Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 1505

صحيح ابن حبان 1505: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الأَزْرَقُ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ بَيَانَ بْنِ بِشْرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ‏:‏ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الظُّهْرِ بِالْهَاجِرَةِ، وَقَالَ لَنَا‏:‏ أَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1505: Muhammad bin Abdurrahman As-Sami telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Yusuf Al Azraqi telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Syarik dari Bayan bin Bisyr dari Qais bin Abu Hazim dari Al Mughirah bin Syu’bah, ia berkata, Kami shalat Zhuhur bersama Rasulullah pada tengah hari setelah tergelincirnya matahari, kemudian beliau berkata kepada kami, “Tundalah shalat hingga udara dingin, karena panas yang menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam”466 [8:4]

Shahih Ibnu Hibban 1506

صحيح ابن حبان 1506: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1506: Abdullah bin Muhammad Al Azdi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ma’mar telah mengabarkan kepada kami sebuah hadis dari Az-Zuhri dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika panas menyengat, tundalah shalat hingga udara dingin, karena panas yang menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam”.467[8:4]

Shahih Ibnu Hibban 1507

صحيح ابن حبان 1507: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ مَوْهَبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، وَأَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنِ الصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1507: Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Yazid bin Mawhab telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Laits telah menceritakan kepadaku sebuah hadis dari Ibnu Syihab dari Sa’id bin Musayab dan Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika panas menyengat, tundalah shalat hingga udara dingin, karena panas yang menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam”.468 [95:1]

Shahih Ibnu Hibban 1508

صحيح ابن حبان 1508: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ بَيَانَ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بِالْهَاجِرَةِ، فَقَالَ‏:‏ أَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ تَفَرَّدَ بِهِ إِسْحَاقُ الأَزْرَقُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1508: Muhammad bin Abdurrahman As-Sami telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami, ia berkata. Ishaq bin Yusuf telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syarik telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Bayan dari Qais bin Hazim dari Al Mughirah bin Syu’bah, ia berkata, Kami shalat Zhuhur bersama Rasulullah pada tengah hari setelah tergelincirnya matahari, kemudian ia berkata, “Tundalah shalat hingga udara dingin, karena panas yang menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam.”469 [95:1]

Shahih Ibnu Hibban 1509

صحيح ابن حبان 1509: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو الْحَسَنِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ، يَقُولُ‏:‏ إِنَّهُ سَمِعَ أَبَا ذَرٍّ، يَقُولُ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَأَرَادَ الْمُؤَذِّنُ أَنْ يُؤَذِّنَ بِالظُّهْرِ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَبْرِدْ، ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يُؤَذِّنَ، فَقَالَ لَهُ‏:‏ أَبْرِدْ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا، حَتَّى رَأَيْنَا فَيْءَ التُّلُولِ، وَقَالَ‏:‏ إِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ، فَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ أَبُو الْحَسَنِ عُبَيْدُ بْنُ الْحَسَنِ مُهَاجِرٌ كُوفِيٌّ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1509: Al Fadhl Ibnu Hubbab Al Jumahi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Al Walid Ath-Thayalisi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Al Hasan telah menceritakan kepadaku, ia berkata, “Aku mendengar Zaid bin Wahab berkata bahwa ia telah mendengar Abu Dzar berkata, Kami bersama Rasulullah dalam suatu perjalanan, lalu muadzin hendak mengumandangkan adzan untuk shalat Zhuhur. Lalu Nabi bersabda, “(Tunggulah hingga) dingin. Kemudian muadzin itu hendak mengumandangkan adzan kembali, lalu Nabi bersabda, “(Tunggulah hingga) dingin”. sebanyak dua atau tiga kali, sehingga kami melihat bayang-bayang tumpukan tanah atau pasir. Nabi bersabda, “Sesungguhnya panas yang amat sangat terik (menyengat) adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam. Maka Apabila panas sudah sangat menyengat, maka tundalah shalat hingga udara dingin ”470 [95:1] Abu Hatim RA berkata, “Abu Al Hasan adalah Ubaid bin Al Hasan471 Muhajir dari Kuffah.

Shahih Ibnu Hibban 1510

صحيح ابن حبان 1510: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ، مَوْلَى أَسْوَدَ بْنِ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَمُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِذَا كَانَ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ‏.‏ وَذُكِرَ‏:‏ أَنَّ النَّارَ اشْتَكَتْ إِلَى رَبِّهَا، فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ‏:‏ نَفْسٍ فِي الشِّتَاءِ، وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1510: Umar bin Sa’id bin Sinan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ahmad bin Abu Bakar telah mengabarkan kepada kami sebuah hadis dari Malik dari Abdullah bin Yazid hamba sahaya Aswad bin Sufyan dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika cuaca sedang panas, tundalah shalat hingga udara dingin, karena panas yang menyengat adalah berasal dari hembusan api neraka Jahannam. Dan disebutkan bahwa neraka mengadu kepada Tuhannya seraya berkata, “Wahai Tuhanku, sebagianku memakan sebagian yang lain” Lalu Tuhan mengizinkannya dua napas, napas pada musim dingin dan napas pada musim panas. Yaitu, suhu yang kamu dapati sangat panas dan suhu yang kamu dapati sangat dingin” 472 [95:1]

Shahih Ibnu Hibban 1511

صحيح ابن حبان 1511: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ الْحَارِثِ الْمُحَارِبِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي إِيَاسُ بْنُ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْسَ لِلْحِيطَانِ فَيْءٌ يُسْتَظَلُّ بِهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1511: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Walid Ath-Thayalisi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ya’la bin Al Harits Al Muharibi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Iyas bin Salamah bin Al Akwa telah menceritakan kepadaku sebuah hadis dari Ayahnya, ia berkata, “Kami mengerjakan shalat jum’at bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu tembok tidak ada bayangan untuk berteduh.” 473 [7:5]

Shahih Ibnu Hibban 1512

صحيح ابن حبان 1512: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا وَكِيعٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ الْحَارِثِ الْمُحَارِبِيُّ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ إِيَاسَ بْنَ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ، يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ كُنَّا نُجَمِّعُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ، ثُمَّ نَرْجِعُ نَتَتَبَّعُ الْفَيْءَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1512: Abdullah bin Muhammad Al Azdi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Waki telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ya’la bin Al Harits Al Muharibi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Aku mendengar Iyas bin Salamah bi Al Akwa telah menceritakan sebuah hadis dari ayahnya, ia berkata, “Kami berkumpul bersama Nabi pada saat matahari telah tergelincir (condong ke barat) kemudian kami pulang, beijalan sambil mencari tempat teduh.” 474 [7:5]

Shahih Ibnu Hibban 1513

صحيح ابن حبان 1513: أَخْبَرَنَا الْمُفَضَّلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْجَنَدِيُّ بِمَكَّةَ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجُمُعَةَ ثُمَّ نَرْجِعُ فَنُرِيحُ نَوَاضِحَنَا فَقُلْتُ‏:‏ أَيَّةُ سَاعَةٍ تِلْكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ زَوَالُ الشَّمْسِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1513: Al Mufadhal bin Muhammad bin Ibrahim Al Janadi di kota Makkah telah mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Ali Al Hulwani telah menceritakan kepada kami, Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ayyasy telah menceritakan kepada kami, Ja’far bin Muhammad telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Ayahnya dari Jabir, ia berkata, “Kami melaksanakan shalat jumat bersama Nabi kemudian kami pulang dan memberi istirahat kepada unta-unta kami. Kemudian aku berkata, “Pada saat apa kita mengerjakan itu (shalat jum’at)?”. Ia menjawab, “Pada saat tergelincirnya matahari.”475 [7:5]

Shahih Ibnu Hibban 1482

صحيح ابن حبان 1482: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ الْبَرَاءِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا بَقِيتَ فِي قَوْمٍ يُؤَخِّرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا قَالَ‏:‏ كَيْفَ أَفْعَلُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا، فَإِذَا أَدْرَكْتَهُمْ لَمْ يُصَلُّوا فَصَلِّ مَعَهُمْ، وَلاَ تَقُلْ إِنِّي قَدْ صَلَّيْتُ فَلاَ أُصَلِّي‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1482: Muhammad bin Umar bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Ayyub dari Abu Al Aliyah Al Barra dari Abdullah bin Ash-Shamit dari Abu Dzarr dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, Bagaimana (sikapmu) jika kamu berada di sebuah kaum yang selalu mengakhirkan shalat dari waktunya?” Abu Dzarr berkata, Bagaimana aku bersikap?. Beliau bersabda, “Laksanakan shalat pada waktunya Maka apabila kamu mendapatkan mereka belum melaksanakan shalat (lalu mereka melaksanakan shalat), maka shalatlah bersama mereka. Kamu jangan katakan, ’Sungguh, aku telah melaksanakan shalat. Maka aku tidak akan shalat (bersama kalian)’. ”431 [69:3]