Skip to main content

Mustadrak Hakim 524

المستدرك 524: فَأَخْبَرَنَاهُ جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ الْخُلْدِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ بُرْدَيْهِ الْمَكِّيُّ، ثنا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، ثنا دَاوُدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعَطَّارُ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ كَثِيرٍ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا اسْتَنْشَقْتَ فَبَالِغْ، إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا، وَلَا تَضْرِبْ ظَعِينَتَكَ كَمَا تَضْرِبُ أَمَتَكَ»

Al Mustadrak 524: Ja’far bin Muhammad bin Nushair Al Khaladi mengabarkannya kepada kami, Muhammad bin Ali bin Burdaih Al Makki menceritakan kepada kami, Sa’id bin Manshur menceritakan kepada kami, Daud bin Abdurrahman Al Aththar menceritakan kepada kami dari Ismail bin Katsir, dari Ashim bin Laqith bin Shabirah, dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kamu memasukkan air ke dalam hidung maka bersungguh- sungguhlah (dengan menyedotnya) kecuali jika kamu sedang berpuasa. Selain itu, janganlah kamu memukul istrimu seperti kamu memukul budak perempuanmu.” Hadis Yahya bin Sulaim adalah

Mustadrak Hakim 540

المستدرك 540: أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى، ثنا مُسَدَّدٌ، ثنا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، «مَسَحَ أُذُنَيْهِ بَاطِنَهُمَا وَظَاهِرَهُمَا» . «وَلَمْ يَحْتَجَّا بِابْنِ عَقِيلٍ وَهُوَ مُسْتَقِيمُ الْحَدِيثِ مُقَدَّمٌ فِي الشُّرَفِ»

Al Mustadrak 540: Abu Abdillah Muhammad bin Ya’qub mengabarkan kepada kami, Yahya bin Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Musaddad menceritakan kepada kami, Bisyr bin Al Mufadhdhal menceritakan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Aqil menceritakan kepada kami dari Ar-Rabi’ binti Mu’awwidz, bahwa Nabi mengusap kedua telinganya, baik bagian dalamnya maupun bagian luarnya. Al Bukhari dan Muslim tidak berhujjah dengan Ibnu Aqil, meski dia orang yang lurus hadisnya dan dihormati di kalangan bangsawan (Quraisy).

Mustadrak Hakim 525

المستدرك 525: فَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، أَنْبَأَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ قُتَيْبَةَ، ثنا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَنْبَأَ يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ كَثِيرٍ، قَالَ: سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ، يُحَدِّثُ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: كُنْتُ وَافِدَ بَنِي الْمُنْتَفِقِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبَرَنِي عَنِ الْوُضُوءِ فَقَالَ: «أَسْبِغِ الْوُضُوءَ، وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ، وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ، إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا» . وَلِهَذَا الْحَدِيثِ شَاهِدٌ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ

Al Mustadrak 525: Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih menceritakan kepada kami, Ismail bin Qutaibah memberitakan (kepada kami), Yahya bin Yahya menceritakan kepada kami, Yahya bin Sulaim memberitakan (kepada kami) dari Ismail bin Katsir, dia berkata: Aku mendengar Ashim bin Laqith bin Shabirah menuturkan dari ayahnya, dia berkata: Ketika aku menjadi utusan bani Al Muntafiq untuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang wudhu!” Beliau menjawab, “Sempurnakanlah wudhu, sela-selalah jari-jemari, dan bersungguh- sungguhlah dalam memasukkan air ke hidung (dengan menyedotnya), kecuali jika kamu sedang berpuasa” Hadis ini memiliki syahid dari Ibnu Abbas:

Mustadrak Hakim 526

المستدرك 526: أَخْبَرْنَاهُ بَكْرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَمْدَانَ الصَّيْرَفِيُّ، ثنا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ الْفَضْلِ، ثنا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، ثنا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ قَارِظِ بْنِ شَيْبَةَ، عَنْ أَبِي غَطَفَانَ الْمُرِّيِّ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «اسْتَنْثِرُوا مَرَّتَيْنِ بَالِغَتَيْنِ، أَوْ ثَلَاثًا»

Al Mustadrak 526: Bakar bin Muhammad bin Hamdan Ash-Shairafi mengabarkannya kepada kami, Abdushshamad bin Al Fadhl menceritakan kepada kami, Khalid bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Dzi’ib menceritakan kepada kami dari Qarizh bin Abdurrahman, dari Abu Ghathfan Al Muri, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Masukkanlah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah secara sungguh-sungguh sebanyak dua kali atau tiga kali.”

Mustadrak Hakim 527

المستدرك 527: أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الْمَحْبُوبِيُّ، ثنا سَعِيدُ بْنُ مَسْعُودٍ، ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، أَنْبَأَ إِسْرَائِيلُ، وَأَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْقَطِيعِيُّ، وَاللَّفْظُ لَهُ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَنْبَأَ إِسْرَائِيلُ، عَنْ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، قَالَ: رَأَيْتُ عُثْمَانَ، تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ، وَاسْتَنْشَقَ، وَمَضْمَضَ ثَلَاثًا، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهُمَا، وَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ ثَلَاثًا حِينَ غَسَلَ وَجْهَهُ قَبْلَ أَنْ يَغْسِلَ قَدَمَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ الَّذِي رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ» . «وَقَدِ اتَّفَقَ الشَّيْخَانِ عَلَى إِخْرَاجِ طُرُقٍ لِحَدِيثِ عُثْمَانَ فِي دُبُرِ وُضُوئِهِ، وَلَمْ يَذْكُرَا فِي رِوَايَاتِهِمَا تَخْلِيلَ اللِّحْيَةِ ثَلَاثًا، وَهَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ، قَدِ احْتَجَّا بِجَمِيعِ رُوَاتِهِ غَيْرِ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ، وَلَا أَعْلَمُ فِي عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ طَعْنًا بِوَجْهٍ مِنَ الْوُجُوهِ» . وَلَهُ فِي تَخْلِيلِ اللِّحْيَةِ شَاهِدٌ صَحِيحٌ عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ، وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، وَعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

Al Mustadrak 527: Abu Al Abbas Muhammad bin Ahmad Al Mahbubi mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Mas’ud menceritakan kepada kami, Ubaidillah bin Musa menceritakan kepada kami, Isra’il memberitakan (kepada kami). Ahmad bin Al Qathi’i mengabarkan kepada kami dengan redaksinya, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Israil memberitakan (kepada kami) dari Amir bin Syaqiq, dari Syaqiq bin Salamah, dia berkata: Aku pernah melihat Utsman berwudhu, dia membasuh wajahnya lalu memasukkan air ke dalam hidungnya, kemudian berkumur tiga kali, lalu mengusap kepalanya dan kedua telinganya, baik bagian luar maupun dalamnya, lalu menyela-nyela jenggotnya tiga kali ketika membasuh wajahnya sebelum membasuh kedua telapak kakinya. Setelah itu dia berkata, “Aku melihat Rasulullah melakukan seperti yang kalian lihat padaku.” Al Bukhari dan Muslim sepakat meriwayatkan jalur-jalur periwayatan hadis Utsman tentang tata-cara wudhunya, tapi keduanya tidak menyebutkan dalam riwayat keduanya redaksi “Menyela- menyela jenggotnya tiga kali.” Ini merupakan sanad yang shahih. Selain itu, Al Bukhari dan Muslim berhujjah dengan seluruh periwayatnya selain Amir bin Syaqiq. Sejauh yang aku ketahui, tidak ada yang mencela Amir bin Syaqiq dalam berbagai riwayatnya dari berbagai jalur periwayatan. Tentang menyela-nyela jenggot ada syahid dari Ammar bin Yasir, Anas bin Malik, dan Aisyah .

Mustadrak Hakim 528

المستدرك 528: فَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، أَنْبَأَ بِشْرُ بْنُ مُوسَى، ثنا الْحُمَيْدِيُّ، وَأَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْمَنْصُورِيُّ، ثنا هَارُونُ بْنُ يُوسُفَ، ثنا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَا: ثنا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ، عَنْ حَسَّانَ بْنِ بِلَالٍ، أَنَّهُ رَأَى عَمَّارَ بْنَ يَاسِرٍ يَتَوَضَّأُ فَخَلَّلَ اللِّحْيَةَ فَقِيلَ لَهُ: تُخِلِّلُ لِحْيَتَكَ؟ فَقَالَ: «وَمَا يَمْنَعُنِي وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ؟» . قَالَ سُفْيَانُ: وَحَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ حَسَّانَ بْنِ بِلَالٍ، عَنْ عَمَّارٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

Al Mustadrak 528: Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih menceritakan kepada kami, Bisyr bin Musa memberitakan (kepada kami), Al Humaidi menceritakan kepada kami. Muhammad bin Al Husain Al Manshur mengabarkan kepadaku, Harun bin Yusuf menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Umar menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdul Karim Al Jazari, dari Hassan bin Bilal, bahwa dia pernah melihat Ammar bin Yasir berwudhu lalu menyela-nyelai jenggotnya. Dia pun ditanya, “Engkau menyela-nyela jenggot?” Dia menjawab, “Apakah yang menghalangiku? Aku pernah melihat Rasulullah menyela-nyela jenggot beliau.” Sufyan berkata, “Sa’id bin Abu Arubah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Hassan bin Bilal, dari Ammar, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan redaksi yang semakna.” Hadis Anas bin Malik adalah:

Mustadrak Hakim 529

المستدرك 529: فَحَدَّثَنَاهُ عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، ثنا عُبَيْدُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ أَبِي كَرِيمَةَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ وَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ بِأَصَابِعِهِ مِنْ تَحْتِهَا» ، وَقَالَ: «بِهَذَا أَمَرَنِي رَبِّي»

Al Mustadrak 529: Ali bin Hamsyad Al Adi menceritakannya kepada kami, Ubaid bin Abdul Wahid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Wahb bin Abu Karimah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Harb menceritakan kepada kami dari Az-Zubaidi, dari Az-Zuhri, dari Anas bin Malik , dia berkata, “Aku pernah melihat Nabi berwudhu dan menyela-nyela jenggotnya dengan jari-jemarinya di bagian bawah, lalu beliau bersabda, ‘Beginilah Tuhan memerintahkanku untuk melakukannya’.”

Mustadrak Hakim 530

المستدرك 530: وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذٍ، ثنا عُبَيْدُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ، ثنا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْفَزَارِيُّ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ وَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ» ، وَقَالَ: «بِهَذَا أَمَرَنِي رَبِّي»

Al Mustadrak 530: Ali bin Hamsyad Al Adi menceritakan kepada kami, Ubaid bin Abdul Wahid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Wahb menceritakan kepada kami, Marwan bin Muhammad, Ibrahim bin Muhammad Al Fazari menceritakan kepada kami dari Musa bin Abu Aisyah, dari Anas bin Malik, dia berkata, “Aku pernah melihat Nabi berwudhu sambil menyela-nyela jenggotnya, lalu beliau bersabda, ‘Begitulah Tuhan memerintahkanku untuk melakukannya’.” Hadis Aisyah adalah:

Mustadrak Hakim 531

المستدرك 531: فَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ سُلَيْمَانَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَيُّوبَ، ثنا هِلَالُ بْنُ فَيَّاضٍ، ثنا عُمَرُ بْنُ أَبِي وَهْبٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ ثَرْوَانَ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَرِيزٍ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا تَوَضَّأَ خَلَّلَ لِحْيَتَهُ» . «وَهَذَا شَاهِدٌ صَحِيحٌ فِي مَسْحِ بَاطِنِ الْأُذُنَيْنِ»

Al Mustadrak 531: Abu Bakar bin Muhammad bin Daud bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ayyub menceritakan kepada kami, Hilal bin Fayyadh menceritakan kepada kami, Umar bin Abu Wahb menceritakan kepada kami dari Musa bin Tsarwan, dari Thalhah bin Ubaidillah bin Kuraiz, dari Aisyah , dia berkata, “Apabila Rasulullah berwudhu, maka beliau menyela-nyela jenggotnya.” Hadis ini merupakan syahid yang shahih tentang mengusap bagian dalam kedua telinga.

Mustadrak Hakim 532

المستدرك 532: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ بَالَوَيْهِ، قَالَا: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ النَّضْرِ الْأَزْدِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، ثنا زَائِدَةُ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بَاطِنَ أُذُنَيْهِ وَظَاهِرَهُمَا» قَالَ: وَكَانَ ابْنُ مَسْعُودٍ يَأْمُرُ بِذَلِكَ. «زَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ ثِقَةٌ مَأْمُونٌ قَدْ أَسْنَدَهُ عَنِ الثَّوْرِيِّ وَأَوْقَفَهُ غَيْرُهُ»

Al Mustadrak 532: Abu Bakar bin Ishaq dan Abu Bakar bin Balawaih menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Ahmad bin An-Nadhr Al Azdi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Amr menceritakan kepada kami, Zaidah menceritakan kepada kami dari Sufyan bin Sa’id, dari Humaid Ath-Thawil, dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah berwudhu lalu mengusap bagian dalam kedua telinganya dan bagian luarnya. Dia berkata, “Ibnu Mas’ud juga memerintahkan demikian.” Zaidah bin Qudamah adalah periwayat yang tsiqah ma’mvn. Dia meriwayatkannya secara musnad dari Ats-Tsauri, sedangkan yang lainnya meriwayatkan secara mauquf.