Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 1518

صحيح ابن حبان 1518: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ الْحَنَفِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ‏:‏ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ بَيْضَاءُ حَيَّةٌ، ثُمَّ يَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِي فَيَأْتِيهَا وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1518: Abu Ya’la telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ubaidillah bin Abdul Majid Al Hanafi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Ibnu Abu Dzibu telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik, Sesunggunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Ashar ketika matahari masih berwarna putih menyilaukan. Maka, pergilah seseorang yang pergi (di antara kami) ke tempat-tempat tinggi, kemudian ia sampai ketempat yang tinggi dan matahari masih tinggi (belum sampai waktu Magrib).” 482 [7:5]

Shahih Ibnu Hibban 1503

صحيح ابن حبان 1503: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ عَوْفٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو الْمِنْهَالِ، قَالَ‏:‏ انْطَلَقَ أَبِي وَانْطَلَقْتُ مَعَهُ، فَدَخَلْنَا عَلَى أَبِي بَرْزَةَ، فَقَالَ لَهُ أَبِي‏:‏ حَدِّثْنَا كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْمَكْتُوبَةَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ كَانَ يُصَلِّي الْهَجِيرَ الَّتِي تَدْعُونَهَا الْأُولَى حِينَ تَدْحَضُ الشَّمْسُ، وَيُصَلِّي الْعَصْرَ، ثُمَّ يَرْجِعُ أَحَدُنَا إِلَى رَحْلِهِ فِي أَقْصَى الْمَدِينَةِ، قَالَ‏:‏ وَنَسِيتُ مَا قَالَ فِي الْمَغْرِبِ، قَالَ‏:‏ وَكَانَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يُؤَخِّرَ الْعِشَاءَ الَّتِي تَدْعُونَهَا الْعَتَمَةَ، وَكَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا، وَكَانَ يَنْفَتِلُ مِنْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حِينَ يَعْرِفُ الرَّجُلُ جَلِيسَهُ، وَكَانَ يَقْرَأُ بِالسِّتِّينَ إِلَى الْمِائَةِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1503: Abu Ya’la telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Isma’il bin Ulayyah telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Auf, ia berkata, Abu Al Minhal telah menceritakan kepadaku, ia berkata, Aku dan Ayahku keluar menuju rumah Abu Barzah, pada saat kami masuk rumah Abu Barzah, Ayahku berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepada kami bagaimana cara Rasulullah mengerjakan shalat fardhu?”. Abu Barzah berkata, “Nabi mengerjakan shalat Zhuhur yang (Al Hajiir Allatii) 460 Anda namakan dengan Al- Uula “ Shalat pertama” ialah ketika matahari tergelincir ke barat461. Ia shalat Ashar, kemudian462 salah seorang dari kami kembali dari perjalanannya ke ujung kota463, sedangkan matahari masih terasa panasnya. (Sayyar lupa ucapannya tentang shalat Maghrib). Nabi suka mengundurkan shalat Isya’ yang kamu namakan Atamah hingga sepertiga malam. Kemudian ia berkata, “Hingga separuh malam.’ ’Rasulullah tidak suka tidur sebelum shalat Isya dan tidak suka bercakap-cakap sesudahnya. Selesai shalat Shubuh ketika seseorang telah mengenal orang yang duduk di sampingnya. Sedangkan, Nabi membaca dalam shalat itu sebanyak 60 hingga 100 ayat” 464[27:1]

Shahih Ibnu Hibban 1519

صحيح ابن حبان 1519: أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ مَوْهَبٍ، حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسٍ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي الْعَصْرَ، وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ، فَيَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِي، فَيَأْتِي الْعَوَالِي وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1519: Ibnu Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, Yazid bin Mauhab telah menceritakan kepada kami, Al Laits telah menceritakan kepadaku sebuah hadis dari Ibnu Syihab dari Anas, “Sesunggunya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Ashar ketika matahari masih tinggi dan menyilaukan. Maka, pergilah seseorang yang pergi (di antara kami) ke tempat-tempat tinggi, kemudian ia sampai ketempat yang tinggi dan matahari masih tinggi (belum sampai waktu Maghrib).” 483 [7:5]

Shahih Ibnu Hibban 1504

صحيح ابن حبان 1504: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ الْحَرَّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ، فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1504: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, Al Qa’bani telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdul Aziz bin Muhammad telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Al Ala dari ayahnya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya panas menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam, maka tunaikanlah shalat sewaktu (matahari) lebih dingin”465. [8:4]

Shahih Ibnu Hibban 1520

صحيح ابن حبان 1520: أَخْبَرَنَا ابْنُ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرِو بْنُ الْحَارِثِ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي صَلاَةَ الْعَصْرِ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ، فَيَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِي فَيَأْتِي الْعَوَالِي وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1520: Ibnu Salam telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hannalah bin Yahya telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Wahab telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Amr bin Al Harits telah menceritakan kepadaku sebuah hadis dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik, “Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Ashar ketika matahari masih tinggi dan menyilaukan. Maka, pergilah seseorang yang pergi (di antara kami) ke tempat-tempat tinggi, kemudian ia sampai ketempat yang tinggi dan matahari masih tinggi (belum sampai waktu Maghrib).” 484 [7:5]

Shahih Ibnu Hibban 1505

صحيح ابن حبان 1505: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الأَزْرَقُ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ بَيَانَ بْنِ بِشْرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ‏:‏ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الظُّهْرِ بِالْهَاجِرَةِ، وَقَالَ لَنَا‏:‏ أَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1505: Muhammad bin Abdurrahman As-Sami telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Yusuf Al Azraqi telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Syarik dari Bayan bin Bisyr dari Qais bin Abu Hazim dari Al Mughirah bin Syu’bah, ia berkata, Kami shalat Zhuhur bersama Rasulullah pada tengah hari setelah tergelincirnya matahari, kemudian beliau berkata kepada kami, “Tundalah shalat hingga udara dingin, karena panas yang menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam”466 [8:4]

Shahih Ibnu Hibban 1506

صحيح ابن حبان 1506: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1506: Abdullah bin Muhammad Al Azdi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ma’mar telah mengabarkan kepada kami sebuah hadis dari Az-Zuhri dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika panas menyengat, tundalah shalat hingga udara dingin, karena panas yang menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam”.467[8:4]

Shahih Ibnu Hibban 1507

صحيح ابن حبان 1507: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ مَوْهَبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، وَأَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنِ الصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1507: Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Yazid bin Mawhab telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Laits telah menceritakan kepadaku sebuah hadis dari Ibnu Syihab dari Sa’id bin Musayab dan Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika panas menyengat, tundalah shalat hingga udara dingin, karena panas yang menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam”.468 [95:1]

Shahih Ibnu Hibban 1508

صحيح ابن حبان 1508: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ بَيَانَ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بِالْهَاجِرَةِ، فَقَالَ‏:‏ أَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ تَفَرَّدَ بِهِ إِسْحَاقُ الأَزْرَقُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1508: Muhammad bin Abdurrahman As-Sami telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami, ia berkata. Ishaq bin Yusuf telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syarik telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Bayan dari Qais bin Hazim dari Al Mughirah bin Syu’bah, ia berkata, Kami shalat Zhuhur bersama Rasulullah pada tengah hari setelah tergelincirnya matahari, kemudian ia berkata, “Tundalah shalat hingga udara dingin, karena panas yang menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam.”469 [95:1]

Shahih Ibnu Hibban 1509

صحيح ابن حبان 1509: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو الْحَسَنِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّهُ سَمِعَ أَبَا ذَرٍّ، يَقُولُ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَأَرَادَ الْمُؤَذِّنُ أَنْ يُؤَذِّنَ بِالظُّهْرِ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَبْرِدْ، ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يُؤَذِّنَ، فَقَالَ لَهُ‏:‏ أَبْرِدْ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا، حَتَّى رَأَيْنَا فَيْءَ التُّلُولِ، وَقَالَ‏:‏ إِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ، فَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ أَبُو الْحَسَنِ عُبَيْدُ بْنُ الْحَسَنِ مُهَاجِرٌ كُوفِيٌّ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1509: Al Fadhl Ibnu Hubbab Al Jumahi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Al Walid Ath-Thayalisi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Al Hasan telah menceritakan kepadaku, ia berkata, “Aku mendengar Zaid bin Wahab berkata bahwa ia telah mendengar Abu Dzar berkata, Kami bersama Rasulullah dalam suatu perjalanan, lalu muadzin hendak mengumandangkan adzan untuk shalat Zhuhur. Lalu Nabi bersabda, “(Tunggulah hingga) dingin. Kemudian muadzin itu hendak mengumandangkan adzan kembali, lalu Nabi bersabda, “(Tunggulah hingga) dingin”. sebanyak dua atau tiga kali, sehingga kami melihat bayang-bayang tumpukan tanah atau pasir. Nabi bersabda, “Sesungguhnya panas yang amat sangat terik (menyengat) adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam. Maka Apabila panas sudah sangat menyengat, maka tundalah shalat hingga udara dingin ”470 [95:1] Abu Hatim RA berkata, “Abu Al Hasan adalah Ubaid bin Al Hasan471 Muhajir dari Kuffah.