Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 2082

صحيح ابن حبان 2082: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ فِي عَقِبِهِ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَمُطِرْنَا فَقَالَ‏:‏ لِيُصَلِّ مَنْ شَاءَ مِنْكُمْ فِي رَحْلِهِ‏.‏أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الذُّهْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُعَاوِيَةَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2082: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, setelah menyebutkan hadita tadi, dia berkata: Abu Al Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Zuhair bin Muawiyah menceritakan kepada kami dari Abu Ax-Zubair, dari Jabir, dia berkata: Kami pernah bersama Rasulullah dalam perjalanan, kemudian turun hujan, maka beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang ingin menunaikan shalat, maka dia bisa menunaikannya di dalam tendanya,”493 [1:6] Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata; Muhammad bin Yahya Adz-Dzuhli menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Nu’aim menceritakan kepada kami, dia berkata: Zuhair bin Muawiyah menceritakan kepada kami. 494

Shahih Ibnu Hibban 2098

صحيح ابن حبان 2098: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلاَةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا، وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ، ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حِزَمُ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2098: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, Salm bin Junadah menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Fajar. Seandainya mereka tahu apa yang ada pada kedua shalat ini, pasti mereka mendatanginya, meski dengan merangkak Sungguh, aku ingin sekali memerintahkan agar shalat dilaksanakan, lalu kuperintahkan seseorang menjadi imamnya, kemudian aku pergi bersama orang-orang dengan membawa seikat kayu bakar untuk menemui orang-orang yang tidak mengikuti shalat ini, kemudian kubakar rumah-rumah mereka.”518 [3:34]

Shahih Ibnu Hibban 2083

صحيح ابن حبان 2083: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حِبَّانُ بْنُ مُوسَى، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ، قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ، فَأَصَابَنَا سَمَاءٌ لَمْ تَبُلَّ أَسَافِلَ نِعَالِنَا، فَأَمَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنَادِيَهُ‏:‏ أَنْ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2083: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hibban bin Musa menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah mengabarkan kepada kami dari Syu’bah, dari Qatadah, dari Abu Al Malih, dari ayahnya, dia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah pada waktu perjanjian Hudaibiyyah. Lalu turun hujan yang tidak sampai membasahi bagian bawah alas kaki kami, lalu Rasulullah menyuruh juru bicaranya agar mengumumkan, “Shalatlah di tenda-tenda kalian!” 495 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2099

صحيح ابن حبان 2099: أَخْبَرَنَا أَبُو عَرُوبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلاَءِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ كُنَّا إِذَا فَقَدْنَا الإِنْسَانَ فِي صَلاَةِ الصُّبْحِ وَالْعِشَاءِ أَسَأْنَا بِهِ الظَّنَّ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2099: Abu Arubah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Jabbar bin Al Ala menceritakan kepada kami, dia berkata: Marwan bin Muawiyah menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami, dia berkata: Nafi menceritakan kepadaku dari Ibnu Umar, dia berkata, “Apabila kami kehilangan seseorang pada shalat Subuh atau shalat Isya, maka kami akan berburuk sangka terhadapnya.” 519 [3:50]

Shahih Ibnu Hibban 2084

صحيح ابن حبان 2084: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ كُنَّا إِذَا كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكَانَتْ لَيْلَةٌ ظَلْمَاءُ أَوْ لَيْلَةٌ مَطِيرَةٌ أَذَّنَ مُؤَذِّنُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ نَادَى مُنَادِيهُ‏:‏ أَنْ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2084: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami dari Yahya bin Said Al Anshari, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah dalam perjalanan. Bila malam gelap atau turun hujan, muadzin Rasulullah mengumandangkan adzan, atau juru bicara mengumumkan, ‘Shalatlah di tenda-tenda kalian’.” 496 [1-6]

Shahih Ibnu Hibban 2100

صحيح ابن حبان 2100: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، قَالَ‏:‏ قَالَ عَبْدُ اللهِ‏:‏ لَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنِ الصَّلاَةِ إِلاَّ مُنَافِقٌ قَدْ عُلِمَ نِفَاقُهُ أَوْ مَرِيضٌ، وَإِنْ كَانَ الْمَرِيضُ لَيَمُرُّ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يَأْتِيَ الصَّلاَةَ وَقَالَ‏:‏ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَنَا سُنَنَ الْهُدَى وَمِنْ سُنَنِ الْهُدَى الصَّلاَةُ فِي الْمَسْجِدِ الَّذِي يُؤَذَّنُ فِيهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2100: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Bakar bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami dia berkata: Muhammad bin Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: Zakariya bin Abi Zaidah menceritakan kepada kami dari Abdul Malik bin Umair, dari Abu Al Ahwash, dia berkata: Abdullah berkata, “Kami telah mengetahui bahwa tidak ada yang meninggalkan shalat jamaah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya, atau orang yang sakit Apabila seseorang sakit, maka dia akan berjalan di antara dua orang laki-laki (yakni dipapah agar tidak jatuh) sampai dia menunaikan shalat Sesungguhnya Rasulullah mengajarkan kita Sunnah-Sunnah petunjuk (jalan-jalan petunjuk dan kebenaran), diantaranya shalat di masjid yang dikumandangkan adzan di dalamnya.” 520 [3:50]

Shahih Ibnu Hibban 2085

صحيح ابن حبان 2085: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ، أَنَّ أَبَا النَّجِيبِ مَوْلَى عَبْدِ اللهِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَهُ، أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ، حَدَّثَهُ أَنَّهُ ذِكْرُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الثُّومُ وَالْبَصَلُ، وَقِيلَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، وَأَشَدُّ ذَلِكَ كُلِّهِ الثُّومُ أَفَنُحَرِّمُهُ‏؟‏ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ كُلُوهُ وَمَنْ أَكَلَهُ مِنْكُمْ فَلاَ يَقْرَبْ هَذَا الْمَسْجِدَ حَتَّى تَذْهَبَ رِيحُهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2085: Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia beikata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Amr bin Al Harits mengabarkan kepadaku dari Bakr bin Sawadah, bahwa Abu An-Najib —maula Abdullah bin Sa’d— menceritakan kepadanya: Abu Sa’id Al Khudri menceritakan kepadanya: Pernah dijelaskan di hadapan Rasulullah tentang bawang putih dan bawang merah. Beliau lalu ditanya, “Wahai Rasulullah, yang paling menyengat baunya adalah bawang putih, apakah kita harus mengharamkannya?” Rasulullah bersabda, “Makanlah! Siapa saja di antara kalian memakannya, janganlah dia mendekati masjid sampai baunya hilang”. 497 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2086

صحيح ابن حبان 2086: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ كُنَّا لاَ نَأْكُلُ الْبَصَلَ وَالْكُرَّاثَ فَغَلَبَتْنَا الْحَاجَةُ، فَأَكَلْنَا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ، فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى بِهِ النَّاسُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2086: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Wahb bin Jarir mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hisyam Ad-Dastuwa’i menceritakan kepada kami dari Abu Az- Zubair, dari Jabir, dia berkata, “Kami tidak makan bawang merah dan bawang bakung. Kemudian ketika kami amat membutuhkannya kami memakannya. Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang makan buah dari pohon yang bau ini, janganlah mendekati masjid kami, karena para malaikat merasa terganggu, sebagaimana manusia merasa terganggu dengannya” 498 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2087

صحيح ابن حبان 2087: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ الْمَرْوَزِيُّ بِالْبَصْرَةِ بِخَبَرٍ غَرِيبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْهَى عَنْ أَكْلِ الْكُرَّاثِ وَالْبَصَلِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2087: Ahmad bin Muhammad bin Sa’id Al Marwazi mengabarkan kepada kami khabar gharib di Bashrah, dia berkata: Muhammad bin Ismail Al Hassani menceritakan kepada kami, dia berkata: Yazid bin Harun menceritakan kepada kami dari Daud bin Abi Hindun, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, bahwa Nabi melarang makan bawang bakung dan bawang merah. 499 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2072

صحيح ابن حبان 2072: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو شِهَابٍ هُوَ عَبْدُ رَبِّهِ بْنُ نَافِعٍ، عَنْ إِدْرِيسَ بْنِ يَزِيدَ الأَوْدِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ يُصَلِّ أَحَدُكُمْ وَهُوَ يُدَافِعُهُ الأَخْبَثَانِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2072: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ar-Rabi Az-Zahrani menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Syihab —yaitu Abdu Rabbih bin Nafi— menceritakan kepada kami dari Idris bin Yazid Al Audi, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda, “Janganlah seseorang dari kalian shalat dengan menahan dua kotoran (buang air kecil dan buang air besar).481 [1:6]