Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1725

صحيح ابن خزيمة 1725: نا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ، نا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ، نا الْعَلَاءُ، ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ، نا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ قَيْسٍ الْمَدَنِيَّ، نا الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، ح، وَحَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، ثنا شُعْبَةُ قَالَ بُنْدَارٌ: عَنِ الْعَلَاءِ، وَقَالَ: أَبُو مُوسَى قَالَ: سَمِعْتُ الْعَلَاءَ، ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ، ثنا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ، نا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ، عَنِ الْعَلَاءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ بِيَوْمٍ وَلَا تَغْرُبُ أَفْضَلَ أَوْ أَعْظَمَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ , وَمَا مِنْ دَابَّةٍ لَا تَفْزَعُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ إِلَّا هَذَيْنِ الثَّقَلَيْنِ: الْجِنَّ وَالْإِنْسَ “. قَالَ عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ , وَابْنُ بَزِيعٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ: «عَلَى يَوْمٍ أَفْضَلَ» , وَلَمْ يَشُكُّوا

Shahih Ibnu Khuzaimah 1725: Ali bin Hujr As-Sa’di memberitakan kepada kami, Ismail -yaitu Ibnu Ja’far- memberitakan kepada kami, Al A’la memberitakan kepada kami,Ha, Muhammad bin Walid memberitakan kepada kami, Yahya bin Muhammad -yaitu Ibnu Qais Al Madaniy- memberitakan kepada kami, Al ‘Ala bin Abdurrahman memberitakan kepada kami, Ha, Muhammad bin Basyar memberitakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far memberitakan kepada kami, Ha, Abu Musa menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far memberitakan kepada ku, Syu’bah menceritakan kepada kami, Bundar berkata dari Al ‘Ala, Abu Musa berkata, ‘Aku telah mendengar dari Al ’Ala, Ha, Muhammad bin Abdullah bin Bazigh memberitakan kepada kami, Yazid -yaitu Ibnu Zari’- menceritakan kepada kami, Ruh bin Qasim memberitakan kepada kami, dari Al ’Ala, dari bapaknya, dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad yang telah bersabda, “Matahari tidak akan terbit dan tidak akan tenggelam pada suatu hari yang lebih utama dari hari jum’at. Tidak ada makhluk yang pada hari itu ketakutan kecuali jin dan manusia” Ali bin Hujr, Ibnu Bazi’, dan Muhammad bin Walid berkata, “…dari suatu hari yang lebih utama.” Dan mereka juga tidak ragu.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1726

صحيح ابن خزيمة 1726: نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمُرَادِيُّ، نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ: وَأَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَيِّدُ الْأَيَّامِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ , فِيهِ خُلِقَ آدَمُ , وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ , وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا , وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا يَوْمَ الْجُمُعَةِ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «غَلَطْنَا فِي إِخْرَاجِ الْحَدِيثِ؛ لِأَنَّ هَذَا مُرْسَلٌ , مُوسَى بْنُ أَبِي عُثْمَانَ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَبُوهُ أَبُو عُثْمَانَ التَّبَّانُ، رَوَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَخْبَارًا سَمِعَهَا مِنْهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1726: Rabi’ bin Sulaiman Al Muradi memberitakan kepada kami, Abdullah bin Wahab memberitakan kepada kami dan berkata: Kami menerima hadis tersebut dari Ibnu Abu Zinad, dari bapaknya, dari Musa bin Abu Utsman, dari Abu Hurairah yang telah berkata, “Awal hari semua hari adalah hari jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan juga diusir darinya. Dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at.” Abu Bakar berkata, “Kami keliru dalam meriwayatkan hadis ini. Karena ia adalah hadis mursal. Musa bin Abu Utsman tidak mendengar hadis dari Abu Hurairah. Sedangkan bapaknya, Abu Utsman At-Tabban, meriwayatkan beberapa hadis yang didengarnya dari Abu Hurairah.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1727

صحيح ابن خزيمة 1727: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ يَعْنِي الْقُرْقُسَانِيَّ، ثنا الْأَوْزَاعِيُّ، عَنْ أَبِي عَمَّارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ فَرُّوخَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ , فِيهِ خُلِقَ آدَمُ , وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ , وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا , وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: قَدِ اخْتَلَفُوا فِي هَذِهِ اللَّفْظَةِ فِي قَوْلِهِ: «فِيهِ خُلِقَ آدَمُ» إِلَى قَوْلِهِ: «وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ» , أَهُوَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ أَوْ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنْ كَعْبِ الْأَحْبَارِ؟ قَدْ خَرَّجْتُ هَذِهِ الْأَخْبَارَ فِي كِتَابِ الْكَبِيرِ: مَنْ جَعَلَ هَذَا الْكَلَامَ رِوَايَةً مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَمَنْ جَعَلَهُ عَنْ كَعْبِ الْأَحْبَارِ , وَالْقَلْبُ إِلَى رِوَايَةِ مَنْ جَعَلَ هَذَا الْكَلَامَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ كَعْبٍ أَمْيَلُ؛ لِأَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ يَحْيَى، حَدَّثَنَا قَالَ: نا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ , ثنا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ يَحْيَى , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ , فِيهِ خُلِقَ آدَمُ , وَفِيهِ أُسْكِنَ الْجَنَّةَ , وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا , وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ , قَالَ: قُلْتُ لَهُ: أَشَيْءٌ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: بَلْ شَيْءٌ حَدَّثَنَاهُ كَعْبٌ وَهَكَذَا رَوَاهُ أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ الْعَطَّارُ , وَشَيْبَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ النَّحْوِيُّ ? عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَأَمَّا قَوْلُهُ: «خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ» , فَهُوَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا شَكَّ وَلَا مِرْيَةَ فِيهِ , وَالزِّيَادَةُ الَّتِي بَعْدَهَا: فِيهِ خُلِقَ آدَمُ إِلَى آخِرِهِ ” هَذَا الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ: فَقَالَ بَعْضُهُمْ: عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَقَالَ بَعْضُهُمْ: عَنْ كَعْبٍ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1727: Ya’kub bin Ibrahim Ad-Dawraqi memberitakan kepada kami, Muhammad bin Mush’ab -yaitu Al Qarqasa’i- memberitakan kepada kami, Al Awza’i memberitakan kepada kami, dari Abi ‘Ammar dari Abdullah bin Farukh, dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad bahwasanya beliau telah bersabda, “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari jum ’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan juga dikeluarkan dari surga. Dan pada hari jum’at pula hari kiamat akan terjadi.” Abu Bakar telah berkata, “Para ulama telah berbeda pendapat tentang redaksi hadis Nabi yang berbunyi ‘pada hari itu Adam diciptakan’ sampai “pada hari jum’at pula hari kiamat akan terjadi’, apakah ini berasal dari Abu Hurairah yang didengar langsung dari Rasulullah ataukah berasal dari Abu Hurairah yang didengarnya dari pendeta Ka’ab? Sebenarnya, kami telah mentakhrij dalam kitab Al Kabir ulama yang menyatakan ucapan ini berasal dari Abu Hurairah yang didengarnya langsung dari Nabi Muhammad dan ulama yang menyatakan bahwa ucapan ini berasal dari Abu Hurairah yang didengarnya langsung dari pendeta Ka’ab. Namun demikian, banyak pendapat yang lebih cenderung menyatakan bahwa ucapan ini berasal dari Abu Hurairah yang didengarnya langsung dari pendeta Ka’ab. Karena Muhammad bin Yahya telah menceritakan sebuah hadis kepada kami, Kemudian ia pun berkata, “Muhammad bin Yusuf memberitakan kepada kami, Al Awzai’ memberitakan kepada kami, dari Yahya, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, ‘Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, lalu ditempatkan dalam surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya. Dan hari kiamat pun akan terjadi pada hari jum’at.’ aku bertanya kepada Abu Hurairah, ‘Apakah hadis ini langsung kamu dengar dari Rasulullah?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Tidak. Akan tetapi ia adalah redaksi yang aku dengar dari Ka’ab” Demikianlah hadis yang diriwayatkan oleh Aban bin Yazid Al Aththar dan Syiban bin Abdurrahman An-Nahwi dari Yahya bin Abu Katsir. Abu Bakar telah berkata, “sedangkan sabda Nabi yang berbunyi, ‘Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari jum’at’, maka itu tidak diragukan lagi memang berasal dari Abu Hurairah yang didengarnya langsung dari Rasulullah. Sementara tambahan yang berbunyi, ‘Pada hari itu Adam diciptakan dan seterusnya’, maka inilah yang diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian berpendapat bahwa redaksi ini berasal dari Rasulullah. Sedangkan yang lain berpendapat bahwa redaksi ini berasal dari ka’ab.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1728

صحيح ابن خزيمة 1728: نا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي الْحُسَيْنِ السِّمنَّانِيُّ , ثنا أَبُو تَوْبَةَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ، حَدَّثَنِي الْهَيْثَمُ بْنُ حُمَيْدٍ، ح، وَحَدَّثَنِي زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى بْنِ أَبَانَ، نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، ثنا الْهَيْثَمُ، أَخْبَرَنِي أَبُو مَعْبَدٍ وَهُوَ حَفْصُ بْنُ غَيْلَانَ , عَنْ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ الْأَيَّامَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى هَيْئَتِهَا , وَيَبْعَثُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ زَهْرَاءَ مُنِيرَةً، أَهْلُهَا يَحُفُّونَ بِهَا كَالْعَرُوسِ تُهْدَى إِلَى كَرِيمِهَا , تُضِيءُ لَهُمْ , يَمْشُونَ فِي ضَوْئِهَا , أَلْوَانُهُمْ كَالثَّلْجِ بَيَاضًا , وَرِيحُهُمْ يَسْطَعُ كَالْمِسْكِ , يَخُوضُونَ فِي جِبَالِ الْكَافُورِ , يَنْظُرُ إِلَيْهِمُ الثَّقَلَانِ , مَا يُطْرِقُونَ تَعَجُّبًا، حَتَّى يَدْخُلُوا الْجَنَّةَ , لَا يُخَالِطُهُمُ أَحَدٌ إِلَّا الْمُؤَذِّنُونَ الْمُحْتَسِبُونَ» . هَذَا حَدِيثُ زَكَرِيَّا بْنِ يَحْيَى

Shahih Ibnu Khuzaimah 1728: Abu Ja’far Muhammad bin Abu Husain As-Samnani memberitakan kepada kami, Abu Taubah Rabi’ bin Nafi memberitakan kepada kami, Al Haitsam bin Hamid menceritakan kepadaku, Ha, Zakaria bin Yahya bin Aban menceritakan kepada ku, Abdullah bin Yusuf menceritakan kepada ku, Haitsam menceritakan kepada kami. Abu Ma’bad —yaitu Hafash bin Gailan— memberitakan kepada kami, dari Thawus, dari Abu Musa Al Asy’ari yang berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah akan membangkitkan semua pada hari kiamat kelak sesuai dengan bentuknya masing-masing. Maka hari jum’at itu akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak dalam kondisi yang cerah ceria dan berseri-seri. Para penduduknya mengelilinginya laksana pengantin wanita yang akan dipersembahkan kepada pasangannya. Ia menerangi jalan bagi para penduduknya hingga mereka dapat berjalan dalam keadaan yang terang benderang. Warna para penduduknya putih bersih seperti salju. Aroma mereka harum semerbak laksana minyak kesturi. Mereka berjalan di pegunungan kapur yang dapat terlihat oleh jin dan manusia dengan penuh keheranan. Setelah itu, mereka pun masuk ke dalam surga. Tidak ada seorang yang dapat mengikuti mereka (masuk ke dalam surga) kecuali mereka yang memang telah diizinkan.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1729

صحيح ابن خزيمة 1729: نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ، ثنا الْحَجَّاجُ قَالَ: قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ، ح، وَحَدَّثَنَا أَبُو عَلِيٍّ الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ، وَجَمَاعَةٌ قَالُوا: ثنا الْحَجَّاجُ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِي , فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ , وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ , وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ , وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ , وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ , وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ , وَخَلَقَ آدَمَ بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ آخِرَ خَلْقٍ فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1729: Abdurrahman bin Basyar bin Hakam memberitakan kepada kami, Al Hajjaj memberitakan kepada kami,dan berkata, “Ibnu Juraij berkata, Ha, ‘Abu (Ali) Al Hasan bin Muhammad Az-Za’farani dan jama’ah menceritakan kepada kami, kemudian mereka berkata, “Al Hajjaj memberitakan kepada kami dari Ibnu Juraij, Ismail bin Umayyah memberitakan kepadaku, dari Ayub bin Khalid, dari Abdullah bin Rafi’ -budak Ummu Salamah- dari Abu Hurairah yang berkata, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang tanganku dan bersabda, ‘Sesungguhnya Allah menciptakan tanah pada hari sabtu. Kemudian Allah menciptakan gunung-gunung pada hari ahad. Selanjutnya Allah menciptakan pohon pada hari senin. Lalu Allah menciptakan sesuatu yang dibenci pada hari selasa. Kemudian Allah menciptakan cahaya pada hari rabu. Lalu Allah menebarkan makhluk hidup pada hari kamis. Selanjutnya Allah menciptakan Adam setelah ashar pada hari jum’at. Penciptaan terakhir itu terjadi pada saat-saat terakhir di hari jum’at, yaitu antara waktu ashar dan malam hari.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1730

صحيح ابن خزيمة 1730: ثنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، نا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنِ الْقَرْثَعِ الضَّبِّيِّ قَالَ: وَكَانَ الْقَرْثَعُ مِنْ قُرَّاءِ الْأَوَّلِينَ , عَنْ سَلْمَانَ ? قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا سَلْمَانُ , مَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ؟» قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ , قَالَ: «يَا سَلْمَانُ مَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ؟» قَالَ: قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ , قَالَ: «يَا سَلْمَانُ مَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ؟» قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ , قَالَ: «يَا سَلْمَانُ , يَوْمُ الْجُمُعَةِ بِهِ جُمِعَ أَبُوكَ أَوْ أَبُوكُمْ , أَنَا أُحَدِّثُكَ عَنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ , مَا مِنْ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَمَا أُمِرْتُمْ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ حَتَّى يَأْتِيَ الْجُمُعَةَ فَيَقْعُدَ، فَيُنْصِتَ حَتَّى يَقْضِيَ صَلَاتَهُ، إِلَّا كَانَ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1730: Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir memberitakan kepada kami, dari Manshur, dari Abu Ma’syar, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Qartsa Adh-Dhabbi, salah seorang penghapal Al Qur’an yang terdahulu, telah berkata: Aku mendengar dari Salman bahwasanya ia pernah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepadaku, ‘Hai Salman, apa yang kamu ketahui tentang hari jum’at?’ aku menjawab, ‘Allah dan rasulnya lebih mengetahui.’ lalu Rasulullah bertanya lagi kepadaku, ‘Hai Salman, apa yang kamu ketahui tentang hari jum’at?’ aku pun menjawab, ‘Allah dan rasul-nya lebih mengetahui.’ Akhirnya Rasulullah berseru kepadaku, ‘Hai Salman ketahuilah, hari jum ‘at itu adalah hari dimana bapakmu dikumpulkan. Sekarang aku akan menceritakan kepadamu tentang keutamaan hari jum’at. Ketahuilah, tidak ada seseorang yang bersuci pada hari jum ‘at itu, kemudian ia keluar dari rumahnya untuk pergi melaksanakan shalat jum’at di masjid. Lalu ia duduk dengan tenang di dalam masjid (sambil mendengarkan khutbah jum’at). Setelah itu ia mengerjakan shalat jum’at, maka semua perbuatannya itu menjadi penghapus dosa dari hari jum ‘at yang telah lalu’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1731

صحيح ابن خزيمة 1731: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ كُرَيْبٍ، نا حُسَيْنٌ يَعْنِي ابْنَ عَلِيٍّ الْجُعْفِيَّ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ، عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ , فِيهِ خُلِقَ آدَمُ , وَفِيهِ قُبِضَ , وَفِيهِ النَّفْخَةُ , وَفِيهِ الصَّعْقَةُ , فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ , فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ» , قَالُوا: وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ؟ فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ» ،

Shahih Ibnu Khuzaimah 1731: Muhammad bin Al ‘Ala bin Kuraib memberitakan kepada kami, Husain —yaitu Ibnu Ali Al Ju’fi memberitakan kepada kami, Abdurrahman bin Yazid. Abdurrahman bin Yazid memberitakan kepada kami dari Abu Al Asy’ats Ash-Shan’ani, dari Aus bin Aus yang telah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Sesungguhnya hari yang paling utama bagimu adalah hari jum’at. Pada hari itu, Nabi Adam diciptakan dan diwafatkan. Dan pada hari itu pula ruhnya ditiupkan serta hari kiamat terjadi. Oleh karena itu, perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu. Sesungguhnya shalawat kalian itu akan diperlihatkan kepadaku’.” Kemudian para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin shalawat kami kepada anda itu akan diperlihatkan, sedangkan anda sendiri telah hancur menjadi abu?” Lalu Rasulullah menjawab, “Ketahuilah, sesungguhnya Allah melarang tanah untuk memakan jasad para Nabi. “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1732

صحيح ابن خزيمة 1732: نا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، ثنا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ , وَقَالَ: يَعْنُونَ: قَدْ بَلِيتَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1732: Muhammad bin Rafi’ memberitakan kepada kami, Husain bin Ali memberitakan kepada kami, dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dengan sanad yang sama. Kemudian ia berkata, “Maksud ucapan para sahabat itu adalah bahwa ‘Jasad anda juga akan hancur di dalam tanah’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1733

صحيح ابن خزيمة 1733: نا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، ثنا شُعْبَةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1733: Muhammad bin Basyar memberitakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far memberitakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ziyad yang telah berkata: “Aku pernah mendengar Abu Hurairah berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ketahuilah bahwa sesungguhnya pada hari jum ’at itu ada suatu saat yang mana apabila ada seorang muslim yang memohonkan kebaikan kepada Allah, maka Allah pun akan memberikannya’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1734

صحيح ابن خزيمة 1734: قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فِي خَبَرِ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ ? عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، ح، وَخَبَرِ سَعِيدِ بْنِ الْحَارِثِ: «لَا يُوَافِقُهَا» , قَالَ فِي خَبَرِ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ: «مُؤْمِنٌ وَهُوَ يُصَلِّي , فَيَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ» وَقَالَ فِي خَبَرِ سَعِيدِ بْنِ الْحَارِثِ: «لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ وَهُوَ فِي صَلَاةٍ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1734: Abu Bakar pernah berkata, “Pada hadis Muhammad bin Ibrahim, dari Abu Salamah, dan dari Abu Hurairah dan pada hadis Said bin Harits disebutkan, ‘laa yuwafiquha’ Abu Bakar juga berkata dalam hadis Muhammad bin Ibrahim, “(yaitu) seorang mukmin yang shalat dan ia memohon sesuatu kepada Allah, maka Allah pasti akan mengabulkannya.” Abu Bakar pun berkata dalam hadis Said bin Harits, “Seorang muslim yang memohon suatu kebaikan kepada Allah, maka Allah pasti akan mengabulkannya.”