطَّرَسُوسِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ نا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ , نا أَيُّوبُ بْنُ عُتْبَةَ , نا عِكْرِمَةُ بْنُ خَالِدٍ , قَالَ: [ص:387] سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ عَنِ امْرَأَةَ أَرَادَ أَنْ يَتَزَوَّجَهَا رَجُلٌ وَهُوَ خَارِجٌ مِنْ مَكَّةَ وَأَرَادَ أَنْ يَعْتَمِرَ أَوْ يَحُجَّ , فَقَالَ: قَالَ: «لَا تَزَوَّجْهَا وَأَنْتَ مُحْرِمٌ , نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ»

Sunan Daruquthni 3606: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Umayyah Ath-Tharsusi Muhammad bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Al Aswad bin Amir menceritakan kepada kami, Ayyub bin Utbah menceritakan kepada kami, Ikrimah bin Khalid menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Umar tentang wanita yang ingin dinikahi oleh seorang pria di luar Makkah, tapi pria ini ingin melaksanakan umrah atau haji. Ia menjawab, “Jangan nikahkan dia bila engkau sedang ihram, karena Rasulullah SAW melarang hal itu.”

Sunan Daruquthni 3607

سنن الدارقطني 3607: نا أَبُو طَالِبٍ أَحْمَدُ بْنُ نَصْرٍ الْحَافِظُ , نا هِلَالُ بْنُ الْعَلَاءِ , نا النُّفَيْلِيُّ , نا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «الْمُحْرِمُ لَا يَنْكِحُ وَلَا يُنْكِحُ وَلَا يَخْطُبُ»

Sunan Daruquthni 3607: Abu Thalib Ahmad bin Nashr Al Hafizh menceritakan kepada kami, Hilal bin Al Ala’ menceritakan kepada kami, An-Nufaili menceritakan kepada kami, Muslim bin Khalid menceritakan kepada kami, Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah, menikahkan, dan tidak boleh melamar.”

Sunan Daruquthni 3608

سنن الدارقطني 3608: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْقُوهُسْتَانِيُّ , نا يَعْقُوبُ بْنُ كَاسِبٍ , نا الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ عُثْمَانَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا يَنْكِحُ الْمُحْرِمُ وَلَا يُنْكِحُ وَلَا يَخْطُبُ وَلَا يَخْطُبُ عَلَى غَيْرِهِ»

Sunan Daruquthni 3608: Abu Muhammad bin Sha’id menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ibrahim Al Qarmasnati menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Kasib menceritakan kepada kami, Al Mughirah bin Abdurrahman menceritakan kepada kami dari Adh-Dhahhak bin Utsman, dari Nafi’ dari Ibnu Umar, dia berkata: Aku tidak mengetahui (ungkapan) ini kecuali dari Nabi SAW, “Orang yang sedang berihram tidak boleh menikah, dinikahkan, dilamar, dan melamar untuk orang lain.

Sunan Daruquthni 3609

سنن الدارقطني 3609: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ حُبَيْشٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ مُسَاوِرٍ , نا الْقَوَارِيرِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ دِينَارٍ الطَّاحِيُّ , عَنْ أَبَانَ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَتَزَوَّجُ الْمُحْرِمُ وَلَا يُزَوِّجُ»

Sunan Daruquthni 3609: Muhammad bin Ali bin Hubais menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Qasim bin Musawir menceritakan kepada kami, Al Qawariri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Dinar Ath-Thahi menceritakan kepada kami dari Aban, dari Anas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang sedang berihram tidak boleh menikah dan tidak boleh dinikahkan.”