Skip to main content

Mustadrak Hakim 334

المستدرك 334: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، أَنْبَأَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ، أَنْبَأَ ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، وَحدثنا أَبُو النَّصْرِ مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ الْفَقِيهُ، وَاللَّفْظُ لَهُ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، أَخْبَرَنِي رَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَمِيرَةَ، أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ، لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ، قَالُوا: يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَوْصِنَا، قَالَ: أَجْلِسُونِي، ثُمَّ قَالَ: إِنَّ الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ مَكَانَهُمَا مَنِ الْتَمَسَهُمَا وَجَدَهُمَا، قَالَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، وَالْتَمِسُوا الْعِلْمَ عِنْدَ أَرْبَعَةِ رَهْطٍ: عِنْدَ عُوَيْمِرٍ أَبِي الدَّرْدَاءِ، وَعِنْدَ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ، وَعِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، وَعِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «إِنَّهُ عَاشِرُ عَشَرَةٍ فِي الْجَنَّةِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَيَزِيدُ بْنُ عَمِيرَةَ السَّكْسَكِيُّ صَاحِبُ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ وَقَدْ شَهِدَ مَكْحُولٌ الدِّمَشْقِيُّ لِيَزِيدَ بِذَلِكَ، وَهُوَ مِمَّا يَسْتَشْهِدُ مَكْحُولٌ عَنْ يَزِيدَ مُتَابَعَةً لِأَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ»

Al Mustadrak 334: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam memberitakan (kepada kami), Ibnu Wahab memberitakan (kepada kami), Mu’awiyah bin Shalih mengabarkan kepadaku. Abu An-Nadhr Muhammad bin Muhammad bin Yusuf Al Faqih menceritakan kepada kami dengan redaksinya, Utsman bin Sa’id Ad-Darimi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Shalih menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepadaku, Rabi’ah bin Yazid mengabarkan kepadaku dari Abu Idris Al Khaulani, dari Yazid bin Umairah, bahwa ketika Mu’adz bin Jabal telah dekat ajalnya, mereka berkata, ”Wahai Abu Abdurrahman, berilah kami wasiat.” Dia lalu berkata, ”Dudukkanlah aku.” Kemudian dia berkata, “Sesungguhnya ilmu dan iman itu ada pada tempatnya, maka barangsiapa mencarinya, dia akan menemukannya.” Dia berkata demikian sebanyak tiga kali. (Dia berkata lagi), “Juga carilah ilmu pada empat orang (yaitu): Uwaimir Abu Ad-Darda’, Salman Al Farisi, Abdullah bin Mas’ud, dan Abdullah bin Salam, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya dia (Abdullah bin Salam) merupakan yang kesepuluh di antara sepuluh (sahabat) yang (dijamin) masuk surga” Hadis shahih ini sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim. Yazid bin Umairah As-Saksaki adalah sahabat Mu’adz bin Jabal. Makhul Ad-Dimasyqi telah menyaksikan (mengakui) bahwa Yazid memang demikian. Dialah yang meriwayatkan dari Yazid sebuah hadis sebagai syahid terhadap riwayat Abu Idris Al Khaulani.

Mustadrak Hakim 335

المستدرك 335: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، أَنْبَأَ الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ مَزْيَدٍ الْبَيْرُوتِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ شَابُورَ، حَدَّثَنِي النُّعْمَانُ بْنُ الْمُنْذِرِ، عَنْ مَكْحُولٍ، قَالَ: وَجِعَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ يَوْمًا وَعِنْدَهُ يَزِيدُ بْنُ عَمِيرَةَ الزُّبَيْدِيُّ فَبَكَى عَلَيْهِ يَزِيدُ، فَقَالَ لَهُ مُعَاذٌ: مَا يُبْكِيكَ؟ قَالَ: يُبْكِينِي مَا كُنْتُ أَسْأَلُكَ كُلَّ يَوْمٍ يَنْقَطِعُ عَنِّي، فَقَالَ مُعَاذٌ: «إِنَّ الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ بَشَّاشَانِ قُمْ فَالْتَمِسْهُمَا» قَالَ يَزِيدُ: وَعِنْدَ مَنْ أَلْتَمِسُهُمَا؟ فَقَالَ مُعَاذٌ: ” عِنْدَ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ: عِنْدَ عُوَيْمِرٍ أَبِي الدَّرْدَاءِ، وَعِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، وَعِنْدَ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ، وَعِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ، فَإِنَّهُ كَانَ يُقَالُ: إِنَّهُ عَاشِرُ عَشَرَةٍ فِي الْجَنَّةِ ” قَالَ يَزِيدُ: فَقُلْتُ: وَعِنْدَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، فَقَالَ: «لَا تَسْأَلْهُ عَنْ شَيْءٍ فَإِنَّهُ عَنْكَ مَشْغُولٌ» . وَقَدْ رَوَى الزُّهْرِيُّ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ طَرَفًا مِنْ هَذَا الْحَدِيثِ

Al Mustadrak 335: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Al Walid bin Mazid Al Bairuti memberitahukan (kepada kami), Muhammad bin Syu’aib bin Syabur menceritakan kepada kami, An-Nu’man bin Al Mundzir menceritakan kepadaku dari Makhul, dia berkata: Suatu hari Mu’adz merasa sakit, dan di sampingnya ada Yazid bin Umairah Az-Zubaidi. Yazid menangisi Mu’adz, maka Mu’adz bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Yazid menjawab, “Aku menangisimu karena aku selalu bertanya kepadamu tentang segala hal setiap hari dan tidak pernah berhenti.” Mu’adz lalu berkata, “Sesungguhnya ilmu dan iman selalu bersama, maka berdirilah dan carilah keduanya.” Yazid lalu bertanya, “Kepada siapakah aku harus mencarinya?” Mu’adz menjawab, “Kepada empat orang (yaitu) Uwaimir Abu Ad-Darda’, Abdullah bin Mas’ud, Salman Al Farisi, dan Abdullah bin Salam, karena telah disabdakan (Oleh Nabi ) bahwa dia (Abdullah bin Salam) merupakan orang yang kesepuluh dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.” Yazid lalu bertanya, “Juga kepada Umar bin Khaththab?” Mu’adz menjawab, “Jangan kamu bertanya apa pun kepadanya, karena dia orang yang sibuk.” Az-Zuhri telah meriwayatkan beberapa bagian hadis ini dari Abu Idris:

Mustadrak Hakim 336

المستدرك 336: حَدَّثَنَاهُ عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، ثنا عُبَيْدُ بْنُ شَرِيكٍ، ثنا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ، ثنا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، ثنا ابْنُ عَجْلَانَ، حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: الْعِلْمُ وَالْإِيمَانُ مَكَانَهُمَا مَنِ ابْتَغَاهُمَا وَجَدَهُمَا “

Al Mustadrak 336: Ali bin Hamsyad Al Adl menceritakan kepada kami, Ubaid bin Syarik menceritakan kepada kami, Nu’aim bin Hammad menceritakan kepada kami, Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, Ibnu Ajian menceritakan kepada kami, Ibnu Syihab menceritakan kepadaku dari Abu Idris Al Khaulani, dari Mu’adz bin Jabal , dia berkata, “Ilmu dan iman ada tempatnya, maka barangsiapa mencarinya, pasti akan menemukannya.”

Mustadrak Hakim 321

المستدرك 321: أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَاتِمٍ الدَّارَبَرْدِيُّ، بِمَرْوٍ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى الْقَاضِي، ثنا أَبُو مَعْمَرٍ، ثنا عَبْدُ الْوَارِثِ، عَنِ الْحُسَيْنِ، عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ، أَنَّ مُعَاوِيَةَ، خَرَجَ مِنْ حَمَّامِ حِمْصَ، فَقَالَ لِغُلَامِهِ: ائْتِنِي لُبْسَتَيَّ فَلَبِسَهُمَا، ثُمَّ دَخَلَ مَسْجِدَ حِمْصَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ، فَلَمَّا فَرَغَ إِذَا هُوَ بِنَاسٍ جُلُوسٌ، فَقَالَ لَهُمْ: مَا يُجْلِسُكُمْ؟ قَالُوا: صَلَّيْنَا صَلَاةَ الْمَكْتُوبَةِ ثُمَّ قَصَّ الْقَاصُّ، فَلَمَّا فَرَغَ قَعَدْنَا نَتَذَاكَرُ سُنَّةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ مُعَاوِيَةُ: مَا مِنْ رَجُلٍ أَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَلَّ حَدِيثًا عَنْهُ مِنِّي، إِنِّي سَأُحَدِّثُكُمْ بِخَصْلَتَيْنِ حَفِظْتُهُمَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ رَجُلٍ يَكُونُ عَلَى النَّاسِ فَيَقُومُ عَلَى رَأْسِهِ الرِّجَالُ يُحِبُّ أَنْ تَكْثُرَ الْخُصُومُ عِنْدَهُ فَيَدْخُلَ الْجَنَّةَ، قَالَ: وَكُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَدَخَلَ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ بِقَوْمٍ فِي الْمَسْجِدِ قُعُودٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا يُقْعِدُكُمْ؟» قَالُوا: صَلَّيْنَا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ، ثُمَّ قَعَدْنَا نَتَذَاكَرُ كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ إِذَا ذَكَرَ شَيْئًا تَعَاظَمَ ذِكْرُهُ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَقَدْ سَمِعَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ الْأَسْلَمِيُّ مِنْ مُعَاوِيَةَ غَيْرَ حَدِيثٍ»

Al Mustadrak 321: Abu Bakar Muhammad bin Ahmad bin Hatim Ad-Darabardi mengabarkan kepada kami di Marwa, Ahmad bin Muhammad bin Isa Al Qadhi menceritakan kepada kami, Abu Ma’mar menceritakan kepada kami, Abdul Warits menceritakan kepada kami dari Al Husain, dari Ibnu Buraidah, bahwa Mu’awiyah pemah keluar dari kamar mandi Himsh, lalu berkata kepada pembantunya, ”Bawakan kepadaku kedua pakaianku.” Setelah pembantunya membawakannya, dia pun memakainya, kemudian masuk ke masjid Himsh, lalu shalat dua rakaat. Seusai shalat ternyata ada sekelompok orang sedang duduk-duduk, maka dia bertanya kepada mereka, ”Apa yang membuat kalian duduk-duduk?” Mereka menjawab, ”Kami shalat fardhu, kemudian ada orang yang menuturkan sesuatu, dan setelah dia selesai kami duduk untuk membahas Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Mu’awiyah lalu berkata, ‘Tidak seorang pun yang pemah menemui Nabi yang lebih sedikit hadisnya dariku. Sungguh, akan kututurkan kepada kalian tentang dua hal yang telah aku hapal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu, ‘Tidak seorang pun yang berada di tengah massa lalu orang-orang berdiri menyambutnya sedang dia suka musuh-musuhnya banyak di sisinya (karena tidak suka disambut) melainkan dia akan masuk surga’.” Mu’awiyah lanjut berkata, “Aku juga pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau masuk masjid, dan ternyata di masjid ada sekelompok orang sedang duduk-duduk, maka Nabi bertanya kepada mereka, ‘Apa yang membuat kalian duduk-duduk?’ Mereka menjawab, ‘Kami shalat fardhu, lalu duduk untuk membahas Kitab Allah serta Sunnah Nabi-Nya .” Rasulullah lalu bersabda, “Sesungguhnya Allah apabila mengingat sesuatu maka Dia akan membesar-besarkannya.” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim. Abdullah bin Buraidah Al Aslami mendengar dari Mu’awiyah lebih dari sekali.

Mustadrak Hakim 337

المستدرك 337: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، ثنا عُبَيْدُ بْنُ شَرِيكٍ الْبَزَّارُ، ثنا يَحْيَى بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَكْرٍ، حَدَّثَنِي اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي عَبْلَةَ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، أَنَّهُ قَالَ: قَالَ عَوْفُ بْنُ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيُّ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَظَرَ إِلَى السَّمَاءِ يَوْمًا، فَقَالَ: «هَذَا أَوَانُ يُرْفَعُ الْعِلْمُ» فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ ابْنُ لَبِيدٍ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُرْفَعُ الْعِلْمُ وَقَدْ أُثْبِتَ فِي الْكِتَابِ وَوَعَتْهُ الْقُلُوبُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنْ كُنْتُ لَأَحْسَبُكَ مِنْ أَفْقَهِ أَهْلِ الْمَدِينَةِ» ثُمَّ ذَكَرَ ضَلَالَةَ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى عَلَى مَا فِي أَيْدِيهِمْ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ، قَالَ: فَلَقِيتُ شَدَّادَ بْنَ أَوْسٍ فَحَدَّثْتُهُ بِحَدِيثِ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، فَقَالَ: صَدَقَ عَوْفٌ أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَوَّلِ ذَلِكَ يُرْفَعُ؟ قُلْتُ: بَلَى، قَالَ: الْخُشُوعُ حَتَّى لَا تَرَى خَاشِعًا. «هَذَا صَحِيحٌ وَقَدِ احْتَجَّ الشَّيْخَانِ بِجَمِيعِ رُوَاتِهِ، وَالشَّاهِدُ لِذَلِكَ فِيهِ شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ فَقَدْ سَمِعَ جُبَيْرُ بْنُ نُفَيْرٍ الْحَدِيثَ مِنْهُمَا جَمِيعًا» ، وَمِنْ ثَالِثٍ مِنَ الصَّحَابَةِ وَهُوَ أَبُو الدَّرْدَاءِ

Al Mustadrak 337: Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih menceritakan kepada kami, Ubaid bin Syarik Al Bazzar menceritakan kepada kami, Yahya bin Abdullah bin Bakar menceritakan kepada kami, Al-Laits bin Sa’ad menceritakan kepadaku dari Ibrahim bin Abu Ablah, dari Al Walid bin Abdurrahman, dari Jubair bin Nufair, dia berkata: Auf bin Malik Al Asyja’i berkata: Pada suatu hari Rasulullah memandang ke langit, lalu bersabda, “Ini merupakan saat dihilangkannya ilmu!’ Seorang laki-laki Anshar yang bernama Ibnu Labid lalu bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, bagaimana ilmu bisa hilang, sementara Al Kitab (Al Qur’an) telah tegak dan dihafal dalam hati?” Rasulullah menjawab, “Aku menduga kamu termasuk salah seorang warga Madinah yang paling pandai.” Beliau lalu menuturkan kesesatan orang-orang Yahudi dan Nasrani, padahal di tangan mereka ada Al Kitab (Taurat dan Injil). Jubair berkata: Aku kemudian bertemu dengan Syaddad bin Aus lalu menceritakan kepadanya Hadis Auf bin Malik, lalu dia berkata, “Benar apa yang dikatakan Auf, ‘Maukah kamu aku beritahu tentang pertanda awal dihilangkannya ilmu?’ Aku menjawab, ‘Mau’. Dia lalu berkata, ‘Yaitu khusyu, hingga kamu tidak melihat lagi orang yang khusyu.” Hadis ini shahih. Al Bukhari dan Muslim berhujjah dengan semua periwayatnya. syahidnya adalah hadis Syaddad bin Aus. Jubair bin Nufair mendengar hadis ini dari keduanya dan dari orang yang ketiga yang termasuk sahabat Nabi, yaitu Abu Ad-Darda’.

Mustadrak Hakim 322

المستدرك 322: حَدَّثَنَا الْحَاكِمُ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ، إِمْلَاءً فِي شَهْرِ رَمَضَانَ سَنَةَ ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ وَثَلَاثِ مِائَةٍ، ثنا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا هَارُونُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَصْفَهَانِيُّ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحَكَمِ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: «أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسُوا كَانَ حَدِيثُهُمْ – يَعْنِي الْفِقْهَ – إِلَّا أَنْ يَقْرَأَ رَجُلٌ سُورَةً أَوْ يَأْمُرَ رَجُلًا بِقِرَاءَةِ سُورَةٍ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَلَهُ شَاهِدٌ مَوْقُوفٌ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ»

Al Mustadrak 322: Al Hakim Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Al Hafizh menceritakan kepada kami secara imla’ pada bulan Ramadhan tahun 373 H, Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Harun bin Sulaiman Al Ashfahani menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami dari Syu’bah, dari Ali bin Al Hakam, dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa’id, dia berkata, ”Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila mereka duduk, maka pembicaraan mereka berkaitan dengan fikih (ilmu agama), kecuali seseorang membaca Al Qur’an atau ada yang menyuruh seseorang untuk membaca suatu surah.” Hadis ini shahih sesuai syarat Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Hadis ini memiliki syahid yang diriwayatkan secara mauquf dari Abu Sa’id.

Mustadrak Hakim 338

المستدرك 338: حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْقَارِئُ، وَأَبُو الْحَسَنِ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَنْبَرِيُّ، قَالَا: ثنا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ جُبَيْرٍ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَخَصَ بِبَصَرِهِ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ قَالَ: «هَذَا أَوَانُ يُخْتَلَسُ الْعِلْمُ مِنَ النَّاسِ حَتَّى لَا يَقْدِرُوا مِنْهُ عَلَى شَيْءٍ» قَالَ: فَقَالَ زِيَادُ بْنُ لَبِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يُخْتَلَسُ مِنَّا وَقَدْ قَرَأْنَا الْقُرْآنَ، فَوَاللَّهِ لَنَقْرَأَنَّهُ وَلَنُقْرِئَنَّهُ نِسَاءَنَا وَأَبْنَاءَنَا، فَقَالَ: «ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا زِيَادُ، إِنِّي كُنْتُ لَأَعُدُّكَ مِنْ فُقَهَاءِ أَهْلِ الْمَدِينَةِ، هَذَا التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ عِنْدَ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى فَمَاذَا يُغْنِي عَنْهُمْ؟» . قَالَ جُبَيْرٌ: فَلَقِيتُ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ، فَقُلْتُ لَهُ: أَلَا تَسْمَعُ مَا يَقُولُ أَخُوكَ أَبُو الدَّرْدَاءِ وَأَخْبَرْتُهُ بِالَّذِي قَالَ، قَالَ: صَدَقَ أَبُو الدَّرْدَاءِ إِنْ شِئْتَ لَأُحَدِّثَنَّكَ بِأَوَّلِ عِلْمٍ يُرْفَعُ مِنَ النَّاسِ الْخُشُوعُ، يُوشِكُ أَنْ تَدْخُلَ مَسْجِدَ الْجَمَاعَةِ فَلَا تَرَى فِيهِ رَجُلًا خَاشِعًا «هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ مِنْ حَدِيثِ الْبَصْرِيِّينَ» . وَفِيهِ شَاهِدٌ رَابِعٌ عَلَى صِحَّةِ الْحَدِيثِ وَهُوَ عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ، «وَلَعَلَّ مُتَوَهِّمًا أَنَّ جُبَيْرَ بْنَ نُفَيْرٍ رَوَاهُ مَرَّةً عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ، وَمَرَّةً عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ فَيَصِيرُ بِهِ الْحَدِيثُ مُطَوَّلًا، وَلَيْسَ كَذَلِكَ فَإِنَّ رُوَاةَ الْإِسْنَادَيْنِ جَمِيعًا ثِقَاتٌ وَجُبَيْرُ بْنُ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيُّ مِنْ أَكَابِرِ تَابِعِيِّ الشَّامِ، فَإِذَا صَحَّ الْحَدِيثُ عَنْهُ الْإِسْنَادَيْنِ جَمِيعًا فَقَدْ ظَهَرَ أَنَّهُ سَمِعَهُ مِنَ الصَّحَابِيَّيْنِ جَمِيعًا، وَالدَّلِيلُ الْوَاضِحُ عَلَى مَا ذَكَرْتُهُ أَنَّ الْحَدِيثَ قَدْ رُوِيَ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ عَنْ زِيَادِ بْنِ لَبِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ الَّذِي ذُكِرَ مُرَاجَعَتُهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحَدِيثَيْنِ»

Al Mustadrak 338: Abu Ishaq Ibrahim bin Ismail Al Qari dan Abu Al Hasan Ahmad bin Muhammad Al Anbari menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Utsman bin Sa’id Ad-Darimi menceritakan kepada kami, Ubaidillah bin Shalih menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepadaku dari Abdurrahman bin Jubair bin Nufair, dari ayahnya Jubair, dari Abu Ad-Darda’, dia berkata: Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengarahkan pandangannya ke langit, lalu bersabda, ‘Ini adalah saat ilmu akan dicabut dari manusia, hingga mereka tidak bisa mendapatkannya lagi (dari Nabi ).” Ziyad bin Labid Al Anshari pun bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana ilmu bisa dicabut sedangkan kita membaca Al Qur’an? Demi Allah, kita selalu membacanya, dan anak istri kita juga membacanya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celaka kamu, wahai Ziyad, tadinya aku menganggap kamu termasuk salah seorang fuqaha Madinah. Ini Taurat dan Injil di kalangan Yahudi serta Nasrani, apakah keduanya bermanfaat bagi mereka?” Jubair berkata: Aku lalu bertemu dengan Ubadah bin Ash-Shamit, lalu aku bertanya kepadanya, “Apakah kamu telah mendengar perkataan saudaramu, Abu Ad-Darda’?” Aku lalu memberitahukannya perkataan Abu Ad-Darda’ tersebut Dia lalu berkata, “Benar apa yang dikatakan Abu Ad-Darda’. Jika kamu mau maka akan kuceritakan kepadamu tentang ilmu yang pertama kali dicabut dari manusia, yaitu khusyu. Hampir dekat masanya kamu memasuki masjid untuk shalat berjamaah, tapi di dalamnya kamu tidak menemukan orang yang khusyu-” Sanad ini shahih dari hadis periwayat-periwayat Bashrah. Hadis ini memilik syahid keempat yang menguatkan ke-shahih-an hadis ini, yaitu Ubadah bin Ash-Shamit Barangkali orang yang ragu akan mengatakan bahwa pada satu sisi Jubair bin Nufair meriwayatkannya dari Auf bin Malik Al Asyja’i, sedangkan pada sisi lain meriwayatkannya dari Abu Ad-Darda’, sehingga hadisnya menjadi panjang, padahal sebenarnya tidak demikian, karena para periwayat dua sanad ini semuanya tsiqah. Jubair bin Nufair Al Hadhrami termasuk seorang tabiin besar negeri Syam. Jika memang dua sanad ini shahih, maka nyatalah bahwa dia mendengarnya dari dua sahabat sekaligus. Dalilnya sangat jelas — sebagaimana telah dikemukakan— bahwa hadis tersebut diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Ziyad bin Labid Al Anshari, yang telah mengonfirmasikannya kepada Rasulullah dalam dua hadis tadi.

Mustadrak Hakim 323

المستدرك 323: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ، ثنا أَبُو مُعَاوِيَةَ، ثنا الْأَعْمَشُ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ إِيَاسٍ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: «تَذَاكَرُوا الْحَدِيثَ، فَإِنَّ مُذَاكَرَةَ الْحَدِيثِ تُهَيِّجُ الْحَدِيثَ» . «وَقَدْ رُوِيَ فِي الْحَدِيثِ عَلَى مُذَاكَرَةِ الْحَدِيثِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، بِأَحَادِيثَ صَحِيحَةٍ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ»

Al Mustadrak 323: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdul Jabbar menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami dari Ja’far bin Iyas, dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa’id, dia berkata, ”Pelajarilah hadis, karena mempelajari hadis akan bisa menyemarakkan pembicaraan.” Hadis tentang mempelajari hadis diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Mas’ud dengan hadis-hadis shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim. Hadis Ali adalah:

Mustadrak Hakim 339

المستدرك 339: أَخْبَرَنِي أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْقَطِيعِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، ثنا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنِ ابْنِ لَبِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَذَا أَوَانُ ذَهَابِ الْعِلْمِ» قَالَ شُعْبَةُ – أَوْ قَالَ: «أَوَانُ انْقِطَاعِ الْعِلْمِ» – قَالُوا: كَيْفَهُ وَفِينَا كِتَابُ اللَّهِ تُعَلِّمُهُ أَبْنَاؤُنَا أَبْنَاءَهُمْ؟ قَالَ: «ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ ابْنَ لَبِيدٍ، مَا كُنْتُ أَحْسِبُكَ إِلَّا مِنْ أَعْقِلِ أَهْلِ الْمَدِينَةِ، أَلَيْسَ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فِيهِمْ كِتَابُ اللَّهِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ لَمْ يَنْتَفِعُوا مِنْهُ بِشَيْءٍ» . «قَدْ ثَبَتَ الْحَدِيثُ بِلَا رَيْبٍ فِيهِ بِرِوَايَةِ زِيَادِ بْنِ لَبِيدٍ بِمِثْلِ هَذَا الْإِسْنَادِ الْوَاضِحِ»

Al Mustadrak 339: Ahmad bin Ja’far Al Qathi’i mengabarkan kepadaku, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Amr bin Murrah, dari Salim bin Abu Al Ja’ad, dari Ibnu Labid Al Anshari, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini merupakan saat hilangnya ilmu.” Syu’bah berkata: Atau beliau bersabda, “Saat terputusnya ilmu.” Mereka berkata, “Bagaimana bisa teijadi, sedangkan di tangan kita ada Kitab Allah yang dipelajari oleh anak-anak kami dan anak- anak mereka?” Nabi lalu bersabda, “Celaka kamu, wahai Ibnu Labid, tadinya aku tidak menganggapmu kecuali salah seorang warga Madinah yang paling berakal. Bukankah mereka, orang-orang Yahudi dan Nasrani, mempunyai Kitab Allah berupa Taurat dan Injil, tapi itu tidak bermanfaat bagi mereka?” Hadis ini sah tanpa keraguan lagi dikarenakan riwayat Ziyad bin Labid dengan redaksi yang jelas seperti redaksi ini.

Mustadrak Hakim 324

المستدرك 324: فَأَخْبَرَنَاهُ أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الْمَحْبُوبِيُّ، ثنا سَعِيدُ بْنُ مَسْعُودٍ، ثنا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنْبَأَ كَهْمَسٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ: «تَذَاكَرُوا الْحَدِيثَ فَإِنَّكُمْ إِلَّا تَفْعَلُوا يَنْدَرِسُ»

Al Mustadrak 324: Abu Al Abbas Muhammad bin Ahmad Al Mahbubi mengabarkannya kepada kami, Sa’id bin Mas’ud menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Kahmus memberitakan (kepada kami) dari Abdullah bin Buraidah, dia berkata: Ali berkata, ”Pelajarilah hadis, karena jika tidak maka dia akan hilang.” Hadis Abdullah bin Mas’ud adalah: