Skip to main content

Musnad Syafi’i 1364

مسند الشافعي 1364: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ فِي بَعْضِ مَغَازِيهِ. قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ: فَأَقْبَلْتُ نَحْوَهُ فَانْصَرَفَ قَبْلَ أَنْ أَبْلُغَهُ فَسَأَلْتُ: مَاذَا قَالَ؟ قَالُوا: «نَهَى أَنْ يُنْبَذَ فِي الدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ»

Musnad Syafi’i 1364: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar : Rasulullah berkhutbah kepada orang-orang dalam salah satu peperangan. Abdullah bin Umar melanjutkan kisahnya: Lalu aku menuju kepadanya, tetapi beliau telah turun sebelum aku sampai kepadanya. Maka aku bertanya (kepada mereka), “Apa yang telah dikatakannya, apa yang telah dikatakannya?” Mereka menjawab, “Beliau telah melarang membuat minuman perasan di dalam wadah ad-duba dan al muzaffat.” 598

Musnad Syafi’i 1348

مسند الشافعي 1348: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، وَعَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْلَا الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنَ الْأَنْصَارِ، وَلَوْ أَنَّ النَّاسَ سَلَكُوا وَادِيًا أَوْ شِعْبًا لَسَلَكْتُ وَادِيَ الْأَنْصَارِ أَوْ شِعْبَهُمْ»

Musnad Syafi’i 1348: Abdul Aziz bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Seandainya tidak ada hijrah, niscaya aku adalah salah seorang dari kaum Anshar; dan seandainya kaum Anshar menempuh suatu lembah atau lereng, niscaya aku akan menempuh lembah atau lereng kaum Anshar.”582

Musnad Syafi’i 1363

مسند الشافعي 1363: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُنْبَذُ لَهُ سِقَاءٌ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَتَوْرٌ مِنْ حِجَارَةٍ

Musnad Syafi’i 1363: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zubair, dari Jabir: Nabi bila dibuatkan minuman perasan anggur Halam sebuah wadah, jika tidak ada wadah, dibuatkan dalam wadah yang terbuat dari batu. 597

Musnad Syafi’i 1347

مسند الشافعي 1347: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: جَاءَ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو الدَّوْسِيُّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ دَوْسًا قَدْ عَصَتْ وَأَبَتْ فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا، فَاسْتَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ، فَقَالَ النَّاسُ: هَلَكَتْ دَوْسٌ، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَأْتِ بِهِمْ»

Musnad Syafi’i 1347: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah , ia mengatakan: Thufail bin Amr Ad-Dausi datang kepada Rasulullah , lalu ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kabilah Daus telah durhaka dan membangkang, maka doakanlah kepada Allah untuk kebinasaan mereka.” Maka Rasulullah menghadap ke arah kiblat dan mengangkat kedua tangannya, sedangkan orang-orang mengatakan bahwa Daus pasti binasa. Lalu beliau berdoa, “Ya Allah, berilah petunjuk kepada kabilah Daus, dan datangkanlah mereka.”581

Musnad Syafi’i 1362

مسند الشافعي 1362: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ أَبَا وَهْبٍ الْجَيْشَانِيَّ، سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْبِتْعِ فَقَالَ: «كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»

Musnad Syafi’i 1362: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ibnu Thawus, dan ayahnya bahwa Abu Wahb Al Jaisyani pernah bertanya kepada Rasulullah tentang minuman al bat’. Maka Nabi bersabda, “Setiap yang memabukkan hukumnya haram.”596

Musnad Syafi’i 1361

مسند الشافعي 1361: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ، يَقُولُ: سَمِعْتُ أَنَسًا، يَقُولُ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ أَنْ يُنْتَبَذَ فِيهِ»

Musnad Syafi’i 1361: Sufyan mengabarkan kepada kami, aku pernah mendengar Az-Zuhri mengatakan: aku pernah mendengar Anas mengatakan: Rasulullah telah melarang minuman yang diperas di dalam duba dan muzaffat. 595

Musnad Syafi’i 1360

مسند الشافعي 1360: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَنْبِذُوا فِي الدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ» قَالَ: يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: وَاجْتَنِبُوا الْحَنَاتِمَ وَالنَّقِيرَ

Musnad Syafi’i 1360: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah telah bersabda, “Janganlah kalian membuat perasan anggur di dalam duba dan wadah yang dicat dengan zhift (ter). Abu Salamah mengatakan bahwa setelah itu Abu Hurairah berkata, “Hindarilah oleh kalian hantam dan naqir.”594

Musnad Syafi’i 1359

مسند الشافعي 1359: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ: لَمَّا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْأَوْعِيَةِ قِيلَ لَهُ: «لَيْسَ كُلُّ النَّاسِ يَجِدُ سِقَاءً، فَأَذِنَ لَهُمْ فِي الْمُزَفَّتِ»

Musnad Syafi’i 1359: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Sulaiman Al Ahwal, dari Mujahid, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, ia mengatakan: Ketika Rasulullah melarang memakai beberapa wadah, maka dikatakan kepadanya bahwa tidak semua orang mempunyai wadah untuk minum. Maka, mereka diperbolehkan memakai al jar dan bukan al muzaffat.593

Musnad Syafi’i 1342

مسند الشافعي 1342: أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، رِفَاعَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَادَى: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ قُرَيْشًاأَهْلُ أَمَانَةٍ، وَمَنْ بَغَاهَا الْعَوَاثِرَ أَكَبَّهُ اللَّهُ لِمِنْخَرَيْهِ» . يَقُولُهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Musnad Syafi’i 1342: Yahya bin Sulim mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Utsman bin Khutsaim, dari Ismail bin Ubaid bin Rifa’ah Al Anshari, dari ayahnya, dari kakeknya (yaitu Rifa’ah) bahwa Nabi pernah berseru, “Hai manusia, sesungguhnya orang-orang Quraisy adalah ahli amanah; barangsiapa yang bertindak murka terhadap mereka, niscaya Allah akan menjungkalkannya di bawah hidungnya.” Beliau mengucapkan kalimat ini sebanyak 3 kali. 576

Musnad Syafi’i 1341

مسند الشافعي 1341: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِقُرَيْشٍ: «أَنْتُمْ أَوْلَى النَّاسِ بِهَذَا الْأَمْرِ مَا كُنْتُمْ مَعَ الْحَقِّ إِلَّا أَنْ تَعْدِلُوا عَنْهُ فَتَلْحَوْنَ كَمَا تَلْحَى هَذِهِ الْجَرِيدَةُ» . يُشِيرُ إِلَى جَرِيدَةٍ فِي يَدِهِ

Musnad Syafi’i 1341: Ibnu Abu Fudaik menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi’b, dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir, dari Atha’ bin Yasar bahwa Rasulullah pernah bersabda kepada orang-orang Quraisy, “Kalian adalah orang yang paling berhak terhadap perkara ini selagi kalian berada dalam kebenaran, kecuali jika kalian menyimpang darinya, maka kalian akan menjadi keropos sebagaimana pelepah kurma keropos.” Beliau seraya mengisyaratkan kepada pelepah daun kurma yang ada di tangannya. 575