Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 2089

صحيح ابن حبان 2089: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا ابْنُ جَرِيحٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الْبَقْلَةِ، فَلاَ يَغْشَنَا فِي مَسَاجِدِنَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2089: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ismail bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, dia berkata: Atha mengabarkan kepadaku, bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang memakan sayur-sayuran ini, janganlah menginjak masjid-masjid kami.”501 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2090

صحيح ابن حبان 2090: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ النَّاسُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2090: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata Wahb bin Jarir mengabarkan kepada kami, dia berkata Hisyam Ad-Dastuwa’i menceritakan kepada kami dari Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata: Rasulullah bersabda Siapa saja yang memakan buah dari pohon bau ini, janganlah mendekati masjid kami, karena para malaikat merasa terganggu sebagaimana manusia merasa terganggu (dengan baunya)” 502 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2091

صحيح ابن حبان 2091: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ النُّكْرِيُّ هُوَ الدَّوْرَقِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ بْنُ سَوَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمُرِيِّ، قَالَ‏:‏ خَطَبَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ، فَقَالَ‏:‏ رَأَيْتُ كَأَنَّ دِيكًا أَحْمَرَ نَقَرَنِي نَقْرَةً أَوْ نَقْرَتَيْنِ، وَلاَ أَرَى ذَلِكَ إِلاَّ لِحُضُورِ أَجَلِي، فَإِنْ عَجِلَ بِي أَمْرٌ، فَإِنَّ الشُّورَى إِلَى هَؤُلاَءِ الرَّهْطِ السِّتَّةِ الَّذِينَ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ عَنهُمْ رَاضٍ، وَإِنِّي أَعْلَمُ أَنَّ نَاسًا سَيَطْعَنُونَ فِي هَذَا الأَمْرِ، أَنَا قَاتَلْتُهُمْ بِيَدِي هَذِهِ عَلَى الإِسْلاَمِ، فَإِنْ فَعَلُوا، فَأُولَئِكَ أَعْدَاءُ اللهِ، الْكُفَّارُ الضُّلاَّلُ، وَإِنِّي أَشْهَدُ عَلَى أُمَرَاءِ الأَمْصَارِ، فَإِنِّي إِنَّمَا بَعَثْتُهُمْ لِيُعَلِّمُوا النَّاسَ دِينَهُمْ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَقْسِمُوا فِيهِمْ فَيْأَهُمْ، وَمَا أَغْلَظَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَيْءٍ أَوْ مَا نَازَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَيْءٍ مِثْلَ آيَةِ الْكَلاَلَةِ حَتَّى ضَرَبَ صَدْرِي وَقَالَ‏:‏ يَكْفِيكَ آيَةُ الصَّيْفِ الَّتِي أُنْزِلَتْ فِي آخِرِ سُورَةِ النِّسَاءِ ‏{‏يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلاَلَةِ‏}‏ وَسَأَقْضِي فِيهَا بِقَضَاءٍ يَعْلَمُهُ مَنْ يَقْرَأُ وَمَنْ لاَ يَقْرَأُ هُوَ مَا خَلاَ الأَبِ وَكَذَا أَحْسَبُ أَلاَ إِنَّكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ تَأْكُلُونَ مِنْ شَجَرَتَيْنِ لاَ أَرَاهُمَا إِلاَّ خَبِيثَتَيْنِ الْبَصَلِ وَالثُّومِ، وَإِنْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِالرَّجُلِ يُوجَدُ مِنْهُ رِيحُهَا فَيَخْرُجُ إِلَى الْبَقِيعِ، فَمَنْ كَانَ لاَ بُدَّ آكِلَهُمَا فَلْيُمِتْهُمَا طَبْخًا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2091: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Ibrahim An-Nukri503 —yaitu Ad-Dauraqi— menceritakan kepada kami, dia berkata: Syababah bin Sawwar menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Salim bin Abu Al Ja’d, dari Ma’dan bin Abi Thalhah Al Ya’mari, dia berkata: Umar bin Khattab berkhutbah, “Aku melihat seakan-akan ayam jago merah mematukku satu kali atau dua kali patukan. Aku tidak melihat pertanda ini kecuali ajalku telah dekat. Bila aku wafat terlebih dahulu, Syura aku serahkan kepada enam orang sahabat yang diridhai Rasulullah saat beliau wafat. Aku tahu nanti akan ada orang-orang yang mencela dan menuduhku, bahwa aku memerangi mereka dengan tanganku ini atas nama Islam. Bila mereka melakukannya, maka mereka adalah musuh-musuh Allah, orang-orang kafir yang sesat. Aku telah menyatakan kepada gubernur-gubernur di berbagai wilayah, bahwa aku mengirim mereka untuk mengajarkan kepada manusia urusan agama mereka dan Sunnah nabi mereka, serta membagi harta rampasan perang mereka. Rasulullah tidak pernah begitu keras terhadapku dalam suatu masalah atau dalam sesuatu yang diturunkan kepadanya seperti halnya kerasnya beliau dalam masalah ayat Al Kalalah (orang yang meninggal dunia dan tidak mempunyai orang tua dan anak). Sampai-sampai menepuk dadaku dan bersabda “Cukuplah bagimu ayat Ash-Shaif yang diturunkan pada akhir surat An-Nisa’, “Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah ‘Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah’. Aku akan memutuskan dengan keputusan yang dapat diketahui oleh orang yang dapat membaca (dan yang tidak dapat membaca), yaitu orang yang wafat yang tidak meninggalkan ayah (itulah pengertian yang kuketahui berdasarkan pendapatku). Wahai kalian semua, ketahuilah bahwa kalian memakan dua pohon ini – yang menurut kalian pohon tersebut mempunyai bau yang tidak enak — bawang putih dan bawang merah. Sesungguhnya Rasulullah memerintahkan orang yang berbau bawang merah dan bawang putih agar dikeluarkan dari masjid lalu di bawa ke al Baqi’. Barangsiapa memakannya, hendaklah menghilangkan baunya dengan dimasak terlebih dahulu” 504 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2092

صحيح ابن حبان 2092: أَخْبَرَنَا ابْنُ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ، أَنَّ سُفْيَانَ بْنَ وَهْبٍ، حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْسَلَ إِلَيْهِ بِطَعَامٍ مَعَ خُضَرٍ فِيهِ بَصَلٌ أَوْ كُرَّاثٌ، فَلَمْ يَرَ فِيهِ أَثَرَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَبَى أَنْ يَأْكُلَهُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَأْكُلَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لَمْ أَرْ أَثَرَكَ فِيهِ يَا رَسُولَ اللهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَسْتَحْيِي مِنْ مَلاَئِكَةِ اللهِ وَلَيْسَ بِمُحَرَّمٍ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2092: Ibnu Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Amr bin Al Harits mengabarkan kepadaku dari Bakr bin Sawadah: Sufyan bin Wahb menceritakan kepadanya dari Abu Ayyub Al Anshari, bahwa Rasulullah mengirim makanan untuknya dan sayur-mayur bercampur bawang merah atau bawang bakung. Dia tidak melihat bekas Rasulullah SAW505 sehingga tidak mau memakannya. Beliau lalu bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak mau makan?” Dia menjawab, “Aku tidak melihat bekas engkau pada makanan ini.” Beliau bersabda, “Aku malu kepada para malaikat Allah. Akan tetapi, makanan ini tidak haram.” [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2093

صحيح ابن حبان 2093: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو قُدَامَةَ عُبَيْدُ اللهِ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ أَبِي يَزِيدَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أُمِّ أَيُّوبَ، قَالَتْ‏:‏ نَزَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَكَلَّفْنَا لَهُ طَعَامًا فِيهِ بَعْضُ الْبُقُولِ، فَقَالَ لأَصْحَابِهِ‏:‏ كُلُوا فَإِنِّي لَسْتُ كَأَحَدٍ مِنْكُمْ إِنِّي أَخَافُ أَنْ أُوذِيَ صَاحِبِي‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2093: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Qudamah Ubaidillah bin Sa’id menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Ubaidillah bin Abu Yazid menceritakan kepada kami dari Ummu Ayyub, dia berkata. 507’“Rasulullah beristirahat di rumah kami, maka kami menyediakan makanan yang berisi sayur-mayur (bawang putih dan lain-lain) untuk beliau. Beliau pun bersabda kepada para sahabatnya, “Makanlah, sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Aku takut akan menyakiti para sahabatku.” 508 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2094

صحيح ابن حبان 2094: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِقَصْعَةٍ مِنْ ثَرِيدٍ فِيهَا ثُومٌ، فَلَمْ يَأْكُلْ مِنْهَا وَأَرْسَلَ إِلَى أَبِي أَيُّوبَ وَكَانَ أَبُو أَيُّوبَ يَضَعُ يَدَهُ حَيْثُ يَرَى يَدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضَعَ يَدَهُ، فَلَمَّا لَمْ يَرَ أَثَرَ يَدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَأْكُلْ، فَأَتَى رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لَهُ‏:‏ إِنِّي لَمْ أَرَ أَثَرَ يَدِكَ فِيهَا، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ فِيهَا رِيحُ الثُّومِ وَمَعِي مَلَكٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2094: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Fadhl bin Syumail mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Simak bin Harb, dari Jabir bin Samurah, bahwa Rasulullah diberi semangkuk bubur yang terdapat bawang putih padanya. Ternyata beliau tidak mau memakannya. Beliau lalu mengirim bubur tersebut kepada Abu Ayyub, Abu Ayyub biasa meletakkan tangannya pada bekas tangan Rasulullah yang terlihat pada makanan, maka ketika dia tidak melihat bekas tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia tidak mau memakannya. Dia kemudian menemui beliau dan berkata, “Aku tidak melihat bekas tangan engkau pada makanan ini.” Rasulullah lalu bersabda, “Di dalamnya ada bau bawang putih, sedangkan aku bersama seorang malaikat.”509 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2095

صحيح ابن حبان 2095: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلاَلٍ الْعَدَوِيِّ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ‏:‏ أَكَلْتُ ثُومًا ثُمَّ أَتَيْتُ مُصَلَّى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِرَكْعَةٍ، فَلَمَّا قُمْتُ أَقْضِي وَجَدَ رِيحَ الثُّومِ فَقَالَ‏:‏ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الْبَقْلَةِ، فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا حَتَّى يَذْهَبَ رِيحُهَا‏.‏قَالَ الْمُغِيرَةُ‏:‏ فَلَمَّا قَضَيْتُ الصَّلاَةَ أَتَيْتُهُ فَقُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ لِي عُذْرًا فَنَاوِلْنِي يَدَكَ فَنَاوَلَنِي فَوَجَدْتُهُ وَاللَّهِ سَهْلاً فَأَدْخَلْتُهَا فِي كُمِّي إِلَى صَدْرِي فَوَجَدَهُ مَعْصُوبًا، فَقَالَ‏:‏ إِنَّ لَكَ عُذْرًا‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ هَذِهِ الأَشْيَاءُ الَّتِي وَصَفْنَاهَا هِيَ الْعُذْرُ الَّذِي فِي خَبَرِ ابْنِ عَبَّاسٍ الَّذِي لاَ حَرَجَ عَلَى مَنْ بِهِ حَالَةٌ مِنْهَا فِي تُخَلُّفِهِ، عَنْ أَدَاءِ فَرْضِهِ جَمَاعَةً، وَعَلَيْهِ إِثْمُ تَرْكِ إِتْيَانِ الْجَمَاعَةِ، لأَنَّهُمَا فَرْضَانِ اثْنَانِ‏:‏ الْجَمَاعَةُ، وَأَدَاءُ الْفَرْضِ، فَمَنْ أَدَّى الْفَرْضَ وَهُوَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ، فَقَدْ سَقَطَ عَنْهُ فَرْضُ أَدَاءِ الصَّلاَةِ، وَعَلَيْهِ إِثْمُ تَرْكِ إِتْيَانِ الْجَمَاعَةِ، وَقَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ، فَلَمْ يُجِبْ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ أَرَادَ بِهِ‏:‏ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ مِنْ غَيْرِ إِثْمٍ يَرْتَكِبُهُ فِي تُخَلُّفِهِ عَنْ إِتْيَانِ الْجَمَاعَةِ إِذَا كَانَ الْقَصْدُ فِيهِ ارْتِكَابُ النَّهْيِ، لاَ أَنَّ صَلاَتَهُ غَيْرُ مُجْزِئَةٍ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ بِمَعْذُورٍ إِذَا لَمْ يُجِبْ دَاعِيَ اللهِ، وَهَذَا كَقَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ لَغَا فَلاَ جُمُعَةَ لَهُ يُرِيدُ بِهِ‏:‏ فَلاَ جُمُعَةَ لَهُ مِنْ غَيْرِ إِثْمٍ يَرْتَكِبُهُ بِلَغْوِهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2095: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Bakar bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Waki menceritakan kepada kami, dia berkata: Sulaiman bin Al Mughirah menceritakan kepada kami dari Humaid bin Hilal Al Adwi, dari Abu Burdah, dari Al Mughirah bin Syu’bah, dia berkata, “Setelah aku makan bawang putih, aku mendatangi mushalla Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ternyata kudapati beliau telah mendahuluiku satu rakaat, dan pada saat aku bangun untuk menyempurnakan rakaat yang tertinggal, beliau mencium bau bawang putih, maka beliau bersabda, “Siapa saja yang memakan sayuran ini, janganlah mendekati masjid kami sampai baunya hilang” Al Mughirah berkata, “Setelah selesai shalat, aku mendatangi beliau dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku berhalangan. Ulurkanlah tangan engkau kepadaku. Beliau lalu mengulurkan tangannya kepadaku, dan kudapati lunak. Kemudian aku memasukkannya ke saku bajuku hingga ke dadaku, dan beliau mendapati dadaku diperban, maka beliau bersabda, ‘Kamu memiliki udzur (berhalangan)’ 510 [1:6] Abu Hatim RA berkata, “Hal-hal yang telah kami uraikan tadi merupakan udzur yang511 menurut khabar dari Ibnu Abbas, bahwa orang yang tidak menghadiri shalat jamaah dalam kondisi demikian tidak apa-apa, tetapi dia mendapat dosa karena meninggalkan jamaah, sebab ada dua kewajiban di sini, yaitu kewajiban jamaah512 dan menunaikan shalat fardhu. Barangsiapa513 menunaikan shalat fardhu saat mendengar adzan, maka kewajiban menunaikan shalat fardhu telah gugur padanya, tapi dia mendapat dosa karena meninggalkan jamaah. Adapun tentang sabda Nabi , ‘Siapa saja yang mendengar adzan tapi tidak mendatanginya, maka shalatnya tidak sah, kecuali bagi yang berhalangan,”514 maksudnya adalah tidak berlaku shalatnya tanpa dosa yang dilakukannya karena meninggalkan jamaah bila tujuannya memang melanggar larangan. Maksud hadis ini bukannya shalat tersebut tidak sah, meskipun dia tidak dimaafkan bila tidak menjawab seruan Allah, seperti sabda Nabi “ Siapa saja melakukan perbuatan yang sia-sia, maka tidak ada shalat Jum’at baginya.” 515 Maksudnya adalah shalat Jum’atnya tidak sah tanpa dosa yang dilakukan karena perbuatan sia-sia.”

Shahih Ibnu Hibban 2096

صحيح ابن حبان 2096: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا، ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ يَجِدُ عَظْمًا سَمِينًا أَوْ مِرْمَاتَيْنِ حَسَنَتَيْنِ لَشَهِدَ الْعِشَاءَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2096: Umar bin Sa‘id bin Sinan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami dari Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Demi yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan memerintahkan orang-orang mengumpulkan kayu bakar hingga terkumpul, kemudian aku memerintahkan mengumandangkan adzan untuk shalat, lalu aku menyuruh seseorang menjadi imam shalat, kemudian aku mendatangi orang-orang (yang tidak menghadiri shalat jamaah), lalu kubakar rumah-rumah mereka. Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, seandainya seseorang dari mereka tahu bahwa dia akan mendapatkan tulang berdaging gemuk atau tulang paha yang baik, niscaya dia akan menghadiri shalat Isya (berjamaah)”516 [3:34]

Shahih Ibnu Hibban 2081

صحيح ابن حبان 2081: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ أَصَابَنَا مَطَرٍ بِحُنَيْنٍ فَنَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَنْ صَلُّوا فِي الرِّحَالِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2081: Muhammad bin Abdurrahman As-Sami mengabarkan kepada kami. Dia berkata Ali bin Al Ja’d menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Abu Al Malih, dari ayahnya, dia berkata : Kami kehujanan ketika berada di Hunain, maka juru bicara Rasulullah berkata “Shalatlah di tenda-tenda kalian” 492 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban 2097

صحيح ابن حبان 2097: أَخْبَرَنَا أَبُو عَرُوبَةَ بِحَرَّانَ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ ذَكْوَانَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلاً يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ، ثُمَّ آتِيَ أَقْوَامًا يَخَلَّفُونَ عَنْهَا فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ يَعْنِي الصَّلاَتَيْنِ الْعِشَاءَ وَالْغَدَاةَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2097: Abu Arubah mengabarkan kepada kami di Harran, Bisyr bin Khalid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Syubah, dari Sulaiman, dari Dzakwan, dari Abu Hurairah, dari Nabi , beliau bersabda, “Sungguh, aku ingin sekali memerintahkan seseorang untuk shalat mengimami orang-orang, lalu aku mendatangi orang-orang yang tidak menghadiri shalat jamaah, kemudian kubakar rumah-rumah mereka.” Maksudnya adalah pada shalat Isya dan shalat Subuh. 517 [3:34]