Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1386

صحيح ابن خزيمة 1386: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، ثنا أَبُو نُعَيْمٍ، ثنا زُهَيْرٌ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ الْحُرِّ، حَدَّثَنِي الْحَكَمُ، عَنْ رَجُلٍ يُدْعَى الْحَنَشَ، عَنْ عَلِيٍّ، ح، وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، وَيُوسُفُ بْنُ مُوسَى قَالَا: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْحُرِّ، حَدَّثَنِي الْحَكَمُ، عَنْ رَجُلٍ يُدْعَى حَنَشًا، عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى – وَهَذَا حَدِيثُ أَحْمَدَ – قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمْسُ فَصَلَّى عَلِيٌّ بِالنَّاسِ، بَدَأَ فَقَرَأَ بِـ يس أَوْ نَحْوِهَا، ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِنْ قَدْرِ السُّورَةِ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، ثُمَّ قَامَ قَدْرَ السُّورَةِ يَدْعُو، وَيُكَبِّرُ، ثُمَّ رَكَعَ قَدْرَ قِرَاءَتِهِ أَيْضًا، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ، وَقَالَ: ثُمَّ قَامَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ، فَفَعَلَ كَفِعْلِهِ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى، ثُمَّ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ كَذَلِكَ يَفْعَلُ ” قَالَ أَبُو بَكْرٍ فِي هَذَا الْخَبَرِ: إِنَّهُ رَكَعَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ مِثْلُ خَبَرِ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1386: Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abu Na’im menceritakan kepada kami, Zuhair menceritakan kepada kami dari Al Hasan bin Al Hur, Al Hakam menceritakan kepadaku dari seorang pria yang bejulukan Al Hanasy, dari Ali (Ha’) Muhammad bin Yahya dan Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ahmad bin Yunus menceritakan kepada kami, Zuhair menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Al Hur menceritakan kepada kami, Al Hakam menceritakan kepadaku, Al Hakam menceritakan kepada kami dari seorang laki-laki yang bejulukan Hanasy, dari Ali, Muhammad.bin Yahya mengatakan -ini adalah hadis Ahmad-, ia berkata, “Ketika tejadi gerhana matahari dan Ali shalat mengimami orang-orang, ia memulai dengan membaca surah Yaasiin atau yang sama sepertinya, lalu ruku seperti panjang bacaannya, kemudian mengangkat kepalanya dan mengucapkan, “Sami’allahu liman hamidah”, lalu berdiri sepanjang bacaan surah dan berdoa serta bertakbir, kemudian ruku panjang bacaannya, lalu menyebutkan hadisnya dan berkata, “Kemudian Ali berdiri pada rakaat yang kedua dan mengejakan seperti apa yang dikejakannya pada rakaat yang pertama, lalu menceritakan kepada mereka bahwa begitulah yang telah dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Abu Bakar berkata, “Di dalam hadis ini terdapat keterangan bahwa beliau ruku empat kali ruku pada setiap rakaat seperti hadis riwayat Thawus, dari Ibnu Abbas.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1387

صحيح ابن خزيمة 1387: حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، ثنا جَرِيرٌ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: «انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ يَوْمًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُصَلِّيَ، فَقَامَ حَتَّى لَمْ يَكَدْ يَرْكَعُ، ثُمَّ رَكَعَ حَتَّى لَمْ يَكَدْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، وَلَمْ يَكَدْ يَسْجُدُ، ثُمَّ سَجَدَ وَلَمْ يَكَدْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَلَمْ يَكَدْ يَسْجُدُ، ثُمَّ سَجَدَ فَلَمْ يَكَدْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1387: Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami dari Atha’ bin As-Sa’ib, dari ayahnya, dari Abdullah bin Amr, ia berkata, “Pada suatu hari di zaman Rasulullah terjadi gerhana matahari, maka Rasulullah berdiri untuk shalat. Beliau berdiri sampai seakan-akan tidak akan ruku, lalu ruku sampai seakan-akan tidak akan mengangkat kepalanya, kemudian mengangkat kepalanya sampai seakan-akan tidak akan sujud, lalu sujud sampai seakan-akan tidak mengangkat kepalanya, kemudian mengangkat kepalanya sampai seakan-akan tidak akan sujud, lalu sujud sampai seakan-akan tidak akan mengangkat kepalanya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1388

صحيح ابن خزيمة 1388: ثنا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ، ثنا سُفْيَانُ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ فِي صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْكُسُوفِ، وَقَالَ فِي الْخَبَرِ: «ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ، ثُمَّ رَفَعَ، ثُمَّ سَجَدَ سُجُودًا دُونَ السُّجُودِ الْأَوَّلِ» ، ثُمَّ ذَكَرَ بَاقِي الْحَدِيثِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1388: Sa’id bin Abdurrahman Al Makhzumi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Umarah, dari Aisyah, lalu menyebutkan hadis secara sempurna tentang shalat Nabi ketika terjadi gerhana matahari, dan ia berkata di dalam hadis, “Lalu beliau sujud dengan memanjangkan sujud, kemudian mengangkat kepala, lalu sujud dengan sujud yang lebih pendek dari sujud pertama.” Ia kemudian menyebutkan sisa dari hadisnya.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1389

صحيح ابن خزيمة 1389: نا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُقْبَةَ، نا سُفْيَانُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ مِثْلَهُ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1389: Sa’id bin Abdurrahman bin Uqbah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah .dengan redaksi yang serupa.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1390

صحيح ابن خزيمة 1390: ثنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، ثنا جَرِيرٌ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: ” انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ يَوْمًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُصَلِّيَ، فَقَامَ حَتَّى لَمْ يَكَدْ أَنْ يَرْكَعَ، ثُمَّ رَكَعَ حَتَّى لَمْ يَكَدْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَلَمْ يَكَدْ أَنْ يَسْجُدَ، ثُمَّ سَجَدَ فَلَمْ يَكَدْ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ، فَجَعَلَ يَنْفُخُ وَيَبْكِي، وَيَقُولُ: «رَبِّ، أَلَمْ تَعِدْنِي أَنْ لَا تُعَذِّبَهُمْ وَأَنَا فِيهِمْ؟ رَبِّ، أَلَمْ تَعِدْنِي أَنْ لَا تُعَذِّبَهُمْ وَنَحْنُ نَسْتَغْفِرُكَ؟» ، فَلَمَّا صَلَّى رَكْعَتَيْنِ انْجَلَتِ الشَّمْسُ، فَقَامَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، وَقَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا انْكَسَفَا فَافْزَعُوا إِلَى ذَكَرِ اللَّهِ» ، ثُمَّ قَالَ: ” لَقَدْ عُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ حَتَّى لَوْ شِئْتُ تَعَاطَيْتُ قِطْفًا مِنْ قُطُوفُهَا، وَعُرِضَتْ عَلَيَّ النَّارُ فَجَعَلْتُ أَنْفُخُهَا، فَخِفْتُ أَنْ يَغْشَاكُمْ، فَجَعَلْتُ أَقُولُ: رَبِّ، أَلَمْ تَعِدْنِي أَنْ لَا تُعَذِّبَهُمْ وَأَنَا فِيهِمْ؟ رَبِّ، أَلَمْ تَعِدْنِي أَلَا تُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ؟، قَالَ: فَرَأَيْتُ فِيهَا الْحِمْيَرِيَّةَ السَّوْدَاءَ الطَّوِيلَةَ صَاحِبَةَ الْهِرَّةِ، كَانَتْ تَحْبِسُهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَسْقِهَا وَلَا تَتْرُكُهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ، فَرَأَيْتُهَا كُلَّمَا أَدْبَرَتْ نَهَشَتْهَا، وَكُلَّمَا أَقْبَلَتْ نَهَشَتْهَا فِي النَّارِ، وَرَأَيْتُ صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ أَخًا بَنِي دُعْدُعٍ، يُدْفَعُ فِي النَّارِ بِعَصًا ذِي شُعْبَتَيْنِ، وَرَأَيْتُ صَاحِبَ الْمِحْجَنِ فِي النَّارِ الَّذِي كَانَ يَسْرِقُ الْحَاجَّ بِمِحْجَنِهِ، وَيَقُولُ: إِنِّي لَا أَسْرِقُ إِنَّمَا يَسْرِقُ الْمِحْجَنُ، فَرَأَيْتُهُ فِي النَّارِ مُتَّكِئًا عَلَى مِحْجَنِهِ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1390: Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami, dari Atha’ bin As-Sa’ib, dari ayahnya, dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Pada suatu hari di zaman Rasulullah terjadi gerhana matahari, maka Rasulullah berdiri untuk mengerjakan shalat. Beliau kemudian berdiri sampai seakan-akan tidak akan ruku, lalu ruku sampai seakan-akan tidak akan mengangkat kepalanya, kemudian mengangkat kepalanya sampai seakan-akan tidak akan Sujud, lalu sujud sampai seakan-akan tidak akan mengangkat kepalanya, kemudian mengangkat kepalanya sampai seakan-akan tidak akan sujud, lantas sujud sampai seakan-akan tidak akan mengangkat kepalanya. Setelah itu beliau menghembuskan nafas dan menangis, beliau berdoa, “Ya Allah, bukankah Engkau telah menjanjikan kepadaku agar tidak mengadzab mereka sementara aku berada di tengah-tengah mereka? Tuhanku bukankah Engkau telah menjanjikan aku untuk tidak mengadzab mereka sedang kami memohon ampunan kepada-Mu?” Takala beliau selesai shalat dua rakaat maka matahari terang kembali, maka beliau berdiri dan memuji Allah serta mengagungkan-Nya dan berkata, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, apabila keduanya mengalami gerhana maka segeralah berdzikir kepada Allah” Setelah itu beliau berkata, “Diperlihatkan kepadaku surga sehingga jika aku menghendaki niscaya aku akan memetik satu tandan dari tandan-tandan yang ada di dalamnya. Aku juga diperlihatkan neraka maka aku menghembuskannya karena aku takut akan menimpamu semua sehingga aku mengucapkan, ‘Ya Tuhanku, bukankah Engkau telah menjanjikan kepadaku untuk tidak mengadzab mereka sementara aku berada di tengah-tengah mereka? Tuhanku, bukankah Engkau berjanji untuk tidak mengadzab mereka sedang mereka meminta ampun kepada-Mu?’.” Beliau berkata, “Aku melihat di dalamnya seorang perempuan hitam yang tinggi dari Humairiyyah pemilik kucing yang dikurungnya tanpa diberi makan serta tidak menuntunnya atau membiarkannya memakan serangga. Aku melihat dirinya tatkala menghadap kebelakang kucing itu menggigitnya dan takala menghadap kedepan iapun menggigitnya di dalam api neraka. Aku juga melihat sahabat orang Yahudi sekutu bani Da’da’ yang diceburkan kedalam neraka dengan tongkat yang memiliki dua cabang, serta aku melihat di neraka pemilik tongkat yang bengkok yang selalu mencuri barang-barang jamaah haji dengan tongkat bengkoknya, ia berkata, ‘Aku tidak mencuri akan tetapi yang mencuri adalah tongkat bengkok ini,’ maka aku melihatnya sedang bersandar pada tongkat bengkoknya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1391

صحيح ابن خزيمة 1391: ثنا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، ثنا مُؤَمَّلٌ، ثنا سُفْيَانُ، عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، وَعَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: ” انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَطَالَ الْقِيَامَ حَتَّى قِيلَ: لَا يَرْكَعُ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ حَتَّى قِيلَ: لَا يَرْفَعُ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَأَطَالَ الْقِيَامَ حَتَّى قِيلَ: لَا يَسْجُدُ، ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ حَتَّى قِيلَ: لَا يَرْفَعُ، ثُمَّ رَفَعَ فَجَلَسَ حَتَّى قِيلَ: لَا يَسْجُدُ، ثُمَّ سَجَدَ، ثُمَّ قَامَ فَفَعَلَ فِي الْأُخْرَى مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ أَمْحَصَتِ الشَّمْسُ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1391: Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Mu’ammal menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Ya’la bin Atha’, dari ayahnya, dari Abdullah bin Amr. dan dari Atha’ bin As-Sa’ib, dari ayahnya, dari Abdullah, dari Amr, ia berkata, “Pada zaman Rasulullah terjadi gerhana matahari, maka Rasulullah berdiri mengerjakan shalat Beliau berdiri lama sehingga dikatakan beliau tidak akan ruku, kemudian ruku dengan ruku yang lama sehingga dikatakan beliau tidak akan mengangkat kepala, lalu mengangkat kepalanya dan duduk sehingga dikatakan beliau tidak akan sujud, kemudian sujud, lalu berdiri dan mengerjakan pada rakaat selanjutnya seperti apa yang telah dikerjakannya itu. lalu matahari terang kembali.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1392

صحيح ابن خزيمة 1392: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، ثنا أَبُو نُعَيْمٍ، ثنا زُهَيْرٌ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ الْحُرِّ، عَنْ رَجُلٍ يُدْعَى حَنَشًا، عَنْ عَلِيٍّ، ح وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، وَيُوسُفُ بْنُ مُوسَى قَالَا: ثنا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، نا زُهَيْرٌ، نا الْحَسَنُ بْنُ الْحُرِّ، حَدَّثَنِي الْحَكَمُ، عَنْ رَجُلٍ يُدْعَى حَنَشًا، عَنْ عَلِيٍّ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى – وَهَذَا حَدِيثُ أَحْمَدَ – قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمْسُ فَصَلَّى عَلِيٌّ بِالنَّاسِ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ، وَقَالَا: قَامَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ، فَفَعَلَ كَفِعْلِهِ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى، ثُمَّ جَلَسَ يَدْعُو وَيَرْغَبُ حَتَّى انْكَشَفَتِ الشَّمْسُ، ثُمَّ حَدَّثَهُمْ «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ كَذَلِكَ يَفْعَلُهُ» قَالَ يُوسُفُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَذَلِكَ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1392: Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abu Nu’aim menceritakan kepada kami, Zuhair menceritakan kepada kami dari Al Hasan bin Al Hur, dari seorang laki-laki yang dipanggil dengan Hanasy, dari Ali (Ha’) dan Muhammad bin Yahya dan Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ahmad bin Yunus menceritakan kepada kami, Zuhair menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Al Hur menceritakan kepada kami, Al Hakam menceritakan kepadaku dari seorang laki-laki yang dipanggil dengan Hanasy, dari Ali, ia berkata: Muhammad bin Yahya, -Ini adalah hadis Ahmad-, ia berkata, “Ketika terjadi gerhana matahari Ali shalat mengimami orang-orang lalu dia menyebutkati redaksi hadisnya. Selanjutnya keduanya berkata, ‘Dia berdiri pada rakaat kedua dan mengerjakan seperti yang dikerjakannya pada rakaat pertama, lalu duduk dan berdoa serta bermunajat sampai matahari terang kembali. Setelah itu dia bercerita kepada mereka bahwa begitulah yang telah dilakukan oleh Rasulullah ’.” Yusuf berkata, “Rasulullah melakukannya seperti itu.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1393

صحيح ابن خزيمة 1393: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ كُرَيْبٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فِي قِصَّةِ كُسُوفِ الشَّمْسِ، وَقَالَ: فَلَمَّا تَجَلَّتْ قَامَ – يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَا لِحَيَاتِهِ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللَّهِ إِنْ مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرَ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ أَمَتُهُ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللَّهِ – أَوْ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ -، لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا، أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ؟»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1393: Muhammad bin Al Ala’ bin Kuraib menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bisyir menceritakan kepada kami, Hisyam mengabarkan kepada kami dari ayahnya, dari Aisyah dengan menyebutkan hadis tentang kisah terjadinya gerhana matahari dan ia berkata, “Tatkala matahari telah terang kembali maka beliau -yaitu Nabi – berdiri kemudian berkhutbah di hadapan orang-orang, lantas beliau memuji Allah dan mengagungkan-Nya, lalu berkata ‘Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kekuasaan Allah dan keduanya tidaklah mengalami gerhana karena karena kematian atau hidupnya seseorang. Wahai umat Muhammad, demi Allah, tida ada yang lebih cemburu daripada Allah ketika budak laki-laki dan perempuan miliknya berzina, wahai umat Muhammad -atau demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya- jika kamu mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis, ketahuilah bukankah aku telah menyampaikan?’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1362

صحيح ابن خزيمة 1362: نا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ، نا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ، نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَسْعُودِيُّ قَالَ: أَنْبَأَنِي يَزِيدُ الْفَقِيرُ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَسْأَلُ عَنِ الصَّلَاةِ فِي السَّفَرِ، أَقْصُرُهُمَا؟ قَالَ: لَا، إِنَّ الرَّكْعَتَيْنِ فِي السَّفَرِ لَيْسَتَا بِقَصْرٍ، وَإِنَّمَا الْقَصْرُ وَاحِدَةٌ عِنْدَه الْقِتَالِ، ثُمَّ قَالَ: «كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَامَتْ خَلْفَهُ طَائِفَةٌ، وَطَائِفَةٌ وِجَاهَ الْعَدُوِّ، فَصَلَّى بِالَّذِي خَلْفَهُ رَكْعَةً، وَسَجَدَ بِهِمْ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ إِنَّهُمُ انْطَلَقُوا فَقَامُوا مَقَامَ أُولَئِكَ الَّذِينَ كَانُوا فِي وُجُوهِ الْعَدُوِّ، وَجَاءَتْ تِلْكَ الطَّائِفَةُ فَصَلَّى بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَةً وَسَجَدَ بِهِمْ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلَّمَ، فَسَلَّمَ الَّذِينَ خَلْفَهُ وَسَلَّمَ أُولَئِكَ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: ” قَوْلُ جَابِرٍ: إِنَّ الرَّكْعَتَيْنِ فِي السَّفَرِ لَيْسَتَا بِقَصْرٍ، أَرَادَ لَيْسَتَا بِقَصْرٍ عَنْ صَلَاةِ الْمُسَافِرِ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1362: Ahmad bin Al Miqdam Al Ijli menceritakan kepada kami, Yazid -yaini Ibnu Zurai’- menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Abdullah Al Mas’udi menceritakan kepada kami, ia berkata: Yazid Al Faqir menceritakan kepada kami, bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah ditanya tentang shalat ketika bepergian. “Apakah aku meng-qashar-nya?’> Ia menjawab, Tidak, sesungguhnya dua rakaat ketika bepergian bukanlah qashar, akan tetapi qashar tersebut hanya satu yaitu ketika perang.” Selanjutnya ia berkata, “Kami pernah bersama-sama Rasulullah kemudian ketika iqamah shalat dikumandangkan, beliau lalu berdiri dan diikuti oleh satu kelompok di belakangnya sedangkan kelompok yang lain menghadap musuh, lantas beliau shalat bersama mereka yang berada di belakang beliau satu rakaat dan sujud bersama mereka dua kali. Kemudian mereka beranjak dari tempat shalatnya lalu orang-orang yang menghadap musuh datang menempati tempat mereka. Tatkala tetanpok tersebut datang, maka Rasulullah shalat bersama mereka satu rakaat dan dua sujud, lalu beliau mengucap salam dan orang-orang yang di belakangnya pun mengucap salam begitu juga mereka yang berada di hadapan musuh.” Abu Bakar berkata, “Perkataan Jabir, ‘Sesungguhnya shalat dua rakaat ketika bepergian bukanlah qashar. Yang dimaksudkan adalah bukanlah qashar dari shalatnya orang yang bepergian.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1378

صحيح ابن خزيمة 1378: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، ثنا ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ، حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: وَكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمٍ شَدِيدِ الْحَرِّ، فَصَلَّى بِأَصْحَابِهِ، فَأَطَالَ الْقِيَامَ حَتَّى جَعَلُوا يَخِرُّونَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ، ثُمَّ رَفَعَ فَأَطَالَ، ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ قَامَ فَصَنَعَ نَحْوًا مِنْ ذَلِكَ، فَكَانَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّهُ عُرِضَ عَلَيَّ كُلُّ شَيْءٍ تُوعَدُونَهُ» فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ وَقَالَ: ” وَإِنَّهُمْ كَانُوا يَقُولُونَ: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ إِلَّا لِمَوْتِ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُرِيكُمُوهَا، فَإِذَا خَسَفَا فَصَلُّوا حَتَّى تَنْجَلِيَ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1378: Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Ibnu Ulayyah menceritakan kepada kami dari Hisyam Ad-Dauraqi, Abu Az-Zubair menceritakan kepada kami dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Ketika terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah di hari yang sangat panas, maka beliau kemudian shalat mengimami para sahabat sambil berdiri lama sampai-sampai mereka hampir terjatuh, lalu ruku yang lama, kemudian mengangkat kepalanya berdiri yang lama, lantas sujud dengan’ dua sujud, kemudian terdiri dan mengerjakan seperti yang dikerjakannya itu, maka shalat tersebut menjadi empat rakaat dan empat sujud. Setelah itu beliau berkata, ‘Sesungguhnya telah dibentangkan (diperlihatkan) kepadaku segala sesuatu yang dijanjikan kepadamu’.” Lalu dia menyebutkan redaksi hadisnya secara lengkap dan beliau berkata “Sesungguhnya mereka berkata ‘Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang yang agung’, akan tetapi keduanya adalah tanda kebesaran Allah yang keduanya diperlihatkan-Nya kepadamu dan apabila keduanya mengalami gerhana maka shalatlah sampai terang kembali.”