Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1397

صحيح ابن خزيمة 1397: ثنا أَبُو الْأَزْهَرِ، وَكَتَبْتُهُ مِنْ أَصْلِهِ قَالَ: ثنا يُونُسُ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ الْمُؤَدِّبِ، ثنا فُلَيْحٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ، أَنَّهَا قَالَتْ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ زَمَانَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ، وَقَالَ: «فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلَاةِ، وَإِلَى ذِكْرِ اللَّهِ، وَالصَّدَقَةِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1397: Abu Al Azhar -dan aku telah menulisnya dari aslinya- menceritakan kepada kami, ia berkata: Yunus -yaitu Ibnu Muhammad Al Mu’addib- menceritakan kepada kami, Fulaih menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Abbad bin Abdullah bin Az-Zubair, dari Asma’ binti Abu Bakar, ia berkata, “Ketika gerhana matahari terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia lalu menyebutkan redaksi hadisnya secara lengkap, dan dia Juga berkata. ‘Apabila kamu melihat hal tersebut maka segeralah shalat dan terdzikir kepada Allah serta bersedekah’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1382

صحيح ابن خزيمة 1382: وَفِي خَبَرِ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرٍ: «سِتُّ رَكَعَاتٍ فِي أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1382: Di dalam hadis Abdul Malik, dari Atha’, dari Jabir. disebutkan, “Enam ruku dengan empat sujud.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1398

صحيح ابن خزيمة 1398: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأُوَيْسِيُّ، ثنا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ الشَّمْسَ كَسَفَتْ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ ابْنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّهَا كَسَفَتْ لِمَوْتِهِ، فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَكْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلَاةِ، وَإِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَادْعُوا وَتَصَدَّقُوا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1398: Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abdullah Al Uwaisi menceritakan kepada kami, Muslim bin Khalid menceritakan kepada kami dari Ismail bin Umayyah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar bahwa ketika matahari mengalami gerhana pada hari meninggalnya Ibrahim bin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka orang-orang menyangka bahwa gerhana matahari terjadi disebabkan oleh kematiannya, kemudian Nabi berdiri lalu berkata, “Wahai sekalian manusia, matahari dan bulan adalah dua tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang, apabila kamu melihat hal tersebut maka segeralah shalat. berdzikir kepada Allah, berdoa dan bersedekahlah”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1383

صحيح ابن خزيمة 1383: حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا حَبِيبٌ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَّهُ صَلَّى فِي كُسُوفٍ، فَقَرَأَ، ثُمَّ رَكَعَ، ثُمَّ قَرَأَ، ثُمَّ رَكَعَ، ثُمَّ قَرَأَ، ثُمَّ رَكَعَ، ثُمَّ قَرَأَ، ثُمَّ رَكَعَ، ثُمَّ سَجَدَ وَالْأُخْرَى مَثَلُهَا» .، قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «قَدْ خَرَّجْتُ طُرُقَ هَذِهِ الْأَخْبَارِ فِي كِتَابِ الْكَبِيرُ، فَجَائِزٌ لِلْمَرْءِ أَنْ يُصَلِّيَ فِي الْكُسُوفِ كَيْفَ أَحَبَّ، وَشَاءَ مِمَّا فَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَدَدِ الرُّكُوعِ، إِنْ أَحَبَّ رَكَعَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رُكُوعَيْنِ، وَإِنْ أَحَبَّ رَكَعَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ، وَإِنْ أَحَبَّ رَكَعَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ؛ لِأَنَّ جَمِيعَ هَذِهِ الْأَخْبَارِ صِحَاحٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهَذِهِ الْأَخْبَارُ دَالَّةٌ عَلَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي كُسُوفِ الشَّمْسِ مَرَّاتٍ لَا مَرَّةً وَاحِدَةً»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1383: Abu Musa menceritakan kepada kami, Yahya menceritakan kepada kami dari Sufyan, Habib menceritakan kepada kami dari Thawis, dari Ibnu Abbas, dari Nabi bahwa beliau shalat ketika terjadi gerhana. Beliau kemudian berdiri membaca surah lalu ruku, lantas berdiri membaca surah kemudian ruku, lalu berdiri membaca surah kemudian ruku, lalu berdiri membaca surah kemudian ruku, lalu sujud dan rakaat yang selanjutnya sama sepertinya. Abu Bakar berkata, “Aku telah meriwayatkan jalur periwayatan hadis ini di dalam kitab Al Kabir. Oleh Karena itu, seseorang boleh mengerjakan shalat gerhana dengan beberapa kali ruku yang dikehendakinya seperti yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu boleh melakukan ruku sebanyak dua kali setiap rakaat, atau tiga kali ruku setiap rakaat atau empat kali ruku setiap rakaat. Karena semua hadis ini adalah hadis shahih yang diriwayatkan dari Nabi dan juga yang menjadi dalil bahwa Nabi telah mengerjakan shalat gerhana matahari beberapa kali dan bukan hanya sekali.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1399

صحيح ابن خزيمة 1399: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرِ بْنِ رِبْعِيٍّ، نا مُوسَى بْنُ مَسْعُودٍ أَبُو حُذَيْفَةَ، ثنا زَائِدَةُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ فَاطِمَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ: «أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعَتَاقَةِ فِي كُسُوفِ الشَّمْسِ» . نا الدَّارِمِيُّ، ثنا مُصْعَبُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الزُّبَيْرِيُّ، ثنا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ، عَنْ هِشَامٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ، وَقَالَ: «أَمَرَ بِعَتَاقَةٍ حِينَ كَسَفَتِ الشَّمْسُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1399: Muhammad bin Ma’mar bin Rib’i menceritakan kepada kami, Musa bin Mas’ud Abu Hudzaifah menceritakan kepada kami, Za’idah menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Uwah, dari Fatimah, dari Asma., ia berkata, “Nabi memerintahkan unhrk memerdekakan budak ketika terjadi gerhana matahari.” Abu Thahir mengabarkan kepada kami, Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ad-Darimi menceritakan kepada kami, Mush’ab bin Ubaidullah Az-Zubairi menceritakan kepada kami, Abdul Aziz -yaitu Ad-Darawardi- menceritakan kepada kami dari Hisyam dengan sanad yang serupa dan ia berkata, “Beliau memerintahkan untuk memerdekakan budak tatkala terjadi gerhana matahari.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1384

صحيح ابن خزيمة 1384: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ، حَدَّثَنَا عَطَاءٌ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَذَلِكَ يَوْمَ مَاتَ فِيهِ ابْنُهُ إِبْرَاهِيمُ ابْنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَصَلَّى بِالنَّاسِ سِتَّ رَكَعَاتٍ فِي أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ، كَبَّرَ، ثُمَّ قَرَأَ فَأَطَالَ الْقِرَاءَةَ، ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَامَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَرَأَ دُونَ الْقِرَاءَةِ الْأُولَى، ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَرَأَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَرَأَ دُونَ الْقِرَاءَةِ الثَّانِيَةِ، ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَرَأَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، ثُمَّ انْحَدَرَ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ أَنْ يَسْجُدَ لَيْسَ فِيهَا رَكْعَةٌ إِلَّا الَّتِي قَبْلَهَا أَطْوَلُ مِنَ الَّتِي بَعْدَهَا، إِلَّا أَنَّ رُكُوعَهُ نَحْوًا مِنْ قِيَامِهِ، ثُمَّ تَأَخَّرَ فِي صَلَاتِهِ فَتَأَخَّرَتِ الصُّفُوفُ مَعَهُ، ثُمَّ تَقَدَّمَ فَتَقَدَّمَتِ الصُّفُوفُ مَعَهُ، فَقَضَى الصَّلَاةَ وَقَدْ أَضَاءَتِ الشَّمْسُ، ثُمَّ قَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ بَشَرٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكِ، فَصَلُّوا حَتَّى تَنْجَلِيَ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1384: Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, Yahya menceritakan kepadaku, Abdul Malik menceritakan kepada kami, Atha’ menceritakan kepada kami dari Jabir bin Abdidlah, ia berkata, “Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu pada hari yang bertepatan dengan kematian Ibrahim anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau shalat mengimami orang-orang enam ruku dengan empat sujud. Beliau bertakbir lalu membaca surah dengan memanjangkan bacaannya, lalu ruku seperti lamanya terdiri, kemudian mengangkat kepalanya dan membaca surah yang tidak seperti bacaannya yang pertama, lalu ruku seperti panjangnya bacaan, kemudian mengangkat kepalanya dan membaca surah yang tidak seperti bacaan yang kedua, lalu ruku seperti panjang bacaan, kemudian mengangkat kepalanya, lalu turun kebawah dan kali dengan dua sujud, kemudian berdiri dan shalat dengan tiga kali ruku sebelum sujud yang tidak terdapat padanya satu rakaat kecuali yang sebelumnya lebih panjang dari yang sesudahnya namun lama rukunya sama dengan lama berdirinya. Setelah itu beliau mundur ke belakang di dalam shalatnya maka barisan yang bersamanya juga ikut mimdur ke telakang, lalu beliau maju ke depan dan begitu pula barisan yang bersamanya ikut maju ke depan. Shalat selesai dikenakan bertepatan dengan matahari bersinar kembali, lalu beliau berkata, ‘Wahai manusia, sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah dan keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian manusia, apabila kamu melihat sesuatu hal tersebut maka shalatlah sampai terang kembali.’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1400

صحيح ابن خزيمة 1400: قَالَ: ثنا بِخَبَرٍ قَبِيصَةُ مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، ثنا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ قَبِيصَةَ الْبَجَلِيِّ قَالَ: إِنَّ الشَّمْسَ انْخَسَفَتْ، فَصَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى انْجَلَتْ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَكِنَّهُمَا خَلْقَانِ مِنْ خَلْقِهِ، وَيُحْدِثُ اللَّهُ فِي خَلْقِهِ مَا شَاءَ، ثُمَّ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا تَجَلَّى لِشَيْءٍ مِنْ خَلْقِهِ خَشَعَ لَهُ، فَأَيُّهُمَا انْخَسَفَ فَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ أَوْ يُحْدِثَ لَهُ اللَّهُ أَمْرًا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1400: Ia berkata: Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami dengan hadis Qabishah, Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku dari Abu Qilabah, dari Qabishah Al Bujali, ia berkata, “Ketika matahari mengalami gerhana maka Nabi shalat dua rakaat sampai ia terang kembali, kemudia beliau berkata, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, akan tetapi keduanya adalah ciptaan-Nya dan Allah berbuat sesuka-Nya terhadap ciptaan-Nya. kemudian bahwa apabila Allah Tabaraka wa Ta’ala menampakkan diri-Nya pada sesuatu dari ciptaan-Nya maka ciptaan itu akan tunduk kepada-Nya. Apabila salah satu dari keduanya mengalami gerhana maka shalatlah sampai ia terang tembali atau Allah menetapkan suatu kejadian baginya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1385

صحيح ابن خزيمة 1385: حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِي حَيَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ، فَقَامَ وَكَبَّرَ وَصَفَّ النَّاسَ وَرَاءَهُ، فَقَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِرَاءَةً طَوِيلَةً، ثُمَّ كَبَّرَ، فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: «سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ» ، ثُمَّ قَامَ فَقَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيلَةً، هِيَ أَدْنَى مِنَ الْقِرَاءَةِ الْأُولَى، ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا، هُوَ أَدْنَى مِنَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ قَالَ: «سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ» ، ثُمَّ فَعَلَ فِي الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ مِثْلَ ذَلِكَ، فَاسْتَكْمَلَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ، وَانْجَلَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَنْصَرِفَ، ثُمَّ قَامَ فَخَطَبَ النَّاسَ، فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلَاةِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1385: Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab mengabarkan kepada kami, Yunus mengabarkan kepadaku dari bin Syihab, dari Urwah bin Az-Zubair, dari Aisyah, ia berkata, “Ketika terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau ke luar menuju masjid, lalu berdiri untuk shalat dan tertakbir dan orang-orang membuat barisan di belakangnya. Rasulullah membaca surah dengan bacaan yang panjang, lalu bertakbir dan ruku dengan ruku yang lama, kemudian mengangkat kepalanya dan mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah Rabbana walakal hamd”, lalu berdiri dan membaca bacaan yang panjang, yaitu yang lebih pendek dari bacaan pertama, kemudian bertakbir dan ruku dengan ruku yamg lama, yaita yang lebih pendek dari ruku yang pertama, lalu mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah Rabbana walakal hamd’ kemudian beliau melakukan seperti itu pada rakaat yang terakhir hingga sempurna empat ruku dan empat sujud dan matahari bersinar kembali sebelum beliau teraling (bergerak dari tempatnya). Setelah itu beliau berdiri dan berkhutbah dihadapan orang-orang dengan memuji pujian yang layak bagi Allah, kemudian berkata, “Sesungghnya matahari dan bulan adalah dua tanda kekuasaan Allah yang keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang, apabila kamu melihat keduanya terjadi maka segeralah mengerjakan shalat “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1386

صحيح ابن خزيمة 1386: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، ثنا أَبُو نُعَيْمٍ، ثنا زُهَيْرٌ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ الْحُرِّ، حَدَّثَنِي الْحَكَمُ، عَنْ رَجُلٍ يُدْعَى الْحَنَشَ، عَنْ عَلِيٍّ، ح، وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، وَيُوسُفُ بْنُ مُوسَى قَالَا: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْحُرِّ، حَدَّثَنِي الْحَكَمُ، عَنْ رَجُلٍ يُدْعَى حَنَشًا، عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى – وَهَذَا حَدِيثُ أَحْمَدَ – قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمْسُ فَصَلَّى عَلِيٌّ بِالنَّاسِ، بَدَأَ فَقَرَأَ بِـ يس أَوْ نَحْوِهَا، ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِنْ قَدْرِ السُّورَةِ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، ثُمَّ قَامَ قَدْرَ السُّورَةِ يَدْعُو، وَيُكَبِّرُ، ثُمَّ رَكَعَ قَدْرَ قِرَاءَتِهِ أَيْضًا، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ، وَقَالَ: ثُمَّ قَامَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ، فَفَعَلَ كَفِعْلِهِ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى، ثُمَّ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ كَذَلِكَ يَفْعَلُ ” قَالَ أَبُو بَكْرٍ فِي هَذَا الْخَبَرِ: إِنَّهُ رَكَعَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ مِثْلُ خَبَرِ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ “

Shahih Ibnu Khuzaimah 1386: Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abu Na’im menceritakan kepada kami, Zuhair menceritakan kepada kami dari Al Hasan bin Al Hur, Al Hakam menceritakan kepadaku dari seorang pria yang bejulukan Al Hanasy, dari Ali (Ha’) Muhammad bin Yahya dan Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ahmad bin Yunus menceritakan kepada kami, Zuhair menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Al Hur menceritakan kepada kami, Al Hakam menceritakan kepadaku, Al Hakam menceritakan kepada kami dari seorang laki-laki yang bejulukan Hanasy, dari Ali, Muhammad.bin Yahya mengatakan -ini adalah hadis Ahmad-, ia berkata, “Ketika tejadi gerhana matahari dan Ali shalat mengimami orang-orang, ia memulai dengan membaca surah Yaasiin atau yang sama sepertinya, lalu ruku seperti panjang bacaannya, kemudian mengangkat kepalanya dan mengucapkan, “Sami’allahu liman hamidah”, lalu berdiri sepanjang bacaan surah dan berdoa serta bertakbir, kemudian ruku panjang bacaannya, lalu menyebutkan hadisnya dan berkata, “Kemudian Ali berdiri pada rakaat yang kedua dan mengejakan seperti apa yang dikejakannya pada rakaat yang pertama, lalu menceritakan kepada mereka bahwa begitulah yang telah dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Abu Bakar berkata, “Di dalam hadis ini terdapat keterangan bahwa beliau ruku empat kali ruku pada setiap rakaat seperti hadis riwayat Thawus, dari Ibnu Abbas.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1387

صحيح ابن خزيمة 1387: حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، ثنا جَرِيرٌ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: «انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ يَوْمًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُصَلِّيَ، فَقَامَ حَتَّى لَمْ يَكَدْ يَرْكَعُ، ثُمَّ رَكَعَ حَتَّى لَمْ يَكَدْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، وَلَمْ يَكَدْ يَسْجُدُ، ثُمَّ سَجَدَ وَلَمْ يَكَدْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَلَمْ يَكَدْ يَسْجُدُ، ثُمَّ سَجَدَ فَلَمْ يَكَدْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1387: Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami dari Atha’ bin As-Sa’ib, dari ayahnya, dari Abdullah bin Amr, ia berkata, “Pada suatu hari di zaman Rasulullah terjadi gerhana matahari, maka Rasulullah berdiri untuk shalat. Beliau berdiri sampai seakan-akan tidak akan ruku, lalu ruku sampai seakan-akan tidak akan mengangkat kepalanya, kemudian mengangkat kepalanya sampai seakan-akan tidak akan sujud, lalu sujud sampai seakan-akan tidak mengangkat kepalanya, kemudian mengangkat kepalanya sampai seakan-akan tidak akan sujud, lalu sujud sampai seakan-akan tidak akan mengangkat kepalanya.”