Skip to main content

Shahih Ibnu Khuzaimah 1497

صحيح ابن خزيمة 1497: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، نا يَحْيَى بْنُ الْحَارِثِ، ثنا أَبُو غَسَّانَ الْمَدَنِيُّ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِي الظَّلَامِ بِالنُّورِ التَّامِّ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1497: Ibrahim bin Muhammad menceritakan kepada kami, Yahya bin Al Harits menceritakan kepada kami, Abu Ghassan Al Madani menceritakan kepada kami dari Abu Hazim, dari Sahal bin Sa’ad, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di kegelapan (menuju masjid) dengan cahaya yang sempurna’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1482

صحيح ابن خزيمة 1482: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ الْأَشَجُّ، نا ابْنُ نُمَيْرٍ، عَنِ الْأَعْمَشِ، وَثنا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، نا أَبُو مُعَاوِيَةَ، نا الْأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ وَالْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا، وَإِنِّي لَأَهِمُّ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ، ثُمَّ آخُذُ حُزَمَ النَّارِ فَأُحَرِّقُ عَلَى أُنَاسٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنِ الصَّلَاةِ بُيُوتَهُمْ» ، هَذَا حَدِيثُ ابْنِ نُمَيْرٍ وَفِي حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ قَالَ: «لَقَدْ هَمَمْتُ» ، وَقَالَ: «ثُمَّ آمُرُ رَجُلًا فَيُصَلِّي بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقُ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ، فَأُحَرِّقُ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1482: Abdullah bin Sa’id Al Asyaj menceritakan kepada kami, Ibnu Numair menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dan Salam bin Junadah menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya shalat yang sangat berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya yang terakhir dan shalat Subuh, jika mereka mengetahui apa yang terdapat pada keduanya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak dan sungguh aku sangat ingin memerintahkan shalat. Lalu didirikan dan aku memerintahkan seorang laki-laki mengimami shalat, lalu aku mengambil seikat kayu bakar kemudian membakar semua rumah orang-orang yang tidak mengikuti shalat berjamaah.’ Ini adalah hadis Ibnu Numair. Di dalam hadis Abu Mu’awiyah. ia menyebutkan, “Sungguh aku sangat ingin.” Dan menyebutkan, “Lalu aku perintahkan seorang laki-laki untuk mengimami shalat dengan orang-orang, lalu berangkat bersamaku orang-orang yang semuanya memegang seikat kayu bakar kepada kaum yang tidak mendatangi shalat berjamaah, kemudian aku membakar rumah-rumah mereka dengan api.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1498

صحيح ابن خزيمة 1498: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، أَخْبَرَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ الْمُهَلَّبِيُّ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ، نا الْمُعْتَمِرُ، عَنْ أَبِيهِ، نا أَبُو عُثْمَانَ، عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، وَثنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، نا جَرِيرٌ، عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، وَهَذَا حَدِيثُ عَبَّادٍ قَالَ: كَانَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ بَيْتُهُ أَقْصَى بَيْتٍ بِالْمَدِينَةِ، فَكَانَ لَا تُخْطِئُهُ الصَّلَاةُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَتَوَجَّعْتُ لَهُ، فَقُلْتُ: يَا فُلَانُ، لَوْ إِنَّكَ اشْتَرَيْتَ حِمَارًا يَقِيكَ الرَّمَضَ، وَيَرْفَعُكَ مِنَ الْمَوْقِعِ، وَيَقِيكَ هَوَامَّ الْأَرْضِ، فَقَالَ: إِنِّي وَاللَّهِ مَا أُحِبُّ أَنَّ بَيْتِيَ مُطَنَّبٌ بِبَيْتِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: فَحَمَلْتُ بِهِ حَمْلًا حَتَّى أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ قَالَ: فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ، فَذَكَرَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ، وَذَكَرَ أَنَّهُ يَرْجُو فِي أَمْرِهِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ لَكَ مَا احْتَسَبْتَ» ، وَفِي حَدِيثِ الصَّنْعَانِيِّ: فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلَهُ عَنْ ذَلِكَ، فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ، لِكَيْمَا يُكْتَبَ أَثَرِي وَرُجُوعِي إِلَى أَهْلِي وَإِقْبَالِي إِلَيْهِ، أَوْ كَمَا قَالَ قَالَ: «أَعْطَاكَ اللَّهُ ذَلِكَ كُلَّهُ، وَأَعْطَاكَ مَا احْتَسَبْتَ أَجْمَعَ» ، أَوْ كَمَا قَالَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1498: Ahmad bin Abdah menceritakan kepada kami, Abbad bin Abbad Ai Muhallabi mengabarkan kepada kami dari Ashim, dari Abu Utsman, dari Ubai bin Ka’ab dan Muhammad bin Abdul A’la Ash-Shan’ani meriwayatkan kepada kami, Al Mu’tamir menceritakan kepada kami dari ayahnya. Abu Utsman menceritakan kepada kami dari Ubai bin Ka’ab; dan Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami dari Sulaiman At-Tamimi, dari Abu Utsman, dari Ubai bin Ka’ab, ini adalah hadis Abbad, ia berkata, “Sesungguhnya ada seorang laki-laki dari kaum Anshar yang rumahnya paling jauh dari kota Madinah namun tidak pernah absen shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku merasa kasihan padanya, lalu aku berkata kepadanya, “Wahai Fulan, seandainya kamu membeli keledai yang dapat melindungi diri kamu dari pasir dan mengangkut kamu dari tempatmu serta yang melindungimu dari binatang tanah.” Maka ia menjawab, “Demi Allah, aku enggan rumahku berdekatan dengan rumah Muhammad ” Perawi bercerita, “Aku merasa sangat terbebani dengan perkataannya itu maka aku mendatangi Nabi dan menceritakan hal itu kepadanya.” Perawi bercerita. “Maka beliau memanggilnya dan menanyakannya lalu ia menjawabnya sama seperti itu dan menceritakan bahwa ia mengharapkan pahala dari perbuatannya. Rasulullah berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya kamu mendapatkan apa yang kamu harapkan’.” Di dalam hadis Ash-Shan’ani disebutkan, “Maka aku menceritakan kepada Rasulullah dan beliau bertanya kepadanya tentang hal itu, maka ia menjawab, ‘Wahai Nabiyullah, agar ditulis sebagai pahala bekas telapak kakiku dan kembalinya aku kepada keluargaku serta perginya aku ke masjid’ Atau seperti itulah yang diucapkannya. Beliau menjawab, ‘Allah akan memberikannya kepadamu semuanya dan akan memberikan semua yang kamu harapkan’ Atau seperti itulah beliau bersabda.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1483

صحيح ابن خزيمة 1483: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ، نا عَبْدُ الْوَهَّابِ يَعْنِي الثَّقَفِيَّ قَالَ: سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ يَقُولُ: سَمِعْتُ نَافِعًا يُحَدِّثُ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، كَانَ يَقُولُ: «كُنَّا إِذَا فَقَدْنَا الْإِنْسَانَ فِي صَلَاةِ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ وَالصُّبْحِ أَسَأْنَا بِهِ الظَّنَّ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1483: Muhammad bin Al Walid menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab -yaitu Ats-Tsaqafi- menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Yahya bin Sa’id berkata. Aku mendengar Nafi, menceritakan hadis dari Abdullah bin Umar ia berkata, “Apabila kami tidak melihat seseorang shalat Isya yang terakhir dan shalat Subuh maka kami telah berburuk sangka padanya.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1499

صحيح ابن خزيمة 1499: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ كُرَيْبٍ، وَمُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَسْرُوقِيُّ قَالَا: ثنا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ بُرَيْدٍ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى، فَأَبْعَدُهُمْ، وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ فِي جَمَاعَةٍ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الَّذِي يُصَلِّيهَا، ثُمَّ يَنَامُ» ، جَمِيعُهَا لَفْظٌ وَاحِدٌ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1499: Muhammad bin Al Ala’ bin Kuraib dan Musa bin Abdurrahman Al Masruqi menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abu Usamah menceritakan kepada kami dari Buraid, dari Abu Burdah, dari Abu Musa, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya manusia yang pahalanya paling besar di dalam shalat adalah yang paling jauh berjalan kepadanya, kemudian seterusnya yang paling jauh. Dan orang yang menunggu shalat sehingga ia shalat bersama imam dengan berjamaah lebih besar pahalanya dari orang yang mengerjakan shalat kemudian tidur.” Semuanya dengan lafazh yang satu.

Shahih Ibnu Khuzaimah 1484

صحيح ابن خزيمة 1484: نا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَسْرُوقِيُّ، ثنا أَبُو أُسَامَةَ، حَدَّثَنِي زَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ، عَنِ السَّائِبِ بْنِ حُبَيْشٍ الْكَلَاعِيِّ، ح، وَثنا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ، ثنا عَبْدُ الصَّمَدِ، نا زَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ، نا السَّائِبُ بْنُ حُبَيْشٍ الْكَلَاعِيُّ، عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيِّ قَالَ: قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ: أَيْنَ مَسْكَنُكَ؟ قُلْتُ قَرْيَةٌ دُونَ حِمْصَ قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا مِنْ ثَلَاثَةِ نَفَرٍ فِي قَرْيَةٍ، وَلَا بَدْوٍ، فَلَا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلَاةُ إِلَّا اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ، فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ» ، وَقَالَ الْمَسْرُوقِيُّ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَالَ: «إِنَّ الذِّئْبَ يَأْخُذُ الْقَاصِيَةَ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1484: Musa bin Abdurrahman Al Masruq menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami, Za’idah bin Qudamah menceritakan kepadaku dari As-Sa’ib bin Hubaisy Al Kala’i (Ha’) Ali bin Muslim menceritakan kepada kami, Abdush-Shamad menceritakan kepada kami, Za’idah bin Qadamah menceritakan kepada kami, As-Saib bin Hubaisy Al Kala’i menceritakan kepada kami dari Ma’dan bin Abu Thalhah Al Ya’mari. ia berkata, “Abu Ad-Darda’ bertanya, “Dimana tempat tinggalmu?” Aku menjawab. “Di perkampungan dekat Himsh.” Abu Darda berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ‘Tidaklah tiga orang yang tinggal di perkampungan atau di pegunungan tidak mendirikan shalat di tengah-tengah mereka melainkan syetan memperdayai mereka. Shalatlah berjamaah, sesungguhnya serigala memakan kambing yang terpisah dari kelompoknya’.” Masruq berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ‘Sesungguhnya serigala mengambil kambing yang terpisah dari kelompoknya’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1500

صحيح ابن خزيمة 1500: نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ دَرَّاجٍ، حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا عَلَيْهِ بِالْإِيمَانِ» قَالَ اللَّهُ: {إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ} [التوبة: 18]

Shahih Ibnu Khuzaimah 1500: Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahab menceritakan kepada kami, Amr bin Al Harits mengabarkan kepadaku dari Darraj yang menceritakannya dari Abu Al Haitsam, dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kamu melihat seseorang yang selalu pergi ke masjid maka persaksikanlah atas dirinya dengan keimanan. Allah telah berfirman: {Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah}.” (Qs. At-Taubah [9]:18)

Shahih Ibnu Khuzaimah 1485

صحيح ابن خزيمة 1485: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ كُرَيْبٍ بِخَبَرٍ غَرِيبٍ غَرِيبٍ، ثنا قَبِيصَةُ، ثنا وَرْقَاءُ بْنُ عُمَرَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: وُثِيَتْ رِجْلُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَدَخَلْنَا عَلَيْهِ، فَوَجَدْنَاهُ جَالِسًا فِي حُجْرَةٍ لَهُ بَيْنَ يَدَيْهِ غُرْفَةٌ قَالَ: فَصَلَّى جَالِسًا، فَقُمْنَا خَلْفَهُ فَصَلَّيْنَا، فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَالَ: «إِذَا صَلَّيْتُ جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا، وَإِذَا صَلَّيْتُ قَائِمًا صَلُّوا قِيَامًا، وَلَا تَقُومُوا كَمَا تَقُومُ فَارِسُ لِجَبَّارِيهَا وَمُلُوكِهَا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1485: Muhammad bin Al Ala’ bin Kuraib menceritakan kepada kami dengan hadis yang aneh dan aneh, Qabishah menceritakan kepada kami, Warqa’ bin Umar menceritakan kepada kami dari Manshur. dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Kaki Rasulullah sakit maka kami menjenguk beliau, lalu kami mendapatkan beliau sedang duduk di kamarnya yang terletak dihadapan dengan kamar lain.” Perawi bercerita, “Beliau shalat sambil duduk, maka kami berdiri di belakangnya dan kami shalat. Tatkala selesai shalat beliau berkata, ‘Apabila aku shalat sambil duduk maka shalatlah sambil duduk, apabila aku shalat sambil berdiri maka shalatlah sambil berdiri, dan janganlah berdiri sebagaimana bangsa Persia berdiri untuk menghormati penguasa dan raja-rajanya’.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1486

صحيح ابن خزيمة 1486: نا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى الْقَزَّازُ بِخَبَرٍ غَرِيبٍ غَرِيبٍ، نا عَبْدُ الْوَارِثِ، نا عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: «لَمْ يَخْرُجْ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثًا، فَأُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، فَذَهَبَ أَبُو بَكْرٍ يُصَلَّى بِالنَّاسِ، فَرَفَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحِجَابَ فَمَا رَأَيْنَا مَنْظَرًا أَعْجَبَ إِلَيْنَا مِنْهُ، حَيْثُ وَضَحَ لَنَا وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَوْمَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أَبِي بَكْرٍ أَنْ تَقَدَّمْ، وَأَرْخَى نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحِجَابَ فَلَمْ نُوَصَّلْ إِلَيْهِ حَتَّى مَاتَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «هَذَا الْخَبَرُ مِنَ الْجِنْسِ الَّذِي كُنْتُ أَعْلَمْتُ أَنَّ الْإِشَارَةَ الْمَفْهُومَةَ مِنَ النَّاطِقِ قَدْ تَقُومُ مَقَامَ الْمَنْطِقِ إِذِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْهَمَ الصِّدِّيقَ بِالْإِشَارَةِ إِلَيْهِ أَنَّهُ أَمَرَهُ بِالْإِمَامَةِ فَاكْتَفَى بِالْإِشَارَةِ إِلَيْهِ عِنْدَ النُّطْقِ بِأَمْرِهِ بِالْإِقَامَةِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1486: Imran bin Musa Al Qazzaz menceritakan kepada kami dengan hadis yang aneh dan aneh, Abdul Warits menceritakan kepada kami, Abdul Aziz -yaitu Ibnu Shuhaib- menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah tidak keluar menemui kami selama tiga hari, maka shalat tetap didirikan dan Abu Bakar shalat mengimami orang-orang, lalu Nabi menyingkap tirai dan tidaklah kami melihat pemandangan yang paling menakjubkan darinya, sebab saat itu wajah Rasulullah sangat jelas terlihat bagi kami, Kemudian Rasulullah memberikan isyarat kepada Abu Bakar agar maju kedepan dan Nabiyullah memberi tanda dengan menutup tirai tersebut. Setelah itu kami tidak pernah melihatnya kembali sampai beliau meninggal dunia.” Abu Bakar berkata, “Hadis ini adalah termasuk dari bentuk hadis yang telah jelaskan bahwa isyarat yang dapat dipahami dari orang yang memberikan perintah dengan ucapan sama kedudukannya dengan perintah yang diucapkan, sebab Nabi telah memberikan pemahaman kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan memberikan isyarat kepadanya untuk menjadi imam, maka cukup dengan memberikan isyarat kepadanya ketika memerintahkan perkara tersebut dengan iqamah.”

Shahih Ibnu Khuzaimah 1487

صحيح ابن خزيمة 1487: نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمُرَادِيُّ، نا شُعَيْبٌ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، ح، وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ، نا أَبِي، وَشُعَيْبٌ قَالَا: أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، وَنَافِعِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ التَّمِيمِيِّ، عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، أَنَّهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ مَشَى إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَصَلَّاهَا مَعَ الْإِمَامِ، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 1487: Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al Muradi menceritakan kepada kami, Syu’aib menceritakan kepada kami, Al-Laits menceritakan kepada kami (Ha’) dan Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam menceritakan kepada kami, ayahku dan Syu’aib menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Al-Laits mengabarkan kepada kami dari Yazid bin Abu Habib, dari Abdullah bin Abu Salamah dan Nafi’ bin Jubair bin Muth’im, dari Mu’adz bin Abdurrahman bin Utsman At-Tamimi dari Humran maula Utsman bin Affan, dari Utsman bin Affan, ia berkata. “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya kemudian pergi menunaikan shalat fardhu lalu ia mengerjakannya bersama imam niscaya diampuni dosa-dosanya.”