Skip to main content

Mustadrak Hakim 542

المستدرك 542: أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ، وَأَبُو عَوْنٍ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَرَازُ بِمَكَّةَ فِي آخَرِينَ، قَالُوا: ثنا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، وَحَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الصَّفَّارُ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى الْقَاضِي، قَالَا: ثنا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، ثنا شُعْبَةُ، عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يُعَاوِدَ فَلْيَتَوَضَّأْ، فَإِنَّهُ أَنْشَطُ لِلْعَوْدِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ بِهَذَا اللَّفْظِ، إِنَّمَا أَخْرَجَاهُ إِلَى قَوْلِهِ» فَلْيَتَوَضَّأْ «فَقَطْ، وَلَمْ يَذْكُرَا فِيهِ» فَإِنَّهُ أَنْشَطُ لِلْعَوْدِ «وَهَذِهِ لَفْظَةٌ تَفَرَّدَ بِهَا شُعْبَةُ، عَنْ عَاصِمٍ، وَالتَّفَرُّدُ مِنْ مِثْلِهِ مَقْبُولٌ عِنْدَهُمَا»

Al Mustadrak 542: Ja’far bin Muhammad bin Nushair dan Abu Aun Muhammad bin Ahmad bin Al Harraz mengabarkan kepada kami di Makkah, disertai beberapa orang, mereka berkata, “Ali bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami.” Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Isa Al Qadhi menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muslim bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Ashim Al Ahwal, dari Abu Al Mutawakkil, dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian mendatangi keluarganya (maksudnya menyetubuhi istrinya) kemudian dia ingin mengulanginya lagi, maka dia hendaknya berwudhu, karena hal itu akan lebih membuatnya bersemangat” Hadis ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya dengan redaksi ini. Keduanya hanya meriwayatkan redaksi, “Dia hendaknya berwudhu,” tanpa menyebutkan “Karena hal itu akan lebih membuatnya bersemangat.” Ini merupakan redaksi yang diriwayatkan secara menyendiri oleh Syu’bah dan Ashim. Menurut Al Bukhari dan Muslim, periwayatannya secara menyendiri bisa diterima.

Mustadrak Hakim 558

المستدرك 558: أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، أَنْبَأَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، ثنا إِسْحَاقُ، أَنْبَأَ وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، ثنا أَبِي، قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْحَاقَ، يَقُولُ: أَخْبَرَنِي صَدَقَةُ بْنُ يَسَارٍ، عَنْ عَقِيلِ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ، حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الْوَرَّاقُ لَقَبُهُ حَمْدَانُ، ثنا أَبُو يَحْيَى عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ حَسَّانَ الْمَرُّوذِيُّ، ثنا سُفْيَانُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَمَّارٍ، وَأَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، وَاللَّفْظُ لَهُ، أَنْبَأَ عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمَّارٍ، ثنا قَاسِمُ بْنُ يَزِيدَ الْجَرْمِيُّ، ثنا سُفْيَانُ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَمَّارٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عِيَاضٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَغَوِّطَيْنِ أَنْ يَتَحَدَّثَا، فَإِنَّ اللَّهَ يَمْقُتُ عَلَى ذَلِكَ»

Al Mustadrak 558: Abu Bakar bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad memberitakan (kepada kami), Ishaq menceritakan kepada kami, Wahab bin Jarir memberitakan (kepada kami), ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Muhammad bin Ishaq berkata: Shadaqah bin Yasar mengabarkan kepadaku dari Aqil bin Jabir, dari Jabir, dari Nabi dengan redaksi yang serupa. Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ali Al Warraq yang laqab-nya Hamdan menceritakan kepada kami, Abu Yahya Abdushshamad bin Hassan Al Marrudzi menceritakan kepada kami, Sufyan bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Ikrimah bin Ammar. Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih mengabarkan kepada kami dengan redaksinya, Ali bin Abdul Aziz memberitakan (kepada kami), Muhammad bin Abdullah bin Ammar menceritakan kepada kami, Qasim bin Yazid Al Jarmi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Ikrimah bin Ammar, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Iyadh, dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata, “Rasulullah melarang orang-orang yang sedang buang air besar bercakap-cakap, karena Allah sangat murka terhadap hal tersebut.”

Mustadrak Hakim 527

المستدرك 527: أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الْمَحْبُوبِيُّ، ثنا سَعِيدُ بْنُ مَسْعُودٍ، ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، أَنْبَأَ إِسْرَائِيلُ، وَأَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْقَطِيعِيُّ، وَاللَّفْظُ لَهُ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَنْبَأَ إِسْرَائِيلُ، عَنْ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، قَالَ: رَأَيْتُ عُثْمَانَ، تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ، وَاسْتَنْشَقَ، وَمَضْمَضَ ثَلَاثًا، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهُمَا، وَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ ثَلَاثًا حِينَ غَسَلَ وَجْهَهُ قَبْلَ أَنْ يَغْسِلَ قَدَمَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ الَّذِي رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ» . «وَقَدِ اتَّفَقَ الشَّيْخَانِ عَلَى إِخْرَاجِ طُرُقٍ لِحَدِيثِ عُثْمَانَ فِي دُبُرِ وُضُوئِهِ، وَلَمْ يَذْكُرَا فِي رِوَايَاتِهِمَا تَخْلِيلَ اللِّحْيَةِ ثَلَاثًا، وَهَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ، قَدِ احْتَجَّا بِجَمِيعِ رُوَاتِهِ غَيْرِ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ، وَلَا أَعْلَمُ فِي عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ طَعْنًا بِوَجْهٍ مِنَ الْوُجُوهِ» . وَلَهُ فِي تَخْلِيلِ اللِّحْيَةِ شَاهِدٌ صَحِيحٌ عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ، وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، وَعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

Al Mustadrak 527: Abu Al Abbas Muhammad bin Ahmad Al Mahbubi mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Mas’ud menceritakan kepada kami, Ubaidillah bin Musa menceritakan kepada kami, Isra’il memberitakan (kepada kami). Ahmad bin Al Qathi’i mengabarkan kepada kami dengan redaksinya, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Israil memberitakan (kepada kami) dari Amir bin Syaqiq, dari Syaqiq bin Salamah, dia berkata: Aku pernah melihat Utsman berwudhu, dia membasuh wajahnya lalu memasukkan air ke dalam hidungnya, kemudian berkumur tiga kali, lalu mengusap kepalanya dan kedua telinganya, baik bagian luar maupun dalamnya, lalu menyela-nyela jenggotnya tiga kali ketika membasuh wajahnya sebelum membasuh kedua telapak kakinya. Setelah itu dia berkata, “Aku melihat Rasulullah melakukan seperti yang kalian lihat padaku.” Al Bukhari dan Muslim sepakat meriwayatkan jalur-jalur periwayatan hadis Utsman tentang tata-cara wudhunya, tapi keduanya tidak menyebutkan dalam riwayat keduanya redaksi “Menyela- menyela jenggotnya tiga kali.” Ini merupakan sanad yang shahih. Selain itu, Al Bukhari dan Muslim berhujjah dengan seluruh periwayatnya selain Amir bin Syaqiq. Sejauh yang aku ketahui, tidak ada yang mencela Amir bin Syaqiq dalam berbagai riwayatnya dari berbagai jalur periwayatan. Tentang menyela-nyela jenggot ada syahid dari Ammar bin Yasir, Anas bin Malik, dan Aisyah .

Mustadrak Hakim 528

المستدرك 528: فَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، أَنْبَأَ بِشْرُ بْنُ مُوسَى، ثنا الْحُمَيْدِيُّ، وَأَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْمَنْصُورِيُّ، ثنا هَارُونُ بْنُ يُوسُفَ، ثنا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَا: ثنا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ، عَنْ حَسَّانَ بْنِ بِلَالٍ، أَنَّهُ رَأَى عَمَّارَ بْنَ يَاسِرٍ يَتَوَضَّأُ فَخَلَّلَ اللِّحْيَةَ فَقِيلَ لَهُ: تُخِلِّلُ لِحْيَتَكَ؟ فَقَالَ: «وَمَا يَمْنَعُنِي وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ؟» . قَالَ سُفْيَانُ: وَحَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ حَسَّانَ بْنِ بِلَالٍ، عَنْ عَمَّارٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

Al Mustadrak 528: Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih menceritakan kepada kami, Bisyr bin Musa memberitakan (kepada kami), Al Humaidi menceritakan kepada kami. Muhammad bin Al Husain Al Manshur mengabarkan kepadaku, Harun bin Yusuf menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Umar menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdul Karim Al Jazari, dari Hassan bin Bilal, bahwa dia pernah melihat Ammar bin Yasir berwudhu lalu menyela-nyelai jenggotnya. Dia pun ditanya, “Engkau menyela-nyela jenggot?” Dia menjawab, “Apakah yang menghalangiku? Aku pernah melihat Rasulullah menyela-nyela jenggot beliau.” Sufyan berkata, “Sa’id bin Abu Arubah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Hassan bin Bilal, dari Ammar, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan redaksi yang semakna.” Hadis Anas bin Malik adalah:

Mustadrak Hakim 529

المستدرك 529: فَحَدَّثَنَاهُ عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، ثنا عُبَيْدُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ أَبِي كَرِيمَةَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ وَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ بِأَصَابِعِهِ مِنْ تَحْتِهَا» ، وَقَالَ: «بِهَذَا أَمَرَنِي رَبِّي»

Al Mustadrak 529: Ali bin Hamsyad Al Adi menceritakannya kepada kami, Ubaid bin Abdul Wahid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Wahb bin Abu Karimah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Harb menceritakan kepada kami dari Az-Zubaidi, dari Az-Zuhri, dari Anas bin Malik , dia berkata, “Aku pernah melihat Nabi berwudhu dan menyela-nyela jenggotnya dengan jari-jemarinya di bagian bawah, lalu beliau bersabda, ‘Beginilah Tuhan memerintahkanku untuk melakukannya’.”

Mustadrak Hakim 530

المستدرك 530: وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذٍ، ثنا عُبَيْدُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ، ثنا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْفَزَارِيُّ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ وَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ» ، وَقَالَ: «بِهَذَا أَمَرَنِي رَبِّي»

Al Mustadrak 530: Ali bin Hamsyad Al Adi menceritakan kepada kami, Ubaid bin Abdul Wahid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Wahb menceritakan kepada kami, Marwan bin Muhammad, Ibrahim bin Muhammad Al Fazari menceritakan kepada kami dari Musa bin Abu Aisyah, dari Anas bin Malik, dia berkata, “Aku pernah melihat Nabi berwudhu sambil menyela-nyela jenggotnya, lalu beliau bersabda, ‘Begitulah Tuhan memerintahkanku untuk melakukannya’.” Hadis Aisyah adalah:

Mustadrak Hakim 531

المستدرك 531: فَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ سُلَيْمَانَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَيُّوبَ، ثنا هِلَالُ بْنُ فَيَّاضٍ، ثنا عُمَرُ بْنُ أَبِي وَهْبٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ ثَرْوَانَ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَرِيزٍ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا تَوَضَّأَ خَلَّلَ لِحْيَتَهُ» . «وَهَذَا شَاهِدٌ صَحِيحٌ فِي مَسْحِ بَاطِنِ الْأُذُنَيْنِ»

Al Mustadrak 531: Abu Bakar bin Muhammad bin Daud bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ayyub menceritakan kepada kami, Hilal bin Fayyadh menceritakan kepada kami, Umar bin Abu Wahb menceritakan kepada kami dari Musa bin Tsarwan, dari Thalhah bin Ubaidillah bin Kuraiz, dari Aisyah , dia berkata, “Apabila Rasulullah berwudhu, maka beliau menyela-nyela jenggotnya.” Hadis ini merupakan syahid yang shahih tentang mengusap bagian dalam kedua telinga.

Mustadrak Hakim 532

المستدرك 532: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ بَالَوَيْهِ، قَالَا: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ النَّضْرِ الْأَزْدِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، ثنا زَائِدَةُ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بَاطِنَ أُذُنَيْهِ وَظَاهِرَهُمَا» قَالَ: وَكَانَ ابْنُ مَسْعُودٍ يَأْمُرُ بِذَلِكَ. «زَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ ثِقَةٌ مَأْمُونٌ قَدْ أَسْنَدَهُ عَنِ الثَّوْرِيِّ وَأَوْقَفَهُ غَيْرُهُ»

Al Mustadrak 532: Abu Bakar bin Ishaq dan Abu Bakar bin Balawaih menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Muhammad bin Ahmad bin An-Nadhr Al Azdi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Amr menceritakan kepada kami, Zaidah menceritakan kepada kami dari Sufyan bin Sa’id, dari Humaid Ath-Thawil, dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah berwudhu lalu mengusap bagian dalam kedua telinganya dan bagian luarnya. Dia berkata, “Ibnu Mas’ud juga memerintahkan demikian.” Zaidah bin Qudamah adalah periwayat yang tsiqah ma’mvn. Dia meriwayatkannya secara musnad dari Ats-Tsauri, sedangkan yang lainnya meriwayatkan secara mauquf.

Mustadrak Hakim 533

المستدرك 533: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَفَّانَ الْعَامِرِيُّ، ثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، وَأَخْبَرَنِيْ مُحَمَّدُ بْنُ الْخَلِيْلِ الأَصْبَهَانِيُ ثَنَا مُوسَىَ بْنُ إِسْحَاقَ الأنْصَارِيُ ثَنَا أَبُو بَكْرٍ بْنُ أَبِي شَيّبَةَ ثنا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْفَضْلِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ» وَشَاهِدُهُ الْحَدِيثُ الْمُرْسَلُ الْمَشْهُورُ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً، ثُمَّ قَالَ: «هَذَا وَظِيفَةُ الْوُضُوءِ» ، ثُمَّ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ، فَقَالَ: «هَذَا الْوَسِيطُ مِنَ الْوُضُوءِ الَّذِي يُضَاعِفُ اللَّهُ الْأَجْرَ لِصَاحِبِهِ مَرَّتَيْنِ» – الْحَدِيثُ بِطُولِهِ –

Al Mustadrak 533: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Affan Al Amiri menceritakan kepada kami, Zaid bin Al Hubab menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Tsabit menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Fadhl menceritakan kepadaku dari Abdurrahman bin Al A’raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah berwudhu dua kali dua kali. Hadis ini shahih sesuai syarat Muslim, tapi Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Syahid hadis ini adalah hadis mursal masyhur dari Mu’awiyah bin Qurrah, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah berwudhu satu kali-satu kali, kemudian bersabda, هَذَا وَظِيفَةُ الْوُضُوءِ “Inilah wudhu yang harus dilakukan.” Beliau kemudian berwudhu dua kali-dua kali, lalu bersabda, هَذَا الْوَسِيطُ مِنَ الْوُضُوءِ الَّذِي يُضَاعِفُ اللَّهُ الْأَجْرَ لِصَاحِبِهِ مَرَّتَيْنِ “Inilah wudhu pertengahan yang akan Allah lipat gandakan pahalanya bagi yang melakukannya dua kali-dua kali” Hadis ini disebutkan dengan redaksinya yang panjang.

Mustadrak Hakim 534

المستدرك 534: حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمُزَنِيُّ، ثنا أَبُو خَلِيفَةَ الْقَاضِي، ثنا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ، ثنا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، «تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً، وَجَمَعَ بَيْنَ الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ»

Al Mustadrak 534: Abu Muhammad Ahmad bin Abdullah Al Muzani menceritakan kepada kami, Abu Khalifah Al Qadhi menceritakan kepada kami, Abu Al Walid Hisyam bin Abdul Malik menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas , bahwa Nabi berwudhu satu kali-satu kali, dan menggabungkan antara berkumur dengan memasukkan air ke dalam hidung.