Skip to main content

Sunan Darimi 2590

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Telah mengabarkan kepada kami [Sa’id bin Sulaiman] dari [Isma’il bin Ja’far] dari [Abdullah bin Sa’id bin Abu Hind] dari [ayahnya] dari [Ibnu Abbas] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, Dia akan memberikan kefahaman agama kepadanya.”

Sunan Darimi 2591

أَخْبَرَنَا الْمَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ يُحَدِّثُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الصِّحَّةَ وَالْفَرَاغَ نِعْمَتَانِ مِنْ نِعَمِ اللَّهِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ

Telah mengabarkan kepada kami [Al Makki bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Abdullah] ia adalah Ibnu Sa’id, bahwa ia mendengar [ayahnya] menceritakan dari [Ibnu Abbas] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kesehatan dan waktu luang adalah dua kenikmatan dari kenikmatan-kenikmatan Allah yang sering dilalaikan oleh kebanyakan manusia.”

Sunan Darimi 2592

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ صُبَّ فِي أُذُنِهِ الْآنُكُ

Telah mengabarkan kepada kami [Amr bin ‘Auf] telah mengabarkan kepada kami [Khalid] yakni Ibnu Abdullah, dari [Khalid Al Hadzdza`i] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang mendengar pembicaraan suatu kaum, sementara mereka membenci hal itu (untuk didengar orang lain), niscaya akan dituangkan timah panas ke telinganya.”

Sunan Darimi 2593

أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ أَبِي الطُّفَيْلِ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ لِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ الْأُولَى لَكَ وَالْآخِرَةَ عَلَيْكَ

Telah mengabarkan kepada kami [Abu Al Walid Ath Thayalisi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Muhammad bin Ibrahim] dari [Salamah bin Abu Ath Thufail] dari [Ali] ia berkata kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah engkau terus menerus memandang (sesuatu yang haram), karena pandangan pertama adalah boleh untukmu, sedangkan pandangan selanjutnya adalah haram bagimu.”

Sunan Darimi 2594

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سُفْيَانَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ فِي الْإِسْلَامِ لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا قَالَ اتَّقِ اللَّهَ ثُمَّ اسْتَقِمْ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ شَيْءٍ قَالَ فَأَشَارَ إِلَى لِسَانِهِ

Telah mengabarkan kepada kami [Sa’id bin Ar Rabi’] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [Ya’la bin ‘Atha`] ia berkata; Aku mendengar [Abdullah bin Sufyan] dari [ayahnya] ia berkata; Aku berkata; Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepada amalan dalam Islam yang tidak akan aku tanyakan kepada seorang pun. Beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah kemudian istiqamahlah.” Ia mengatakan; Aku berkata lagi; Kemudian apa? Ia mengatakan; Lalu beliau menujuk ke arah lidahnya.

Sunan Darimi 2595

أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ يَعْنِي ابْنَ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُجَمِّعٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مُرْنِي بِأَمْرٍ أَعْتَصِمُ بِهِ قَالَ قُلْ رَبِّيَ اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقِمْ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا أَكْثَرُ مَا تَخَوَّفُ عَلَيَّ قَالَ فَأَخَذَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلِسَانِهِ ثُمَّ قَالَ هَذَا

Telah mengabarkan kepada kami [Abu Nu’aim] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] yakni Ibnu Isma’il bin Mujammi’, ia berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Syihab] dari [Abdurrahman bin Mu’adz] dari [Sufyan bin Abdullah] ia berkata; Aku berkata; Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku suatu urusan yang akan aku pegang teguh. Beliau bersabda: “Katakanlah; Rabbku adalah Allah, kemudian istiqamahlah.” Ia mengatakan; Aku bertanya; Wahai Nabiyullah, apa yang harus lebih banyak aku takuti? Maka beliau memegang lidahnya kemudian mengatakan: “Ini.”

Sunan Darimi 2596

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Mighwal] dari [Al A’masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] ia berkata; Dikatakan; Wahai Rasulullah, siapakah orang paling mulia dalam Islam? Beliau menjawab: “Seseorang dimana kaum muslimin merasa selamat dari lisan dan tangannya.”

Sunan Darimi 2565

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا نَزَلَ مَنْزِلًا لَمْ يَرْتَحِلْ مِنْهُ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ أَوْ يُوَدِّعَ الْمَنْزِلَ بِرَكْعَتَيْنِ قَالَ عَبْد اللَّهِ عُثْمَانُ بْنُ سَعْدٍ ضَعِيفٌ

Telah mengabarkan kepada kami [Abu ‘Ashim] dari [Utsman bin Sa’d] dari [Anas bin Malik] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika singgah di suatu tempat, beliau tidak akan pergi dari tempat tersebut hingga shalat dua rakaat, atau beliau akan meninggalkan tempat itu dengan shalat dua rakaat. Abdullah berkata; Utsman bin Sa’d adalah dla’if.

Sunan Darimi 2566

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَارِقِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَجَعَ مِنْ سَفَرِهِ قَالَ آيِبُونَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Hassan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Abu Az Zubair] dari [Ali bin Abdullah Al Bariqi] dari [Abdullah bin Umar] bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika kembali dari bepergian, beliau mengucapkan: AYIBUN INSYAALLAH TA’IBUN ‘ABIDUN LIRABBINA HAMIDUN (Kami adalah orang-orang yang kembali, insya Allah, bertaubat, beribadah dan memuji kepada Rabb kami.”

Sunan Darimi 2567

أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ يَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ رَجُلًا إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ أَنْ يَقُولَ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَى مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ فَإِنْ مَاتَ مَاتَ عَلَى الْفِطْرَةِ

Telah mengabarkan kepada kami [Abu Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] ia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] ia berkata; Aku mendengar [Al Bara` bin ‘Azib] berkata; Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan seseorang ketika hendak berbaring di atas tempat tidurnya agar membaca: ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSI ILAIKA WAWAJJAHTU WAJHI ILAIKA WA FAWWADLTU AMRI ILAIKA WA ALJA`TU ZHAHRI ILAIKA RAGHBATAN WA RAHBATAN ILAIKA LA MALJA`A WA LA MANJA MINKA ILLA ILAIKA AMANTU BIKITABIKALLADZI ANJALTA WA NABIYYAKA-LLADZI ARSALTA (Ya Allah, aku pasrahkan diriku kepadaMu, aku hadapkan wajahku kepadaMu, aku serahkan urusanku kepadaMu dan aku kembalikan punggungku kepadaMu, karena cinta dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat mencari kesempatan dariMu selain hanya kepadaMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Engkau turunkan dan nabiMu yang Engkau utus.” Jika ia meninggal, maka ia meninggal dalam keadaan fitrah.