Skip to main content

Musnad Syafi’i 1647

مسند الشافعي 1647: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ مُوسَى بْنِ وَرْدَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ بِأُمِّ الْقُرْآنِ بَعْدَ التَّكْبِيرَةِ الْأُولَى عَلَى الْجَنَازَةِ

Musnad Syafi’i 1647: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ishaq bin Abdullah, dari Musa bin Wardan, dari Abdullah bin Amr bin Ash: Bahwa ia membaca Ummul Qur’an dalam shalat jenazah setelah takbir yang pertama. 874

Musnad Syafi’i 1662

مسند الشافعي 1662: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ: لَمَّا جَاءَ نَعْيُ جَعْفَرٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اجْعَلُوا لِآلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا؛ فَإِنَّهُ قَدْ جَاءَهُمْ أَمْرٌ يَشْغَلُهُمْ. أَوْ مَا يَشْغَلُهُمْ» شَكَّ سُفْيَانُ

Musnad Syafi’i 1662: Sufyan hin Uyainah menceritakan kepada kami dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, dari Abdullah bin Ja’far, ia menceritakan: Ketika datang berita kemarian Ja’far. Rasulullah bersabda “Buatkanah makanan untuk keluarga Ja’far, karena sesungguhnya telah datang kepada mereka perkara yang menyibukkan mereka, atau sesuatu yang membuat mereka repot” Sufyan ragu. 889

Musnad Syafi’i 1646

مسند الشافعي 1646: أَخْبَرَنَا بَعْضُ أَصْحَابِنَا عَنْ لَيْثِ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: «السُّنَّةُ أَنْ يُقْرَأَ، عَلَى الْجَنَازَةِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ»

Musnad Syafi’i 1646: Salah seorang teman kami mengabarkan kepada kami dari Al-Laits bin Sa’d, dari Az-Zuhri, dari Abu Umamah, ia mengatakan: Menurut tuntunan Sunnah, hendaknya dibaca surah Fatihatul Kitab dalam shalat jenazah. 873

Musnad Syafi’i 1661

مسند الشافعي 1661: أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: ” لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَاءَتِ التَّعْزِيَةُ سَمِعُوا قَائِلًا يَقُولُ: إِنَّ فِي اللَّهِ عَزَاءً مِنْ كُلِّ مُصِيبَةٍ، وَخَلَفًا مِنْ كُلِّ هَالِكٍ، وَدَرَكًا مِنْ كُلِّ فَائِتٍ، فَبِاللَّهِ فَثِقُوا، وَإِيَّاهُ فَارْجُوا، فَإِنَّ الْمُصَابِ مَنْ حُرِمَ الثَّوَابَ “

Musnad Syafi’i 1661: Al Qasim bin Abdullah bin Umar mengabarkan kepada kami dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya, ia mengatakan: Ketika Rasulullah wafat dan orang-orang yang hendak takziyah berdatangan, maka mereka mendengar suara yang mengatakan: Sesungguhnya hanya kepada Allah lah bertakziyah dari setiap musibah, meminta ganti dari setiap kematian, dan memohon keberhasilan dari setiap yang terlewatkan. Percayalah kalian kepada Allah, dan berharaplah hanya kepada-Nya, karena sesungguhnya orang yang tertimpa musibah itu hanyalah orang yang terhalang dari pahala. 888

Musnad Syafi’i 1645

مسند الشافعي 1645: أَخْبَرَنَا مُطَرِّفُ بْنُ مَازِنٍ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ الْفِهْرِيُّ، عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ قَيْسٍ، أَنَّهُ قَالَ مِثْلَ قَوْلِ أَبِي أُمَامَةَ

Musnad Syafi’i 1645: Mutharif bin Mazin mengabarkan kepada kami dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, Muhammad bin Al Fihri menceritakan kepadaku, dari Adh-Dhahak bin Qais bahwa ia mengatakan hal yang semisal dengan apa yang telah dikatakan oleh Abu Umamah. 872

Musnad Syafi’i 1660

مسند الشافعي 1660: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «وَنَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا وَلَا تَقُولُوا هُجْرًا»

Musnad Syafi’i 1660: Malik mengabarkan kepada kami dari Rabi’ah bin Abu Abdurrahman, dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Aku pernah melarang kalian ziarah kubur, maka sekarang berziarahlah kalian, dan janganlah kalian mengatakan hal- hal yang dilarang.”887

Musnad Syafi’i 1644

مسند الشافعي 1644: أَخْبَرَنَا مُطَرِّفُ بْنُ مَازِنٍ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنَا أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلٍ، أَنَّهُ أَخْبَرَهُ رَجُلٌ، مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ السُّنَّةَ فِي الصَّلَاةِ عَلَى الْجَنَازَةِ أَنْ يُكَبِّرَ الْإِمَامُ ثُمَّ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ بَعْدَ التَّكْبِيرَةِ الْأُولَى سِرًّا فِي نَفْسِهِ، ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيَخْلُصُ الدُّعَاءَ لِلْجَنَازَةِ فِي التَّكْبِيرَاتِ، لَا يَقْرَأُ فِي شَيْءٍ مِنْهُنَّ، ثُمَّ يُسَلِّمُ سِرًّا فِي نَفْسِهِ

Musnad Syafi’i 1644: Mutharif bin Mazin mengabarkan kepada kami dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, Abu Umamah bin Sahi mengabarkan kepada kami: Bahwa ia mengabarkan hadis dari seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi bahwa menurut tuntunan Sunnah dalam shalat jenazah ialah, hendaknya imam melakukan takbir, kemudian membaca Fatihatul Kitab setelah takbir pertama; ia membacanya perlahan, hanya terdengar oleh dirinya sendiri. Setelah itu membaca shalawat untuk Nabi , lalu murni berdoa untuk jenazah pada takbir-takbir berikutnya, jangan membaca (Al Qur’an) pada salah satu takbir pun dari takbir-takbir tersebut, selanjutnya ia bersalam dan hanya didengar oleh diriya sendiri. 871

Musnad Syafi’i 1659

مسند الشافعي 1659: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَثَا عَلَى الْمَيِّتِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ بِيَدَيْهِ جَمِيعًا

Musnad Syafi’i 1659: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya: Bahwa Nabi menaburkan pasir di atas kuburan seseorang sebanyak 3 kali taburan dengan kedua tangan beliau. 886

Musnad Syafi’i 1658

مسند الشافعي 1658: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ قَبِيصَةَ بْنَ ذُؤَيْبٍ، كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَغْمَضَ أَبَا سَلَمَةَ

Musnad Syafi’i 1658: Ibrahim bin Sa’d bin Ibrahim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab: Bahwa Qabishah bin Dzuaib pernah menceritakan bahwa Rasulullah SAW memejamkan mata Abu Salamah. 885

Musnad Syafi’i 1657

مسند الشافعي 1657: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عُمَارَةَ، عَنْ أُمِّ مُحَمَّدٍ بِنْتِ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، عَنْ جَدَّتِهَا، أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ رَسُولِ اللَّهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصَتْ أَنْ تُغَسِّلَهَا إِذَا مَاتَتْ هِيَ وَعَلِيٌّ، فَغَسَّلَتْهَا هِيَ وَعَلِيٌّ

Musnad Syafi’i 1657: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Umarah, dari Ummu Muhammad binti Muhammad bin Ja’far bin Abu Thalib, dari neneknya, yaitu Asma binti Umais: Fatimah putri Rasulullah SAW telah berwasiat bahwa apabila ia meninggal dunia dimandikan oleh Asma binti Umais dan Ali. Maka, Asma binti Umais dan Ali memandikannya. 884