Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 2553

صحيح ابن حبان 2553: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ الْعَابِدُ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الزُّهْرِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ مَكَانَ كُلِّ عُقْدَةٍ‏:‏ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2553: Umar bin Sa’id bin Sinan Al Abid mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abi Bakar Az-Zuhri mengabarkan kepada kami dari Malik, dari Abi Zinad, dari Al A’raj, dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Syetan mengikat leher seorang muslim sewaktu tidur dengan tiga ikatan, dan dia akan mengencangkan seluruh tempat ikatan tersebut dengan berkata, ‘Engkau memiliki malam yang panjang maka tidurlah’. Jika seorang terbangun lalu berdzikir kepada Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu maka terlepaslah satu ikatan. Jika dia shalat maka terlepaslah satu ikatan, sehingga di pagi harinya dia akan bersemangat lagi giat. Jika tidak, maka dia akan tidak bersemangat lagi malas.”457 [2:1]

Shahih Ibnu Hibban 2554

صحيح ابن حبان 2554: أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الذُّهْلِيُّ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا سُفْيَانَ يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ جَابِرًا يَقُولُ‏:‏ قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا مِنْ ذَكَرٍ وَلاَ أُنْثَى إِلاَّ عَلَى رَأْسِهِ جَرِيرٌ مَعْقُودٌ حِينَ يَرْقُدُ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِذَا قَامَ فَتَوَضَّأَ وَصَلَّى، انْحَلَّتِ الْعُقَدُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2554: Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yahya Ad-Dzuhli menceritakan kepada kami, Umar bin Jftafsh bin Ghiyats menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Abu Suyfan berkata: Aku pernah mendengar Jabir berkata: Rasulullah pernah berkata kepadaku, “Tidaklah laki-laki dan wanita kecuali ada ikatan tatkala dia tidur. Jika dia terbangun, kemudian berdzikir (mengingat) Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika dia bangkit, lalu berwudhu maka terlepaslah ikatan tersebut.” 458 [2:1]

Shahih Ibnu Hibban 2555

صحيح ابن حبان 2555: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ أَبَا عُشَّانَةَ حَدَّثَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُ‏:‏ لاَ أَقُولُ الْيَوْمَ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَمْ يَقُلْ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ‏:‏ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ بَيْتًا مِنْ جَهَنَّمَ‏.‏وَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ‏:‏ رَجُلٌ مِنْ أُمَّتِي يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ يُعَالِجُ نَفْسَهُ إِلَى الطَّهُورِ وَعَلَيْهِ عُقَدٌ، فَإِذَا وَضَّأَ يَدَيْهِ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِذَا وَضَّأَ وَجْهَهُ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِذَا مَسَحَ رَأْسَهُ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِذَا وَضَّأَ رِجْلَيْهِ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَيَقُولُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ لِلَّذِي وَرَاءَ الْحِجَابِ‏:‏ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُعَالِجُ نَفْسَهُ لَيَسْأَلَنِي، مَا سَأَلَنِي عَبْدِي هَذَا فَهُوَ لَهُ، مَا سَأَلَنِي عَبْدِي هَذَا فَهُوَ لَهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2555: Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, Amr bin Al Harits mengabarkan kepadaku: Abu Usysyanah menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar Uqbah bin Amir berkata, “Mulai hari ini aku tidak akan mengatakan apa yang tidak beliau katakan. Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Barangsiapa telah berdusta atas namaku dengan sengaja, maka bersiaplah menempati sebuah rumah dari api Neraka Jahanam.” Aku juga mendengar Nabi bersabda, “Seorang laki-laki dari umatku berdiri pada malam hari membersihkan dirinya untuk mendapat kesucian, sementara masih ada ikatan pada dirinya Jika dia mewudhukan kedua tangannya maka terlepaslah satu ikatan. Jika dia mewudhukan wajahnya maka terlepaslah satu ikatan. Jika dia menyeka kepalanya maka terlepaslah satu ikatan. Jika dia mewudhukan kedua kakinya maka terlepaslah satu ikatan. Allah lalu berfirman dari balik tabir, ‘Lihatlah, hamba-Ku ini mengobati dirinya untuk meminta kepada-Ku. Tidaklah hamba-Ku ini meminta maka itu baginya, dan tidaklah hamba-Ku ini meminta maka itu baginya’.”459 [2:11]

Shahih Ibnu Hibban 2556

صحيح ابن حبان 2556: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ مَا مِنْ مُسْلِمٍ، ذَكَرٍ وَلاَ أُنْثَى، يَنَامُ إِلاَّ وَعَلَيْهِ جَرِيرٌ مَعْقُودٌ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِنْ هُوَ تَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ أَصْبَحَ نَشِيطًا قَدْ أَصَابَ خَيْرًا، وَقَدِ انْحَلَّتْ عُقَدُهُ كُلُّهَا، وَإِنْ أَصْبَحَ وَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ أَصْبَحَ وَعُقَدُهُ عَلَيْهِ، وَأَصْبَحَ ثَقِيلاً كَسْلاَنًا لَمْ يُصِبْ خَيْرًا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2556: Abdullah bin Muhammad Al Azdiy mengabarkan kepada kami, Ishak bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami dari Abu Sufyan, dari Jabir, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ‘Tidaklah seorang muslim laki-laki dan perempuan tidur melainkan ada tali terikat pada dirinya. Jika dia terbangun, kemudian berdzikir kepada Allah, maka terlepasnya satu ikatan. Jika dia berwudhu, kemudian bangkit shalat, maka dia menjadi giat pada pagi hari untuk meraih kebaikan, dan terlepaslah seluruh ikatan tersebut. Jika dia tidak berdzikir kepada Allah sampai pagi hari, maka pagi hari ikatan itu ada padanya, sehingga dia merasa berat serta malas, dan tidak meraih kebaikan.”460 [2:1]

Shahih Ibnu Hibban 2541

صحيح ابن حبان 2541: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَإِذَا النَّاسُ فِي رَمَضَانَ يُصَلُّونَ فِي نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ، فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَا هَؤُلاَءِ‏؟‏ فَقِيلَ‏:‏ نَاسٌ لَيْسَ مَعَهُمْ قُرْآنٌ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ يُصَلِّي بِهِمْ، وَهُمْ يُصَلُّونَ بِصَلاَتِهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَصَابُوا، أَوْ نِعْمَ مَا صَنَعُوا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2541: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ar-Rabi bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Al Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah keluar, dan ternyata orang-orang banyak shalat di pojok masjid pada bulan Ramadhan, maka beliau berkata, “Ada apa dengan mereka ?” Dijawab, “Mereka adalah orang-orang yang shalat tapi tidak ada yang hafal Al Qur’an. Ubay bin Ka’b shalat mengimami mereka dan mereka mengikuti shalatnya Ubay.” Rasulullah lalu berkata, “Mereka benar, dan betapa baiknya apa yang telah mereka lakukan.”443 [38:4]

Shahih Ibnu Hibban 2557

صحيح ابن حبان 2557: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ غِيَاثٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ مُرَّةَ الْهَمْدَانِيِّ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ عَجِبَ رَبُّنَا مِنْ رَجُلَيْنِ‏:‏ رَجُلٍ ثَارَ مِنْ وِطَائِهِ وَلِحَافِهِ مِنْ بَيْنِ حِبِّهِ وَأَهْلِهِ إِلَى الصَّلاَةِ، فَيَقُولُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ‏:‏ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي ثَارَ مِنْ فِرَاشِهِ وَوِطَائِهِ مِنْ بَيْنَ حِبِّهِ وَأَهْلِهِ إِلَى صَلاَتِهِ رَغْبَةً فِيمَا عِنْدِي، وَشَفَقَةً مِمَّا عِنْدِي، وَرَجُلٍ غَزَا فِي سَبِيلِ اللهِ، فَانْهَزَمَ النَّاسُ، وَعَلِمَ مَا عَلَيْهِ فِي الاِنْهِزَامِ، وَمَا لَهُ فِي الرُّجُوعِ، فَرَجَعَ حَتَّى أُهْرِيقَ دَمُهُ، فَيَقُولُ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ‏:‏ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي، رَجَعَ رَجَاءً فِيمَا عِنْدِي، وَشَفَقَةً مِمَّا عِنْدِي حَتَّى أُهْرِيقَ دَمُهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2557: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Wahid bin Ghiyats menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Atha bin Sa’ib, dari Murrah bin Al Hamdani, dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah bersabda, “Tuhan kita mengagumi dua orang laki-laki, yaitu seorang laki-laki yang meninggalkan tempat tidur dan selimutnya di antara orang-orang tercinta serta keluarganya untuk melakukan shalat, kemudian Allah Jalla wa Ala berfirman, ‘Lihatlah kalian kepada hamba-Ku yang meninggalkan tempat tidur dan tikarnya di antara orang-orang tercinta serta keluarganya untuk melakukan shalatnya461 dengan mengharapkan apa yang ada dan rindu akan apa-apa yang ada di sisi-Ku’. Juga laki-laki yang berperang fi sabilillah, kemudian orang-orang tercerai-berai karena kekalahan, dan dia pun tahu akibat dari kekalahan itu, akan tetapi dia tidak berpaling untuk pulang, bahkan justru kembali462 (menyerang) hingga darahnya berhamburan, maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Lihatlah hamba-Ku yang kembali dengan berharap apa-apa yang ada di sisi-Ku serta rindu dengan apa-apa yang ada di sisi-Ku sehingga darahnya terhamburkan’.”463 [67:3]

Shahih Ibnu Hibban 2542

صحيح ابن حبان 2542: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَصَلَّى بِصَلاَتِهِ نَاسٌ، ثُمَّ صَلَّى مِنَ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ، ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ، فَلَمْ يَخْرُجْ لَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ‏:‏ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ، فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنَ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلاَّ أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ، وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2542: Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abi Bakr menceritakan kepada kami dari Malik, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa Rasulullah shalat di masjid pada suatu malam. Kemudian orang-orang mengikuti shalat beliau. Pada malam berikutnya beliau keluar lagi dan orang-orang kembali mengikuti shalat beliau. Pada malam ketiga atau keempat, mereka kembali berkumpul, tapi beliau tidak keluar menemui mereka. Ketika Subuh, beliau bersabda, “Aku telah melihat apa yang kalian lakukan, dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar kecuali aku khawatir hal ini akan diwajibkan atas kalian.” Hal itu terjadi pada bulan Ramadhan.444 [29:5]

Shahih Ibnu Hibban 2558

صحيح ابن حبان 2558: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَحْمُودِ بْنِ عَدِيٍّ بِنَسَا، حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ زَنْجُوَيْهِ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ أَسْلَمَ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ مُرَّةَ الْهَمْدَانِيِّ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ عَجِبَ رَبُّنَا مِنْ رَجُلَيْنِ‏:‏ رَجُلٍ ثَارَ عَنْ وِطَائِهِ وَلِحَافِهِ مِنْ بَيْنَ حِبِّهِ وَأَهْلِهِ إِلَى صَلاَتِهِ، فَيَقُولُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ لِمَلاَئِكَتِهِ‏:‏ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي، ثَارَ عَنْ فِرَاشِهِ وَوِطَائِهِ مِنْ بَيْنَ حِبِّهِ وَأَهْلِهِ إِلَى صَلاَتِهِ رَغْبَةً فِيمَا عِنْدِي، وَشَفَقَةً مِمَّا عِنْدِي، وَرَجُلٍ غَزَا فِي سَبِيلِ اللهِ، فَانْهَزَمَ أَصْحَابُهُ، وَعَلِمَ مَا عَلَيْهِ فِي الاِنْهِزَامِ، وَمَا لَهُ فِي الرُّجُوعِ، فَرَجَعَ حَتَّى هُرِيقَ دَمُهُ، فَيَقُولُ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ‏:‏ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي، رَجَعَ رَجَاءً فِيمَا عِنْدِي، وَشَفَقًا مِمَّا عِنْدِي حَتَّى هُرِيقَ دَمُهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2558: Muhammad bin Mahmud bin Adi Bansa mengabarkan kepada kami, Humaid bin Zanjawaih menceritakan kepada kami, Rauh bin Aslam menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Atha bin Sa’ib, dari Murrah Al Hamdani, dari Ibnu Mas’ud, dia berkata: Rasulullah bersabda, “Tuhan kami kagum terhadap dua orang laki-laki, yaitu seorang laki- laki yang meninggalkan kasur dan selimutnya di antara orang-orang tercinta serta keluarganya untuk melakukan shalat, kemudian Allah Jalla wa Ala berfirman, ‘ Lihatlah kalian hamba-Ku yang meninggalkan kasur dan tikarnya dari orang-orang tercinta serta keluarganya untuk melakukan shalatnya, dengan mengharapkan apa yang ada di sisi-Ku lagi rindu akan apa-apa yang ada di sisi-Ku. Juga laki-laki yang berperang di jalan Allah, kemudian kawan- kawannya tercerai-berai karena kekalahan, dan dia pun tahu akibat dari kekalahan itu, akan tetapi dia justru berpaling untuk kembali, bahkan dia kembali (menyerang) hingga darahnya berhamburan, maka Allah berjirman kepada para malaikat-Nya, ‘Lihatlah hamba-Ku yang kembali dengan berharap apa-apa yang ada di sisi-Ku dan rindu dengan apa-apa yang ada di sisi-Ku sehingga darahnya pun berhamburan’.”464 [2:1]

Shahih Ibnu Hibban 2543

صحيح ابن حبان 2543: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الْحَارِثِ الْمَخْزُومِيُّ، عَنْ يُونُسَ بْنِ يَزِيدَ الأَيْلِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ فَصَلَّى فِي الْمَسْجِدِ، فَصَلَّى النَّاسُ، فَأَصْبَحَ النَّاسُ يَتَحَدَّثُونَ بِذَلِكَ، فَكَثُرَ النَّاسُ، فَخَرَجَ عَلَيْهِمُ اللَّيْلَةَ الثَّانِيَةَ فَصَلَّى، فَصَلَّوْا بِصَلاَتِهِ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ بِذَلِكَ حَتَّى كَثُرَ النَّاسُ، فَخَرَجَ مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ، فَصَلَّى فَصَلَّوْا بِصَلاَتِهِ، فَأَصْبَحَ النَّاسُ يَتَحَدَّثُونَ بِذَلِكَ، فَكَثُرَ النَّاسُ حَتَّى عَجَزَ الْمَسْجِدُ عَنْ أَهْلِهِ، فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ، فَطَفِقَ النَّاسُ يَقُولُونَ‏:‏ الصَّلاَةَ، فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ حَتَّى خَرَجَ لِصَلاَةِ الْفَجْرِ، فَلَمَّا قَضَى صَلاَةَ الْفَجْرِ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَتَشَهَّدَ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّهُ لَمْ يَخْفَ عَلَيَّ شَأْنُكُمُ اللَّيْلَةَ، وَلَكِنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ صَلاَةُ اللَّيْلِ، فَتَعْجِزُوا عَنْ ذَلِكَ، وَكَانَ يُرَغِّبُهُمْ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ بِعَزِيمَةٍ، يَقُولُ‏:‏ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ قَالَ‏:‏ فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ، ثُمَّ كَذَلِكَ كَانَ فِي خِلاَفَةِ أَبِي بَكْرٍ وَصَدْرٍ مِنْ خِلاَفَةِ عُمَرَ، حَتَّى جَمَعَهُمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، فَقَامَ بِهِمْ فِي رَمَضَانَ، وَكَانَ ذَلِكَ أَوَّلَ اجْتِمَاعِ النَّاسِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ فِي رَمَضَانَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2543: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Al Harits Al Makhzumi menceritakan kepada kami dari Yunus bin Yazid Al Aili, dari Az- Zuhri, dia berkata: Urwah bin Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa Aisyah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah keluar pada tengah malam, lalu melaksanakan shalat di masjid. Kemudian orang-orang mengikuti shalat beliau. Pada pagi harinya, orang-orang ramai menceritakan hal itu, sehingga semakin banyak orang. Nabi keluar kembali menuju mereka pada malam kedua, kemudian beliau shalat, dan orang-orang mengikuti shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keesokan harinya mereka kembali menceritakan hal itu, sehingga semakin banyak orang yang tahu. Pada malam ketiga beliau kembali keluar, dan orang-orang ikut shalat bersama beliau, sehingga masjid tidak mampu menampung jamaah. Namun pada malam berikutnya beliau tidak keluar, sehingga orang-orang berkata, “Mari shalat.” Beliau tidak keluar menghampiri mereka hingga keluar untuk shalat fajar. Setelah selesai melaksanakan shalat Subuh, beliau menghadap ke jamaah lalu mengucapkan syahadat dan berkata, “Amma ba’d, aku tahu apa yang kalian perbuat tadi malam, hanya saja aku khawatir shalat malam akan diwajibkan atas kalian, lalu kalian tidak sanggup mengerjakannya” Akan tetapi, beliau tetap menganjurkan mereka untuk shalat malam pada bulan Ramadhan, tanpa membebankan hal itu kepada mereka,”Barangsiapa mendirikan shalat malam pada malam lailatul qadr dengan iman dan mengharap pahala, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Ketika Rasulullah wafat, hal itu tetap berlanjut. Demikian pula pada masa Kekhalifahan Abu Bakar dan awal Kekhalifahan Umar, sampai kemudian Umar bin Al Khatthab mengumpulkan mereka dengan satu imam, yaitu Ubay bin Ka’b. Ubay memimpin shalat mereka pada bulan Ramadhan. Itulah awal berkumpulnya orang-orang bersama satu imam pada bulan Ramadhan.445 [1:5]

Shahih Ibnu Hibban 2559

صحيح ابن حبان 2559: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ، حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي مَيْمُونَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي إِذَا رَأَيْتُكَ طَابَتْ نَفْسِي، وَقَرَّتْ عَيْنِي، أَنْبِئْنِي عَنْ كُلِّ شَيْءٍ، قَالَ‏:‏ كُلُّ شَيْءٍ خُلِقَ مِنَ الْمَاءِ، فَقُلْتُ‏:‏ أَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ إِذَا عَمِلْتُ بِهِ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ، قَالَ‏:‏ أَطْعِمِ الطَّعَامَ، وَأَفْشِ السَّلاَمَ، وَصِلِ الأَرْحَامَ، وَقُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلِ الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ قَوْلُ أَبِي هُرَيْرَةَ‏:‏ أَنْبِئْنِي عَنْ كُلِّ شَيْءٍ، أَرَادَ بِهِ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ خُلِقَ مِنَ الْمَاءِ، وَالدَّلِيلُ عَلَى صِحَّةِ هَذَا جَوَابُ الْمُصْطَفَى إِيَّاهُ، حَيْثُ قَالَ‏:‏ كُلُّ شَيْءٍ خُلِقَ مِنَ الْمَاءِ، فَهَذَا جَوَابٌ خَرَجَ عَلَى سُؤَالٍ بِعَيْنِهِ، لاَ أَنَّ كُلَّ شَيْءٍ خُلِقَ مِنَ الْمَاءِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مَخْلُوقًا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2559: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, Ishak bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Abu Amir Al Aqadi mengabarkan kepada kami, Hammam bin Yahya menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Abu Maimunah465, dari Abi Hurairah, dia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya jika aku melihat dirimu, jiwaku menjadi tenteram dan mataku menjadi sejuk. Beritahukanlah aku segala perkara.” Beliau pun bersabda, “Segala sesuatu tercipta dari air.” Abu Hurairah berkata lagi, “Beritahukanlah kepadaku sesuatu yang seandainya aku lakukan maka aku pasti masuk surga.” Beliau bersabda, “Berikanlah makanan, tebarkan salam, eratkan silaturrahim, dan dirikanlah shalat pada malam hari sewaktu orang-orang tengah tertidur, maka kamu akan masuk surga dengan selamat.” 466 [2:1] Abu Hatim berkata: Perkataan Abu Hurairah, “Beritahukanlah aku segala sesuatu” maksudnya adalah segala sesuatu yang tercipta dari air. Bukti kebenaran hadis ini adalah jawaban dari Al Musthafa Rasulullah kepada Abu Hurairah ketika beliau bersabda, “Segala sesuatu tercipta dari air.” Jawaban ini timbul sesuai pertanyaannya, bukan karena segala sesuatu tercipta dari air, meskipun itu bukanlah makhluk.