Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1736

صحيح ابن خزيمة 1736: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ، نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: جِئْتُ الطُّورَ , فَلَقِيتُ هُنَاكَ كَعْبَ الْأَحْبَارِ , فَحَدَّثْتُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَحَدَّثَ عَنِ التَّوْرَاةِ , فَمَا اخْتَلَفْنَا , حَتَّى مَرَرْتُ بِيَوْمِ الْجُمُعَةِ , قُلْتُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فِي كُلِّ جُمُعَةٍ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا مُؤْمِنٌ وَهُوَ يُصَلِّي , فَيَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ» , فَقَالَ كَعْبٌ: بَلْ فِي كُلِّ سَنَةٍ , فَقُلْتُ: مَا كَذَلِكَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَجَعَ فَتَلَا، ثُمَّ قَالَ: صَدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ. ثُمَّ ذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ مَعَ قِصَّةِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1736: Ya’kub bin Ibrahim Ad Dauruqi memberitakan kepada kami, Muhammad bin Ubaid memberitakan kepada kami, Muhammad bin Ishak memberitakan kepada kami, dari Muhammad bin Ibrahim bin Harits Al Taimi, dan Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah yang pernah berkata, “aku pernah mengunjungi gunung Sinar Kemudian di sana aku bertemu denguii pendeta Ka’ab. Lalu aku menceritakan kepadanya tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran-ajarannya Setelah itu, pendeta ka’ab pun bercerita kepadaku tentang taurat dan ajaran-ajarannya. Tak lama kemudian, kami berbeda pendapat tentang sesuatu hingga aku sampai pada pembahasan tentang hari jum’at. Aku katakan kepadanya, ‘hai pendeta Ka’ab, ketahuilah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Setiap hari jum’at ada suatu saat di mana seorang mukmin yang melaksanakan shalat jum’at berdoa dan memohon suatu kebaikan kepada Allah, maka Allah pasti akan mengabulkannya’. lalu ka’ab berkata, ‘tidak. Doa dan permohonannya itu hanya dikabulkan pada setiap tahun saja.’ aku tetap bersikeras seraya berkata kepadanya, ‘tidak. Begitulah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang menyatakan bahwa doa orang mukmin yang melaksanakan shalat jum’at pasti akan dikabulkan pada setiap hari jum’at).’ Akhirnya pendeta Ka’ab ini pulang ke rumahnya. Di sana ia membuka dan membaca kembali kitab sucinya. Setelah itu ia kembali menemuiku dan berkata, ‘benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah bahwa doa orang mukmin yang melaksanakan shalat akan dikabulkan pada setiap hari jum’at’.” kemudian ia menceritakan hadis itu secara panjang lebar dengan disertai kisah Abdullah bin Salam.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1721

صحيح ابن خزيمة 1721: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ الْقَيْسِيُّ، ثنا أَبُو عَاصِمٍ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عُثْمَانَ بِنَحْوِهِ , وَلَمْ يَقُلْ: «لَا تُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1721: Muhammad bin Ma’mar Al Qaisi memberitakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami, dari Ishak bin Utsman sama seperti bunyi hadis di atas. Hanya saja ia tidak menyatakan, “Janganlah kalian menyekutukan Allah.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1737

صحيح ابن خزيمة 1737: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ، نا عَمِّي، أَخْبَرَنِي مَخْرَمَةُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ: قَالَ لِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ: أَسَمِعْتَ أَبَاكَ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَأْنِ سَاعَةِ الْجُمُعَةِ؟ قَالَ: قُلْتُ: نَعَمْ , سَمِعْتُهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الْإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلَاةُ» . نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا عَمِّي , حَدَّثَنِي مَيْمُونُ بْنُ يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ أَخِي مَخْرَمَةَ , عَنْ مَخْرَمَةَ , عَنْ أَبِيهِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلِهِ سَوَاءً

Shahih Ibnu Khuzaimah 1737: Ahmad bin Abdurrahman bin Wahab memberitakan kepada kami, pamanku memberitakan kepada kami, Makhramah memberitakan kepada kami, dari bapaknya, dari Abu Burdah bin Abu Musa Al Asy’ari yang telah berkata: Abdullah bin Umar pernah bertanya kepadaku, ‘Hai Abu Burdah, pernahkah kamu mendengar bapakmu menceritakan sebuah hadis yang didengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang saat (dikabulkannya doa) di hari jum’at?” aku menjawab: ya. Aku pernah mendengar ayahku berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘(Saat doa yang dikabulkan) itu adalah antara khatib duduk di atas mimbar hingga shalat jum ‘at dilaksanakan’.” Ahmad bin Abdurrahman memberitakan kepada kami, pamanku memberitakan kepada kami, Maimun bin Yahya —yaitu anak saudaraku Makhramah— memberitakan kepada kami, dari Makhramah, dari bapaknya dengan sanad yang sama.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1722

صحيح ابن خزيمة 1722: نا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، نا سَلَمَةُ يَعْنِي ابْنَ الْفَضْلِ، نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ: فَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، ح، وَثنا الْفَضْلُ بْنُ يَعْقُوبَ الْجَزَرِيُّ، ثنا عَبْدُ الْأَعْلَى، ثنا مُحَمَّدٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ الْفَضْلُ: عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى: عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كُنْتُ قَائِدَ أَبِي كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ حِينَ ذَهَبَ بَصَرُهُ , وَكُنْتُ إِذَا خَرَجْتُ بِهِ إِلَى الْجُمُعَةِ فَسَمِعَ الْأَذَانَ بِهَا صَلَّى عَلَى أَبِي أُمَامَةَ أَسْعَدَ بْنِ زُرَارَةَ , قَالَ: فَمَكَثَ حِينًا عَلَى ذَلِكَ , لَا يَسْمَعُ الْأَذَانَ لِلْجُمُعَةِ إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ , فَقُلْتُ فِي نَفْسِي: وَاللَّهِ إِنَّ هَذَا لَعَجْزٌ بِي حَيْثُ لَا أَسْأَلُهُ مَا لَهُ إِذَا سَمِعَ الْأَذَانَ بِالْجُمُعَةِ صَلَّى عَلَى أَبِي أُمَامَةَ أَسْعَدَ بْنِ زُرَارَةَ؟ قَالَ: فَخَرَجْتُ بِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَمَا كُنْتُ أَخْرُجُ بِهِ , فَلَمَّا سَمِعَ الْأَذَانَ بِالْجُمُعَةِ صَلَّى عَلَى أَبِي أُمَامَةَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ , فَقُلْتُ لَهُ: يَا أَبَتِ مَا لَكَ إِذَا سَمِعْتَ الْأَذَانَ بِالْجُمُعَةِ صَلَّيْتَ عَلَى أَبِي أُمَامَةَ؟ قَالَ: «أَيْ بُنَيَّ , كَانَ أَوَّلَ مَنْ جَمَّعَ بِالْمَدِينَةِ فِي هَزْمِ بَنِي بَيَاضَةَ يُقَالُ لَهُ نَقِيعُ الْخَضَمَاتِ» , قُلْتُ: وَكَمْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: أَرْبَعُونَ رَجُلًا. هَذَا حَدِيثُ سَلَمَةَ بْنِ الْفَضْلِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1722: Muhammad bin Isa memberitakan kepada kami, Salamah -yaitu Ibnu Fadhil- memberitakan kepada kami, Muhammad bin Ishak memberitakan kepada kami dan berkata, “Muhammad bin Abu Imamah bin Sahal bin Hanif memberitakan kepada kami, Ha, Al Fadhl bin Ya’kub Al Jaziri menceritakan kepada kami, Abdul A’la menceritakan kepada kami, Muhammad menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Abu Umamah bin Sahal bin Hanif, dari bapaknya, dari Abu Umamah, Fadhl pernah berkata: Aku menerima hadis itu dari Abdurrahman bin Ka’ab bin Malik,” Muhammad bin Isa berkata, “Aku juga menerima hadis itu dari ibnu Ka’ab bin Malik yang berkata, ‘Ketika penglihatan bapakku, yaitu Ka’ab bin Malik, mulai kabur, maka akulah yang menjadi pemandunya. Aku sering mendampinginya untuk pergi melaksanakan shalat. Apabila mendengar adzan untuk shalat jum’at, maka bapakku selalu berdoa untuk Abu Umamah As’ad bin Zararah. Demikianlah hal itu terus berlanjut, yaitu apabila mendengar adzan untuk shalat jum’at, maka ia berdoa dan memohonkan ampun untuk Abu Umamah, As’ad bin Zararah. Tentu hal ini membuatku heran dan selalu bertanya kepada diriku sendiri, ‘Demi Allah, ada apa dengan bapakku ini? Mengapa jika mendengar adzan untuk shalat jum’at, maka ia pasti berdoa untuk Abu Umamah As’ad bin Zararah?’ akhirnya seperti biasa aku mendampingi bapakku untuk shalat jum’at. Ketika mendengar adzan shalat jum’at, maka bapakku berdoa dan memohonkan ampun bagi Abu Umamah. Lalu aku memberanikan diri bertanya kepada bapakku, ‘Wahai ayah, mengapa jika mendengar adzan shalat, ayah selalu berdoa bagi Abu Umamah?’ maka bapakku menjawab, ‘Hai anakku ketahuilah, orang pertama yang mengumandangkan adzan shalat jum’at di kota Madinah di kampung bani Bayadah adalah Abu Umamah.’ aku bertanya lagi, ‘Berapa jumlah kalian saat itu hai ayah?’ bapakku menjawab, ‘Jumlah kami empat puluh orang’.” Ini adalah hadis Salamah bin Fadlh.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1738

صحيح ابن خزيمة 1738: نا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، نا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ» . قَالَ ابْنُ عَوْنٍ: وَقَالَ بِيَدِهِ عَلَى رَأْسِهِ , قُلْنَا: يُزَهِّدُهَا. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «فِي الْخَبَرِ دَلَالَةٌ عَلَى إِبَاحَةِ الدُّعَاءِ فِي الْقِيَامِ فِي الصَّلَاةِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1738: Muhammad bin Basyar memberitakan kepada kami, Ibnu Abu Addi memberitakan kepada kami,dari Ibnu Aun, dari Muhammad, dari Abu Hurairah yang telah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Sesungguhnya pada hari jum’at itu ada saat di mana orang mukmin yang berdoa untuk kebaikan pasti akan dikabulkan doanya oleh Allah ‘” Ibnu Aun berkata, “orang itu mengangkat tangan di atas kepalanya.” Abu Bakar berkata, “hadis di atas menunjukkan bahwa berdoa sambil berdiri dalam shalat itu dibolehkan.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1723

صحيح ابن خزيمة 1723: نا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، ثنا أَبُو عَامِرٍ، ثنا إِبْرَاهِيمُ وَهُوَ ابْنُ طَهْمَانَ , عَنْ أَبِي جَمْرَةَ الضُّبَعِيِّ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «إِنَّ أَوَّلَ جُمُعَةٍ جُمِّعَتْ بَعْدَ جُمُعَةٍ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسْجِدُ عَبْدِ الْقَيْسِ بِجُوَاثَى مِنَ الْبَحْرَيْنِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1723: Muhammad bin Basyar memberitakan kepada kami, Abu Amir memberitakan kepada kami, Ibrahim —yaitu Ibnu Thahman— memberitakan kepada kami, dari Abu Jamrah Adh-Dhab’i, dari Ibnu Abbas yang berkata, “Shalat jum’at pertama yang dilaksanakan setelah shalat jum’at di masjid Nabi di Madinah adalah di masjid Abdul Qais di Jawatsi dari bahrain.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1739

صحيح ابن خزيمة 1739: نا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، نا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ، نا فُلَيْحٌ، ح، وَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ، نا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ، نا فُلَيْحٌ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ: قُلْتُ: وَاللَّهِ لَوْ جِئْتُ أَبَا سَعِيدٍ فَسَأَلْتُهُ عَنْ هَذِهِ السَّاعَةِ أَنْ يَكُونَ عِنْدَهُ مِنْهَا عِلْمٌ , فَأَتَيْتُهُ. فَذَكَرَ حَدِيثًا طَوِيلًا , وَقَالَ: قُلْتُ: يَا أَبَا سَعِيدٍ , إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَنَا عَنِ السَّاعَةِ الَّتِي فِي الْجُمُعَةِ , فَهَلْ عِنْدَكَ مِنْهَا عِلْمٌ؟ فَقَالَ: سَأَلْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهَا , فَقَالَ: «إِنِّي قَدْ كُنْتُ أُعْلِمْتُهَا ثُمَّ أُنْسِيتُهَا , كَمَا أُنْسِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ» , ثُمَّ خَرَجْتُ مِنْ عِنْدِهِ , فَدَخَلْتُ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ. فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1739: Muhammad bin Rafi’ memberitakan kepada kami, Sarij bin Nu’man memberitakan kepada kami, Falih memberitakan kepada kami,Ha, Ahmad bin Azhar memberitakan kepada kami, Yunus bin Muhammad memberitakan kepada kami,Falih memberitakan kepada kami, dari Said bin Harits dari Abu Salamah yang berkata, “Aku pernah berkata, ‘demi Allah, jika aku bertemu dengan Abu Said maka aku akan menanyakan saat mustajab, hingga ia mengetahuinya. Ketika bertemu dengannya, maka ia langsung membacakan hadis yang panjang. Lalu aku bertanya kepadanya, ‘Hai Abu Said, Abu Hurairah telah menceritakan sebuah hadis kepada kami tentang saat yang mustajab pada hari jum’at. Apakah kamu juga telah mengetahuinya?’ Abu Said menjawab, ‘Hai sahabatku, kami pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai hal itu, tetapi beliau malah berkata, ‘Sesungguhnya aku pernah mengatakan hal itu. Akan tetapi aku telah lupa sebagaimana aku lupa tentang lailatul qadar.’ kemudian aku mohon diri darinya dan langsung menemui Abdullah bin Salam sambil menyebutkan hadis tersebut.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1724

صحيح ابن خزيمة 1724: نا عِيسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْغَافِقِيُّ، ثنا ابْنُ وَهْبٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي فُدَيْكٍ , أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ , عَنِ الْمَقْبُرِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ? أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ وَلَا غَرَبَتْ عَلَى يَوْمٍ خَيْرٍ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ , هَدَانَا اللَّهُ لَهُ , وَضَلَّ النَّاسُ عَنْهُ , وَالنَّاسُ لَنَا فِيهِ تَبَعٌ , فَهُوَ لَنَا , وَالْيَهُودُ يَوْمُ السَّبْتِ , وَالنَّصَارَى يَوْمُ الْأَحَدِ , إِنَّ فِيهِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا مُؤْمِنٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ» . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1724: Isa bin Ibrahim Al Ghafiqi memberitakan kepada kami, Ibnu Wahab memberitakan kepada kami, dari Ibnu Abu Zi’b, dari Said Al Maqburi, dari bapaknya, dari Abu Hurairah yang menerangkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, Ha, Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan sebuah hadis kepada kami, Muhammad bin Ismail bin Abu Fadik memberitakan kepada kami, Ibnu Abu Dzi’b memberitakan kepada kami, dari Al Maqburi, dari bapaknya, dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Matahari tidak akan terbit dan tidak akan tenggelam pada suatu hari yang lebih baik daripada hari jum’at. Mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk kepada kita dengan hari tersebut, sementara umat lainnya akan tersesat. Sesungguhnya umat manusia itu akan mengekor kepada kita, karena hari jum’at itu adalah hari raya kita, (hari raya) umat yahudi adalah hari sabtu. Sementara hari raya umat nasrani adalah hari ahad. Sesungguhnya, pada hari jum’at itu, ada saat di mana permohonan orang yang beriman pasti akan dikabulkan.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1740

صحيح ابن خزيمة 1740: نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَا: ثنا سُفْيَانُ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ – قَالَ عَبْدُ الْجَبَّارِ: رِوَايَةً – وَقَالَ سَعِيدٌ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ» نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ هِشَامٍ قَالَا: ثنا أَبُو عَلْقَمَةَ وَهُوَ الْفَرْوِيِّ , ثنا صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ» . ح، وَثنا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ ? مَرَّةً قَالَ: ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ أَبُو عَلْقَمَةَ , نا يُونُسُ , أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَنَّ مَالِكًا حَدَّثَهُ , عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ بِمِثْلِهِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1740: Abdul Jabbar bin Al ‘Ala dan Said bin Abdurrahman memberitakan kepada kami,keduanya berkata, “Sufyan memberitakan kepada kami, dari Shafwan bin Salim, dari Atha bin Yasar, dari Abu Said Al Khudri, AbduI Jabbar berkata. “ini hadis secara riwayat.’’ Said berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘mandi pada hari jum ‘at itu wajib bagi setiap orang yang telah bermimpi.” Ya’kub bin Ibrahim Ad Dauraqi dan Muhammad bin Hisyam memberitakan kepada kami, Kemudian keduanya berkata, “Abu Alqamah yaitu Al Farawi memberitakan kepada kami, Shafwan bin Salim memberitakan kepada kami, dari Atha bin Yasar, dari Abu Said Al Khudri bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Mandi pada hari jum’at itu wajib bagi setiap orang yang telah bermimpi”. Ya’kub Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad Abu Alqamah memberitakan kepada kami,” Yunus memberitakan kepada kami, Ibnu Wahab memberitakan kepada kami, Ibnu Wahab memberitakan kepada kami, Malik memberitakan kepada kami, dari Shafwan bin Salim dengan sanad yang sama.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1725

صحيح ابن خزيمة 1725: نا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ، نا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ، نا الْعَلَاءُ، ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ، نا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ قَيْسٍ الْمَدَنِيَّ، نا الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، ح، وَحَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، ثنا شُعْبَةُ قَالَ بُنْدَارٌ: عَنِ الْعَلَاءِ، وَقَالَ: أَبُو مُوسَى قَالَ: سَمِعْتُ الْعَلَاءَ، ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ، ثنا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ، نا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ، عَنِ الْعَلَاءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ بِيَوْمٍ وَلَا تَغْرُبُ أَفْضَلَ أَوْ أَعْظَمَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ , وَمَا مِنْ دَابَّةٍ لَا تَفْزَعُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ إِلَّا هَذَيْنِ الثَّقَلَيْنِ: الْجِنَّ وَالْإِنْسَ “. قَالَ عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ , وَابْنُ بَزِيعٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ: «عَلَى يَوْمٍ أَفْضَلَ» , وَلَمْ يَشُكُّوا

Shahih Ibnu Khuzaimah 1725: Ali bin Hujr As-Sa’di memberitakan kepada kami, Ismail -yaitu Ibnu Ja’far- memberitakan kepada kami, Al A’la memberitakan kepada kami,Ha, Muhammad bin Walid memberitakan kepada kami, Yahya bin Muhammad -yaitu Ibnu Qais Al Madaniy- memberitakan kepada kami, Al ‘Ala bin Abdurrahman memberitakan kepada kami, Ha, Muhammad bin Basyar memberitakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far memberitakan kepada kami, Ha, Abu Musa menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far memberitakan kepada ku, Syu’bah menceritakan kepada kami, Bundar berkata dari Al ‘Ala, Abu Musa berkata, ‘Aku telah mendengar dari Al ’Ala, Ha, Muhammad bin Abdullah bin Bazigh memberitakan kepada kami, Yazid -yaitu Ibnu Zari’- menceritakan kepada kami, Ruh bin Qasim memberitakan kepada kami, dari Al ’Ala, dari bapaknya, dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad yang telah bersabda, “Matahari tidak akan terbit dan tidak akan tenggelam pada suatu hari yang lebih utama dari hari jum’at. Tidak ada makhluk yang pada hari itu ketakutan kecuali jin dan manusia” Ali bin Hujr, Ibnu Bazi’, dan Muhammad bin Walid berkata, “…dari suatu hari yang lebih utama.” Dan mereka juga tidak ragu.