Skip to main content

Shahih Ibnu Hibban 1577

صحيح ابن حبان 1577: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَرَوِيُّ، وَابْنُ خُزَيْمَةَ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَرْمَلَةَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ، عَنِ السَّجْدَتَيْنِ اللَّتَيْنِ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّيهِمَا بَعْدَ الْعَصْرِ فِي بَيْتِهَا، فَقَالَتْ‏:‏ كَانَ يُصَلِّيهِمَا بَعْدَ الظُّهْرِ، وَإِنَّهُ شُغِلَ عَنْهُمَا فَصَلاَّهُمَا بَعْدَ الْعَصْرِ، ثُمَّ أَثْبَتَهُمَا وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلاَةً أَثْبَتَهَا‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ هَاجَكَ مِنَ الْعُبَّادِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1577: Abdullah bin Muhammad Al Harwi dan Ibnu Khuzaimah telah mengabarkan kepada kami, keduanya berkata, Ali bin Hajar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ismail bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Abu Harmalah telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Abu Salamah, “Abu Salamah bertanya kepada Aisyah RA tentang shalat dua sujud (dua raka’at, – penerj) yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesudah shalat Ashar di rumah Aisyah. Aisyah menjawab, “Biasanya beliau melakukan dua raka’at tersebut setelah Zhuhur, kemudian karena ia sibuk (atau lupa), maka ia melakukannya setelah shalat Ashar. Lalu beliau menetapkannya. Kebiasaan beliau adalah jika melakukan shalat tertentu (sunnah), beliau menetapkannya.” 563 [8:2] Abu Hatim RA berkata, Abdullah bin Muhammad bin Hajik adalah seorang hamba sahaya.

Shahih Ibnu Hibban 1562

صحيح ابن حبان 1562: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ يِسَافٍ، عَنْ وَهْبِ بْنِ الأَجْدَعِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ لاَ يُصَلَّى بَعْدَ الْعَصْرِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ الشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1562: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ya’qub Ad-Dauraqi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Jarir telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Manshur dari Hilal bin Yisaf dari Wahab bin Ajda’ dari Ali bin Abu Thalib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidak diperbolehkan shalat setelah Ashar, kecuali jika matahari masih tinggi”544 [8:2]

Shahih Ibnu Hibban 1578

صحيح ابن حبان 1578: أَخْبَرَنَا ابْنُ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ، قَالَتْ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ خُذُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا، وَكَانَ أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَدْوَمَهَا، وَإِنْ قَلَّ، كَانَ إِذَا صَلَّى صَلاَةً دَاوَمَ عَلَيْهَا يَقُولُ أَبُو سَلَمَةَ‏:‏ قَالَ اللَّهُ‏:‏ ‏{‏الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاَتِهِمْ دَائِمُونَ‏}‏‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا مِنَ الأَلْفَاظِ الَّتِي لاَ يُحِيطُ عِلْمُ الْمُخَاطَبِ بِهَا فِي نَفْسِ الْقَصْدِ إِلاَّ بِهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1578: Ibnu Salm565 telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Awza’i telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Abu Katsir telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Salamah bin Abdurrahman telah berkata kepadaku, ia berkata, Aisyah telah berkata kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Kerjakanlah amalan menurut kemampuan kalian, karena Allah tidak pernah merasa bosan (terhadap amal kebaikan kalian, -penerj) hingga kalian sendiri yang bosan”. Dan, shalat (sunnah) yang paling dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang dilakukan secara kontinyu, meskipun hanya sedikit. Apabila beliau melakukan suatu shalat (sunnah), maka beliau melakukannya secara kontinu.” Abu Salamah berkata, “Allah SWT berfirman, ‘Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya’. ”(Qs. Al Ma’aarij (70) :23) [8:2] Abu Hatim berkata, “Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah tidak pernah merasa bosan, hingga kalian sendiri yang merasa bosan”termasuk dari jenis lafaz yang maksudnya tidak bisa dipahami oleh pengetahuan audien, kecuali dengan hal ini.” 567

Shahih Ibnu Hibban 1563

صحيح ابن حبان 1563: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، وَوَصِيفُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ، بِأَنْطَاكِيَةَ قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَسَدُ بْنُ مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَيْسِ بْنِ قَهْدٍ‏:‏ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ، وَلَمْ يَكُنْ رَكَعَ رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ، فَلَمَّا سَلَّمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ يَرْكَعُ رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ فَلَمْ يُنْكِرْ ذَلِكَ عَلَيْهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1563: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah dan Washif bin Abdullah Al Hafiz keduanya mengabarkan kepada kami ketika di Anthakiyah, keduanya berkata, Asad bin Musa telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Laits bin Sa’ad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari ayahnya dari kakeknya yang bernama Qais bin Qahd545 bahwa dia shalat Shubuh bersama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan dia belum melakukan shalat sunnah fajar. Lalu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah salam, dia kembali berdiri melakukan shalat sunnah fajar, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat apa yang dilakukannya, namun beliau tidak memberikan penolakan atas apa yang telah dikerjakannya” 546 [8:2J

Shahih Ibnu Hibban 1579

صحيح ابن حبان 1579: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حُصَيْنُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ سِرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ‏:‏ لَوْ عَرَّسْتَ بِنَا يَا رَسُولَ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَخَافُ أَنْ تَنَامُوا عَنِ الصَّلاَةِ، فَقَالَ بِلاَلٌ‏:‏ أَنَا أُوقِظُكُمْ، فَاسْتَنَدَ إِلَى رَاحِلَتِهِ، وَاسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ، فَقَالَ‏:‏ يَا بِلاَلُ، أَيْنَ مَا قُلْتَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أُلْقِيَتْ عَلَيَّ نَوْمَةٌ مَا نِمْتُ مِثْلَهَا قَطُّ، قَالَ‏:‏ قُمْ فَأَذِّنِ النَّاسَ بِالصَّلاَةِ، فَلَمَّا طَلَعَتِ الشَّمْسُ وَابْيَضَّتْ، قَامَ فَصَلَّى بِهِمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1579: Umar bin Muhammad Al Hamdani telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ibrahim bin Said Al Jauhari telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Fudhail telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hushain bin Abdurrahman telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Abdullah bin Abu Qatadah dari ayahnya, ia berkata, Kami berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu sebagian kaum berkata, “Alangkah nikmatnya seandainya kita beristirahat dahulu wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Aku khawatir kalian tertidur dari shalat” Bilal berkata, “Aku akan membangunkan kalian.” Bilal menyandarkan punggungnya ke kendaraannya (kemudian kedua matanya mengantuk, dan ia tertidur, -penerj). Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun pada saat matahari telah terbit, lalu beliau bersabda, “Wahai Bilal, mana yang kamu katakan?“. Ia menjawab,’ “Aku tertidur nyenyak sekali, belum pernah aku mengalami tidur seperti ini”. Beliau bersabda, “Hai Bilal, berdirilah dan berazdanlah untuk memanggil orang-orang untuk mengerjakan shalat. 568 “ Ketika, matahari naik dan putih, beliau berdiri lalu melakukan shalat bersama para sahabat.” 569 [8:5]

Shahih Ibnu Hibban 1564

صحيح ابن حبان 1564: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الأَسْوَدِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةً، فَلَمَّا قَضَى صَلاَتَهُ إِذَا هُوَ بِرَجُلَيْنِ فِي مُؤَخَّرِ النَّاسِ، فَأَمَرَ فَجِيءَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا، فَقَالَ لَهُمَا‏:‏ مَا حَمَلَكُمَا عَلَى أَنْ لاَ تُصَلِّيَا مَعَنْا قَالاَ‏:‏ يَا نَبِيَّ اللهِ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا، ثُمَّ أَقْبَلْنَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا ثُمَّ أَدْرَكْتُمَا الصَّلاَةَ، فَصَلِّيَا، فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1564: Al Fadhl bin Al Hubbab telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ya’la bin Atha telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Jabir bin Yazid bin Al Aswad dari ayahnya, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat. Setelah beliau selesai shalat, beliau menemukan dua orang di belakang barisan jama’ah tidak ikut shalat. Beliau memanggil kedua orang itu, lalu keduanya dihadapkan dengan tubuh gemetaran. Beliau bertanya kepada mereka, “Apa yang menghalangimu sehingga tidak ikut shalat bersama kami ?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, kami telah mengerjakan shalat dalam perjalanan kami”. Beliau bersabda, “Janganlah kalian berdua berbuat demikian, bila kalian berdua telah mengerjakan shalat di perjalanan, kemudian kalian masih bisa menemukan shalat (karena waktu shalat yang telah dikerjakan masih ada, penerj), maka shalatlah kalian berdua, karena hal itu menjadi sunah bagi kalian berdua.”547 [8:2]

Shahih Ibnu Hibban 1580

صحيح ابن حبان 1580: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْجُعْفِيُّ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ‏:‏ سِرْنَا ذَاتَ لَيْلَةٍ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْنَا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، لَوْ أَمْسَسْنَا الأَرْضَ، فَنِمْنَا وَرَعَتْ رَكَائِبُنَا، قَالَ‏:‏ فَمَنْ يَحْرُسُنَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ قُلْتُ‏:‏ أَنَا، فَغَلَبَتْنِي عَيْنِي، فَلَمْ يُوقِظْنِي إِلاَّ وَقَدْ طَلَعَتِ الشَّمْسُ، وَلَمْ يَسْتَيْقِظْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِلاَّ بِكَلاَمِنَا، قَالَ‏:‏ فَأَمَرَ بِلاَلاً فَأَذَّنَ، ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى بِنَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1580: Abu Ya’la telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Bakar bin Abu Syaibah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Husain bin Ali Al Ju’fi telah mengabarkan kepada kami sebuah hadis dari Za’idah dari Simak dari Al Qasim bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, Pada suatu malam, kami berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kami berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah nimatnya seandainya kita berbaring570di tanah ini, tidur melepas lelah dan mengistirahatkan hewan tunggangan kita.”Beliau berkata, “Lalu siapa yang akan menjaga kita?” Abdullah bin Mas’ud berkata, “Aku”. Kemudian aku tertidur dan bangun pada saat matahari telah terbit, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak bangun kecuali oleh bisingnya ucapan kami. Ia berkata, “Kemudian Rasulullah memerintahkan Bilal, lalu Bilal mengumandangkan adzan dan beliau shalat bersama kami” 571 [8:5]

Shahih Ibnu Hibban 1565

صحيح ابن حبان 1565: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ الدُّولاَبِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الأَسْوَدِ الْعَامِرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّتَهُ، فَصَلَّيْتُ مَعَهُ صَلاَةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ مِنْ مِنًى، فَلَمَّا قَضَى صَلاَتَهُ إِذَا رَجُلاَنِ فِي آخِرِ النَّاسِ لَمْ يُصَلِّيَا، فَأُتِيَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا، فَقَالَ‏:‏ مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنْا‏؟‏ قَالاَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، كُنَّا قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا، قَالَ‏:‏ فَلاَ تَفْعَلاَ، إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا، ثُمَّ أَتَيْتُمَا مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ، فَصَلِّيَا مَعَهُمْ، فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ‏.‏قَالَ الشَّيْخُ‏:‏ قَوْلُهُ فَلاَ تَفْعَلاَ لَفْظَةُ زَجْرٍ مُرَادُهَا ابْتِدَاءُ أَمْرٍ مُسْتَأْنَفٍ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1565: Ahmad bin Ali bin Mutsanna telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Shabah Ad-Dulabi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Husyaim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ya’la bin Atha telah mengabarkan kepada kami sebuah hadis dari Jabir bin Yazid bin Al Aswad Al Amiri dari ayahnya, ia berkata, “Aku telah menyaksikan hajinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan aku mengerjakan shalat Shubuh bersama beliau di Masjid Al Khaif di Mina. Pada saat beliau telah selesai shalat, beliau mendapatkan dua orang di belakang barisan jama’ah tidak ikut shalat. Beliau memanggil kedua orang itu, lalu keduanya dihadapkan dengan tubuh gemetaran. Beliau bertanya kepada mereka, “Apa yang menghalangimu sehingga tidak ikut shalat bersama kami?”. Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, kami telah mengerjakan shalat dalam peijalanan kami”. Beliau bersabda, “Janganlah kalian berdua berbuat demikian, bila kalian berdua telah mengerjakan shalat di perjalanan, kemudian kalian berdua mendatangi masjid yang sedang dilaksanakan shalat berjamaah, maka shalatlah kalian berdua bersama mereka, karena hal itu menjadi sunnah bagi kalian berdua”548 [8:2] Asy-Syaikh berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian berdua berbuat demikian”, adalah lafazh sanggahan namun bertujuan perintah.

Shahih Ibnu Hibban 1566

صحيح ابن حبان 1566: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ لاَ يَتَحَرَّ أَحَدُكُمْ فَيُصَلِّي عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَلاَ عِنْدَ غُرُوبِهَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1566: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Qa’nabi telah menceritakan kepada kami sebuah hadis dari Malik dari Nafi’ dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda, “Janganlah seorang di antara kalian memilih waktu hingga akhirnya shalat pada saat matahari terbit atau ketika matahari sedang terbenam” 549 [8:2]

Shahih Ibnu Hibban 1567

صحيح ابن حبان 1567: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبِي، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا بَرَزَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَأَمْسِكُوا عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى يَسْتَوِيَ، فَإِذَا غَابَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَأَمْسِكُوا عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى يَغِيبَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1567: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Bundar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin Urwah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayahku telah menceritakan kepadaku sebuah hadis dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apabila pinggiran matahari telah kelihatan, maka tangguhkanlah shalat sampai matahari naik sejajar. Dan apabila pinggiran matahari mulai terbenam, maka tangguhkanlah shalat sampai terbenam’. 550 [8:2]