Skip to main content

Musnad Syafi’i 1344

مسند الشافعي 1344: أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، بِإِسْنَادٍ لَا أَحْفَظُهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي قُرَيْشٍ شَيْئًا مِنَ الْخَيْرِ لَا أَحْفَظُهُ، وَقَالَ: «شِرَارُ قُرَيْشٍ خِيَارُ شِرَارِ النَّاسِ»

Musnad Syafi’i 1344: Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi’b dengan sanad yang aku tidak hafal lagi bahwa Rasulullah pernah bersabda sehubungan dengan orang-orang Quraisy mengenai suatu hal yang aku tidak ingat lagi, dan beliau bersabda pula, “Sejahat-jahat orang Quraisy adalah sebaik-baik orang jahat.”578

Musnad Syafi’i 1328

مسند الشافعي 1328: أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ نَعِيمًا أَنْ يُؤَامِرَ أُمَّ ابْنَتِهِ فِيهَا

Musnad Syafi’i 1328: Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij: Bahwa Rasulullah telah memerintahkan Nu’aim agar bermusyawarah dengan ibu anak perempuannya tentang perkawinan anak perempuannya. 562

Musnad Syafi’i 1343

مسند الشافعي 1343: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ الْهَادِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ التَّيْمِيِّ، أَنَّ قَتَادَةَ بْنَ النُّعْمَانِ، وَقَعَ بِقُرَيْشٍ فَكَأَنَّهُ نَالَ مِنْهُمْ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَهْلًا، لَا تَشْتُمْ قُرَيْشًا، فَإِنَّكَ لَعَلَكَ تَرَى مِنْهَا رِجَالًا، أَوْ يَأْتِيَ مِنْهُمْ رِجَالٌ تَحْقِرُ عَمَلَكَ مَعَ أَعْمَالِهِمْ، وَفِعْلَكَ مَعَ أَفْعَالِهِمْ، وَتَغْبِطُهُمْ إِذَا رَأَيْتَهُمْ، لَوْلَا أَنْ تَطْغَى قُرَيْشٌ لَأَخْبَرْتُهَا بِالَّذِي لَهَا عِنْدَ اللَّهِ»

Musnad Syafi’i 1343: Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Yazid bin Al Had, dari Muhammad bin Ibrahim bin Harits At-Taimi bahwa Qatadah bin Nu’man mencaci orang-orang Quraisy dan ia merasakan seakan-akan hatinya puas. Maka Rasulullah bersabda, “Sabarlah, hai Qatadah, janganlah engkau mencaci orang- orang Quraisy, karena sesungguhnya kamu nanti di masa mendatang akan -melihat beberapa orang lelaki atau kelak akan datang dari kalangan mereka beberapa orang lelaki- yang membuat amalmu terasa kecil dibandingkan dengan amal mereka, dan perbuatanmu terasa tidak ada artinya bila dibandingkan dengan perbuatan (karya) mereka, dan niscaya kamu akan iri bila melihat mereka. Seandainya tidak dikhawatirkan orang-orang Quraisy nanti akan bersikap sombong, niscaya aku akan menceritakan tentang apa yang ada bagi mereka di sisi Allah.”577

Musnad Syafi’i 1327

مسند الشافعي 1327: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: «تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا بِنْتُ سَبْعِ سِنِينَ، وَبَنَى بِي وَأَنَا بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ»

Musnad Syafi’i 1327: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah , bahwa ia berkata, “Rasulullah mengawiniku ketika aku baru berumur 7 tahun, dan mulai menggauliku ketika aku berusia 9 tahun.” 561

Musnad Syafi’i 1342

مسند الشافعي 1342: أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، رِفَاعَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَادَى: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ قُرَيْشًاأَهْلُ أَمَانَةٍ، وَمَنْ بَغَاهَا الْعَوَاثِرَ أَكَبَّهُ اللَّهُ لِمِنْخَرَيْهِ» . يَقُولُهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Musnad Syafi’i 1342: Yahya bin Sulim mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Utsman bin Khutsaim, dari Ismail bin Ubaid bin Rifa’ah Al Anshari, dari ayahnya, dari kakeknya (yaitu Rifa’ah) bahwa Nabi pernah berseru, “Hai manusia, sesungguhnya orang-orang Quraisy adalah ahli amanah; barangsiapa yang bertindak murka terhadap mereka, niscaya Allah akan menjungkalkannya di bawah hidungnya.” Beliau mengucapkan kalimat ini sebanyak 3 kali. 576

Musnad Syafi’i 1341

مسند الشافعي 1341: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِقُرَيْشٍ: «أَنْتُمْ أَوْلَى النَّاسِ بِهَذَا الْأَمْرِ مَا كُنْتُمْ مَعَ الْحَقِّ إِلَّا أَنْ تَعْدِلُوا عَنْهُ فَتَلْحَوْنَ كَمَا تَلْحَى هَذِهِ الْجَرِيدَةُ» . يُشِيرُ إِلَى جَرِيدَةٍ فِي يَدِهِ

Musnad Syafi’i 1341: Ibnu Abu Fudaik menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi’b, dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir, dari Atha’ bin Yasar bahwa Rasulullah pernah bersabda kepada orang-orang Quraisy, “Kalian adalah orang yang paling berhak terhadap perkara ini selagi kalian berada dalam kebenaran, kecuali jika kalian menyimpang darinya, maka kalian akan menjadi keropos sebagaimana pelepah kurma keropos.” Beliau seraya mengisyaratkan kepada pelepah daun kurma yang ada di tangannya. 575

Musnad Syafi’i 1340

مسند الشافعي 1340: أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُ قَالَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْلَا أَنْ تَبْطَرَ قُرَيْشٌ لَأَخْبَرْتُهَا بِالَّذِي لَهَا عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ»

Musnad Syafi’i 1340: Ibnu Abu Fudaik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi’b, dari Al Harits bin Abdurrahman, ia mengatakan: Bahwa telah sampai kepada kami bahwa Rasulullah telah bersabda. “Seandainya tidak dikhawatirkan nanti orang Quraisy akan sombong, niscaya aku akan menceritakan kepada mereka apa yang ada di sisi Allah buat mereka.”574

Musnad Syafi’i 1339

مسند الشافعي 1339: أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ أَبِي حَكِيمٍ، أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ، وَابْنَ شِهَابٍ، يَقُولَانِ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَهَانَ قُرَيْشًا أَهَانَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ»

Musnad Syafi’i 1339: Ibnu Abu Fudaik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi’b, dari Hakim bin Abu Hakim, ia pernah mendengar Umar bin Abdul Aziz dan Ibnu Syihab ketika keduanya mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa yang menghina orang Quraisy, niscaya Allah akan balas menghinanya.”573

Musnad Syafi’i 1338

مسند الشافعي 1338: حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «قَدِّمُوا قُرَيْشًا وَلَا تَقَدَّمُوهَا، وَتَعَلَّمُوا مِنْهَا وَلَا تُعَلِّمُوهَا» . أَوْ: تُعَالِمُوهَا. يَشُكُّ ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ

Musnad Syafi’i 1338: Ibnu Abu Fudaik menceritakan kepadaku dari Ibnu Abu Dzi’b, dari Ibnu Syihab, ia menerima hadis bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Dahulukanlah orang-orang Quraisy, dan janganlah kalian mendahului mereka. Belajarlah kalian dari mereka, dan janganlah kalian mengajari mereka —atau janganlah kalian mengaku alim terhadap mereka – keraguan dari pihak Ibnu Abu Fudaik.” 572

Musnad Syafi’i 1337

مسند الشافعي 1337: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَوْسٍ قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ يُؤْخَذُ بِذَنْبِ غَيْرِهِ حَتَّى جَاءَ إِبْرَاهِيمُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ {وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّى أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى} [النَّجْم: 38] إِلَى هُنَا يَقُولُ الرَّبِيعُ: أَخْبَرَنَا الشَّافِعِيُّ، وَيَقُولُ بَعْدَ ذَلِكَ: حَدَّثَنَا الشَّافِعِيُّ

Musnad Syafi’i 1337: Sufyan menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar dari Amr bin Aus, ia mengatakan: Dahulu kala seseorang dihukum karena dosa (kesalahan) orang lain hingga datang kepada mereka Nabi Ibrahim . Maka Allah berfirman, “Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji, yaitu bahwasanya seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” (Qs. An-Najm [53]: 37-38) 571 Sampai disini perkataan Ar-Rabi’; Asy-Syafi’i mengabarkan kepada kami, dan ia berkata setelah itu; Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami.